Istri Kontrak Tuan Arjuna

Istri Kontrak Tuan Arjuna
cinta yang salah


__ADS_3

Jhonatan baru saja menginjakan kakinya di Singapura, ia menerima panggilan telfon dari penjaga Almira bahwa sudah sejak kemarin sore Almira sudah tidak ingin makan, itulah yang membuatnya lantas menghampiri salah satu hotelnya, ia pun memasuki lantai paling atas yang sengaja di tutup agar tidak ada orang yang datang ke sana.


Ia menghampiri para penjaga itu dan membuka pintu kamar hotel itu, dengan perlahan ia mendekati Almira yang sudah sangat lemas, dengan mata yang sayu ia memandang kearah pria yang sedang duduk di hadapannya, sembari menyalakan sebatang rokok di tangannya, lalu menghembuskan asapnya ke wajah Almira.


"Apa kabar sayang ku?" Ucapnya sembari tersenyum licik. Jonatan mendorong tubuhnya ke depan menatap dalam-dalam ke arah Almira.


"Kau pasti sangat tersiksa di sini kan? Aku kan sudah bilang pada mu sayang, jangan pernah membohongi ku? Maka kau akan tahu siapa aku sebenarnya" Tutur Jhonatan.


"Jo? Kenapa kau tak kunjung membunuh ku?" Ucapnya sangat lirih.


Jhonatan beranjak dari bangkunya dan mengusap wajah yang sudah terlihat pucat pasi itu.


"Kenapa? Kau sudah tidak sabar kah untuk bertemu mantan suami mu itu?" Tanyanya.


"Untuk apa kau menyiksa ku seperti ini? lebih baik kau membunuh ku Jo, BUNUH AKU SEKARANG!!!" seru Almira, Jhonatan pun terkekeh sinis dan dengan cepat ia mencengkram leher Almira.


"Aaaaaarrrrkkkkk... Aaarrrrkkkk..." Almira memegangi tangan Jhonatan.


"Kenapa kau pegangin tangan ku? Kau bilang kau ingin mati kan?? Kau akan mati sekarang Almiraaaa!" Seru Jhonatan namun pandangannya berubah saat melihat wajah yang tengah berada di ujung nyawanya itu menatapnya dengan nanar, Jhonatan pun menitikkan air matanya dan dengan perlahan melonggarkan cengkraman nya.


"Uhhukk...uhhukkk" Almira benar-benar lemas dan terbatuk-batuk sesaat setelah tangan Jhonatan melepasnya.


Dengan cepat tangan Jhonatan menarik rambut Almira ke belakang.

__ADS_1


"Aku tidak mau melakukan ini sebenarnya pada mu sayang, aku tidak mau melukai mu, namun kau memaksaku melakukan ini" bisik Jhonatan di dekat telinga Almira sembari menangis dengan tatapan yang masih terlihat bengis itu. Ia pun mendekatkan wajahnya lalu menciumi bibir Almira dengan penuh gairah, dan melepaskannya.


"Walau kau lebih tua satu tahun dari ku tapi aku sangat menyukai mu Almira, sampai-sampai aku melakukan perencanaan pembunuhan orang tua ku demi bisa mendapat harta mereka secepatnya, ITU UNTUK SIAPA!" Seru Jhonatan yang saat itu membuat Almira tersentak, "semua itu ku lakukan demi bisa membantu Debut mu waktu itu" Jhonatan menunduk sembari terisak.


"Ha ha ha" Jhonatan tertawa aneh bebarengan dengan tangisnya.


"Aku membunuh orang tua ku, aku membunuh mereka DEMI WANITA SEPERTI MU! BANGS*T!!!!" Plaaaaaaaaaaaaaakkkk Jhonatan menampar wajah Almira keras,


"Aku bisa membunuh mu malam itu juga Almira,tapi entah mengapa aku tidak bisa melakukannya!!"


"KENAPA KAU MEMBOHONGI KU ALMIRA!!" Teriak Jhonatan di depan Almira dengan suaranya yang sangat melengking di telinganya membuat Almira memejamkan matanya, ia tidak pernah menyangka bahwa pria di hadapannya ini adalah seorang psikopat yang mengerikan.


"Da...dari Awal, aku tidak pernah membohongi mu Jo, se...semua itu, Akri yang mengatakannya pada mu, ka...kalau aku be...belum pernah menikah" Tutur Almira lemah.


"Se... Semua karena kau telah membayar ku dari Akri, a..aku tidak mungkin mampu mengganti uang mu Sa..saat itu" Ucap Almira,


"Katakan padaku, siapa yang kau cintai hingga detik ini, aku? Atau mendiang suami mu itu?" Tanya Jhonatan, Almira pun tersenyum sinis.


"Ten..tentu sa...saja Mas... Ar... Arya" Jawabnya sangat lirih dengan senyumannya yang tersungging di bibir pucatnya, mata Jhonatan membulat, ia melepas gesper nya dan melontarkan beberapa sabetan ke tubuh Almira.


ia pun melepas tali yang mengikat tangan Almira itu lalu mendorong tubuh Almira jatuh ke atas ranjangnya.


"layani aku untuk yang terakhir kalinya Almira, setelahnya aku janji akan langsung membunuh mu wanita laknat!" Tutur nya sembari melepas atasannya.

__ADS_1


Malam itu selama beberapa jam Jhonatan berada di ruangan itu memenuhi hasratnya pada Almira.


Setelah hasratnya terpenuhi, ia pun memakai kembali bawahannya dan meraih pistol di atas meja di dekat ranjang itu, lalu menghunus kan ujung pistol itu ke arah dahi Almira.


"Kau akan mati malam ini juga Almira ku sayang" Tutur Jhonatan, bibir Almira pun tersungging, bibirnya bergumam.


"Terimakasih suami ku" Gumamnya tanpa suara, ia pun memejamkan matanya menanti sebuah peluru itu di lepaskan dan menembus kepalanya, dengan air mata yang menetes dari kedua matanya, ia siap menemui kematiannya.


Namun alih-alih menembakan nya Jhonatan justru melempar pistol itu hingga terhempas ke cermin sehingga membuat cermin itu pecah.


"Aaaaaarrrrrrgggghhhhhh kenapa aku tidak bisa membunuh mu!! Kenapa aku tidak bisa melakukannya!! Aaarrrrgggghhh!!" Jhonatan meremas kepalanya.


Perlahan mata Almira terbuka ia menoleh menatap dalam-dalam mata Jhonatan.


"Ke..kenapa kau belum juga membunuh ku, Jo?" Jhonatan melebarkan kelopak matanya, "Kau janji padaku akan langsung bunuh ku, setelah memenuhi hasrat mu??, ha... Harus berapa kali lagi aku melayani mu, sampai kau mau membunuh ku, suami ku?" Sambung Almira dengan suara yang sangat lirih bahkan hampir tak terdengar.


Air mata Jhonatan menderas ia menggeleng cepat, lalu beranjak dan keluar dari ruangan itu.


Ia membanting pintu ruangan itu, dan melenggang pergi.


Di basement...


Jhonatan membentur-benturkan kepalanya di setir mobilnya itu. Ia membodoh-bodohkan dirinya sendiri yang tidak berdaya di hadapan Almira.

__ADS_1


"Tidak, aku tidak boleh begini! Benar, Aku menyukai istrinya Arjuna karena wajahnya sangat mirip dengan Almira ku, aku harus mendapatkan Nayaka, harus! setelahnya aku pasti bisa membunuh Almira dengan tangan ku sendiri" Jhonatan meremas kepalanya, ia pun menyalakan mesin mobilnya dan mulai melajukan mobilnya keluar dari area parkir itu.


__ADS_2