
"Saya juga setuju jika suami saya di kebiri atau di bunuh, dari pada mempermalukan keluarga," usul istri pak Karman.
"Dasar istri goblok, siapa yang setuju saat suaminya akan di hukum," marah pak Karman.
"Aku sudah lelah mas, kamu itu terus menerus menggoda wanita dan menidurinya, sudah berapa banyak istri orang yang kamu tiduri," marah istri pak Karman yang sudah tak tahan.
"Bagaimana menurut mu Sugeng?"
"Itu terlalu enak jika dia di bunuh Romo, buat saja dia kehilangan kebanggaan dirinya itu, dia akan tau rasanya bagaimana jadi orang cacat," kata pak Sugeng.
"Saya setuju," jawab istri pak Karman yang memang terlalu sakit hati karena suaminya itu.
"Baiklah, Jul dan Sarno panggil mang Atep, minta dia melakukan sunat pada pak Karman, dan ikat pria itu di pohon agar tak kabur," perintah Romo Jalal.
"Baik Romo!!" jawab semua orang.
Pria itu pun kembali duduk di kursinya, dia akan menyaksikan bagaimana calak itu bekerja.
Karena melakukan hal seperti ini itu seperti tontonan gratis dan peringatan pada semua orang agar tidak melakukan Al yang melanggar hukum di desa itu.
Mang Atep yang sudah bekerja dari lama sebagai orang yang melakukan sunat pada semua anak di desa ini datang.
Pria itu tersenyum dan ini kali pertamanya dia di minta untuk menyunat pria dewasa.
"Lakukan tanpa bius, biar semua orang tau, jika ini hukuman saat mereka berselingkuh dan berkhianat," kata Romo Jalal.
"Jangan,jangan lakukan itu, aku mohon jangan lakukan itu!! AAA!!!" teriak pak karman saat pisau kecil calak itu bekerja.
Romo Jalal bangkit saat hukuman itu telah selesai di laksanakan, "semua harus ingat, ucapan dan hukum Romo Jalal itu mutlak,"
"Hidup Romo!!"
"Hidup!!"
"Hidup Romo!!"
"Hidup!!"
"Hidup Romo!!"
"Hidup!!"
"Hidup Romo!!"
"Hidup,"
Romo Jalal pun pergi meninggalkan tempat musyawarah desa, dan memutuskan untuk pulang.
__ADS_1
Selama di perjalanan pun dia beberapa kali berhenti dan membagikan uang.
Pria itu memang terkenal sangat loyal dalam membagi-bagikan uang pada masyarakat.
Sedang di rumah, Naina duduk dan mulai membaca setiap lembar buku harian yang di tinggalkan oleh Bu Ningsih.
"Dua buku ini berisi semua kebijakan yang di atur untuk mempermudah kang mas memimpin desa, tapi tak ada satu pun yang memberikan penjelasan tentang bagaimana cara agar bisa keluar dari rumah ini," gumam Naina.
Akhirnya dia menyentuh buku ketiga, dia pun kaget saat mulai membaca isi buku itu.
"Aku harus bagaimana, awalnya aku membencinya tapi karena sikapnya aku mulai jatuh cinta..." kata Naina.
🌺POV Ningsih 🌺
Ningsih juga menikah dengan Romo Jalal karena paksaan dari orang tuanya.
Dia juga mengalami apa yang di rasakan oleh Naina, di awal pernikahan.
"Hentikan Romo, aku sudah tak kuat lagi..." tangisnya.
Romo Jalal menikah lagi karena ingin memiliki keturunan karena dia baru dapat kabar jika Bu Lastri di nyatakan mandul.
"Ningsih besok ikut acara di kelurahan, karena kamu harus ikut andil dalam kegiatan masyarakat," kata Romo Jalal.
Ningsih hanya bisa mengangguk, dia tak bisa menolak karena dia terus di ancam oleh Romo.
Bulan berganti, akhirnya Ningsih di nyatakan hamil, berita itu membuat Romo Jalal sangat senang.
Bahkan pria itu terus memperlakukan Ningsih sangat baik.
Entahlah aku buta atau apa, di balik sikapnya yang begitu kasar dan dominan.
Aku menemukan suami yang sangat lembut, dan penuh kasih sayang, bahkan Romo Jalal melarang diriku melakukan hal berat.
Setiap hari dia mengajak ku bercerita dan jalan pagi bersama, aku melihatnya dengan sosok lain.
Tapi di sana juga aku mendapatkan kebencian besar dari istri pertama Suamiku.
Mbak Lastri adalah orang yang harus di waspadai siapapun, karena mbak Lastri tak segan membunuh siapapun yang di bencinya.
Awalnya aku tak menggubrisnya, tapi pada malam selesai acara tingkepan hal buruk itu terjadi.
Kang mas lengah, aku juga lengah, begitupun semua orang, dan saat itulah mbak Lastri berhasil membuatku kehilangan janin dan rahim ku.
Itu Membuatku frustasi, satu bulan lebih aku seperti orang gila, aku terus berusaha membunuh diriku.
Dan beruntung kang mas selalu ada di sisi ku setiap malam, meski dia tidak pernah tidur lagi di tempat ku.
__ADS_1
Aku tau jika dia terluka, tapi dia mencoba bangkit dan memberikan kekuatan padaku.
Setiap malam aku menunggunya, tapi dia tak pernah datang lagi, aku kira dia di tempat mbak Lastri.
Ternyata kang mas memilih untuk bekerja dan menghabiskan malamnya di ruang kerjanya.
Aku merasa buruk, seharusnya aku bisa menjaga diri agar bisa melahirkan keturunannya.
Tapi semua sudah terlanjur terjadi, sekarang yang terpenting bagaimana aku bisa membuatnya hidup dan punya harapan.
Aku memberanikan diri memintanya untuk menikah lagi di depan mbak Lastri.
Awalnya dia menolak karena usianya yang sudah tak muda lagi, begitupun mbak Lastri yang tak ingin ada madu lagi di pernikahan ini.
Tapi aku tak menyerah, aku mencari di setiap pelosok desa dan sekolah SMA untuk mencari sosok gadis itu.
Dan akhirnya aku menemukannya, dia seorang gadis cantik dan memiliki kepribadian baik.
Dan yang paling menguntungkan adalah orang tuanya bisa melakukan apapun demi uang.
Aku tau jika itu salah, tapi demi suamiku, aku akan melakukannya, untuk kebahagiaan suamiku.
Jadi aku berhasil membujuk orang tua gadis itu, dan untuk hadis itu aku akan membuatnya mengerti saat masuk ke dalam rumah besar ini.
Semoga dia bisa memberikan kebahagiaan pada suamiku.
🌺POV selesai🌺
Naina tak menyangka jika semua ini adalah rencana dari Ningsih, hingga membuatnya harus menikah dengan Romo Jalal.
Sekarang Naina mulai faham sesuatu jika Romo mempercayai seseorang, dia akan membebaskan orang itu melakukan apapun.
Tapi Naina bingung harus bagaimana, apa dia harus menerimanya begitu saja.
Menjadi istri muda dengan istri tua suaminya yang setiap saat bisa saja membunuhnya tanpa ampun.
Tapi dia sendiri bingung, karena beberapa hari hidup di tempat itu, membuatnya mulai terbiasa.
Naina tak melihat waktu hingga akhirnya sudah tengah malam, dan dia belum beristirahat sedikitpun.
Romo Jalal masuk kedalam kamar dan melihat Naina melamun sambil memegangi buku milik Ningsih.
"Kamu mengambil buku ini?"
"Iya kang mas, aku ingin belajar menjadi mbak Ningsih yang membantu mu menjalankan tugas mu di desa, apa boleh," tanya Naina.
"Kamu harus buktikan jika aku pantas percaya padamu, dan tidak berusaha lari dari ku, mengerti..." kata Romo Jalal.
__ADS_1