Istri Ketiga, Sang Juragan Tanah

Istri Ketiga, Sang Juragan Tanah
kamu halu ya


__ADS_3

Bu Lastri dan mbok Jum sampai di rumah utama, dan mereka melihat rumah baik-baik saja.


"Mana, dia tidak ada di sini," marah Bu Lastri


"Tadi nyonya muda membawa pedang tuan ingin melukai ku, bahkan aku terluka karena pedang itu nyonya saat ingin kabur," kata mbok Jum mencoba meyakinkan nyonya nya itu.


Bu Lastri membuka pedang yang ada di pajangan dan pedang itu bersih bahkan tak ada sidik jari di sana.


"Kamu bohong ya, bagaimana ada yang bisa mengambil katana ini dan menggunakannya, karena ini barang sejarah," marah Bu Lastri yang menganggap pelayannya itu mulai halu.


"Tapi itu benar nyonya sepuh, saya tidak bohong," kata mbok Jum.


"Mana sih Jum, tak ada yang aneh di sini," kata Bu Lastri.


Tapi dia melihat ada potongan kertas yang tercecer di lantai dari kejauhan.


Dia pun mendekati potongan kertas itu dan langsung mengambil potongan itu.


Dia bisa melihat banyak potongan kertas yang berserakan di lantai,entah apa yang terjadi.


Dia mengikuti setiap potongan kertas dan melihat sosok Naina yang sedang memotong-motong senauh dokumen penting milik Bu Lastri.


"Apa yang kamu lakukan bodoh, kenapa memotong dokumen ku!!!" marah Bu Lastri.


"Naina tak tau itu apa, tadi Naina mau ajak Jum main dia Lemar kertas itu ke arah Naina, jadi Naina kira itu boleh di buat mainan," kata Naina dengan santai.


"Mbok Jum kamu tau benar jika ini adalah dokumen penting yang harus aku tunjukkan ke Romo," marah Bu Lastri.


"Naina mau main, Jum jahat gak mau main sama Naina," kata wanita itu yang memutuskan pergi.


"Kamu tau Jum, ini adalah perjanjian yang harus di tanda tangani Romo, jika tidak dia tak akan bisa menikah dengan gadis itu," marah Bu Lastri.


Karena surat itu adalah bukti dokumen persetujuan dari dirinya dan Ningsih semasa hidupnya.


Dan sekarang itu jadi tak berguna karena Naina sudah menghancurkan dokumen itu.


Belum lagi sekarang dia harus membuat ulang dan memastikan Naina menandatangani Semuanya agar rencananya bisa terjadi.


"Maafkan saya nyonya..." tangis mbok Jum.


Dia tak tau jika tumpukan map di meja itu penting, jadi dia karena ketakutan reflek membuangnya ke arah Naina.


Sekarang Naina sedang tertawa di rumah bersama dengan mbok Siti dan mbok Ijah.

__ADS_1


"Nyonya, apa semua ini tak apa-apa?" tanya mbok Siti


"Tenang saja mbok, aku akan membuat dia tau bagaimana rasanya sakit karena rencananya gagal total," kata Naina


Agus sedang menyelidiki tentang gadis yang di rencanakan akan jadi nyonya ketiga di rumah mewah keluarga Rahmat itu.


Pasalnya tak mudah mencari gadis yang ingin jadi istri ketiga, bahkan Naina saja awalnya sangat membenci Romo Jalal dan menolak.


Tapi sekarang saat sudah menjadi nyonya, dia tak ingin melihat suaminya menikah dengan yang lain.


Dia pun menemukan sebuah alamat di sebuah desa, dan dengan rencana yang matang, Agus dan Joyo membuat wanita itu tak bisa di nikahi oleh Romo Jalal.


Ya juragan mereka tidak akan mau menikahi wanita yang tak suci lagi, karena bagi pria itu.


Kesucian seorang gadis adalah hal yang utama, dan itu tak boleh di ganggu gugat.


Malam hari di desa tempat anak dari mbok Jum tinggal, malam itu di satroni maling.


Para maling itu mengunakan dupa bius untuk membuat semua orang tak berdaya


Setelah itu mereka datang dan mengambil para gadis yang sudah di anggap sudah matang dan siap menikah.


Orang yang di tempatkan oleh Bu Lastri juga tak berdaya menghadapi para perampok itu.


Ada sekitar tujuh gadis yang di bawa, dan malam itu mereka semua di lecehkan dengan bergiliran dengan biadab.


Bahkan mereka memastikan agar semua gadis itu hamil setelah malam itu.


Sedang di rumah milik Romo Jalal, sosok Naina sedang duduk menikmati rembulan di depan jendela.


Romo Jalal yang tak merasakan kehadiran istrinya pun bangun, dia kaget melihat Naina di bawah sinar rembulan.


"Kamu bisa masuk angin Naina," kata Romo Jalal yang menutupi tubuh Naina dengan selimut.


Tanpa di duga, Naina langsung menyerang Romo Jalal dengan ciuman mesra.


Tentu saja mendapatkan serangan itu, dia tak keberatan dan mulai menikmati malam lagi dengan Naina.


Sedang di tempat Bu Lastri dia yang mendapatkan pesan pukul dua dini hari kaget.


Pasalnya dia pengawal yang di minta berjaga mengatakan jika gadis yang akan di nikahi Romo Jalal hilang.


"Kalian goblok,aku akan segera kesana," kata Bu Lastri.

__ADS_1


Setelah selesai melakukan olahraga panas, Romo Jalal melihat sosok Bu Lastri dan beberapa pengawalnya pergi meninggalkan rumah.


Romo Jalal mengambil ponselnya dan menyuruh Alip serta Sarno mengikuti istri pertamanya itu dengan diam-diam.


Sesampainya di desa itu sudah cukup pagi,dan terlihat mbok Jum sangat panik.


"Bagaimana bisa hilang!!"


"Kami tak bisa melawan para perampok itu nyonya, mereka sepertinya punya ilmu silat yang sangat baik, bahkan mereka berjumlah banyak," jawab kedua pria itu.


"Bodoh!! segera temukan para gadis itu," marah Bu Lastri.


"Semuanya ada lima gadis di pinggir sungai," teriak seseorang.


Warga pun bergegas lari ke arah sungai, ternyata itu gadis lain yang kondisinya sangat memprihatinkan.


Karena tubuh mereka penuh tanda merah dan tanpa mengenakan sehelai benang pun.


"Cari gadis itu, pastikan dia tak mengalami hal buruk, jika tidak kalian berdua harus mengembalikan uang ku seutuhnya," kata Bu Lastri.


Tanpa di duga saat mereka akan pergi, dia gadis itu di temukan di belakang rumah dengan kondisi sama.


Bu Lastri pun merasa gila karena niatnya untuk menikahkan suaminya dengan pion pilihannya gagal.


dia pun memutuskan untuk pulang, sedang mbok Jum menangis histeris melihat dua gadis itu.


Tapi dia tak bisa melakukan apapun karena itu juga bukan kuasanya untuk tau semuanya.


"Semuanya gagal!!" teriak Bu Lastri.


Dan sekarang dia harus melihat Naina yang tetap jadi kesayangan meski cacat mental.


Tapi itu hanya pemikiran dari Bu Lastri, nyatanya saat ini Naina sudah berdandan layaknya seorang istri yang berwibawa.


Dia duduk di kursi sambil menunggu dan melihat kedatangan mobil dari Bu Lastri.


Saat wanita itu turun dengan marah,Naina bangun dan tersenyum ramah padanya.


"Selamat datang istri pertama suami ku,apa perjalan panjang mu menyenangkan, ah aku lupa jika semalam aku melihat mu pergi saat aku sedang dalam dekapan hangat suamiku," kata Naina memancing kemarahan Bu Lastri.


"Kamu bertingkah gila selama ini!!" teriaknya pada Naina.


"Untuk menghadapi kegilaan mu, aku juga harus gila karena jika aku bertingkah diam seperti mbak Ningsih, maka kamu bisa dengan mudah membunuh ku bukan," kata Naina tak kalah kejam.

__ADS_1


__ADS_2