Istri Ketiga, Sang Juragan Tanah

Istri Ketiga, Sang Juragan Tanah
pembagian waktu


__ADS_3

rombongan Romo Jalal dan semuanya baru sampai rumah, Bu Lastri tak bisa menemui suaminya itu karena dia terkurung.


dia merasa begitu frustasi, karena saat Naina begitu di cintai suaminya, dia malah tersiksa seperti ini.


"kenapa kamu begitu kejam Jalal, bagaimana pun aku ini juga istrimu, kenapa kamu begitu pilih kasih, seandainya kamu tau jika aku membunuh Ningsih hanya agar aku bisa bersama mu dengan mengambil jatah hari wanita itu, tapi nyatanya kamu malah begitu tak peduli padaku," kata Bu Lastri yang begitu sedih.


bagaimana tidak, dia makin tersingkir saat ini, jika dia dan Ningsih memiliki jatah hari yang sama untuk bisa bersama dengan Romo Jalal.


tapi saat ini, hari-hari pria itu hanya milik istri barunya, bahkan dia tak bisa memilikinya sedikit saja, dan gadis memohon batu bisa bersama dengan suaminya.


di tambah lagi, sekarang dia juga tau jika Naina sedang hamil anak suaminya.


Bu Lastri seakan tak memiliki tempat lagi di hidup suaminya itu, selain tak bisa memiliki anak, sekarang dia benar-benar kehilangan segalanya.


berkali-kali di hati Bu Lastri terbesit keinginan untuk bunuh diri tapi dia ingat bagaimana dulu dia memiliki hari yang bahagia dengan Romo Jalal.


melihat Bu Lastri yang begitu frustasi dan tengelam dalam kesedihan membuat dua pelayan pribadi wanita itu kasihan.


keduanya pun akhirnya memberanikan diri untuk memohon pada Romo Jalal dan Naina untuk memperhatikan Bu Lastri.


mbok tum dan mbok Inah bergegas ke depan rumah bagian kiri, keduanya berlutut saat penjaga rumah itu tak mengizinkan masuk.


"Romo!! tolong temui nyonya sepuh Romo, nyonya begitu merindukan anda, dan nyonya muda tolong berikan waktu satu hari saja untuk nyonya sepuh bisa bersama Romo, karena kondisi nyonya sepuh sedang sangat tak baik," mohon mbok tum.


"kalian tau benar menganggu ku dan istriku adalah kesalahan fatal, kenapa kalian berani melakukannya," tanya Romo Jalal yang keluar bersama Naina.


"ngapunten Romo, tapi kamu tak sanggup lagi mrligat kesedihan nyonya sepuh yang di kurung seperti itu, bahkan nyonya terus berusaha melukai dirinya sendiri," kata mbok Inah memohon.


"itu urusan ku, kenapa kalian lancang mengaturku, kalian tau jika dia dalam masa hukuman," kata Romo Jalal.


"tapi semua terjadi karena Romo yang tak bisa bersikap adil, saat dulu nyonya Ningsih Romo begitu adil membagi waktu, tapi saat kedatangan nyonya muda, semua berubah," kata mbok tum.

__ADS_1


"kang mas berikan waktu mu untuk mbak Lastri, bagaimana pun dia juga istrimu, aku memang tamak, selama ini lupa jika suamiku punya istri lain selain diriku," kata Naina.


"tidak Naina, apa yang kamu katakan, dia sedang dalam masa hukuman," bantah Romo Jalal.


"tidak kang mas, jangan membuatku jadi semakin jahat dengan membiarkan mu seperti ini, dia sudah lebih dulu bersama mu dan kalian bersama lebih lama, aku baik-baik saja, pergilah kang mas, cak Sarno tolong kawal Romo menemui istri tuanya, dan mbok Siti tolong temani aku istirahat," kata Naina yang kemudian masuk kedalam rumah.


Romo Jalal pun langsung bergegas menuju ke rumah utama, dan membuat Bu Lastri terkejut, karena dia tak menyangka jika suaminya itu akan datang.


"apa yang sedang kamu lakukan Lastri," suara itu mengejutkan dirinya.


"kang mas, kenapa anda di sini, bukankah seharusnya kang mas menemani Naina?"


"tidak aku akan menemani mu selama tiga hari kedepan, sesuai jadwal yang seharusnya, karena bagaimanapun kamu juga istriku, tapi ingat Lastri aku tak membebaskan mu," kata Romo Jalal yang duduk di sofa.


"iya kang mas, baiklah aku akan membersihkan rumah ini dulu," kata Lastri yang begitu kusut dan berantakan.


"tidak usah, kamu mandilah, biar dua pelayan mu yang membersihkan semuanya."


"baiklah kang mas, mbok tolong bereskan semuanya dan tolong gunakan parfum kesukaan kang mas di kamar ya," kata Bu Lastri yang begitu senang.


akhirnya para pelayan sudah selesai membersihkan kamar tidur, dan Romo Jalal meminta agar dia di buatkan minuman jahe hangat tanpa gula.


Bu Lastri sudah selesai mandi, dan Romo Jalal bangkit kemudian membantu istrinya itu mengeringkan rambutnya.


"kang mas..."


"ada apa Lastri, apa kamu menginginkan sesuatu?" tanya Romo Jalal


"tidak, aku hanya tak menyangka kang mas akan melakukan ini lagi setelah dua tahun, sebenarnya ada apa?" tanya Bu Lastri.


"Naina sedang hamil, dan beberapa bulan lagi ada acara tujuh bulanan, aku ingin kamu hadir, aku tau jika ini akan membuat mu terluka, tapi aku tak mungkin membiarkan dirimu absen di hari bahagia ku," kata Romo Jalal

__ADS_1


"ada permintaan lagi," tanya Bu Lastri yang mulai berusaha tersenyum meski terasa sakit di hatinya.


"tolong berhenti melukai seseorang, aku bisa saja memaafkan mu dan memakluminya, tapi tidak semua orang seperti ku, kamu tau benar apa yang aku katakan bukan," kata Romo Jalal.


"iya kang mas, maafkan aku..." kata Bu Lastri yang merasa tak baik.


"sudahlah, sekarang kita mati beristirahat," ajak Romo Jalal.


keduanya pun berbaring bersama, karena Romo Jalal tak menyangka akan melakukan ini.


dia pun memeluk Bu Lastri seperti mereka baru pertama kali menikah dulu.


sedang Naina harus tidur sendiri untuk tiga hari kedepan, tapi beruntung dia memiliki dua pelayang yang menemaninya di dalam kamar.


keesokan harinya, Bu Lastri bangun telat, tak melihat suaminya itu, "apa yang kamu harapkan Lastri, tak mungkin dia tetap di sini, karena istri keduanya sedang hamil," gumamnya merutuki dirinya sendiri.


tapi tanpa di duga Romo Jalal datang dengan membawa sarapan kedalam kamar, "aku kira kamu belum bangun, maaf aku keluar duluan untuk mengambil makanan," kata pria itu.


"iya kang mas, kenapa kang mas melalui ini, kan bisa panggil pelayan di luar," kata Bu Lastri.


"tak masalah, kita dulu sering melakukan ini, lagi pula tak ada salahnya aku memanjakan mu sesekali," jawab Romo Jalal.


Bu Lastri pun sangat senang terlebih bisa sarapan berdua seperti dulu, dan ini akan dia dapatkan selama tiga hari ke depan.


sedang di tempat Naina, wanita itu sedang makan nasi sambal bawang ikan asin karena sedang ngidam berat.


terlebih hari ini tak ada jadwal dia melakukan kunjungan atau apapun itu, tapi dia ingin keluar melihat pasar.


"apa boleh cak Jul?"


"apa nyonya muda, tolong jangan buat kamu bekerja lebih keras lagi ya," mohon Jul yang tak mau menarik perhatian selama di pasar nantinya.

__ADS_1


"aku mohon... aku ingin ke pasar melihat-lihat suasana di sana," mohon Naina.


"baiklah nyonya, anda menang." kata Jul yang tak bisa menolak permintaan wanita itu.


__ADS_2