Istri Kontrak Tuan Arjuna

Istri Kontrak Tuan Arjuna
Naya ku malang


__ADS_3

Raihan yang baru saja memasukan tas ibunya kedalam rumah pun kembali keluar.


"Hei Raihan kau mau kemana lagi?" Seru ibunya itu.


"Aku mau ke sevel bu mencari sesuatu" Jawab Raihan, sembari berjalan keluar, di depan rumahnya ia melihat Naya yang masih menyirami tamannya.


'Naya benar-benar terlihat bersinar' Gumam Raihan sembari tersenyum, Naya pun menyadari tatapan Raihan itu membuatnya menoleh kearah Raihan, dengan cepat Raihan pun memalingkan wajahnya dan kembali berjalan menuju motornya, lalu pergi membawa laju motornya itu.


Melihat itu Naya pun tersenyum dan kembali fokus pada tanaman itu.


Di sisi lain ibunya Raihan keluar sembari membawa seember Air penuh, dan mendekati Naya, lalu menyiramkan air itu ke tubuh Naya dari atas kepalanya, membuat Naya terkejut bukan kepalang, ia sudah tau ibunya Raihan akan menghampirinya namun ia tidak menyangka bahwa ibunya Raihan akan menyiramkan air ke padanya.


"A...apa yang ibu manda lakukan, kenapa Tiba-tiba ibu menyiram saya?" Tanya Naya, plaaaaaaaaaaakkkk, Naya menjerit saat sebuah tamparan mendarat di pipinya.


"Tidak tau diri, saat susah kau meminta bantuan pada Raihan, saat sudah kaya kau sewenang-wenang padanya hingga membuat suami kaya mu itu memecat Raihan!" Seru ibunya Raihan, mata Naya pun berkaca-kaca.


"Raihan di pecat? Aku tidak tau kalau suami ku memecat Raihan bu, sungguh" Plaaaaaaaaakkk sekali lagi ibunya Raihan itu menampar Naya, dan kini menarik rambut Naya lalu mendorongnya ke sebuah tanah yang terdapat genangan air, membuat Naya jatuh tersungkur dengan pakaiannya yang kotor.


"Ibu apa salahku, aku benar-benar tidak tau apa-apa" Naya terisak, merasakan sakit di bagian bokongnya akibat terhempas dengan keras ke tanah berlumpur itu.


"Hei Naya! Aku sudah benar-benar gemas dengan mu ya? Aku itu sangat menanti saat-saat ini, kau benar-benar gadis tidak tau malu, karena kau Raihan jadi susah! Semua karena kesialan mu itu!" Tangan ibunya Raihan kembali terangkat hendak menampar Naya lagi yang sudah menutupi wajahnya dengan lengannya, namun dengan cepat tangan itu tertahan.


Ibunya Raihan menoleh dan mendapati Arjuna dengan raut wajah kesal menatap tajam kearahnya.


"Apa yang Anda lakukan pada istri saya?" Ucap Arjuna datar.


"A...anda sudah kembali"


"Anda siapa? Berani-beraninya melakukan hal itu pada istri saya?" Tanya Arjuna lagi.


"Saya hanya kesal padanya Tuan, Anda itu pasti sudah di bohongi sama gadis ular ini, wanita ini pasti hanya mengharapkan harta Anda saja Tuan, jadi buka mata hati anda dan lihat wanita hina ini, sama sekali tidak pantas untuk anda" Seru ibunya Raihan.

__ADS_1


"Siapa wanita hina yang Anda maksud? Dia atau diri anda sendiri?? Melakukan tindakan kekerasan fisik seperti ini? Anda pikir saya tidak bisa menuntut anda?" Tutur Arjuna, mendengar itu ibunya Raihan pun bungkam.


"Apapun masalah anda padanya, anda tidak berhak melakukan itu pada Naya, dan dengar? Jika sampai ada lecet sedikit pun pada istri saya? Saya tidak segan-segan untuk benar-benar menuntut Anda, Anda mengerti!" Seru Arjuna sembari melepaskan tangan ibunya Raihan itu, yang dengan cepat melangkah menuju rumahnya.


Arjuna pun menyadari saat ia masuk ke rumah Raihan, bahwa wanita itu pasti ibunya Raihan.


"Bangunlah sayang, sini biar ku bantu" Ucap Arjuna yang tengah mengulurkan tangannya ke arah Naya yang masih terisak itu, perlahan tangan Naya yang kotor itu meraih tangan Arjuna.


"Kasian sekali kau sayang, apa dia ibunya Raihan?" Tanya Arjuna, Naya pun mengangguk pelan dan berjalan masuk kedalam rumahnya, untuk membersihkan diri.


Di depan pintu kamar mandi itu Arjuna berdiri menunggu Naya, ckllaaaaaaakk tak lama pintu kamar mandi itu terbuka Arjuna pun menoleh dan memegangi wajah Naya,


"Sayang kau tidak Apa-apa?" Matanya pun tertuju pada pipi Naya yang merah.


"Ini? Pasti gara-gara wanita tua itu" Arjuna berniat keluar namun di tahan oleh Naya yang menggeleng pelan, ia pun memeluk tubuh Juna dan menangis sesegukan di pelukannya.


"Sayang? Apa ada yang sakit lagi selain pipi mu sayang, katakan pada ku, yang mana yang sakit?"


"Tidak Ada Juna sudah hentikan, aku hanya ingin memeluk mu, karena kau datang di saat aku membutuhkan mu" Naya kembali terisak.



"aku benar-benar tidak tega dengan mu yang di perlakukan seperti tadi sayang" Gumam Arjuna yang lantas mendekatkan wajahnya mengecup bibir istrinya itu sebentar lalu melepaskannya lagi.


"Kita ke kamar yuk" Ajak Arjuna yang di balas anggukan pelan Naya, Juna mengusap air mata Istrinya itu dan menuntunnya masuk.


Di dalam kamar Naya Juna mengusap pipi Naya yang merah itu.


"Ini pasti sakit sekali, wanita itu!" Arjuna masih geram pada ibunya Raihan.


"Tidak Apa-apa kok, besok juga hilang" Ucap Naya.

__ADS_1


"Tidak Apa-apa bagaimana? Aku mau tanya pada mu? Apa yang terjadi sebenarnya kenapa dia bisa berbuat seperti itu?"


"Ibu Manda hanya kesal pada ku Juna, sudah lupakan"


"Naya, aku tidak mau dia melakukan itu lagi pada mu sayang, sebaiknya malam ini juga kita kembali ke rumah ku ya" Ucap Juna.


"Juna aku tidak Apa-apa"


"Apanya yang tidak Apa-apa sih? Jelas-jelas ia melakukan kekerasan pada mu Naya, pokoknya malam ini juga kita kemasi yang perlu di bawa dan pergi dari rumah ini ya"


"Tapi aku masih betah disini Juna, aku masih berharap ibu ku akan datang" Air mata Naya kembalikan menetes, membuat Juna iba.


"Kau rindu ibu mu?" Tanya Juna, Naya pun mengangguk.


"Akhir-akhir ini aku selalu mimpi buruk tentang ibuku, ada banyak orang jahat di sekitarnya, aku takut itu terjadi juga pada ibu ku Juna" Naya kembali terisak, membuat Arjuna meraih tangan Naya dan menariknya kedalam pelukannya.


"Aku akan berusaha mencari tau tentang ibu mu sayang, aku akan mencarinya" Ucap Juna, Naya pun mendongak.


"Benarkah?" Tanya Naya, Arjuna pun mengangguk.


"Aku boleh tau wajah ibu mu? Apa kau masih ada fotonya" Tanya Juna, Naya pun mengusap air matanya lalu beranjak ke arah meja rias nya, dan perlahan membuka laci itu, ia pun tertegun sejenak lalu meraihnya dan memberikannya pada Arjuna, sesat mata Arjuna melebar saat mengetahui wajah ibunya Naya.


"Dia? Almira Larasati?" Tanya Juna.


"Iya itu ibu ku, kau pasti mengenalinya karena ia salah satu penyanyi yang lumayan terkenal" Jawab Naya, Arjuna tertegun sembari terus memandangi wajah ibunya Naya itu.


'Jadi istrinya Tuan Jhonatan itu ibunya Naya? Bagaimana bisa, pantas saja garis wajahnya mirip dengan Naya' gumamnya dalam hati.


"Juna? Ada apa?" Tanya Naya membuat Arjuna terlepas dari lamunannya itu.


"Tidak sayang, sepertinya aku kenal suaminya" Ucap Juna.

__ADS_1


"Benarkah?" Naya berbinar.


"Iya sayang, aku akan mencoba mencari tau ibu mu ya, kau tenang saja" Ucap Arjuna sembari membelai lembut rambut Naya.


__ADS_2