
Arjuna keluar dari kamar mandi, pandangannya memburu ke seluruh ruangan kamarnya karena ia tidak mendapati Naya di sana. Ia pun melangkahi kakinya dan mendapati pintu loteng itu terbuka, membuatnya memutuskan untuk mengecek Naya di sana, benar saja ia melihat Naya tengah menatap langit dengan bibir tipisnya itu yang tengah tersungging.
'Istri ku? Aku sangat ingin memeluk mu saat ini' gumam Juna dalam hati sembari tersenyum, Naya menoleh karena menyadari ada Arjuna pintu itu.
"Tu...Tuan?" Ucap Naya membuat lamunan Juna terpecah.
"Kau sedang apa?" tanya Arjuna dingin, ia pun melangkahkan kakinya berdiri dengan jarak satu meter di sebelah Naya, sembari menyilang kan kedua tangannya di dada.
"Melihat bintang" Jawab Naya.
"Kau betah sekali sih di sini? Kan dingin" Tutur Arjuna, Naya pun tersenyum.
"Bagiku? Bintang-bintang itu sangat indah, seperti permata yang berkerlip satu sama lain sangat cantik" Ucap Naya.
"Kau lihat itu Tuan? Walau mereka berjarak ratusan tahun cahaya antar satu sama lain namun mereka tetap terlihat dekat kan?" Lanjutnya, Arjuna menoleh ke arah Naya dan menggeser sedikit posisinya tanpa di sadari Naya yang masih fokus menatap langit,
"Naya?" Panggil Arjuna membuat Naya menoleh.
"Besok? Akun mau mengajak mu jalan-jalan, apa kau mau?" tanya Arjuna
"Kemana Tuan?" tanya Naya.
"Kemana saja, sesuai kemauan mu, kau tunjuk saja kau mau kemana" Ucap Arjuna.
"Anda yakin mau mengajak ku Tuan? Besok kan hari senin" Ucap Naya.
"Memangnya kenapa? Aku sudah bekerja keras selama ini masa iya aku tidak bisa istirahat saja barang sehari?" Tutur Arjuna, Naya pun tersenyum dan mengangguk.
"Baiklah Tuan" Jawab Naya halus, Arjuna pun tersenyum senang.
"Kalau begitu ayo sebutkan kau mau kemana?" Tanya Arjuna.
"Hmmm kalau di tanya seperti itu aku bingung Tuan, bagaimana kalau ke taman hiburan" Ucap Naya.
"Taman hiburan?" Tanya Juna yang di balas dengan anggukan kepala Naya.
__ADS_1
"Dunia Fantasi?" Tanya Juna lagi,
"Iya, aku belum pernah ke sana hingga detik ini" Gumam Naya.
"Masa? Ke taman hiburan itu kau belum pernah?" Tanya Juna tidak percaya.
"Iya Tuan belum pernah, taman itu kan mahal biaya masuknya, ayah ku dulu pernah berjanji ingin mengajak ku namun belum pernah kesampean" Jawabnya sedikit murung.
"Baiklah besok aku akan mengajak mu kesana" Ucap Juna membuat Naya berbinar.
"Benarkah? Apa? Aku boleh naik semua wahana disana?" tanya Naya semangat.
"Iya boleh" Jawab Arjuna, tanpa sadar Naya meraih kedua tangan Arjuna.
"Kyaaaa Tuan terimakasih banyak Tuan, terimakasih" Juna terpaku ia melihat tangan Naya tengah menggoyang-goyangkan tangannya itu membuatnya merona.
Sesaat Naya menyadari ia pun melepaskan tangannya itu cepat.
"Ma...maaf Tuan" Tutur Naya yang membuat Arjuna melenggang masuk tanpa berucap apa-apa, ia bergegas keluar kamar dan masuk kedalam kamar lain lalu menguncinya.
"Yeeeeeeesss, aku akan kencan dengan Naya besok, aku akan kencan, aku akan kencan, aku akan kencan, AKU AKAN KENCAAAAAANN HAHAHAHA" juna melompat-lompat girang,
"Aku harus tidur sekarang, harus agar cepat bertemu hari esok" Tuturnya yang langsung melompat ke atas ranjangnya.
Disisi lain Naya berlari menuju ruang ganti ia memilih pakai yang akan ia gunakan besok untuk pergi bersama Arjuna.
"Banyak baju disini tapi aku bingung memilih yang mana?" Naya terus menyibak satu persatu baju-baju yang tergantung itu namun belum juga menemukan yang pas,
"Astaga? Kenapa aku sesenang ini? Hey Naya sadar lah, Tuan Juna hanya mengajak mu pergi bukan mengajak mu berkencan" Tuturnya membuat ia menurunkan tangannya dan berjalan lunglai keluar ruangan ganti itu.
"Ingat Naya? Kau jangan terbuai, minggu depan kau dan Arjuna resmi bercerai" Naya menyandar pada pintu ruang ganti itu dan tersenyum miris, ia pun kembali menuju ranjang Arjuna itu.
Ya semenjak malam itu Arjuna sudah tidak tidur di kamarnya karena ia ingin Naya nyaman tidur di kasurnya.
Esok paginya...
__ADS_1
Naya sudah terjaga setelah menjalani ibadah ia pun membantu Para koki menyiapkan sarapan, sekarang para koki itu sudah tidak melarang Naya lagi memakai dapur itu karena Arjuna juga sangat menyukai masakan Naya, setelah menyiapkan sarapan Naya pun kembali ke atas guna membersihkan tubuhnya yang bau asap itu dan mengganti pakaiannya. Ia juga menyiapkan air untuk mandi Arjuna seperti biasa.
Baru saja ia berniat membalik badannya dia sudah di kejutkan dengan Arjuna yang sudah berdiri di depan pintu kamar mandi dengan bertelanjang dada dan hanya menutupi separuh tubuhnya dengan handuk yang melingkar di pinggangnya membuat Naya kembali membalik badan cepat.
"Air ku sudah siap?" tanya Arjuna santai.
"I...iya Tuan" Jawab Naya.
"Ya sudah aku mau mandi, kenapa kau masih disini? Apa ingin membantu menggosokkan punggung ku?" Tanya Arjuna terang-terangan membuat Naya terbatuk.
"Aku... Aku akan keluar Tuan" Jawab Naya gugup, ia pun berjalan kesamping seperti seekor kepiting dengan posisi masih membelakangi Arjuna yang perlahan mulai bergeser memberi Naya jalan, setelah Naya berhasil keluar dari kamar mandi itu ia pun berlari menuju ruang ganti, Melihat tingkah Naya itu membuat Arjuna terkekeh ia pun menutup pintu kamar mandinya.
Setelah selesai mandi Arjuna pun masuk ke ruang gantinya dengan Naya yang menunggu di luar hampir satu jam Juna di dalam ruangan ganti itu ia benar-benar bingung ingin memakai busana apa untuk pergi dengan Naya, berkali-kali ia menjajal pakaiannya namun merasa tidak cocok membuatnya semakin lama di dalam ruang ganti itu.
"Dia lama sekali? Tidak seperti biasanya?" Naya pun mengetuk pintu tuang ganti itu.
"Tuan apa Anda masih lama?" tanya Naya namun tidak ada jawaban di dalam.
"Kenapa dia diam saja? Apa terjadi apa-apa?" Gumam Naya, ia pun menempelkan telinganya ke pintu itu, namun tak ada suara sama sekali membuatnya menunduk berniat membuka pintu itu. Krieeeeeeett.
'Mati saja kau Naya' Gumamnya dalam hati saat dahinya menyentuh dada Arjuna yang sudah berdiri di hadapannya.
"Apa yang kau lakukan? Kau sedang mengintip ku ganti ya?" Tanya Arjuna, membuat Naya beranjak dari posisi membungkuk nya itu.
"Tidak Tuan sungguh"
"cepat katakan sedang apa disini hah! Wah wah... Jangan-jangan kau sudah melihat semuanya ya?" Ledek Arjuna sembari menyilang kan kedua tangannya.
"Aku berani bersumpah Tuan, aku tidak mengintip mu, aku hanya penasaran saja kenapa kau lama sekali, aku takut ada apa-apa dengan mu" Tutur Naya gugup.
"Sungguh?" Tanya Juna.
"Sungguh Tuan"
"Kalau kau ternyata mengintip ku, kedua jari ini akan langsung menyolok mata mu" Tutur Arjuna sembari melenggang keluar, Naya pun mendengus membodoh-bodohkan dirinya sendiri.
__ADS_1