Istri Kontrak Tuan Arjuna

Istri Kontrak Tuan Arjuna
permen permintaan maaf


__ADS_3

Didekat mobil Jhonatan langkah Naya terhenti, kali ini ia benar-benar merasa ragu, bagaimana tidak sikap Tuan Jo yang ada di hadapannya ini terlihat sedikit memaksa dan terkesan terburu-buru.


Menyadari Naya menghentikan langkahnya Jhonatan pun menoleh ke belakang.


"Nyonya Naya ada apa? Ayo masuk" Ajak Jhonatan yang sudah membuka pintu mobil di sebelah kursi kemudi nya.


"Anu... Tuan, sebaiknya aku mengabari suami ku dulu, masalahnya aku pergi begitu saja, aku takut kalau? Suami ku khawatir pada ku" Ucap Naya, Jhonatan pun menggaruk keningnya dan sedikit terkekeh.


"Nyonya? Tidak usah Khawatir, Tuan Dirgantara itu sangat dekat dengan ku, nanti dia juga pasti datang menjemput mu" Ucap Jo yang langsung meraih pergelangan tangan Naya.


"Ta...tapi Tuan?" Naya berusaha menahan tarikan Jo itu.


"Sudah, ayo lah masuk Nyonya, kau bilang ingin bertemu istri ku kan" Jhonatan masih berusaha membawa Naya masuk kedalam mobilnya, sesaat tangannya itu di tepis oleh Arjuna yang lantas menarik tubuh istrinya dan berdiri dihadapannya.


"Tuan Jhosan, apa anda tidak memiliki etika? Sehingga anda bisa seenaknya membawa istri orang lain?" tanya Arjuna geram.


"Emmm... Anda jangan salah faham dulu Tuan Dirga, disini saya hanya ingin membantu Nyonya Naya untuk menemui istri saya" Ucap Jhonatan santai sembari memegangi bahu Arjuna yang dengan cepat di tepis oleh Arjuna.


"Jangan berfikir saya bodoh Tuan Jo, kau! Sudah mencuri dua ide prodak baru dari perusahaan ku hingga aku merugi milyaran rupiah hal itu aku masih bisa diam Tuan Jhosan, tapi untuk istri ku? Jangan pernah berfikir kau bisa mencurinya juga, Karena aku tidak akan tinggal diam untuk hal itu!" Tutur Arjuna dengan tatapan tajamnya, tanpa berkata apapun lagi Arjuna pun menggandeng tangan Naya menuju parkiran mobil mereka.


"Cihh.... Bagaimana bisa dia ada disini? Dasar Lifia bodoh!!" Gerutunya dengan tangannya yang terkepal.


Di sisi lain Naya masih terus mengikuti langkah suaminya yang cepat itu, terlihat sekali raut wajah kemarahan pada Arjuna sehingga membuatnya tidak berani berkata apapun selain mengikuti langkahnya dengan sedikit berlari.


"A...anu, Jun...?"


"Apa!" Seru Arjuna saat Naya akan berbicara.


"Bi...bisakah ki...kita berhenti sebentar, aku... Aku mau menje?"


"Tidak usah Menjelaskan apapun?!" Arjuna lagi-lagi motong kata-kata Naya dengan suara kencangnya itu sehingga membuat Naya tertunduk bungkam.


Sesaat langkah Arjuna terhenti ia pun menarik tangan Naya dan mencengkram kedua bahunya.


"Naya, Apa yang kau lakukan? Kenapa bisa kau mengikutinya hah! Iya kalau dia niatnya baik, kalau tidak? Aku tidak akan rela jika tubuh mu itu sampai di sentuh olehnya!" Bentak Arjuna yang saat itu membuat Naya ketakutan.


"Ma...maaf Juna aku? Aku ingin bertemu ibu ku" Tutur Naya.


"Aku kan bilang, tunggu sayang biar aku yang mengurus nya, kau tidak tau siapa Jhonatan? Dia itu pria licik Naya!" Seru Juna.

__ADS_1


"Iya...aku tidak akan mengulanginya lagi Juna maaf" Tutur Naya dengan nada memelas, melihat wajah itu Juna pun memalingkan wajahnya.


'aaarrrggghhh jangan menatapku seperti itu Naya!' gumam Juna dalam hati dengan posisi masih membelakangi Naya.


"Juna? Maaf, tolong maafkan aku" ucap Naya sembari memegangi tangan Arjuna.


"Nggak!" Jawab Juna ketus.


"Jun...?"


"Aku bilang tidak!" Bentaknya lagi.


Naya pun membuka tasnya dan meraih sesuatu dari dalam tasnya itu lalu mengeluarkannya, ia pun berjalan dan berdiri di hadapan Arjuna.


"Arjuna suami ku, tolong maafkanlah aku!" Seru Naya sembari menyerahkan bungkusan permen di tangannya, dengan kedua tangannya yang terulur ke hadapannya dan kepala yang tertunduk.


Seketika itu juga mata Arjuna melebar, sungguh saat itu ia ingin tertawa namun dengan sekuat tenaga ia menahannya.


"Apa ini?" Tanya Arjuna dingin.


"Tanda maaf dari ku suami ku, tolong maafkan aku, ku mohon" Naya masih tertunduk.


"Hah! Sebuah permen, kau menghargai maaf ku dengan sebuah permen murahan itu?" Seru Arjuna.


Juna pun meraihnya memutar-mutar permen itu, lalu menatap kearahnya.



"Sungguh kau membuat ku kecewa Naya? Bisa-bisanya kau menghargai ku dengan ini? ck ck ck" Arjuna menggeleng, ia berniat pergi namun dengan cepat di tahan oleh Naya.


"A...Arjuna ku mohon maafkanlah aku, baiklah... Baiklah hukum saja aku Juna jika itu mampu membuat mu memaafkan ku" Naya memohon sembari menelungkup kan kedua telapak tangannya di hadapan Arjuna sehingga membuat Juna terkejut.


Tak lama Rian pun datang menghampiri Arjuna dan Naya.


"Maaf Tuan? Apa Kita kembali ke hotel sekarang?" Tanya Rian.


"Iya, emmm Rian? ambil permen ini aku tidak butuh" Ucap Arjuna yang langsung melempar kearah Rian, melihat itu Naya terlihat sedih.


"Juna?" Rengek Naya.

__ADS_1


"Aku tidak mau memaafkan mu" Jawab Juna masih ketus.


"Ya sudah kalau begitu hukum saja seperti yang ku bilang tadi pada mu" Naya masih berusaha meluluhkan Arjuna.


"Memangnya kau benar-benar mau menjalani hukuman dari ku?" tanya Arjuna sembari melipat kedua tangannya di depan dada, Naya pun menjawab dengan anggukan kepalanya cepat.


"Apapun itu?" Tanya Juna.


"Apapun Juna, asal kau mau memaafkan ku" Ucap Naya


"Kau yakin istri ku?" Tanya Arjuna sembari membungkuk.


Gleeeeeekkk Naya menelan ludah "i...iya Juna" Jawabnya lirih, sekilas senyum jail Arjuna pun tersungging, ia pun kembali menarik tubuhnya berdiri dengan posisi normal.


"Ya sudah kau kembali dulu sana ke mobil" Titah Arjuna.


"Lalu kau?" Tanya Naya.


"Aku menyusul, sudah sana" Ucap Arjuna dengan nada ketus nya itu, sembari tertunduk Naya pun berjalan lunglai menuju parkiran mobilnya yang tidak jauh dari tempat Arjuna berdiri.


Dengan memastikan Naya sudah jauh ia pun menoleh kebelakang, kembali menghadap ke Rian.


"Mana permen ku?" Tanya Arjuna pada Rian.


"Pe..permen?" Rian tergagap, permennya itu sudah masuk kedalam mulutnya. Kraaaaaaakkk Rian mengunyahnya saat itu juga mata Arjuna membulat.


"Hei, jangan bilang kau memakan permen ku?" Tanya Arjuna sembari menunjuk kearah Rian.


"Lah... Tadi Bos bilang tidak mau, dan menyerahkannya pada ku, maka dari itu ku makan saja" ucap Rian.


"jangan mentang-mentang aku memberikannya padamu lalu kau langsung memakannya begitu saja! Riaaan, kauuuu"


Gleeekk Rian benar-benar ketakutan "ma... maaf Tuan aku tidak tahu" Rian melangkah mundur saat Arjuna mulai mendekat.


"Cecunguk ini....? Sini keluarkan tidak!, keluarkan permen permintaan maaf itu bodoh! cepat keluarkaaaaaan!" Juna mencekik leher asisten pribadinya itu.


"Aaaarrrhhh Tuan, tolong itu tidak mungkin" Rian pun berhasil melepaskan diri dan berlari kencang ke kiri dan ke kanan menghindari kejaran bosnya itu.


"Hey! Mau kemana kau hah! sini kau bedebah, kembalikan permen ku" Juna terus berusaha mengejarnya.

__ADS_1


"aaaaarrrhhhh ampun Tuan, Aku akan menjemput Dodit Tuaaaaan tolong maaafkaaaan akuuuuuuu" Rian terus menghindar dan berlari masuk kedalam gedung hotel itu.


"Riaaaaaaan!! kembaliiii kaaaaauuuu!!" Seru Arjuna yang merasa geram namun ia juga lelah karena mengejar Rian yang larinya sangat cepat itu sehingga membuatnya menghentikan laju kakinya itu.


__ADS_2