
Jul pun menghela nafas, "maaf ya, itu mungkin ulah teman-teman ku," kata pria itu tak enak.
"tak masalah mas, karena aku kaget saja melihatnya, karena kenapa bisa seperti itu, memang begitu ya cara membuat anak?" tanya Yulia
"memang kamu tak di ajarkan di sekolah ya?" tanya Jul.
"aku hanya tau dari gambar, itu pun guru menjelaskan sekilas saja, dan lagi aku kan cuma lulusan sekolah menengah atas," jawab Yulia jujur.
Jul pun mengerti, dia tak menyangka akan mendapatkan gadis sepolos ini, tanpa di duga malam hujan.
jadi mereka merasa cukup dingin, karena suasana yang sangat mendukung.
Jul pun memeluk Yulia yang kedinginan, entah siapa yang memulai.
Jul kini sudah berciuman dengan mesra dengan istrinya itu, meski wanita itu hanya diam saja.
akhirnya hujan di malam itu, menjadi saksi bisu persatuan dua insan yang baru saja mengikat janji setia.
bahkan suara ******* itu pun tertutup dengan suara hujan di luar sana.
tak hanya itu, Jul bahkan seperti tak ingin melepaskan istrinya itu, dan terus membuat wanita itu berteriak.
sedang di rumah mandor Jumain, pria itu sudah sakaratul maut selama dua hari.
setelah menerima uang yang di berikan oleh Nanang, entah bocah itu memberikan racun apa.
sedang untuk orang tua dari Yulia, juga tak tau kabarnya, entah mereka sudah pergi atau bagaimana.
bahkan rumah mereka saja di jual, dan untunglah Yulia tak tau itu karena itu berurusan dengan Jul.
pagi ini suasana desa yang di tinggali oleh Jul dan Yulia cukup sepi, karena Hujan masih rintik-rintik, rasa dingin itu membuat keduanya nyaman di dalam selimut.
belum lagi, rumah yang di miliki Jul ini termasuk paling tinggi, jadi jarang orang lewat.
jadilah makin tak ada yang menganggu, tapi Yulia merasa sedikit ada panggilan alam yang harus membuatnya keluar.
dia juga membawa barang untuk mandi dan memastikan jika semuanya aman.
setelah membuat penutup kamar mandi dengan karung yang dia temukan di dalam rumah.
__ADS_1
itu sedikit membuatnya merasa aman, sedang Jul heran tak menemukan istrinya itu.
dia pun keluar dan beruntung Yulia sudah selesai dengan panggilan alam setiap pagi itu, dan bersiap untuk mandi.
"kenapa tak membangunkan ku, kamu bisa di intip orang loh kalau mandi sendirian," kata Jul.
"tidak mas, di sini sangat sepi, lagi pula ini di atas, dan hujan juga makin deras, jadi tak mungkin warga akan lewat sini, mau ambil kayu juga mikir mas, orang suasana begini," kata Yulia yang mulai membasuh kakinya.
"kalau begitu aman," kata Jul yang langsung ikut masuk.
itu membuat Yulia kaget dan takut, karena dia masih canggung dengan apa yang di lakukan oleh suaminya itu.
Jul benar-benar sudah tak kepikiran dengan mbok Siti lagi sekarang, karena dia sudah mulai fokus dan mengisi otaknya dengan Yulia istrinya.
sudah di pastikan liburan keduanya akan sangat penuh kegiatan yang membuat lelah.
tak terasa hingga akhirnya hari ini adalah hari pertama kerja, terlihat wajah Jul nampak segar.
"gimana dengkulnya tidak apa-apa cak?" tanya Naina yang ingin sekali tertawa.
"tidak masalah nyonya, saya sehat kok," kata pria itu tersenyum.
"siap Romo," jawab pria itu.
sedang untuk Yulia, dia di tugaskan untuk di bagian dapur bersama dengan istri dari Alip.
dia adalah Ina, mereka berdua akan memasak sesuai menu yang di pilih oleh Naina.
jadi setiap pagi Naina akan memberikan daftar apa saja yang akan di masak.
dan mbok Siti adalah kepala dari semua pelayan yang ada di rumah itu.
"bagaimana kemarin liburannya, aduh pengantin baru,pasti seru ya belah duren tidak?" tanya Ina penasaran.
"apa sih mbak, ya begitulah," kata Yulia malu.
sedang mbok Siti yang mendengar pun hanya bersikap tak peduli,meski dia merasa jika tak suka.
tapi gadis muda itu sekarang sudah menjadi istri pria yang selalu dia tolak dan sekarang ada rasa penyesalan.
__ADS_1
"sudah sih jujur saja, aku jamin kalian pasti terus melakukannya, terlebih di sini itu cak Jul terkenal paling kuat saat bekerja," kata Ina dengan senang.
tanpa dia tau jika suaminya ada di belakangnya, "lah emang suamimu itu gak kuat ya," kata Alip.
"ya kuat sih, tapi badannya tak sebagus cak Jul yang sedang memecah kayu bakar kapan hari, uh... seksi," kata Ina dengan senang dan tetap tak menoleh.
tanpa basa-basi, Alip langsung menarik telinga istrinya itu, "dasar, suamimu seperti ini,kamu malah bisa-bisanya muji suami orang di depannya, dan Yulia jangan di dengarkan ucapan Ina, oh ya kamu di panggil nyonya, kok aku gak lihat Wati?" tanya Alip.
"alah mas ini kok ya bisa-bisanya mencari wanita lain di depan istrinya?" tanya Ina kesal giliran menjewer telinga suaminya.
"maaf,habis den Dirga sendirian, kan kasihan, gak ada yang jaga," kata Alip.
"dia sedang libur, tapi Sarno bilang istrinya itu sedang tak enak badan," jawab mbok Siti yang sedari tadi diam.
"ku kira kamu tadi jadi batu mbok, habis diam-diam saja," kata Alip yang benar menguji kesabaran hari ini.
sedang Yulia yang di panggil masuk kedalam dan menghadap Romo Jalal dan Naina.
"inggih nyonya memanggil saya?" kata Yulia dengan sangat sopan.
"loh mana dadar jagung nya?" tanya Naina yang membaut Yulia bingung.
"dadar jagung nyonya, tadi cak Alip bilang nyonya mencari saya saja," jawab Yulia takut.
"hadeh itu kuping kok makin parah sih,sudah kamu bisa ke belakang mbok, tolong buatkan dadar jagung buatan mu, karena nyonya sangat suka, tapi kalau bisa jangan banyak minyak ya," kata Romo Jalal.
"ih kang mas ih lucu ya, bagaimana bisa dadar jagung tanpa minyak kan gak enak," kata naiana protes.
Yulia pun pamit mengundurkan diri, Jul ikut ke belakang untuk mencari Alip,tapi dia sempat menepuk tubuh bagian belakang istrinya itu.
"mas ih jail banget sih," kata Yulia yang membuat Jul tertawa.
"habis gemas sih," kata Jul yang membuat istrinya malu.
"hei budeg sini, malah mojok di dapur, kamu itu gimana sih," kesal Jul menyeret temannya itu.
sedang Ina hanya tertawa, sedang Yulia langsung menggoreng dadar jagung yang di inginkan oleh Naina.
setelah matang dia pun buru-buru mengantar agar Naina tak terlalu lama menunggu
__ADS_1