Istri Kontrak Tuan Arjuna

Istri Kontrak Tuan Arjuna
spesial momen Raihan, Kinara (extra part 1)


__ADS_3

Raihan terus menggandeng tangan Kinara tanpa melepasnya melewati trotoar jalan mencari sebuah kedai kopi terdekat, hingga tak terasa setetes air jatuh dan di barengi dengan tetesan yang Lain.


"Hujan?" Gumam Raihan menatap langit, ia pun semakin mempererat pegangannya dan segera berlari bersama Kinara mencari tempat teduh sejenak sesaat hujan itu semakin deras, hingga mereka pun berdiri di depan toko yang tengah tutup.


"Sial kenapa tiba-tiba hujan sih?" runtuk Raihan menatap langit,


"Pffffff" Kinara terkekeh sembari menutup mulutnya, membuat Raihan menoleh ke arahnya.


"nona tertawa?" Tanya Raihan bingung.


"Entah mengapa setiap kali bertemu dengan mu selalu turun hujan" Jawab Kinara.


"Masa?" Tanya Raihan bingung.


"Malam itu saat di Sevel, satu minggu kemudian, lalu hari ini langit cerah pun tiba-tiba hujan, pantas kau ku sebut pria hujan" Ucap Kinara sembari terkekeh-kekeh, sedangkan Raihan masih bingung.


"Satu minggu kemudian? Maksudnya, kita kan baru bertemu dua kali" Tanya Raihan.


"Iya itu bagi mu, bagi ku kita sudah bertemu tiga kali, di depan sevel itu juga kau tengah berdiri dengan seorang wanita berambut pendek" Ucap Kinara.


"Rambut... Pendek?" Raihan mengingat-ingat 'apa mungkin sore itu saat aku tengah bersama Wina ya?' Gumamnya dalam hati.


"Iya wanita berambut pendek, apa? Dia kekasih mu?" Tanya Kinara.


"Kekasih? Aaahhh bukan, dia itu temannya Naya, istrinya Tuan Arjuna" Jawab Raihan yang masih sibuk mengusap wajahnya yang basah.


Melihat itu Kinara mengambil saputangan dari dalam tasnya, dan mendekati wajah Raihan, membuat Raihan terkejut lalu menjauhinya.


"No...Nona mau apa?" Tanya Raihan.


"Hanya mengusap wajah mu yang basah, ma...maaf aku tidak sopan ya?" Tanya Kinara.


"Oh.. bi... biar saya saja sendiri Nona" Jawab Raihan gugup sembari meraih saputangan tersebut dan mengusap wajahnya sendiri, ya Raihan mulai menyadari kalau kinara tipe gadis yang sedikit berani menyentuh lawan jenisnya.


"Maaf ya jika aku tidak sopan, mungkin karena aku terlalu lama di Amsterdam itu yang membuatku terbiasa dengan budaya disana" ucap Kinara merasa tidak enak.


"Aaahhh iya Nona aku mengerti kok" Jawab Raihan salah tingkah.

__ADS_1


'Haduh hujan tak kunjung reda, bagaimana ini? Sudah hampir satu jam aku berdiri di sini bersamanya' Gumam Raihan ia melirik ke arah Kinara yang terlihat kedinginan mengusap-usap lengannya. Ia pun menoleh melirik ke jaketnya yang tengah ia gunakan.


'Jaket ku, tapi ini kan kotor, apa dia mau memakainya?' Gumam Raihan, namun melihat kinara benar-benar terlihat kedinginan ia pun memutuskan melepas jaketnya lalu menggantungkannya di bahu Kinara yang saat itu juga membuat Kinara melebarkan bola matanya dan menoleh ke arah Raihan yang tengah memakaikan jaketnya.


"Maaf Nona, mungkin jaket ku sedikit kotor tapi setidaknya bisa menghalau hawa dinginnya" Tutur Raihan yang lantas tersenyum lalu kembali menatap ke depan sembari menggosok kedua telapak tangannya merasa dingin.


'Jaket ini harum tubuh pria itu' gumam Kinara dalam hati sembari tersenyum senang. 'Pria ini sweet sekali' sambungnya.


"Nona, hujan ini kelihatannya Akan awet" Ucap Raihan


"Tidak apa kok, aku tidak apa menunggu disini, asalkan bersama mu" Jawab Kinara tanpa sadar masih terus menatap ke arah Raihan yang seketika itu menoleh ke arah Kinara.


"Aahhhaaa Nona bisa saja bercandanya" Raihan garuk-garuk kepala 'sial, ada apa sih sama wanita ini bikin kikuk saja' runtuk Raihan dalam hati.


Sudah cukup lama mereka menunggu hujan reda hingga membuat kaki Kinara semakin terasa pegal akibat terlalu lama berdiri, membuatnya mulai merasa tidak tahan untuk berdiri lebih lama lagi terlebih dengan sepatu hak tinggi yang ia kenakan itu membuat tumitnya terasa sakit.


"Nona, sepertinya hujannya mulai reda kita kembali ke mobil mu saja ya, tidak usah mengopi" Ucap Raihan ia pun berjalan lebih dulu.


"Aahhh Tuan tunggu" Seru Kinara pada Raihan yang sudah berada di depannya.


"Ada apa Nona?" Tanya Raihan.


"Lalu?" Tanya Raihan dingin.


"Emmm maukah Anda membantu ku" Ucap Kinara sembari melebarkan senyumnya, Raihan pun menghela nafas, dan berjalan kembali menghampiri wanita itu lalu berjongkok di hadapannya.


"I...ini?" Kinara bingung.


"Naik saja ke punggung ku Nona, mumpung hujannya belum kembali deras" Ucap Raihan, kinara pun menyunggingkan senyumnya lalu melingkari tangannya di leher Raihan, saat itu juga Raihan pun berdiri dengan Kinara di gendongannya.


'Haduuuuuhhh tidak nyaman sekali rasanya, tapi jika memapahnya itu akan lama sampai ke mobilnya, jadi menyesal mengajaknya mengopi, padahal niatnya mau mengucapkan terimakasih, malah jadi terjebak begini sih?' gumam Raihan dalam hati, masih berusaha melangkahkan kakinya.


'Kyaaaaa, sungguh pria ini benar-benar sweet, ia memberikan jaketnya dan sekarang ia bahkan mau menggendong ku segala, oh pria hujan ku' gumam Kinara dalam hati sembari senyum-seyum sendiri.


'Kenapa rasanya jauh sekali sih, di mana lagi mobilnya itu, haaaahhh' runtuk Raihan yang masih terus berjalan di tengah hujan gerimis sembari menggendong Kinara.


"Tuan? Aku belum tau nama mu hehehe padahal kita sedari tadi berdua, habis kau banyak diam sih sampai aku bingung ingin menanyakannya" Ucap Kinara.

__ADS_1


"Raihan" Jawab Raihan dingin.


"Oohhh Tuan Raihan, aku Kinara" ucapnya.


"Saya sudah tau Nona" Jawab Raihan.


"Oh, ya? Bagaimana bisa kau tau nama ku? Waaahhh"


"Kan tadi Tuan Arjuna menyebutkan namamu" Jawab Raihan datar.


"Ahaaaa iya aku lupa, aku pikir kau?"


"Nona? Mobil mu dimana sih?" Raihan memotong ocehan Kinara.


"Di depan sana, itu mobil yang berwarna merah" Jawab Kinara.


'Haduuuuuhhh jauhnya' runtuk Raihan yang mulai kelelahan.


"Aku tidak berat kan?" Tanya Kinara.


"Sedikit" Jawabnya mulai ketus, karena Raihan mulai jenuh dengan ocehan Kinara sepanjang jalan yang mereka lalui. Sedangkan kinara semakin menyukai sikapnya itu.


Sesampainya di depan mobil Kinara Raihan pun menurunkan tubuh gadis itu lalu meregangkan pinggang dan punggungnya.


"Astaga, akhirnya aku bisa terlepas dari penderitaan ini" Gumamnya sangat lirih, sedangkan Kinara hanya cengengesan.


Kinara pun mengeluarkan kunci mobil dari dalam tasnya lalu mengulurkannya ke hadapan Raihan.


"Ini?" Raihan merasa bingung.


"Kau yang membawa mobil ku ya" Ucap Kinara yang lantas membuka pintu samping kursi kemudi.


"A...apa? No... Nona? Aku mau naik subway saja ya" Ucap Raihan.


"Tidak usah, kan ada mobil ku, akulah yang akan mengantar mu sampai hotel tempat mu menginap Tuan Raihan, ayo cepat keburu deras ini" Tutur Kinara yang lantas masuk kedalam mobilnya.


"Aaiiiiiissssshhh kenapa jadi begini sih?" runtuk Raihan menggaruk-garuk kepalanya yang tak gatal.

__ADS_1


Kinara mengeluarkan kepalanya dari kaca samping mobilnya. "Hey Tuan? Ayoo" Ajak Kinara sembari tersenyum, yang akhirnya membuat Raihan terpaksa berjalan menuju pintu kursi kemudi itu dan membukanya lalu masuk. Braaaaaaakkk Raihan menutup pintu mobilnya lalu melirik sebal ke arah Kinara sembari memasang savety beltnya.


Tak lama mobil pun melaju meninggalkan gedung kosong itu, dengan perasaan senang karena bisa bertemu dengan pria hujannya itu, terlebih dengan kenyataan bahwa pria itu tak memiliki kekasih membuatnya semakin menyukai Raihan, Kinara pun tak henti-hentinya tersenyum di dalam mobil itu sembari menatap ke jalan.


__ADS_2