Istri Kontrak Tuan Arjuna

Istri Kontrak Tuan Arjuna
misi berbahaya


__ADS_3

Di dalam kamar hotel itu Naya benar-benar jenuh, selama seharian ia hanya berdiam diri dikamar itu, selain memainkan ponselnya, kerjaannya juga disibukan untuk menonton acara televisi yang sangat asing baginya.


Seharusnya hari ini mereka sudah kembali ke Indonesia, namun karena Juna menunda kepulangan mereka, Naya justru merasa kebingungan di sana, terlintas dipikirannya untuk keluar sebentar guna membuang jenuhnya berjalan-jalan di area hotel tersebut, namun ia takut kalau Arjuna akan marah padanya lagi, terlebih Saat Arjuna sudah mewanti-wanti nya agar tidak pergi dari kamar hotel tersebut.


Pik... Pik... Pik... Cklaaaak Naya menoleh ke arah pintu, saat mendapati Arjuna masuk ke dalam kamar mereka, dengan senyum tersungging Naya menghampiri suaminya itu.


"Juna? Kau pulang cepat?" Tanya Naya.


"Emmm, iya sayang, kau sudah makan siang?" Tanya Juna.


"Iya sudah suami ku, kau?" Tanya Naya balik.


"Iya sudah tadi bersama Dodit, Rian dan Raihan" Jawabnya.


"Raihan?" Naya bingung.


"Iya, ada kerjaan tambahan dan Raihan Harus hadir kemari" Jawab Juna.


"Apa Raihan sudah kembali bekerja di kantor mu?" Tanya Naya.


"Iya sayang, kemarin sebelum kita ke sini, aku mengajaknya kembali masuk ke kantor ku" Ucap Juna.


Naya pun hanya membulatkan bibirnya, Selebihnya Naya tidak berani bertanya apa-apa lagi, walau ia sedikit penasaran kenapa bisa Raihan keluar dari kantor Arjuna itu namun hal itu urung di tanyakan nya semua karena Arjuna terlihat seperti tengah banyak pikiran, ia yang hanya duduk di atas ranjangnya dan terlihat sedikit melamun membuat Naya bingung.


"Suami ku ada apa?" Tanya Naya yang saat itu juga membuyarkan lamunan Arjuna.


"Ahh... Tidak sayang, sini mendekat lah aku ingin memeluk mu" Ucap Juna yang langsung memeluk Nayaka.

__ADS_1


"Ada apa sayang? Kau tiba-tiba seperti ini."


"Hmmmzz aku hanya merasa takut saja" Jawab Juna lirih, masih dengan posisi memeluk Nayaka.


"Takut? Takut apa?" Tanya Naya bingung.


"Tidak kok sayang, tidak apa lupakan saja" Juna pun mengusap wajah cantik di hadapannya itu lalu mendekatkan wajahnya dan mencium Nayaka dengan penuh hasrat Perlahan hal itu membuat Naya bingung ia pun mendorong dada bidang itu, dan menatap wajah Arjuna dengan sudut matanya yang basah itu.


"Juna? Kau seperti sedih?" Tanya Naya.


'Naya? Malam ini aku dan yang lain akan menjalani misi berbahaya, aku sedikit takut terjadi sesuatu pada salah satu di antara kami, atau mungkin kami semua' Gumam Juna dalam hati.


"Juna? Kenapa kau tak menjawab ku" Tanya Naya, namun alih-alih menjawab pertanyaan Naya Juna justru menurunkan tubuh istrinya itu dan melepas atasannya, lalu kembali menurunkan tubuhnya menciumi Nayaka di bawahnya.


'Aku ingin bercinta dengan mu sayang, semoga ini bukan yang terakhir kalinya untuk kita' Gumam Arjuna dalam hati sembari menjamah seluruh tubuh istrinya itu dengan sentuhan cintanya, dengan desahan kecil di ke duanya yang memenuhi ruangan itu, sesaat setelah Arjuna mulai menghujaminya.


Beberapa jam sebelumnya Juna dan yang lain sudah sampai di area kedatangan di bandara Internasional changi Bandara ini terletak di daerah Changi di bagian ujung timur pulau Singapura dan merupakan salah satu fasilitas penerbangan terbaik di Asia dan dunia.


Di bandara yang berinterior artistik itu Mereka menanti Raihan, beberapa penumpang asal Indonesia pun sudah mulai keluar, tak lama Dodit mendapati Raihan.


"Tuan itu Raihan" Seru Dodit, Juna pun tersenyum, semuanya menyalami Raihan saat Raihan sudah berada di dekat mereka semua.


"Sekarang kita kembali ke hotel lalu membicarakan tentang rencana kita selanjutnya" Titah Arjuna yang lantas di iyakan semuanya.


Di kamar Dodit dan Rian, mereka mulai meeting untuk menjalankan misi mereka.


Dodit mulai menjelaskan semuanya pada Raihan, dengan Raihan yang sesekali mengerutkan keningnya dan berusaha mengerti, sedangkan Rian masih fokus pada laptopnya.

__ADS_1


"Tuan, pergerakan Tuan Jhonatan saat ini menuju Hotel Jhosan, tempatnya mengadakan pesta waktu kemarin" Seru Rian.


"Berarti Jhonatan belum memindahkan ibu Almira" Gumam Arjuna, Raihan pun beranjak, ia mendekati Rian.


"Rian coba gunakan pengaturan ini" Raihan pun mengetik sesuatu menggunakan kodenya, tak lama terlihat di google maps.


"Luar bisa, ada foto Tuan Jo di area parkir itu" Gumam Rian takjub.


"Gunakan kode itu Tuan Rian, asal Tuan Jo ada di luar ruangan potretnya pasti ada" Ucap Raihan.


"Ya masalah IT ku akui Tuan, Raihan jagonya, dia bahkan bisa meretas situs perusahaan Jhosan jika Tuan mau" Tutur Dodit memuji membuat Raihan tersipu malu.


"Kerja Bagus, selanjutnya kita lanjutkan pengaturan siasat ini" Ucap Juna.


"Aku ada ide sih Tuan, kita menyewa gadis muda untuk mengalihkan para ajudan Tuan Jhonatan bagaimana menurut Anda" Tutur Dodit sembari menunjukan sebuah majalah yang ada di hotel itu dimana beberapa foto gadis seksi terpampang di sana.


Juna pun manggut-manggut, "mungkin kita bisa pakai cara itu" Gumam Juna, teeesss, seketika setetes air mendarat di atas buku tersebut sehingga membuat ketiganya pun lantas menoleh ke arah Rian.


"Hei! Yang menetes itu? Dari mata mu, hidung, atau mulut mu?" Tanya Juna pada Rian.


"Ma...maaf Tuan, aku jomblo dari SMA, dan selama ini aku tidak pernah melihat wanita seksi, hasrat ku jadi naik" Rian mengelap liurnya yang tadi menetes itu, mendengar itu Raihan dan Dodit pun terkekeh.


Pletaaaaaaaaakkkk "aaaawwwhhh!!" Seru Rian saat mendapatkan pukulan di kepalanya.


"Tidak berguna!" Runtuk Juna sembari beranjak.


"Aku percayakan pada kalian, semoga malam ini misi kita sukses" Ucap Arjuna, harap-harap cemas, yang di sambut dengan senyum ketiganya, ia pun memutuskan untuk menyiapkan plan B jika Plan A gagal dan membahayakan ketiga anak buahnya itu.

__ADS_1


__ADS_2