Istri Kontrak Tuan Arjuna

Istri Kontrak Tuan Arjuna
sebuah kebohongan


__ADS_3

Setelah menyelesaikan sarapan pagi mereka Arjuna melangkahkan kakinya keluar menuju mobilnya, seorang supir sudah membuka pintu itu untuk Arjuna, sesaat ia menghentikan langkahnya dan menoleh kearah Naya.


"Naya?" Panggil Arjuna, Naya pun menoleh kearahnya.


"Aku akan ke Singapura hari ini selama tiga hari" Ucap Arjuna, Naya pun mengangguk.


"Iya" Jawab Naya sembari tersenyum, Arjuna menarik tangan Naya dan memeluknya, dengan waktu yang lumayan lama, membuat Naya menatap lurus ke depan, tangan Naya terangkat sesaat ia ingin membalas pelukan itu namun seketika tangannya terhenti, ia tidak mau jika Arjuna berfikir kalau Naya mulau menyukainya.


"Maafkan aku Naya, aku telah?"


"Jangan lanjutkan Tuan, aku tidak apa-apa kok" Potong Naya dengan tubuh yang masih berada dalam dekapan Arjuna yang menurutnya nyaman itu. Disaat itu Arjuna mempererat pelukannya, membuat Naya tidak bisa menahan sesaknya.


'Untuk apa kau lakukan ini Tuan? Jika hati mu bukan untuk ku' Gumam Naya dalam hati.


'Tidak Naya, kau tidak boleh goyah dengan ini' Naya menggerak-gerakan bola matanya agar air matanya tidak menetes.


Arjuna melepas pelukannya dan menatap ke arah Naya, ia terpaku sejenak akhir-akhir ini senyum Naya selalu berhasil menghipnotis nya agar betah menatap wajah yang teduh di hadapannya itu.


"Aku berangkat ya?" Ucap Juna halus, benar-benar bukan seperti Juna yang biasa ia lihat yang selalu kasar kepadanya.


Naya pun mengangguk "Hati-hati ya" Ucap Naya yang membuat Arjuna merasa ingin menyentuh wajah itu namun urung, ia pun masuk kedalam mobilnya dan pergi.


Naya menyentuh dadanya yang berdebar.


"Tidak Naya, kau tidak boleh menyukainya" Gumam Naya sembari memandang Arjuna yang mulai menghilang dari pandangannya.


****


Di Singapura di salah satu acara kolega di sana ia menyalami seorang pengusaha yang bisa di bilang raja bisnis di negara itu.


"Anda Tuan Dirgantara kan? Saya selalu terkesan dengan performa anda dalam bersaing bisnis, bahkan saya saja cukup sering kalah tender dengan anda" Ucapnya sembari terkekeh.


"Anda bisa saja Tuan Jhonatan" Arjuna tersenyum tatapannya beralih pada wanita disebelahnya.


"Nyonya ini?" Tanya Arjuna


"Iya dia istri ku Almira Larasati" Ucapnya, Arjuna tidak terlalu paham namun garis wajahnya seperti tidak asing baginya.

__ADS_1


"Dia memang cantik Tuan Arjuna, namun kau tidak boleh menyukai istri ku" Jhonatan meledek sehingga membuat yang disana tertawa.


"Haha Anda jangan salah paham Tuan, hanya saja wajahnya seperti tidak asing bagi ku" Ucap Arjuna.


"Jelas saja Nyonya Almira ini kan salah satu Diva di Indonesia, kau pasti sering melihatnya di televisi Tuan Dirgantara" Ucap seseorang.


"Iya benar, mungkin saja aku pernah melihatnya di televisi" Juna pun terkekeh mereka semakin asik menikmati pesta kolega di sana.


"Tuan? Besok ada acara lagi kau mau ikut, di sana banyak gadis muda" Tutur Ardi pada Arjuna di antara orang-orang yang ada disana, Arjuna melebarkan bola matanya.


"Tuan Ardi Kau lupa ya? Aku kan sudah menikah? Lagi pula sejak kapan aku suka bermain wanita?" Tutur Arjuna masih berusaha tersenyum.


"Ahhh iyaaa mungkin saja Anda sudah berubah dan ingin mencari gadis baru di luar sana, bisa jadi kan anda mulai bosan dengan istri Anda? Terlebih istri Anda? Maaf mantan Office Girl, dan mungkin saja servisnya di ranjang kurang memuaskan mu" ucap Ardi seperti tengah sengaja mempermalukan Arjuna brraaaaaakkkkk..... praaaaaaang semua terkejut saat Arjuna menendang sebuah meja berisi beberapa gelas dan kue di sana secara tiba-tiba lalu mencengkram kemeja Ardi.


"Ada apa dengan Anda tiba-tiba berbicara seperti itu pada ku Tuan Ardi? Apa karena akhir-akhir ini aku menyetop investasi ku pada perusahaan mu??" Ucap Arjuna dengan pandangan mengerikan, Beberapa orang berusaha melerai.


"A... Anu? Aku ka...kan hanya bercanda Tuan Dirga, ma...masa Anda semarah ini?" Ucap Ardi berusaha tertawa aneh.


"Kau boleh bercanda Tuan, namun kau harus tau batasannya, apa yang kau katakan tadi sama saja telah merendahkan istri ku, kau mau aku melepas kerja sama kita? Dan mengembalikan semua suntikan dana yang sudah ku gelontorkan untuk perusahaan mu?" Ucap Arjuna sembari menatapnya tajam.


"Rian kita kembali ke hotel" Ajak Arjuna dengan kesal, Jhonatan pun mendekatinya.


"Tuan? Anda mau kemana" Jhonatan berusaha menahannya.


"Maaf Tuan Jhonatan, saya sudah merusak acara Anda, saya bersedia untuk mengganti kerugiannya" Ucap Arjuna, Jhonatan pun menggeleng.


"Tidak, bukan seperti itu Tuan, tapi maaf saya sudah membuat Anda tidak nyaman disini" Ucap Jhonatan.


"Tidak apa-apa Tuan" Ucapnya yang lantas melenggang pergi, sekilas Jhonatan tersenyum licik kearah Arjuna yang mulai keluar dari ruangan mewah itu, ia pun mendekati Ardi dengan keduanya yang lantas saling tersenyum licik.


Di kamar Jhonatan dan Almira...


Almira tengah melepas atribut perhiasan, dengan busana yang terlihat seksi membuat Jhonatan memeluknya dari belakang dan menciumi bagian leher istrinya itu.


"Sabar sayang, aku harus melepas semua perhiasan ku" Ucap Almira yang tengah menahan lum*tan suaminya itu.


"Aku tidak tahan" Ucapnya yang lantas berniat membuka pakaian istrinya itu.

__ADS_1


"Tunggu aku matikan dulu lampunya ya" Ucap Almira membuat Jhonatan menghentikan aksinya.


"Kenapa sih? Kau selalu mau melakukan itu di dalam kegelapan? Kau bahkan tidak mau mandi bersama ku?" Ucapnya.


"Itu karena aku tidak pede dengan tubuhku sayang?"


"Almira? Tubuh mu itu sudah bagus, aku ingin melihat itu dengan lampu yang terang" Ucapnya yang lantas berusaha melepaskan lagi pakaiannya.


"Sayang stop... Aku sungguh tidak percaya diri dengan tubuhku" Ucap Almira.


"Aku tidak peduli itu" Ucap Jo yang terus memaksa Almira sekarang pakeannya telah terlecuti, dengan bibir mereka yang saling bermain.


Ciuman jo mulai turun dan terhenti saat melihat sesuatu di perut istrinya itu.


"Ini?" Jo bertanya sembari menunjuk bekas luka di perut Almira sehingga membuat Almira menutup tubuhnya dengan selimut.


"Buka itu, aku mau liat" Ucap Jo yang tatapannya mulai berubah.


"Tidak Jo, itu bukan Apa-apa" Almira terus berusaha menutupi tubuhnya.


"AKU BILANG BUKA!" Bentak Jo yang lantas memaksa Membuka, kedua bola mata Jo melebar.


"Ini bekas luka sesar kan?" Tanya nya, Almira pun menggeleng cepat.


"Bu... Bukan Jo, ini? Aku pernah oprasi usus buntu" Ucapnya, tangan Jo pun mencengkram leher Almira keras membuat Almira tercekik.


"Aarrrrkkk... Aarrrkkk Jo, ku... Mohon... Ja... Jangan la..kukan i...ini" Ucap Almira menahan sakit.


"Kau pikir aku bodoh Almira?" Ucap Jhonatan.


"Aku itu bisa membedakan, mana luka oprasi usus buntu, dan mana luka bekas sesar" Tuturnya yang semakin mempererat cekikan nya, yang seketika itu membuat tubuh Almira melemas.


Di sisi lain Naya terjaga dari tidurnya ia merasakan sesak di lehernya secara tiba-tiba.


"I...ibu?" Ia merindukan ibunya itu yang tiba-tiba membuatnya menangis.


"Ibu, apa kau baik-baik saja?" Gumam Naya sembari terisak.

__ADS_1


__ADS_2