Istri Ketiga, Sang Juragan Tanah

Istri Ketiga, Sang Juragan Tanah
makin mesra


__ADS_3

Naina menyukai dadar jagung yang tetap enak meski di matangkan dengan teflon bukan wajan.


karena siang hari adalah jadwal baceman dan serundeng, jadi mereka bersiap untuk membuatnya.


sedang mbok Siti ke depan untuk menjaga Dirga membantu mbok Ijah yang kuwalahan.


karena yang di gunakan ayam kampung jago jadi cukup lama masaknya.


beruntung hari ini Romo Jalal tak ada jadwal untuk menghadiri acara di luar.


jadi Jul dan semua pengawal sedang santai di rumah, tapi pria itu memilih duduk di dapur karena dua sendiri bingung mau ngapain.


"Halah... kok Saiki awak mu yang di sini, ayo keluar," ajak Alip yang menyeret pria itu.


sesampainya di luar ternyata Romo Jalal sedang mulai melakukan pemanasan karena mulai berlatih tarung.


Jul duduk santai di samping Sarno, sedang Alip menarik pria itu, "mau apa sih, aku gak jadwal musuh Romo loh, ini giliran mu," kesal Jul.


"ayolah Jul, tolong aku sekali ini saja, jika nanti malam aku babak belur kan gak lucu," kata pria itu.


"alah ngomong saja, jika hari ini Kamis malam Jumat, dasar..." kata Jul yang melepas bajunya dan menunjukkan otot tubuhnya yang seksi.


itu membuat para mbok yang bekerja histeris, karena di tarik Ina, Yulia pun jadi ikut melihat tubuh suaminya itu.


"aku udah pegang, aku sudah cium, aku udah peluk dan cakar juga," kata Yulia yang membuat Ina kaget


"oh ... aku iri!!" kata Ina.


tanpa di duga Alip dengar dan membuat tatapan tajam kearah istrinya itu.


Jul mulai melawan Romo Jalal, kedua pria itu tampak seimbang tapi Jul tetap sebisa mungkin agar tetap membuat Romo Jalal menjadi pemenang.


tak butuh waktu lama Jul pun kalah, dan Romo Jalal mengakhiri latihannya.


"kamu masih saja melakukannya," kata Romo Jalal.


"ya karena wibawa anda adalah segalanya," kata pria itu.


Jul pun langsung mengambil bajunya, dan dia langsung menuju ke kamarnya, setelah memastikan jika api tungku tak menyala, dia pun segera ke kamar.


ternyata suaminya itu kesulitan mengoleskan obat pereda nyeri karena tadi Romo Jalal memukulnya dengan cukup keras.


"boleh aku bantu mas," kata Yulia.


"kamu di sini, seharusnya kamu masih masak," tegur Jul.


"aku tak bisa menahan diri, jadi maaf setelah ini aku akan kembali untuk memasak makanan untuk nyonya," jawab Yulia.


ya ternyata setelah dia selesai, perempuan itu segera kembali ke dapur.


dari tembok sebelah kamar itu, munculah sosok mbok Siti yang bersembunyi karena khawatir pada Jul.


tapi ternyata sekarang dirinya sudah tak di butuhkan lagi oleh Jul karena pria itu sudah punya istri yang setia ada untuknya.


tak hanya itu, Jul juga terlihat senang, jadi dia harus benar-benar mengiklaskan segalanya.


Naina sedang beristirahat siang bersama anak-anaknya, jadi makan siang di undur karena menunggu wanita itu bangun.

__ADS_1


Jul, Alip dan Sarno membantu pekerjaan Romo Jalal yaitu akan berangkat menuju ke beberapa titik usaha.


karena tiba-tiba ada laporan mendadak yang harus di tindak lanjuti karena tak boleh ada ya salah.


ketiganya berangkat dan berpencar untuk segera menyelesaikan semuanya.


malam hari, Yulia, Ina dan Wati sedang duduk sambil menunggu suami masing-masing.


mereka memilih santai sambil makan ubi bakar di depan rumah, sedang mbok Siti berada di rumah utama berjaga di sana karena takut jika Naina membutuhkan sesuatu yang mendadak.


"kok tumben ya mas Jul belum pulang,memang mereka sering seperti ini?" tanya Yulia pada kedua wanita yang ada di sampingnya.


"kalau begini sih sudah bosan, Jadi kami harus siap-siap saja, bahkan dulu aku sempat tak bisa bertemu suamiku selama tujuh hari karena ikut Romo keluar kota," kata mbak Wati.


"iya mbak saya akan mencuci belajar menyesuaikan dengan jadwal yang di miliki Suamiku," kata Yulia.


akhirnya tak lama tiga mobil yang di gunakan ketiga pria itu datang, tapi tak menyapa ketiga istri mereka


ketiganya malah langsung masuk kedalam rumah utama untuk memberikan laporan pada Romo Jalal.


ketiganya masuk kedalam ruang kerja, Romo Jalal langsung menunggu laporan ketiganya.


"pabrik kopi aman Romo, sepertinya hanya ada sedikit masalah tentang beberapa karung biji kopi yang hilang, dan itu di lakukan oleh salah satu pegawai, dan aku sudah membuatnya mengembalikan karung-karung kopi itu, sebab hampir saja kopi itu di jual dengan harga murah, padahal itu adalah kopi luwak yang akan di eskpor,"kata Jul.


"bagus, Sarno?"


"saya juga sudah meringkus dan membereskan semua orang yang melakukan kerja sama untuk mencuri ikan yang di jual begitu saja," kata pria itu.


"bagus, bagaimana dengan mu Alip,"


"saya sudah membereskan semua orang yang masih berhubungan dengan keluarga Ndoro Sudarjo, dan saya menemukan ada aliran dana dari salah satu keluarga yang selama ini nampak gism tapi mulai menunjukkan pergerakan yang mengerikan," kata Alip.


benar Romo, itu adalah keluarga Sukoco yang sekarang mulai mencari orang yang kita buang," kata Alip.


"panggilkan Nanang, karena sekarang waktunya ahli racun itu bekerja," kata Romo Jalal.


"baik Romo," kata Alip yang memanggil bocah itu.


ternyata bocah itu langsung menerima perintah langsung untuk membereskan semuanya.


artinya satu keluarga itu harus mati, dan saat ini adalah waktu yang tepat untuk pemuda itu menunjukkan kemampuannya.


jika dia bisa membuktikan kesetiaan pada Romo Jalal, maka dia akan jadi pengawal resmi.


dia pun berangkat di temani oleh Kipli karena pria itu tak boleh beraksi sendirian hanya sebagai jaga-jaga saja


keduanya sampai di depan rumah itu, dan mereka melihat pengamanan begitu ketat.


akhirnya setelah semua pria itu di berikan racun yang di tembakkan ke arah kulit


sekali racun itu tersentuh maka racun itu langsung bereaksi, dan dan dalam hitungan detik siapapun yang terkena pasti akan mati.


bahkan racun itu tak berwarna, tak berbau dan tak berbekas. setelah membereskan semua orang yang ada di luar habis.


kini giliran semua orang yang ada di dalam rumah, harus di bereskan juga sesuai amanah yang di percayakan oleh dari Romo Jalal.


dia langsung masuk dan menemukan kamar utama, dan dengan sengaja tanpa perlawanan, mereka semua mati dalam tidurnya.

__ADS_1


mereka tak menyangka di sisi Romo Jalal sekarang punya seseorang yang begitu mengerikan.


setelah semua mati, mereka berdua pun pulang, dan besok mungkin aja. ada sebuah berita besar tentang apa yang terjadi


sesampainya di kediaman Romo Jalal, Nanang menyelesaikan tugas dalam hitungan jam.


setelah Kipli juga meyakinkan, ketiga pria itu di izinkan untuk pulang menemui istri masing-masing.


mereka bertiga pun langsung dapat pelukan hangat dari istri masing-masing, dan mereka mengajak masuk suami mereka.


"apa yang harus di kerjakan mas, hingga selarut ini baru selesai,"


"ya beginilah dek, pekerjaan ku tak bisa di lihat bagaimana dan kapan aku selesai, jadi lain kali tak usah bertanya lagi ya," kata Jul.


mendengar ucapan dari suaminya itu, Yulia mengangguk dan menyiapkan makanan dan semua kebutuhan suaminya.


setelah dia membersihkan diri, setelah itu Jul dan Yulia menikmati waktu makan bersama.


setelah selesai makan, Jul memeluk tubuh istrinya badan menikmati suasana malam berdua.


mereka menyelesaikan satu ronde saja, kemudian keesokan harinya saat Yulia ingin bangun dan bersiap ke dapur.


dia di tahan dan mulai kembali harus pasrah saat suaminya itu sangat bersemangat.


"mas... nanti kesiangan,"


"tenang saja dek, aku yakin jika Romo akan bangun siang hari ini, karena kemarin malam semalam aku dan semua benar-benar pulang larut,"


Yulia hanya bisa pasrah dan kemudian dia terkungkung oleh suaminya.


ternyata benar, hati itu semuanya bangun siang karena Romo Jalal juga butuh istirahat kecuali dua bocah itu yang memang sudah harus berangkat ke sekolah.


dan para warga di buat kaget dengan meninggalnya keluarga Sukoco dalam semalam.


bahkan bayi mereka yang baru satu bulan juga mati, dan mereka semua tewas dalam tidurnya.


polisi yang datang juga bingung bagaimana bisa ada kejadian seperti ini.


tak ada bukti tentang pembunuhan, karena tak ada bukti kekerasan atau apapun itu.


Romo Jalal yang mendapatkan laporan itu hanya terlihat menunjukkan senyum sekilas.


entah apa yang di pikirkan oleh pria itu saat ini, padahal jarang sekali mereka sarapan siang begini.


"kang mas aku harus ke pabrik, apa aku boleh pergi?" tanya Naina.


"tentu saja boleh, ajak Agus dan Jul bersama mu, karena aneh takut jika nanti di sana ada apa-apa," kata pria itu.


"sesuai perintah mu kang mas, oh ya nanti jika anak-anak pulang minta mbok membuat makanan yang sudah aku minta, karena hari ini jadwal mereka makan sayur,"


"baiklah istriku, dan ingat jangan lelah karena kamu juga sedang hamil," kata Romo Jalal.


"iya Romo ... iya .."


wanita itu pun bersiap berangkat setelah mengantongi izin, dan dia tak bisa terlalu lama di rumah karena dia mendapatkan hasil yang baik.


"cak Jul terima kasih sudah membersihkan semua pabrik milikku, padahal aku sudah sangat berhati-hati tapi tetap saja ada yang ingin mencelakai ku dengan memanfaatkan diriku," kata Naina sedih.

__ADS_1


"tenang nyonya, selama Romo Jalal masih ada, semua penjahat dan siapapun itu pasti akan beres di libas, terutama kami para Abdi setia akan selalu bekerja nomor satu untuk membela segalanya," jawab Jul membuat Naina senang.


__ADS_2