Istri Kontrak Tuan Arjuna

Istri Kontrak Tuan Arjuna
cinta yang terpatahkan


__ADS_3

Setelah menemui Kinara dan mengakhiri hubungan mereka malam itu Arjuna membawa Naya ke suatu tempat, dengan semangat Arjuna membawa laju mobilnya dan berhenti di sebuah bibir pantai sembari menatap ombak, Naya terpaku takjub suasana pantai di malam hari sangat indah, melihat Ekspresi Naya itu membuat Arjuna tersenyum.


"Turun yuk" Ajak Arjuna, Naya pun mengangguk dan membuka safety belt nya lalu membuka pintu mobilnya dan keluar dari dalam mobil itu.


Naya berdiri di depan kap mobil Arjuna dan menutup matanya lalu merasakan sejuknya angin malam di pantai itu, Arjuna merasa senang wanita yang ia cinta bisa terlihat sebagai itu.


"Kau suka?" tanya Arjuna yang langsung membuat Naya mengangguk cepat.


"Terimakasih Tuan" Ucap Naya berbinar, rambutnya yang tersibak angin membuat Arjuna semakin terpanah melihat Naya, debaran jantungnya semakin tak beraturan, berkali-kali Arjuna menghembuskan nafas panjang melawan gugupnya, dengan tiba-tiba ia mengangkat tubuh Naya agar duduk di kap mobilnya itu, membuat Naya terkejut. Arjuna menatapnya dalam-dalam.


"Naya?" Panggil Arjuna.


"E.. Emm?" Naya benar-benar gugup.


"Aku ingin minta maaf pada mu Naya, atas semua kesalahan ku selama ini pada mu, aku menyadari kalau selama ini aku telah jahat pada mu Naya" Ucap Arjuna.


"Tu... Tuan Anda tidak perlu minta maaf, aku sudah memaafkan semua kesalahan mu kok" Jawab Naya, ia benar-benar tidak Nyaman dengan posisi Arjuna yang sangat dekat, sehingga membuat tubuh Naya terus menjauh dari wajah Arjuna, menyadari itu Arjuna terkekeh.


"Kau ini kenapa sih? Kok semakin menjauh begitu?" Ledek Arjuna


"Tu... Tuan itu terlalu dekat, aku kan jadi?" Cupp Arjuna mengecup kening Naya secara tiba-tiba.


"Aarrrhh Tuan, apa yang Tuan lakukan, to...tolong jangan seperti itu, le...lebih baik Tuan duduk di...disini" Naya menepuk-nepuk kap mobil itu sehingga membuat Arjuna tertawa jenaka, ia merasa Naya terlihat sangat lucu buatnya sehingga membuatnya gemas.


Ia pun duduk di atas kap mobil itu juga di sebelah Naya. Mereka berdua menatap langit bersama-sama, langit yang sangat cerah itu membuat semua bintang-bintang yang indah itu bertebaran di sana sehingga terlihat sangat cantik bagi mereka.


Arjuna melirik kearah Naya, ia menghela nafasnya pelan lalu menggeser posisi duduknya.

__ADS_1


Dengan mengetuk-ngetuk jarinya di atas kap mobilnya ia berusaha menenangkan dirinya yang merasa gugup itu.


Mata Naya yang tengah menatap kearah langit menatap sesuatu, seperti sebuah bintang jatuh ia pun menunjuk kearah langit.


"Tuan itu mmmpppp" Naya terkejut saat Arjuna tiba-tiba mengecup bibirnya,



membuatnya berusaha mendorongnya pelan namun Arjuna malah semakin mendekapnya membuat Naya tidak bisa melepaskan diri dari kungkungan Arjuna itu. Dengan pasrah ia menerima ciuman kesekian kalinya dari pria arogan itu, entah apa yang sedang di fikirkan Arjuna saat ini ciumannya terasa semakin terdengar bergairah, dan ia merasakan itu tulus di lakukan oleh Arjuna bukan untuk merendahkannya seperti biasa namun karena ada perasaan lain di hatinya, terutama saat helaan nafas Arjuna mulai terdengar dengan posisi dirinya yang semakin turun kebelakang dan kini kepalanya telah menempel di atas kap mobil Arjuna, tangan Naya berusaha keras masuk kecelah lengan Arjuna yang masih melingkar di bahunya itu dan berhasil meraih wajah Arjuna lalu mendorongnya membuat ciuman itu terlepas, mata Arjuna terbuka, wajahnya yang memerah memperlihatkan hasrat Arjuna yang tengah naik.


"A... Apa yang Tuan lakukan? To... Tolong lepaskan aku Tuan" Ucap Naya yang masih gugup karena saling bertemu mata dengan Arjuna.


"Kenapa? Apa aku tidak boleh mencium istri ku sendiri?" Ucap Arjuna lirih.


"Is... Istri?" Ucap Naya sangat lirih.


"Pernikahan kita tinggal menghitung minggu, setelahnya kita akan bercerai Tuan"


"Tuan, kita harus tetap bercerai" Ucap Naya membuat Arjuna melebarkan bola matanya.


"Kenapa? Apa kau masih membenci ku? Kau bilang kau sudah memaafkan ku??" Tanya Arjuna.


"Tuan tolong lepaskan aku, aku tidak nyaman dengan posisi seperti ini, terlebih ini di ruang terbuka, kalau ada orang lain yang melihatnya bagaimana?" Ucap Naya Arjuna pun beranjak dan kembali berdiri lalu membantu Naya untuk bangun.


"Kau belum menjawab pertanyaan ku Naya? Kenapa kau masih tetap bersikukuh untuk bercerai dengan ku?" Arjuna mengungkung tubuh Naya dengan kedua tangannya yang menyangga di kap mobilnya.


"Semua karena kita terikat kontrak tuan" Ucap Naya.

__ADS_1


"Aku akan membatalkan kontrak itu Naya, kita bisa menjadi suami istri yang sesungguhnya, hidup bahagia, lalu memiliki anak, aku akan membahagiakan mu Naya, dan menebus semua kesalahan ku" Ucap Arjuna yang mulai Berkaca-kaca.


"Kita tetap harus bercerai" Ucap Naya datar dengan tatapan kosong.


"Naya?" Arjuna mendesah.


"Tetaplah konsisten pada perjanjian kita Tuan? Kau yang mengatakan itu pada ku kan dulu?" Deegggggg Arjuna mematung.


"Kau memintaku untuk tetap seperti air yang mengikuti arus tanpa mengharapkan apapun dari mu kan?? Maka itu juga berlaku pada mu Tuan, kita tetap bercerai baik-baik, dan aku harus menghilang dari pandangan mu selamanya" Ucap Naya, Arjuna menggeleng pelan.


"Naya, aku menyesal pernah mengatakan itu pada mu, aku menyadari perasaan ku Naya, aku tau kau pasti akan menertawakan ku saat ini, tapi? Aku Benar-benar mencintaimu sekarang Naya, aku tidak mau kehilangan mu sayang" Mata Arjuna mulai basah ia memegangi tangan Nayaka memohon, perlahan Naya menarik tangannya.


"Maaf... Aku tidak bisa menerima mu Tuan, perjanjian? Tetap lah perjanjian" Ucap Naya datar, saat itu juga Arjuna bersimpuh di kaki Naya.


"Aku mohon pada mu Naya, maafkan aku, sungguh maafkan aku Naya, dan tetaplah jadi istri ku Naya" Arjuna benar-benar memohon membuat Naya kebingungan dengan sikap Arjuna itu, ia tidak menyangka seorang Arjuna Dirgantara, CEO arogan dari perusahaan Dirgantara Corporation kini tengah bersimpuh di kakinya.


"Tuan apa yang kau lakukan, ku mohon bangunlah jangan seperti ini"


"Berhenti memanggilku Tuan Naya! Akun ini suami mu bukan Tuan mu!" Seru Arjuna


"Jangan melakukan ini Tuan, seperti apa kata mu, kau tidak akan pernah iba kepada ku kan, maka aku pun demikian, jadi bangunlah karena itu tidak akan merubah keputusan ku untuk tetap bercerai dengan mu" Ucap Naya yang langsung melenggang masuk kedalam mobil mereka. Meninggalkan Arjuna yang masih bersimpuh di atas pasir itu, Arjuna hanya bisa terpaku, air matanya mulai menetes, ia menyadari bahwa kesalahannya begitu besar terhadap Naya, itu sudah jelas siapapun juga tidak akan mau menerima semua kesalahan itu dan memaafkannya begitu saja.


'Aku tau aku bersalah pada mu Naya, kini aku sendiri lah yang menjilat ludah ku sendiri, aku lah? Yang tidak ingin kehilangan mu sekarang' gumamnya dalam hati, matanya mulai berkaca-kaca, sesaat ia mengingat semua perlakuan buruknya terhadap Naya, dari dirinya yang pernah menyiksa Naya, membentaknya, menghinanya, menarik tangannya,menyeretnya mendorongnya hingga tersungkur ke lantai bahkan menduakannya, dan semua perlakuan buruknya yang tidak bisa di ucapkan satu persatu yang benar-benar menganggap Naya sebagai budaknya. Arjuna menunduk bahunya bergetar ia benar-benar menyesali semuanya. Tangannya terus memukul-mukul pasir di bawahnya.


"Maafkan aku Naya, maafkan aku...aaarrrggghhhh" Arjuna menangis,


Mendengar tangisan Arjuna Naya menutup mulutnya, ia pun ikut menangis, rasanya sungguh sesak namun ia tidak bisa lagi memberinya kesempatan untuk tetap menjadi istrinya.

__ADS_1


"Maafkan aku Tuan" Gumam Naya lirih,


Cukup lama keduanya bertahan pada posisi masing-masing, berteman deruan ombak dan hembusan angin malam di pantai itu. Semuanya sebagai saksi Arjuna dan Naya yang akan mengakhiri hubungan mereka berdua.


__ADS_2