
malam hari di rumah terlihat cukup sepi, tapi ada satu orang pria yang kini sedang mendapatkan tatapan tajam dari Romo Jalal.
"maafkan saya Romo, seharusnya saya tak membiarkan dia datang dan mempermalukan nyonya seperti ini, tapi ya saya akui jika dia ini memang sedikit bertingkah aneh belakangan ini," jawab Fauzan.
"aku tidak peduli, tapi dengan dia datang kesini dan berani menghina istriku, aku tak bisa tahan Fauzan, minta suaminya untuk datang ke kantor desa besok, agar aku bisa melihat bagaimana pria itu mengatur istrinya," jawab Romo Jalal.
"baiklah Romo, tapi sebisa mungkin tolong jangan bawa nyonya, karena aku takut jika pria itu akan membuat masalah jika melihat nyonya,"
"memang kenapa?" tanya Romo Jalal heran.
"karena dia adalah orang yang sangat berani dan bisa melakukan apapun demi keinginannya, termasuk berusaha merebut nyonya dari anda," jawab Fauzan
"baiklah aku mengerti, sekarang kamu bisa pulang dan bawa nangka matang itu untuk ibu mu," kata Romo Jalal.
"terima kasih Romo, kalau begitu saya pamit," jawab pria itu yang undur diri untuk pulang.
Fauzan tak mengira jika pasangan suami istri itu membuat kesalahan fatal, dan yang lebih salah adalah mereka mengusik orang yang salah.
keesokan harinya, Romo Jalal dan Naina sudah siap untuk berangkat ke rumah sakit untuk pemeriksaan kandungan.
tapi mereka tak membawa anak-anak karena takut jika mereka malah terkena virus atau apapun itu.
jadi mereka hanya pergi berdua, bahkan hanya Jul yang menyupiri keduanya.
setelah antri cukup lama, akhirnya giliran mereka masuk kedalam ruangan dokter.
dan Naina di persilahkan untuk naik ke ranjang dan mulai di olesi gel untuk memperlancar nanti saat alat USG di lakukan.
setelah USG di mulai ternyata kandungan dari Naina sudah empat bulan dan bayi sudah terbentuk sempurna.
__ADS_1
tapi ada beberapa hal yang harus di lakukan karena beberapa hal Naina harus mendapatkan suntikan untuk bayinya.
tapi harga satu suntikan itu sekitar dua juta untuk sekali suntik, tapi bagi Romo Jalal yang memang kaya itu tak jadi masalah.
Naina pun mendapatkan suntikan itu langsung,dan setelah beberapa saat, akhirnya merekapun bisa pulang karena reaksi dari kandungan Naina sudah sangat baik.
mereka hanya tinggal menunggu vitamin dan obat, tapi Gofur sudah menelpon Romo Jalal dan mengatakan jika pasangan suami istri itu sudah sampai di desa.
"minta mereka tunggu,dan jangan biarkan mereka lapar, suguhkan sesuatu," perintahnya.
"baik Romo," jawab Gofur.
Naina yang tau hanya menyandarkan kepalanya di bahu suaminya, dia tak mengira jika Romo Jalal akan menghadapi Reino saat ini, tapi dia yakin jika suaminya itu bisa menahan diri.
"apa kamu butuh sesuatu sayang?"
"tidak ada, aku baik kok, apa kang mas merasa jika ada yang tak beres?" tanya Naina
"aku percaya itu, jadi sekarang kita pulang yuk," kata Naina yang di angguki oleh Romo Jalal.
ternyata benar, Nana mereka di panggil dan Romo Jalal menebus obat itu, dan langsung mengajak Naina pulang
tapi tentu mereka pulang ke kantor desa, dan Naina menunggu di ruang milik Fauzan.
"maaf jika kalian menungguku cukup lama," kata Romo Jalal.
"tak masalah Romo, tadi Fauzan sudah menjelaskan jika Anda baru pulang dari rumah sakit," kata Reino yang tampak sopan.
"iya kamu baru saja melakukan pemeriksaan kandungan anak ketiga kami," jawab Romo Jalal.
__ADS_1
"kalian cukup beruntung ya, tapi jika boleh tau kenapa kamu di minta datang ke kantor desa Romo, apa kamu melakukan kesalahan?" tanya Reino.
"ya saya tak tau ini harus jadi sebuah kasus apa, tapi yang pasti, istri anda datang ke rumah kami, dengan berani menghina istriku sebagai wanita nakal, hanya karena dia mrligat dan memeriksa ponselmu dan menemukan dirimu chating dengan istriku, kamu tau ada beberapa hukuman berat yang selalu aku berikan, yang pertama jangan membuat sedih istriku, dan karena ulah istrimu hampir saja kami kehilangan bayi kami," kata Romo Jalal.
"apa... lancang sekali kamu memeriksa pesan di ponselku, dan kenapa kamu menyimpulkan sendiri jika hanya ada Naina milik Romo, kamu tak memikirkannya , dan datang untuk menghina mereka begitu saja, wah kamu jahat banget," kata Reino pada Rika istrinya
"habis kamu selalu memanggil nama wanita ini, aku benci hal itu, karena aku ingin cinta mu seutuhnya, kamu mulai berubah saat bayi tabung yang kedua kali ini tak berhasil, padahal dokter mengatakan jika aku normal," marah Rika
"berhenti membuatku malu, " kata Reino yang ingin menampar pipi istrinya itu.
tanpa terduga, Romo Jalal mengarahkan pedang miliknya itu di ruang kerja ini.
"sedikit saja bergerak maka kamu akan berakhir hari ini mungkin, karena tak pernah ada orang yang bisa lepas dari pedang ku ini," kata Romo Jalal
"jika memang dokter yang mengatakan jika dirimu sehat, kenapa gadis ini mengaku sebagai kekasih mu yang ingin minta keadilan," kata Naina yang datang mengajak seorang gadis itu.
Rika diam, jika tak menyangka jika Reino benar-benar punya selingkuhan di belakangnya.
bahkan jika itu benar, maka yang mandul siapa, Karena Rara sudah pernah melahirkan dulu dan membuang putranya itu, jadi dia tak termasuk mandulkan.
tapi tak ada yang tadi karena wanita itu sebelumnya melahirkan dab membuang putranya di kisry kota karena tak ingin orang tuanya malu.
Reino terpana,matanya tak berkedip melihat sosok yang muncul di depannya itu
wanita yang begitu dia inginkan ada di depannya begitu dekat, tapi sayangnya dia tak bisa menyentuhnya sedikit saja.
"jaga pandangan mu atau aku akan membuatmu buta," geram Romo Jalal.
gadi yang di samping Naina pun langsung bersujud di kaki Romo Jalal.
__ADS_1
dan gadis itu ingin menyentuh pria itu tapi tangan Naina berhasil menghentikannya.
"jangan berani melakukan itu, karena tak ada yang boleh menyentuh suami ku," kata Naina tegas.