Istri Ketiga, Sang Juragan Tanah

Istri Ketiga, Sang Juragan Tanah
liburan bersama


__ADS_3

mobil Romo Jalal dan Naina baru sampai di villa, saat mobil itu datang kedua anak kecil itu berlarian ingin memeluk sang Romo.


"aduh bunda cemburu nih, kenapa yang di peluk cuma ayah, sedang bunda tidak," kata Naina


"da.." kata keduanya yang baru memeluk Naina.


"sudah sekarang kita masuk dulu untuk menata semua barang, baru setelah itu kita nangkap bebek untuk makan malam yuk," ajak Romo Jalal.


"apa?" kaget Naina.


"iya, Kalai di sini mau makan harus usaha dulu," kata Romo Jalal.


"terbaik," kata Naina yang pasrah juga.


mereka masuk untuk menata barang, setelah itu kembali keluar dan bersiap untuk ke kebun.


karena mereka harus mulai menangkap ikan untuk di taruh di kolam jaring.


dan bebek atau ayam kampung untuk makan malam, ya bagaimana pun ini mengajarkan untuk bisa berusaha.


tanpa di duga Dirga yang masih dua tahun tak kenal takut, bocah itu dengan berani menangkap bebek dengan memegang kepala bebek.


melihat itu Naina terkejut, kenapa putranya itu memiliki sifat dari Romo Jalal yang terkenal tanpa ampun.


"da... eek,"


"Dirga itu bukan eek tapi bebek," kata Naina yang rasanya ingin sekali tertawa.


beruntung para pria itu yang membersihkan sepuluh bebek itu, sedang Naina mengajak putri kecilnya Dewi untuk memetik sayur.


tapi yang juga membuatnya terkejut adalah Dewi yang terus menerus mengambil terong dan Timun.


"kenapa Dewi ambil timun," tanya Naina penasaran.


"yah... yah..."


"ya kamu memang anak ayah Jalal ya, pintar sekali," kata naina yang benar-benar di buat tak bisa berkata-kata lagi


bagaimana tidak, dua anaknya membawa genetik ayahnya, setelah mengambil sayuran untuk makan dan masak besok pagi.


mereka pun kembali ke villa, dan Naina memutuskan untuk memasak.


sedang Romo Jalal mengajak anak-anak main ke sungai yang berad la tak jauh darinya.

__ADS_1


dan beruntung kedua anaknya itu suka bermain air, Romo jalan menjaga Dewi karena Dirga sudah di tangan Jul dan Sarno.


satu bocah perlu dua orang yang menjaga karena terlalu aktif dan tak kenal takut.


"ya!!! Dirga jangan kesana, nanti terpleset dan basah le," panggil Romo Jalal.


tapi belum juga selesai, bocah itu benar-benar sudah jatuh ke sungai, beruntung Jul menangkapnya hingga tak hanyut.


bukannya takut, bocah itu tertawa senang karena hal itu, jadilah keduanya malah sekarang jadi main air.


dan Dewi juga tak mau kalah, akhirnya Romo Jalal yang mengalah dan ikut menceburkan diri ke sungai.


beberapa warga yang melintas tertawa melihat para orang dewasa yang sedang main air di sungai.


tapi saat yang main air itu Romo Jalal dan para pengawalnya, mereka semua langsung datang mendekat untuk menyapa.


"selamat siang Romo, kok datang tak ada pemberitahuan," kata pak kepala dusun yang baru pulang dari sawah.


"tak masalah, aku hanya liburan bersama keluarga ku, jadi tak perlu khawatir, oh ya bagaimana panen desa kali ini, apa bagus?"


"Alhamdulillah Tomi, berkat pupuk yang Tomo berikan panen di desa sangat baik," kata mereka.


"syukurlah, kalau begitu itu bagus, semuanya," kata Romo Jalal yang sedang memegang Dewi yang tertawa bermain air.


Naina kaget melihat suami dan anak-anaknya, "ya Allah Gusti, kenapa kalian main basah-basahan, kan nanti bisa sakit..." kata Naina.


"ya mau bagaimana lagi, anak-anak menangis tadi melihat air sungai yang begitu jernih, jadi mereka mau main," jawab Romo Jalal.


"baiklah, sekarang ayo mandi dulu, kalian juga, ya Tuhan kalian ini sudah pada tua tapi malah menyebalkan," kata Naina yang mengomel.


dia mengambil putrinya dan membawanya ke kamar di ikuti Romo Jalal.


setelah selesai mandi, malah ketiganya ketiduran karena lelah main.


tapi naina berjaga-jaga untuk kedua anaknya itu sudah di pakaikan plaster penurun panas.


begitupun dengan Romo Jalal yang akhir-akhir ini sedikit gopok karena kurang istirahat.


mbok Siti dan mbok Ijah menunggu Naina yang akan memasak, karena wanita itu yang akan memasak.


akhirnya semuanya siap dan mereka pun selesai pas di jam enam sore, dia pun membangunkan ketiga orang yang begitu dia cintai itu.


beruntungnya mereka tak panas, jadi bisa menikmati liburan, karena ternyata benar menempelkan plaster itu.

__ADS_1


saat makan semua sedikit kaget melihat penampakan dari Romo Jalal dan dua anaknya yang mengenakan plaster.


"semuanya makan ya ini tadi aku buat bebek santan dan ada sayur labu bening, dan sambal dan untuk dua bocah ini bebek di goreng," kata Naina yang menyuapi anak-anaknya duluan.


tapi tanpa terduga Romo Jalal makan sambil menyuapi Naina, hubungan keduanya benar-benar membaik kali ini, karena mereka melupakan permasalahan di rumah.


Romo Jalal tak peduli apa yang terjadi sekarang, meski Bu Lastri melukai dirinya atau mau melakukan apapun.


karena dia ingin fokus pada anak-anak dan Naina, karena dia tak mau lagi salah pilih.


Bu Lastri mengamuk dan menghancurkan semua barang yang ada di rumah.


itu awalnya membuat kedua pelayannya ngeri, tapi akhirnya mereka tidak berdaya dan harus tetap memberanikan diri untuk masuk dan menghadapi Bu Lastri.


bagaimana pun hanya tinggal para pelayan dan beberapa pengawal, tapi penjagaan itu tetap sangat ketat.


di rumah Reino, pria itu sedang fokus bekerja saat istrinya Rika mendekatinya.


wanita itu memakai baju super seksi di depan suaminya itu, "mau apa kamu mengenakan baju seperti itu," tegurnya.


"aku mengenakan ini untuk mu, kenapa kamu begitu di gin,kira sudah menikah dua tahun,tapi kamu menyentuh ku bisa di hitung dengan jari, apa itu normal, tentu saja tidak, bagaimana bisa orang normal melakukan itu," marah Rika.


"jangan mengajak ribut lagi Naina," bentak Reino.


"apa Naina, apa kamu bilang Naina, kenapa dia begitu penting untuk mu, aku Rika bukan Naina mantan ku, sialan!!" maki Rika.


"maafkan aku, aku hanya sekedar teringat masa lalu," jawab Reino merasa bersalah dan langsung memeluk tubuh istrinya itu.


"tolong lihat aku mas, aku ini istrimu Rika, bukan Naina tolong mas... dia sudah bahagia bersama keluarganya," kata Rika.


"maafkan aku sayang, baiklah kita besok bisa ke dokter untuk tes kesuburan sesuai keinginan mu ya," kata Reino yang berhasil membuat istrinya itu tenang.


bagaimana pun mereka memang sedang berjuang bersama untuk bisa memiliki anak, terlebih keluarga keduanya sudah sangat menginginkan cucu.


di villa anak-anak sudah di bawa kabur oleh mbok Siti dan mbok Ijah, mereka sengaja melakukan itu agar Romo Jalal dan Naina bisa bersama malam ini.


"kita benar-benar di buat bebas dari anak-anak, tapi sayangnya aku sedang tak ingin menikmati waktu bersamamu," kata Naina yang sedang tidur dengan pose menggoda


"tapi kenapa pose mu begitu menantang nona, apa kamu tak takut jika suamimu ini khilaf dan membuat mu tak bisa berjalan besok pagi," kata Romo Jalal.


"memang yakin anda bisa melakukannya, karena aku tak percaya dengan hal itu," kata Naina yang semakin menantang


Romo Jalal dan Naina pun menikmati waktu malam mereka, sedang di luar ada Alip, Sarno dan Joyo sedang merokok sambil jaga.

__ADS_1


saat tengah berjaga mereka melihat beberapa orang berjalan dengan tergesa-gesa, tapi mereka membiarkan saja toh itu bukan urusan mereka juga.


__ADS_2