
Arjuna masih berusaha menahan emosinya itu dan menunggu beberapa menit di dalam Mobilnya, ia hanya tidak ingin memperkeruh keadaan dengan Naya.
"Pria brengsek itu!" Runtuknya, ia pun melonggarkan dasinya dan keluar dari mobil itu cepat karena tidak tahan melihat Raihan yang masih terus memeluk Naya, dengan cepat Arjuna menarik tangan Naya kasar tanpa basa basi ia membawanya pergi, namun dengan cepat Raihan menarik tangan Naya juga dan berdiri di hadapan Arjuna.
"Apa seperti itu memperlakukan wanita?"
"Menyingkir kau!" Seru Arjuna tatapan mereka saling menghunus antar satu sama lain.
"Aku tidak mau?" Jawab Raihan datar.
"Aku bilang menyingkir kau dari istri ku!" Seru Arjuna.
"Aku tidak akan membiarkan mu membawa Naya, biar Naya ikut aku pulang ke rumahnya" Ucap Raihan. Arjuna pun mencengkram baju di bagian dada Raihan dengan satu tangannya dan menariknya lalu melemparnya hingga Raihan tersungkur.
"Raihan?" Gumam Naya sembari menutup mulutnya ia berniat menolong Raihan namun tangan Arjuna sudah meraihnya dan menyeretnya masuk kedalam mobilnya.
"Naya!" Panggil Raihan sembari berusaha bangun, ia pun berusaha mengejar mobil yang sudah melaju cepat itu.
"Nayaaaa!" Panggil Raihan lagi sembari berlari mengejar mobil itu, namun Arjuna melajukan mobil itu dengan kecepatan tinggi, sehingga membuat Raihan tidak sanggup mengejarnya lagi.
Naya masih menatap kebelakang dengan terisak.
"Hiks Raihan?" Gumamnya lirih sembari menangis membuat Arjuna semakin naik pitam, ia pun semakin mempercepat laju mobilnya, sehingga membuat Naya menoleh kearah Juna.
"Tuan, tolong pelankan laju mobil ini, aku takut Tuan" Rengek Naya, namun alih-alih memelankan laju mobilnya Juna justru semakin menancap gasnya, sehingga laju mobil itu benar-benar seperti tengah melayang.
Naya benar-benar merasa ketakutan.
"Tuan hentikan, kumohon hentikan mobilnya Tuan Arjuna" Naya masih berusaha memohon, sedangkan Arjuna masih terdiam menatap lurus kedepan.
__ADS_1
"Tuan? Anda keluar jalur mu Tuan, Tuan stopppp! Tuaaan?" Naya semakin panik saat truk kontainer berada di hadapannya dengan lampu yang menyorot ke arah mereka.
"Aaaaaaarrrrrhhhhhh" Naya menjerit memejamkan matanya, dengan cepat Arjuna membanting setir nya. Sraaaaaaaaaaaaaaakkkkk, dan berhenti di bahu jalan dengan selamat.
Nafas keduanya tersengal-sengal, Arjuna melepas safety belt nya dan mendekati wajah Naya berniat mencium bibirnya namun Naya malah justru memalingkan wajahnya, Arjuna masih berusaha terus dengan Naya yang terus menahan tubuh Arjuna agar tidak menyentuhnya. Plaaaaaaaakkk Naya menampar Arjuna keras, Juna pun mencengkram baju Naya dengan kedua tangannya.
"Kau puas sekarang? Kau puas membuat ku seperti ini Naya!" Seru Arjuna.
"Katakan pada ku? Apa kau sudah mencintai ku?" Lanjutnya
"Tidak" Jawab Naya tegas.
"Jujur Naya, apa kau mencintai ku!!"
"Aku bilang tidak Tuan, aku tidak mencintai mu, aku tidak mencintai mu Tuan Arjuna!!" Mata Arjuna melebar, ia pun melepas cengkramannya pelan dan kembali duduk dengan posisi normal.
"JAWAB! APA KAU MENCINTAI RAIHAN!" Bentak Arjuna, dengan Naya yang masih membisu.
"Kau? Kenapa tidak bisa sabar menunggu sampai perceraian kita usai, Kenapa harus melukai ku seperti ini Naya!" Arjuna benar-benar tidak bisa menahan emosinya "KENAPA!" bentak Arjuna.
"Aku tidak pernah memberikan mu harapan kan Tuan?" Tutur Naya menatap nanar kedepan, Arjuna pun menoleh cepat.
"A...apa?"
"Aku tidak pernah bilang kalau aku mencintaimu, aku juga tidak pernah memintamu untuk mencintai ku" Tutur Naya, Arjuna menggeleng pelan.
"Apa tidak ada kesan sedikit pun bagi mu saat bersama ku Naya? dan keinginan untuk memperbaiki hubungan kita??" Tanya Arjuna.
__ADS_1
"Tidak Tuan, aku ingin tetap? Menjadi Naya yang dulu, sebelum bertemu dengan mu, aku ingin segera bebas dari kontrak itu, dan menjauh selamanya dari mu" Tutur Naya tanpa menatap Arjuna. Dengan itu pun Arjuna mendesah bibirnya tersungging sinis, ia terkekeh miris.
"Jadi selama ini kau benar-benar ingin bebas dari ku agar bisa terus dekat dengannya?" Tanya Arjuna namun Naya memilih untuk tidak menjawab itu.
"Baik Naya, malam ini juga kau ku bebaskan, dan saat ini? Aku! Menalak mu!" Deggg Naya terpaku, rasanya sangat sakit mendengar itu dari mulut Arjuna. Arjuna pun menyalakan mesin mobilnya lagi dan kembali melanjutkan perjalanannya dengan kecepatan Normal.
Selama perjalan itu mereka hanya saling diam, raut wajah Arjuna sangat terlihat marah. Ckiiiiiiiiitt ia berhenti di depan rumahnya, membuka safety beltnya cepat dengan satu tangannya membuka pintu mobil itu lalu melenggang keluar dengan membanting pintu mobil itu, sedangkan Naya masih ada di dalam mobilnya termenung menatap ke arah punggung Arjuna yang sudah melenggang masuk itu, Naya menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya dan mulai terisak. Claudia seorang Kepala pelayan mengamati Naya dengan perasaan iba ia pun membuka pintu mobil Naya.
"Nyonya Anda tidak apa-apa kan?" Ucapnya, Naya pun tersenyum kecut.
"Tidak apa-apa bu, Terimakasih" Balas Naya yang lantas keluar dari mobil itu dan melenggang masuk.
Claudia menutup lagi pintu mobil itu dan menghela nafas prihatin, ia tau selama ini memang bosnya itu tidak berlaku baik pada nyonya nya itu karena ia sering beberapa kali mendengar teriakan keduanya dan tangisan Naya di dalam kamar itu saat Arjuna tengah marah dan pintu itu sedikit berbuka.
Rumor tentang perceraian bosnya itu pun sudah menyebarkan keseluruh pelayan dan pekerja lainnya di rumah besar itu, beberapa dari mereka merasa sedih jika Naya tidak lagi tinggal disana, karena bagi mereka Naya sosok majikan yang sangat rendah hati dan tidak sungkan berbaur dengan para pelayan di rumah itu, ia pun mengusap matanya yang basah.
"Ibu Claudia?" Seru seorang tukang kebun.
"Iya Pak?" Jawab kepala pelayan tersebut.
"Ini? Saya menemukan cincin Tuan Arjuna" Tuturnya.
"Dimana kau temukan ini?" tanya Claudia.
"Di bawah loteng kamar kosong, jadi saya tengah menebang beberapa batang pohon itu dan tiba-tiba sesuatu terjatuh, ternyata sebuah cincin" Jawabnya.
"Terimakasih pak" Ucap Ibu Claudia itu, ia pun tersenyum dan menggenggam cincin itu.
Dan berharap ditemukannya cincin itu sebagai pertanda bahwa cinta Arjuna tidak akan pernah hilang.
__ADS_1