
Malam itu Juna mengajak Nayaka makan di luar, ia memang sengaja menyuruh Naya untuk tidak memasak hidangan makan malam mereka, karena ini adalah tanggal di mana mereka genap satu tahun satu minggu pernikahan mereka.
Ya karena momen perceraian itu membuat Naya dan Juna melupakan aniversary mereka.
Juna membawa laju mobilnya dengan kecepatan sedang, ia menoleh kearah istrinya itu yang masih terlihat sedikit murung, entah apa yang ada di pikiran Naya, entah itu tentang ibunya atau tentang ibunya Raihan tadi, yang pasti akibat kejadian itu ia benar-benar harus membawa Naya kembali ke rumahnya, ia juga menyuruh Claudia dan supirnya itu untuk mengemasi barang mereka karena sehabis dari Dinner ini mereka akan langsung pulang ke rumah Juna yang bak istana itu.
Mobil Juna telah sampai di sebuah restoran mewah, Juna keluar mobilnya lebih dulu lalu membukakan pintu untuk Naya, dan mengulurkan tangannya ke hadapan Naya, Naya pun tersenyum saat di perlakukan seperti itu oleh Juna, karena ia terlihat romantis malam ini.
Dengan saling mengatupkan tangan, mereka pun berjalan, seorang manager resto menghampiri Arjuna.
"Selamat datang di Restoran kami Tuan Dirgantara, kami sudah menyiapkan tempat yang cocok sesuai reservasi Tuan" Ucap Manager Restoran tersebut, yang lantas di balas senyum Arjuna. Dan manager itu pun menyuruh salah sorang pelayanannya untuk mengantarkan Arjuna dan Naya.
"Mari Tuan, Nyonya" Ajak pelayan tersebut yang berjalan lebih dulu, keduanya pun melangkah menuju ruangan yang sudah di pesan oleh Rian atas perintah Arjuna.
pelayanan tersebut mulai membuka tempat itu, disaat yang sama saat pelayan itu membuka lebar pintunya Naya pun di buat takjub, bagaimana tidak, tempat itu seperti sebuah rooftop yang luas dengan satu meja di ujung rooftop itu dan dua kursi yang saling berhadapan. Dimana terdapat lilin-lilin yang sangat indah dengan pemandangan kota sungguh sangat terlihat romantis, Naya masih di buat takjub dengan apa yang ia lihat itu, Arjuna pun menoleh ke arah Naya dan tersenyum.
"Ayo sayang kita ke sana" Ajak Arjuna yang lantas di iyakan oleh Nayaka, mereka pun melangkah bersama menuju kursi itu.
Seorang pelayan meletakan makanan yang tidak pernah di lihat Naya sebelumnya, ya tentu saja jika itu bukan karena Juna yang selalu menganggapnya budak dulunya ia pasti sudah familiar dengan makanan-makanan itu saat ini.
Mereka pun menuangkan minuman di gelas mereka.
"Silahkan menikmati hidangan dari restoran kami Tuan dan Nyonya Dirgantara, saya permisi dulu" Ucap Pelayan tersebut lalu melenggang pergi.
Juna meraih tangan Naya membuat Naya seketika menoleh kearahnya setelah sedari tadi sibuk menatap ke sekeliling.
"Naya? Malam ini, aku anggap sebagai malam peringatan Aniversary kita, walau sedikit terlambat tapi aku tetap berusaha untuk memberikan sedikit perayaan di momen spesial kita ini" Ucap Juna, Naya pun tersenyum.
"Iya Juna, terimakasih untuk malam ini" Ucap Naya, tak lama tangan Arjuna masuk kedalam saku jasnya dan mengeluarkan sesuatu dari dalam saku itu, yaitu sebuah kotak mungil berwarna hitam.
Ia pun mengeluarkan kotak itu yang tak lain adalah sebuah kalung berlian yang sangat indah, membuat mata Naya berkaca-kaca.
"Naya, ini semua sama sekali belum ada apa-apanya dari kesediaan mu untuk menerima ku kembali, jadi? Aku harap kau mau menerima ini sebagai tanda cinta ku pada mu" Arjuna pun beranjak ia berdiri di belakang Naya dan memasangkan kalung itu di leher Naya.
Sesaat setelah pengait itu mulai terpasang ia pun meraih tangan Naya dan memegangi keduanya.
__ADS_1
"Aku mencintaimu Naya, tetap terimalah aku sepanjang hidup mu, sampai kita menua bersama" Ucap Arjuna, Naya pun memeluk Arjuna dengan penuh haru.
"Tuan Arjuna ku, aku juga mencintai mu" Gumam Naya sembari menangis haru dengan wajah yang terbenam didada Arjuna, Arjuna pun tersenyum senang, sembari mengecup kening Naya.
"Sekarang kita makan yuk" Ajak Arjuna, Naya pun mengangguk dan kembali duduk di bangku masing-masing dan mulai menyantap hidangan yang terhidang di hadapan mereka.
Setelah selesai menyantap makan malam itu, Mereka pun pulang kerumah Arjuna.
Di sana para pelayan sudah menyambut kedatangan Nayaka kembali dengan perasaan senang Claudia sampai menitikkan air mata tidak percaya kalau Nyonya nya itu akan kembali ke rumah ini lagi.
"Selamat datang kembali Nyonya Nayaka" Ucap Claudia, Naya pun memeluk Claudia langsung.
"Terimakasih ibu Claudia, aku senang bisa bertemu dengan mu lagi" Balas Naya.
"Kami lebih senang Nyonya" Jawab Claudia.
"Hmmm, sudah waktunya kita masuk sayang, ayo" Ajak Arjuna yang langsung menggandeng Naya menaiki anak tangga menuju ke kamar mereka.
Arjuna pun membuka kamar itu dan menghirup aroma kamar tercintanya, dan berjalan cepat merebahkan tubuhnya di atas ranjangnya itu.
Naya pun terkekeh melihat tingkah Arjuna yang benar-benar merindukan ranjangnya yang nyaman itu, ia pun duduk di sebelah Arjuna.
"Kau berlebihan sekali Juna" Tutur Naya.
"Berlebihan bagaimana memang benar tuh aku merindukan kamar ku" Tutur Arjuna, Naya pun geleng-geleng kepala.
"Harusnya masih ada tiga minggu lagi, namun kau tetap memaksa pulang"
"Ya mau bagaimana lagi, aku tidak mau kau di sakiti oleh ibunya Raihan itu" Ujar Arjuna yang masih memeluk bantal empuknya itu dengan mata yang terpejam.
'Sekarang kau bilang seperti itu Tuan Muda, dulu kau sangat gemar menyiksa ku, ini hanya alasan mu saja kan agar bisa segera kembali kerumah mu, huh dasar curang' gumam Naya dalam hati.
"Naya aku tau kau pasti tengah menggumam dalam hati mu kan?"
'Ehhh bagaimana dia bisa tau?' gumam Naya dalam hati.
__ADS_1
"Ti...tidak kok, siapa bilang"
"Lihat kau tergagap kan? Berati benar dugaan ku" Arjuna beranjak.
"Sekarang katakan? Kau sedang menggerutu apa tentang ku?" Tanya Arjuna
"Aku bilang aku tidak menggerutu Juna"
"Bohong, kau jangan coba-coba berkata dalam hatinya? Karena aku bisa mendengar suara yang ada di dalam dada mu itu" Ucap Arjuna
"Ma..masa sih?" Naya menutupi dadanya dengan kedua tangannya.
"Kau tidak percaya?" Tanya Arjuna.
"Tentu saja tidak, ma...mana ada orang bisa mendengarkan suara hati"
"Baiklah, sekarang coba katakan sesuatu di dalam hati mu"
'Apa?' ucap Naya dalam hatinya.
"Kau pasti baru saja mengatakan apa?" Deeeeeggg Naya tercengang.
"Ka...kau benar-benar bisa mendengarkan isi hati ku?" Arjuna pun tersenyum jail
'Istri ku kau ternyata masih bisa di bilang gadis bodoh ya ckckck' Arjuna terkekeh dalam hatinya.
"Benarkan apa kata ku, makannya hati-hati dengan Arjuna mu ini" Gleeeeekkk.
'Gawat' ucap Naya dalam hati.
"Tidak usah berkata Gawat di dalam hati mu Naya aku bisa mendengar itu" Tutur Arjuna.
"Aaarrrhh Juna bagaimana kau bisa tau aku berkata gawat?" Naya pun beranjak dan berjalan cepat menuju kamar mandi.
Sedangkan Arjuna tengah tertawa jenaka di atas ranjangnya.
__ADS_1
"Naya...Naya, Kata-kata itu kan sering dia ucapkan, ternyata semua karangan ku bisa di percaya semudah itu olehnya hahaha" Ucap Juna yang masih tertawa senang.