Istri Kontrak Tuan Arjuna

Istri Kontrak Tuan Arjuna
salah sasaran


__ADS_3

Siang itu pesawat Arjuna baru saja mendarat, ia melepas kaca mata hitamnya dan berjalan menyusuri area kedatangan itu, dengan tubuh yang tinggi kekar, rambut yang tertata rapi Arjuna benar-benar terlihat sempurna. Ia menatap ke arah jamnya. Bibirnya tersungging, ingin rasanya ia mengajak Naya pergi malam ini, namun bingung bagaimana caranya mengajak Naya agar ia tidak mencurigai kalau dirinya sudah menaruh rasa padanya.


"Bos, mobil Anda sudah siap" Ucap Rian.


"Okay" Juna pun masuk kedalam mobilnya, di perjalanan ia mengingat sesuatu.


"Pak? Nanti mampir di toko bunga dulu ya" Perintah Arjuna pada supirnya.


"Iya Tuan" Jawab supir tersebut, Arjuna pun tersenyum.


'Naya? Aku ingin memberikan hadiah untuk mu' sesampai di toko bunga Arjuna meminta pemilik toko untuk memulihkan bunga yang indah dan merangkai nya.


'Jujur saja? Jika aku memberikan bunga ini secara tiba-tiba, Naya pasti merasa aneh?' ia pun menggeleng pelan sesaat lamunannya terpecah saat pemilik toko itu memberikan buket bunga yang sangat indah, setelah membayarnya Arjuna pun kembali masuk kedalam mobilnya.


Mobil pun kembali melaju menuju rumahnya.


Di sana pintu gerbang yang besar dan tinggi itu terbuka, Arjuna menyentuh dadanya yang berdebar tak beraturan itu, ia menoleh ke arah bunga yang ada di sampingnya.


"Astaga, aku gugup sekali, sepertinya bunga ini akan ku berikan padanya nanti saja" Gumamnya, ia pun berdeham saat seorang sopir membuka pintu mobilnya itu, ia melihat Naya sudah menunggunya dengan senyuman yang membuatnya merasa tidak bisa untuk tidak memeluknya.


'Naya, aku merindukan mu' Gumamnya lirih dengan bibir yang tersungging,


Pandangan Naya tertuju pada jok mobil belakang tempat Arjuna duduk tadi, ia seperti melihat sebuah buket bunga yang sangat indah,


'Bunga? Bunga itu untuk siapa? Mungkinkah untuk ku? Aahhh tidak mungkin' gumamnya Naya dalam hati, sesaat Arjuna kembali menormalkan ekspresinya saat melepaskan pelukan itu.


Di dalam kamarnya...


"Naya? Kau siap-siap ya? Malam ini ada acara pertemuan Di Hotel milik Tuan Felix, kau mau mendampingi ku kan?" Tanya Arjuna.


"Iya Tuan" Jawab Naya. Juna pun tersenyum tanpa sepengetahuan Naya sembari berjalan menuju kamar mandi.


Setelah memakai busana yang menurutnya pantas ia pun merias wajahnya, Naya mulai mengaplikasikan make up di wajahnya, dengan riasan Natural namun terlihat elegant, ia juga menyemprotkan parfum di tubuhnya, dengan menggerai rambutnya Naya terlihat sangat cantik. Cklaaaaaakkk


"Naya kau lama seka—li" Arjuna mematung saat melihat penampilan Naya itu.


'Istri ku? Kau cantik sekali?' puji Arjuna dalam hati.


"Maaf Tuan, aku terlalu lama ya? Aku tidak terlihat berlebihan kan?" Tanya Naya, Arjuna pun berdeham.


"Ayo—kita berangkat" Ajak Arjuna yang di balas anggukan kepala Naya.


Seorang sopir membukakan pintu untuk Arjuna dan Naya.

__ADS_1


"Emmm aku ingin mengendarai mobil ku sendiri saja pak" Ucap Arjuna kepada supirnya itu.


"Baik Tuan" Ucapnya.


"Naya masuklah dulu" Ucap Arjuna sembari membukakan pintunya untuk Naya.


Jantung Arjuna masih berdegup kencang, ia juga sudah menyimpan bungan itu di bagasi mobilnya, niat hati ia ingin memberikan bunga itu pada Naya sepulang dari acara itu di suatu tempat yang menurutnya akan membuat Naya terkesan, saat itu juga ia ingin membatalkan kontrak itu dan menyatakan perasaannya pada Naya.


Di gedung Hotel milik Felix...


Felix sudah menyambut keduanya dan menjabat tangan keduanya, Felix menyikut Arjuna pelan.


"Kau benar-benar pandai mencari Istri Tuan Dirga" Ucapnya menyanjung.


"Kau bisa saja" Balas Arjuna sembari terkekeh.


"Silahkan nikmati pesta ini ya? Saya tinggal dulu" Ucap Felix yang di balas anggukan kepala Arjuna.


"Naya? Kau makan sesuatu? Mau ke meja snack?" Tanya Arjuna.


"Nanti saja Tuan"


"Naya ini kan di tempat umum jangan panggil aku dengan sebutan Tuan" Tutur Arjuna.


"Mulai sekarang kau panggil dengan nama ku saja agar lebih terbiasa" Ucapnya sembari memalingkan wajahnya ke sekeliling guna menyembunyikan wajah gugupnya dari Naya.


"Mungkin itu akan sulit" Ucap Naya. Arjuna pun memanggil seorang pelayan yang sedang lalu lalang dan meraih dua gelas minuman di nampannya lalu memberikan pada Naya satu.


"Tuan Dirga!" Seru seorang pria yang tengah melambai kearahnya, ia melihat pria itu datang bersama Kinara.


Mata Kinara melebar saat bertemu Nayaka untuk yang pertama kali, ia seperti tidak asing dengan wanita di sebelah Arjuna itu.


"Tuan Darren apa kabar?" Tanya Arjuna yang pandangannya tertuju pada tangan kinara yang tengah menggandeng lengan Darren.


"Baik Tuan, lama tidak bertemu, Anda semakin tampan saja" Ucap Darren, pandangannya pun beralih pada Naya.


"Istri Anda juga cantik, cocok lah kalian berdua" Tuturnya sembari terkekeh membuat Arjuna tersenyum, Naya menoleh ke wajah Arjuna yang terlihat tidak suka melihat wanita di hadapannya itu menggandeng Pria di depannya itu, Naya pun tertunduk.


"Emmm Tuan, kami permisi dulu ya? Ingin menemui Tuan Felix" Tuturnya yang lantas di iyakan oleh Arjuna, ia masih memandangi Kinara, Naya yang merasakan itu pun melepaskan pelan tangannya dari lengan Arjuna membuat Arjuna menoleh ke arah Naya yang akan melenggang pergi namun dengan cepat di tahan Arjuna dengan meraih tangannya.


"Kau mau kemana?" tanya Arjuna


"Aku? Aku ingin keluar sebentar Juna"

__ADS_1


"Untuk apa? Kau kan sedang mendampingi ku" Ucap Arjuna, ia hanya tidak ingin melihat Arjuna menatap wanita lain saat dirinya sedang ada di sebelahnya, baginya itu sangat menyesakkan.


Acara terus berjalan hingga pukul sebelas malam.


"Juna maaf? Apa acaranya masih lama?" tanya Naya.


"Kenapa? Apa kau sudah lelah? Sebenarnya jika kita pulang sekarang tidak apa? Aku pun merasa lelah" Ucap Juna.


"Iya kita pulang saja" Ucap Naya mereka pun berpamitan pada Felix dan yang lainnya dan mulai melangkahkan kakinya keluar gedung tersebut.


"Emmm Tuan? Sepertinya aku tadi meninggalkan dompet ku di toilet" Tutur Naya yang menyadari sesuatu kalau ia keluar gedung itu dengan tangan kosong.


"Ya sudah ambil dulu aku akan menunggu mu" Ucap Juna, Naya pun menarik roknya naik dan berusaha berjalan cepat kembali masuk, Arjuna mengamati Naya yang tengah berjalan menjauh membuatnya mengingat sesuatu tentang bunga di bagasi mobilnya.


"Sebaiknya aku mengambil bunga itu dan memberikannya kepada Naya" Gumam Arjuna yang berjalan cepat menuju mobilnya itu. Disaat yang bersamaan Kinara keluar dari gedung itu dan mendapati Arjuna tengah berjalan sendirian.


"Dimana istrinya Arjuna?" Gumamnya, niat Hati ia ingin menuju kearah mobilnya itu terparkir namun ia tidak menduganya kalau mobil Arjuna ada di sebelah mobilnya.


Juna yang mendengar suara langkah itu, menarik nafas panjang menyiapkan kata-kata.


Ia pun membalik badanya.


"I love you" Ucapnya sembari tersenyum namun seketika senyumnya memudar dengan bola matanya yang membulat saat yang ia lihat bukanlah Naya melainkan Kinara, dan saat itu juga membuat keduanya mematung.


Di sisi lain Naya sudah kembali ketempat Arjuna tadi berdiri.


"Tuan Arjuna sudah tidak ada, apa mungkin ia sudah ke area parkir lebih dulu ya?" Naya pun memutuskan untuk menyusul Arjuna.


"Ju... Juna? Kau?" Kinara Berkaca-kaca ia benar-benar menduga bunga itu untuknya yang lantas meraih bunga itu dan memeluknya.


"I love you to Dear" Ucap Kinara yang saat itu juga Naya telah sampai di sana dan melihat semua itu


"Ja...jadi bunga itu? Buat?" Naya tersenyum miris ia membodohkan dirinya sendiri, jelas saja bunga itu untuk Kinara mana mungkin untuknya, disaat itu pula tubuh Arjuna membeku, ia salah sasaran bukan Kinara yang ia tuju melainkan Naya, namun kesalahpahaman ini membuatnya tidak bisa berkata jujur pada Kinara.


Praaaakkkk Naya menjatuhkan tasnya, ia menggeleng cepat dan memundurkan langkahnya lalu membalik badannya ia berlari sembari memegangi roknya itu dan mengangkatnya.


'Naya? Kau itu gadis bodoh, kau itu budak Jal*ng, kau itu OG rendahan' kata-kata yang selalu di lontarkan Arjuna terngiang-ngiang dengan sendirinya di otaknya. Ia menghentikan laju kakinya dan berjongkok di sebuah jalan yang nampak sepi didekat pohon yang rindang, ia menyandarkan kepalanya sembari menangis.


"Kenapa aku malah pergi? Kenapa aku malah menjauh, kenapa aku malah menangis?" Gumam Naya.


"Tolong berhenti air mata? Tolong lah berhenti, kau tau Tuan Arjuna itu mencintai Nona Kinara, kau tau itu kan Naya?" Naya masih terisak sendirian di sana menekan dadanya.


"Baiklah lima menit saja, beri waktu aku... Untuk menangis" Naya kembali terisak memeluk lututnya di sebuah jalan yang lumayan sepi itu, melepaskan semua kesedihannya.

__ADS_1


__ADS_2