
Romo Jalal sedang mengawasi pembuatan waduk untuk penampungan air dan bisa di gunakan sebagai kolam pemancingan juga.
dan tanah yang di gunakan juga adalah milik desa, jadi tak masalah juga.
beberapa warga membantu dan saat makan siang, ada Agus yang datang mengantarkan makanan.
"kok kamu Gus, bukankah tadi aku nyuruh Alip buat beli makan," kata Romo Jalal.
"oh tadi nyonya muda menelpon cak Alip untuk tidak beli makan, karena hari ini ada acara pupak puser nona dan Aden kecil Romo," jawab Agus.
"loh sudah puak puser, ya Gusti aku terlalu sibuk hingga tak sadar anakku sudah semakin sehat dan besar, ya sudah nanti aku pulang dari sini akan ke sana," kata Romo Jalal yang nampak begitu kusut.
Agus mengeluarkan nasi yang membawa cukup banyak begitupun dengan lauk yang beraneka ragam.
bahkan ada bubur sengkolo juga, Romo Jalal menelpon Naina yang memang sudah dua hari ini belum dia kunjungi.
"sayang, apa kabar mu dan anak-anak," tanya Romo Jalal lemas.
"kang mas kenapa? apa sedang tak enak badan?" tanya Naina yang mendengar suara Romo Jalal.
"tidak sayang, cuma aku lelah sayang dan sangat merindukan mu, tapi aku tak pernah bisa tidur tenang, terlebih Lastri yang makin menggila akhir-akhir ini," kata Naina.
"aku malah makin takut untuk pulang kang mas," jawab Naina yang mendengar itu.
__ADS_1
Romo Jalal hanya bisa menghela nafas dalam, pasalnya dia tak bisa mengatakan apapun.
terlebih sekarang orang tua dari Lastri juga sudah meninggal dunia, dan dua istri sambung dari ayah Lastri tak ada yang mau menampung wanita itu jika datang ke rumahnya.
"kamu kan tau keadaannya Naina, jika bisa pun aku akan memintanya pulang, tapi itu tak mungkin karena sekarang dia tak punya siapa-siapa lagi," jawab Romo Jalal
"kalau begitu aku tak ingin kembali ke rumah, maafkan aku kang mas, aku tak mau melihat anakku akan berakhirnya buruk, terserang dengan apa yang kamu pikirkan," kata Naina.
tapi bukan Romo Jalal jika tak mendapatkan apa yang dia inginkan, dia pun bangkit dan memanggil Jul dan Sarno.
"ikut aku ke tempat mertua ku," kata Romo Jalal.
"baik Romo," jawab keduanya.
mereka bertiga pergi Tania sepengatahuan dari Agus dan Alip, tak lama rombongan ketiganya sampai di rumah mertua dari Romo Jalal
"cukup kamu bertingkah nakba, sekarang kedua bayi itu harus pulang," kata Romo Jalal.
"tidak Mau, aku tidak mau pergi, abhan memaksaku kang mas," kata Naina yang berontak.
"jangan membuatku marah Naina!!" bentak Romo Jalal.
Naina kaget melihat perbedaan suaminya itu, biasanya pria yang selalu lemah lembut.
__ADS_1
sekarang begitu kasar dan bisa membentaknya di depan semua orang yang ada di rumahnya.
"tidak mau kang mas!!"
"mbok Siti, mbok Ijah bawa kedua anak ku pulang, dan untuk siapapun yang menghalangi singkirkan," perintah Romo Jalal
"tidak... jangan bawa anakku pergi, tolong jangan bawa mereka pergi, kang mas... jangan bawa anakku, tolong jangan bawa mereka pergi, aku tak mau mereka mati di sana!!" teriak Naina yang ketakutan dan berontak untuk menyentuh anaknya.
saat kedua pelayan sudah di dalam mobil, Romo Jalal melepaskan tangannya dari Naina, "kamu mau tinggal disini bukan, tinggal saja aku akan bawa anak-anak,"
Naina pun kaget, "jangan lakukan itu, aku bisa gila jika di pisahkan dengan anakku, izinkan aku pergi bersama mereka,"
"untuk apa, karena kamu tak bisa hidup rukun maka ini pilihan mu,kita pergi," kata Romo Jalal yang terpaksa melakukan ini agar Naina mau pulang.
"aku mohon kang mas, aku mau pulang tapi tolong jangan memperlakukan ku seperti ini,"
"kalau begitu naik mobil sekarang tanpa bantahan," kata Romo Jalal tegas.
Naina langsung naik tanpa banyak bicara, tapi dia tak di izinkan menyentuh dua bayinya.
sesampainya di rumah, ternyata ni Lastri lari ingin menyentuh dua bayi itu,karena dia ingin meracuni bayi itu agar mati.
tapi Romo Jalal menampar pipi Bu Lastri dan para pengawal mengikat wanita itu, "lepaskan aku akan membuat mereka mati, seperti aku yang kehilangan anak ku," marah Bu Lastri.
__ADS_1
"ini yang kang mas inginkan, aku tak mau anakku terluka, aku mau mbok Jum datang dan Nanang, jika tidak aku akan bunuh diri bersama kedua anakku, dan kurung istrimu itu kang mas," kata Naina yang sedang ketakutan dan terkena serangan panik.
"bisakah kalian berdua diam!! Semuanya pergi bawa mereka karena aku tak ingin melihat mereka sekarang!!" teriak Romo Jalal.