Istri Kontrak Tuan Arjuna

Istri Kontrak Tuan Arjuna
Dodit style


__ADS_3

Raihan memarkirkan motornya di parkiran kantornya dulu, ia menoleh sejenak dimana ada rasa kerinduan di kantor ini, sedikit senyum tersungging saat seorang security menyapanya, dengan mengobrol singkat ia pun melanjutkan tujuannya bertemu dengan Arjuna di kantornya sesuai panggilan Arjuna yang memintanya untuk hadir kembali ke perusahaannya pagi ini.


Tokk tokk tokk...


Raihan mengetuk ruangan CEO itu, mendengar suara Juna yang berseru dari dalam untuk menyuruhnya masuk ia pun membuka pintu ruangan itu dan masuk.


"Oh Raihan, duduk lah" Ucap Arjuna yang lantas beranjak dan duduk di sofa yang terdapat di ujung ruangan itu.


"Kenapa anda tiba-tiba memanggil saya?" Tanya Raihan, Arjuna pun menyerahkan sebuah stopmap pada Raihan, Raihan mengerutkan dahinya.


"Ini?" Tanyanya bingung.


"Kontrak kerjamu,hmmm lebih tepatnya aku ingin kau bekerja disini lagi, dan mengurus Devisi mu Raihan" Ujar Arjuna.


"Kenapa tiba-tiba? Maaf apa ada hubungannya dengan kejadian kemarin, saat ibu ku melakukan kekerasan pada Naya? Saya benar-benar minta maaf Tuan, saya sudah menegur ibu saya kemarin" Tutur Raihan.


"Bukan karena itu, selain Farhat yang sudah tertangkap, aku ingin kau membantu ku lagi disini karena jujur saja semenjak kau keluar perusahaan sedikit morat marit, mohon pertimbangkan tawaran ku Rai" Ucap Arjuna.


Raihan pun meraih stopmap itu dan membacanya.


"Aku akan mengangkat mu sebagai karyawan tetap disini Rai" Lanjut Arjuna.


Sedikit menghela nafas Raihan pun mengangguk.


"Saya bersedia Tuan, untuk mengabdi lagi di perusahaan mu" Tutur Raihan Arjuna pun tersenyum dan mengulurkan tangannya dengan Raihan yang langsung meraihnya menjabat tangan Arjuna.


"Selamat bergabung lagi di Dirgantara Raihan" Ucap Arjuna.


"Terimakasih Tuan Dirgantara" Raihan tersenyum.


Hari itu juga Raihan mulai bekerja di kantor Arjuna, ia berjalan menuju meja devisinya dimana semua teman-teman satu timnya terkejut dan langsung mendekati Raihan yang sudah menyapa mereka dengan wajah sumringah.


"Ketua Raihan!" Seru salah seorang dari mereka yang lantas membuat semuanya langsung beranjak dan memeluk Raihan.


"Okay, kita siap berjuang lagi?" Seru Raihan.


"Siap Ketua!" Jawab semua yang ada di sana dengan semangat.


Di sisi lain Dodit melihat dari kejauhan, sembari menyilangkan kedua tangannya ia tersenyum senang karena sahabatnya itu bisa kembali bekerja di perusahaan ini, ia pun mengencangkan kacamatanya dan membalik badannya, namun karena ia membalik badan dengan tiba-tiba ia tidak tau kalau ada Lifia di belakangnya sehingga membuatnya menabrak tubuh Lifia yang seketika itu langsung di tangkap nya karena Lifia hampir terjatuh.

__ADS_1


Beberapa saat mata mereka saling bertemu.


'Penyihir ini sebenarnya cantik juga ya' gumamnya dalam hati.


"Hei bedebah! Kau tidak punya mata ya? Apa yang kau lakukan hah! Cepat Lepaskan aku bodoh!" Seru Lifia, dengan Reflek Dodit melepaskan tubuh Lifia hingga ia terjatuh ke lantai.


"Aaaaarrrrhhhh Pria bodoh!" Bentak Lifia yang masih terduduk di atas lantai.


"Kau minta aku melepaskannya kan?" Ujar Dodit datar.


"Hiiiisssss tapi bukan di lepaskan begitu saja dasar mata kaca!" Seru Lifia yang lantas beranjak lalu memukuli bahu Dodit dengan brutal.


"Hei...hei... Nona apa yang kau lakukan itu sakit tau!" Seru Dodit yang tengah menahan pukulan dari Lifia.


"Biar saja, biar kau mati sekalian dasar bedebah tengik!" Lifia pun berbalik arah dan melenggang masuk kedalam lift itu.


"Cih... Apa-apaan dia itu, dasar wanita penyihir mengerikan" Umpat Dodit yang langsung melenggang pergi.


Di dalam lift...


"Hiiiihhh apa-apaan tadi, adegan itu harusnya terjadi pada ku dan Juna bukan si mata empat itu! Dasar pria bodoh" Deegg degg Lifia melebarkan bola matanya dan menyentuh dadanya. "Aaarrrhhh apa-apaan ini juga! Tidak... Tidak boleh! Pria kaca mata itu tidak tampan sama sekali" Gumamnya, saking salah tingkahnya Lifia sampai melupakan tujuannya untuk bertemu Arjuna ia malah justru pergi lagi.


Rian masuk setelah sebelumnya mengetuk ruangan itu terlebih dulu.


"Tuan, ada undangan ke dari Jhosan untuk anda" Ucap Rian.


"Undangan?" Tanya Arjuna


"Iya, besok adalah hari peringatan berdirinya perusahaan itu yang akan di gelar di Singapura" Jawab Rian.


"Oh begitu ya? Tapi apakah besok lowong?" Tanya Arjuna.


"Anda ada beberapa jadwal disana juga Tuan, namun herannya Tuan Jhonatan tidak hanya mengundang anda Namun Nyonya Naya juga" Ucap Rian, Juna pun tertegun.


"Kenapa tiba-tiba ia mengundang Naya juga?" Tanya Juna.


"Saya juga tidak tau Tuan, mungkin semua istri para pejabat lain juga di undang ke acara itu" Tutur Rian.


"Ya sudah kalau begitu kau bisa keluar dan pesanan tiket pesawat untuk ku dan Naya" ucap Juna, Rian pun mengangguk dan berjalan keluar.

__ADS_1


"Tidak apa lah sekalian mengajaknya jalan-jalan, hitung-hitung untuk berbulan madu singkat, siapa tau setelah di Singapura nanti bibit yang ku tanam akan segera berbuah" Juna terkekeh ia pun meraih ponselnya dan menghubungi Naya untuk bersiap-siap karena siang ini juga mereka akan berangkat ke Singapura.


Mendengar kabar dari Juna Naya merasa senang, ia berharap di Singapura itu ia bisa bertemu dengan ibunya di sana melepas kerinduannya Yang sudah tertahan sejak lama.


Dengan semangat Naya menyiapkan keperluan yang akan di bawanya, hingga beberapa jam kemudian ia pun berangkat ke bandara dengan Arjuna yang sudah menantinya di sana.


Ini kali pertamanya Naya bepergian menggunakan pesawat, terlihat jelas antusiasnya Naya di dalam ruangan cabin yang hanya ada dirinya dan Juna di sana, Juna menggaruk keningnya merasa lucu dengan tingkah istrinya itu.


"Juna? Kita benar-benar di atas awan" Ucap Naya, Juna pun tersenyum.


"Maaf ya Naya, aku tidak pernah mengajak mu pergi ke luar Negeri" Ucap Juna, Naya pun menoleh kearah suaminya itu.


"Tida apa-apa, saat ini kau mengajak ku kan? Aku senang kok Juna" Jawab Naya dengan senyum lebar tersungging di bibirnya.


"Ini hanya Singapura Naya, menurut ku masih dekat" Ucap Juna.


"Justru karena ke Singapura aku sangat senang Juna, aku berharap bisa bertemu ibu ku di sana" Tutur Naya penuh harap, ia pun kembali menoleh kearah jendela sembari bertopang dagu.


'Ku harap begitu sayang, karena ini acaranya Jhonatan, Nyonya Almira pasti ada di sana' gumam Juna dalam hati sembari tersenyum.


Beberapa menit sebelumnya...


Karena Dodit ikut ke Singapura sebagai perwakilan dari devisi pemasaran ia pun memotret dirinya di salah satu kafe di bandara itu, dan memposting nya di media sosial Stagram.



Dengan caption (Menikmati kopi sebelum take-off)


"Wooaaaahhh aku tampan sekali ternyata" Gumamnya sembari terkekeh.


Tidak disangka akunnya berteman dengan Lifia yang saat itu sama-sama tengah menunggu pesawat,


Kala itu Lifia tengah meneguk air mineral di botolnya sembari mengusap layar ponselnya melihat-lihat akun Stagramnya.


"Bruuuuuuffffffff" Lifia tiba-tiba menyemburkan air dari mulutnya saat mendapati Foto Dodit itu.


"Se...sejak kapan aku saling follow dengan bedebah tengik ini?" Tuturnya ia pun mematikan ponselnya cepat dan memasukannya kedalam tasnya itu.


"Merusak mood ku saja" Gerutunya lagi.

__ADS_1


__ADS_2