
orang tua dari Naina sudah izin pulang saat mbok Siti dan mbok Ijah datang bersama dengan Agus dan Sorga.
mereka menjaga ruang kamar agar tak bisa di masuki orang yang tak di inginkan.
Romo Jalal melihat progres pembersihan rumah miliknya dari semua darah.
karena beberapa sudut timah itu penuh darah, dan setelah semuanya bersih.
"apa semua sudah bersih?"
"sudah Romo," jawab para pelayan.
dan akhirnya mereka pun di perintahkan untuk memindah tata letak semua perabotan yang ada di dalam ruangan.
mereka menuruti perintah itu dan langsung membereskan semuanya, dan sekarang bahkan suasana nampak begitu lain.
setelah urusan di rumah selesai, Romo Jalal pun menuju ke rumah sakit untuk melihat kondisi istri dan anak-anaknya.
sedang di desa sedang terjadi beberapa antrian panjang, tapi semua tetap kondusif karena semua sembako yang ada di rumah RT culas itu di bagikan bersama uangnya juga
dan pembagian di awasi oleh Alip dan beberapa orang yang lain, sedang Jul dan Joyo sedang mengejar seseorang.
ya mereka memburu keluarga RT itu di tengah hutan, bahkan mereka melepas beberapa ekor anjing pemburu.
dan itu membuat keduanya berlari sebisanya, bahkan karena takut mereka tak memperdulikan rasa sakit karena luka di kakinya.
tapi mereka lupa jika hutan itu berada di pegunungan, hingga akhirnya mereka berniat pun jatuh ke jurang yang sedalam seratus meter dengan keadaan dasar jurang dengan batu tajam dan cadas.
bisa di pastikan jika mereka mati, karena jarang ada yang bisa selamat dari tempat seperti itu.
Fauzan pun benar-benar membagikan sesuai nama dan akhirnya semuanya selesai.
dan ada beberapa janda yang masuk daftar tapi tak bisa datang karena usia.
bahkan Mbah Sadaten pun dapat perhatian khusus sesuai permintaan yang tak pernah bisa di tolak Romo Jalal.
pria itu sampai di rumah sakit dan mrligat istrinya yang sedang di suapi bubur oleh mbok Ijah.
Romo Jalal langsung mendekati istrinya itu, melihat suaminya di depan matanya, Naina langsung memeluk Romo Jalal.
"tenang Naina, semua sudah berakhir, aku sudah membereskan semuanya," kata Romo Jalal.
"aku takut kang mas, mereka datang dengan membawa parang, beruntung aku ingat dengan jarum yang di berikan oleh Nanang,"
__ADS_1
"syukurlah, sekarang kita lupakan semua dan fokus pada kesehatan mu ya," pesan Romo Jalal yang di angguki oleh Naina.
Romo Jalal terus berada di dekat Naina selama di rumah sakit, dan di desa juga semua sudah kembali normal tanpa ada huru hara lagi.
kedua anak Romo Jalal juga sudah kembali sehat, dan kini mereka juga sudah di izinkan pulang.
tak terasa hari berganti tahun, Bu Lastri masih tetap terpasang tanpa bisa keluar, kondisinya makin memburuk.
wanita itu terus berteriak setiap harinya, karena dia ingin melepaskan diri, tapi Romo Jalal tak akan melakukan itu.
terlebih setelah semua yang tejadi karena ulah wanita itu dan keluarganya.
Bu Lastri pun tersenyum menyeringai, dia memang terkurung di rumah ini, tapi dia menyadari sesuatu.
jika Romo Jalal itu masih sangat mencintainya terbukti dari dua yang tak di bunuh.
padahal apa yang di lakukan oleh dirinya sangatlah kejam,jadi pria itu kemungkinan besar masih sangat mencintainya.
Dirga dan Dewi sekarang sudah bisa berlari-lari lucu karena sudah dua tahun terlewati.
setelah kejadian itu Romo Jalal dan Naina berlatih bertarung setiap hari, untuk membuat wanita itu bisa menjaga dirinya sendiri.
bahkan Romo Jalal sekarang juga tampak makin muda dengan tubuh atletis.
pagi ini Naina mencoba melakukan tes kehamilan, karena jadwal menstruasinya sudah telat semingguan.
dia menunggu hasil tes itu, tapi ternyata masih satu garis juga, dia pun menghela nafas panjang.
dan membuang alat tes kehamilan itu, dia keluar dan melihat kaki suaminya yang sedang di peluk oleh kedua anaknya.
"Dirga .. Dewi.. kalian kenapa peluk kaki ayah, kan ayahnya mau bekerja nak," bujuk Naina.
"Ndak... Ndak..." jawab Dirga.
"baiklah kalau begitu ayah tidak bekerja dan akan menemani kalian berdua main ya, dan dek nanti ada dua orang yang datang dari kita untukmu membawa laporan pekerjaan yang harus di periksa, apa kamu tak keberatan?" tanya Romo Jalal.
"iya kang mas, karena itu sudah menjadi tanggung jawab ku," jawab Naina yang nampak sedih.
Romo Jalal mendekati istrinya itu saat anak-anak sudah berlari keluar karena di panggil mbok Siti.
"ada apa Naina, kenapa kamu terlihat begitu sedih seperti ini, apa ada yang menganggu mu?" tanya Romo Jalal.
"sudah dua tahun, tapi kenapa aku belum bisa hamil lagi, padahal dulu dokter bilang jika aku ingin hamil lagi itu sangat mudah, padahal aku tak mengunakan alat kontrasepsi apapun," kata Naina sedih di pelukan hangat Romo Jalal.
__ADS_1
"mungkin kita belum di percaya lagi ya dek," kata Romo Jalal.
dia tau jika itu bukan salah istrinya, melainkan karena keguguran terakhir kali.
itu sedikit mempengaruhi kesehatan organ rahim milik Naina, tapi beruntung karena sudah memiliki dua anak yang lucu-lucu.
di desa Fauzan sedang bersiap karena siang ini ada acara bazar yang di adakan untuk bisnis wirausaha kecil.
dan dia yang menjadi penanggung jawab, dan saat memeriksa semua peserta, tak sengaja dia melihat nama dari istri Reino.
"Rika Saraswati, dia benar-benar ikut, ku kira hanya bercanda, semoga nanti tidak ada masalah, terlebih dengan kejadian terakhir kali antara dua keluarga itu hingga Romo Jalal bertindak dengan tegas," gumamnya.
ya istri Reino mantan kekasih Naina ini seorang wanita yang punya beberapa usaha waralaba dengan produk pisang goreng kremes dengan berbagai rasa.
jadi dia ingin mengenalkan pada orang kampung itu ini loh produk berkualitas, tapi tanpa dia sadari.
setiap yang ikut acara ini adalah sebuah warung yang cukup sederhana.
saat Fauzan melihat ke stand istri temannya itu, dia kaget karena hanya wanita itu saja yang mengunakan rombong jualan.
padahal di peraturan sudah tertulis harus mengunakan semua atribut yang di tentukan, seperti piring tanah liat dan gerabah lainnya.
"Rika, kamu tidak baca peraturan,jika seperti ini aku harus mengeluarkan mu dari acara ini," tegur Fauzan.
"ini pisang goreng yang harus di jual saat baru matang, jika aku mengunakan gerabah itu merepotkan," saut wanita itu.
"tapi itu peraturan,masih ada tiga jam ubah konsep mu atau mundur dari bazar ini," tegas Fauzan.
akhirnya wanita itu pun merubah konsepnya, tapi wajan tak bisa di ganti, tapi hanya tempat display saja yang berubah.
di rumah anak-anak sudah dalam pengawasan empat mbok yang menjaga mereka.
karena orang tua mereka sedang melakukan olahraga panas pagi itu.
bagaimana tidak setelah menenangkan istrinya itu, Romo Jalal tiba-tiba langsung mengecup bibir Naina.
mendapatkan hal itu Naina pun membalas dan ya ini lah sekarang mereka.
kedua pun lemas setelah mencapai kepuasan, "nanti siang apa aku perlu melakukan siaran langsung untuk mempromosikan semua usaha masyarakat?" lirih Naina.
"tentu saja sayang, lihat usaha yang kamu promosikan dulu, sekarang mereka sudah semakin laris dan besar," kata Romo Jalal.
"iya kang mas," jawab Naina.
__ADS_1