
Naya baru saja tiba di rumahnya dengan tubuh yang sedikit basah terciprat air hujan, ia mengibaskan tangannya dan masuk kedalam rumah yang bak istana bagi Arjuna namun sangkar bagi Naya, dengan sesekali membungkuk saat berpapasan dengan para pelayan yang lalu lalang disana, ia menoleh ke arah jam tangannya yang tengah menunjukan pukul sembilan malam.
'Aku selamat, bos arogan itu pasti belum pulang' cetus nya dalam hati saat ia membuka pintu kamarnya yang gelap, ia pun menutupnya kembali dan menyalakan lampunya, sesaat matanya melebar dengan buku-buku yang terjatuh dari tangannya.
"tu..tuan Arjuna?" tuturnya lirih saat mendapati pria yang sedang duduk menatap tajam ke arahnya.
"Kau dari mana?" Bidik Arjuna membuat Naya tak bisa berkata apa-apa,
"Aku habis? Dari perpustakaan umum" ucap Naya sembari tertunduk, melihat tatapan menakutkan dari Pria di hadapannya itu benar-benar membuatnya gemetaran.
"Dari perpustakaan umum? Apa buku-buku disini tak cukup untuk mu membaca?" tanya Arjuna,
"Bukannya aku sudah izin pada mu Tuan,Aku?"
"Apa karena ingin bertemu pria lain di sana, maka kau memanfaatkan kebaikan ku dan pulang selarut ini?" Seru Juna sembari mengepalkan tangannya saat mengingat foto kiriman Lifia, yang memperlihatkan Naya tengah berciuman dengan Raihan di sebuah rak buku disana.
"Kau benar-benar wanita jal*ng yang bisa di simpan oleh pria mana pun ya?" Seru Juna yang lantas membuat Naya menoleh cepat.
"Apa maksud mu?" seru Naya, Arjuna pun beranjak dan berjalan mendekati Naya yang tanpa sadar sudah memundurkan langkahnya hingga mentok ke dinding, Arjuna yang sudah tidak bisa menahan emosinya langsung menggebrak dinding tersebut di dekat wajah Naya sehingga membuat Naya terkejut dan merasa ketakutan.
"Kau itu masih terikat kontrak dengan ku Naya, TAPI KENAPA KAU BERCIUMAN DENGAN RAIHAN!!!" Bentak Arjuna yang lantas membuat Naya tercengang,
'A...apa? Tuan Arjuna tahu?' gumamnya dalam hati.
"tu...tuan?" aku bisa menjelaskannya"
__ADS_1
"Berarti benar kau telah berciuman dengannya?" Seru Arjuna "dan tujuan mu ke perpustakaan umum itu hanya sebagai kedok mu agar kau bisa bermesraan dengan Raihan di belakang ku!" Seru Juna yang lantas membuat Naya menggeleng cepat.
"Tuan, percayalah semua itu tidak seperti yang kau pikirkan, itu adalah suatu kesalahan" Naya benar-benar gemetaran.
"Kesalahan? Jelas-jelas aku sering memergoki mu sedang bersama Raihan kau bilang itu suatu kesalahan! Nayaka! Beraninya kau memiliki hubungan gelap dengannya di belakang ku"
"Aku... Aku tidak tau harus berbicara apa? Tapi aku benar-benar tidak memiliki hubungan gelap dengan siapapun di belakang mu tuan" ucap Naya yang mulai menangis, Arjuna meraih rambut bagian belakang Naya dan menariknya kebelakang, membuat Naya menjerit kesakitan.
"Aaaarrrrrhh Tuan sakit... Ampun Tuan, aku bersumpah itu semua tidak seperti yang kau fikirkan" Naya terisak ini kali pertamanya Arjuna menjambak rambutnya itu.
"Berapa nominal yang ia berikan untuk satu ciuman mu wanita jal*ng?" ucap Arjuna dengan tangannya yang masih menarik rambut Naya itu.
"Tolong Berhenti memanggilku dengan sebutan itu Tuan! Karena aku bukan wanita rendahan seperti yang selalu kau katakan itu" Seru Naya yang sudah tidak tahan dengan kata-kata Arjuna itu sembari menahan rambutnya.
"Apa bedanya dengan itu, di depan ku kau sangat jual mahal bahkan kau menuliskan perjanjian selama nikah kontrak itu berlangsung aku tidak boleh menyentuhmu? Tapi kenyataan kau malah di sentuh oleh pria lain? Apa bayarannya pada mu lebih tinggi dari ku?" ucap Arjuna sembari melepaskan tangannya dari rambut Naya kasar membuat Naya hampir tersungkur,
mata Naya melebar saat Juna melepas pakaian dan mulai menurunkan tubuhnya itu di atas tubuh Naya.
"Tuan? Apa yang sedang kau lakukan?" Naya terus berpaling menghindari wajah Arjuna yang berusaha menciumnya.
"Kenapa? Sekarang aku akan menuntut mu untuk melayani ku Naya"
"Jangan Tuan, aku mohon jangan"
"Kenapa? Kau istri ku kan?" Ucap Juna
__ADS_1
"Tidak Tuan aku tidak mau" Naya terus menolaknya, ia tidak ingin tubuhnya tersentuh pria arogan di hadapannya itu hanya karena Arjuna yang menganggapnya sebagai wanita jal*ng
"jangan melanggar perjanjian mu Tuan!!" seru Naya yang malah membuat Arjuna semakin memaksa membuka pakaian Naya,
"Lepas, lepaskan aku Tuan....kumohon lepaskan aku" Naya terisak.
Amarah Arjuna sudah tidak terkendali, ia benar-benar tidak peduli dengan teriakan Naya dan penolakannya, ia juga sudah tidak peduli dengan perjanjian itu
"CERAIKAN AKU SEKARANG TUAN ARJUNA! KU MOHON CERAIKAN AKU!!" teriak Nayaka tiba-tiba membuat Arjuna menghentikan aksinya, ia melihat Naya menangis sembari memalingkan wajahnya, ia pun melepaskan kedua tangan Naya dan mulai beranjak lalu meraih kaosnya dan memakainya lagi.
"Kau curang Nayaka, membuatku menjadi seperti ini" Gumam Arjuna lirih yang lantas melenggang pergi keluar dari kamar yang besar itu.
Naya meraih selimut di dekat ya dan menutupi tubuhnya yang masih gemetaran itu, ia tidak pernah menyangka pria itu akan memaksanya melakukan itu hanya karena emosinya.
"Aku takut ayah...aku takut padanya" Gumam Naya terus sembari terisak.
Disisi lain...
Arjuna masuk ke kamar lain ia mengunci pintu kamar itu dan segera bergegas menuju toiletnya. Dengan cepat ia mencuci wajahnya itu dan menatap lurus ke arah cermin dengan kedua tangannya menopang di sebuah wastafel.
"Apa yang kau lakukan bedebah?" Tutur juna pada bayangannya sendiri.
"Bisa-bisanya kau melakukan itu pada Naya? Kau lupa perjanjian mu dengannya?" Gumam Arjuna ia lantas menyibak kasar semua benda yang ada di dekat wastafel itu dengan sekuat tenaga hingga semuanya terpental berantakan.
"Aaaaaarrrrrgggghhh!! Raihan bangs*t!!!" Arjuna mengerang.
__ADS_1
"Persetan dengan surat kontrak itu, aku sudah tidak peduli lagi dengan perjanjian itu!! Naya itu milik ku!! Naya istri ku!!" Serunya masih terus mengamuk tak terkendali melampiaskan emosinya.
Ia benar-benar tidak ikhlas jika Naya disentuh Raihan, ia tidak ingin Naya jadi milik Raihan, ia pun tidak peduli jika harus menjilat ludahnya sendiri, yang pasti ia menyadari bahwa dirinya menyukai Nayaka.