Istri Kontrak Tuan Arjuna

Istri Kontrak Tuan Arjuna
Everything for you


__ADS_3

Arjuna duduk di atas ranjang Naya sembari mengkonfirmasi laporan yang masuk ke emailnya, Naya pun masuk dan meletakan kopi di meja sebelah ranjang itu, Arjuna tersenyum pada Naya dan mengusap kepala Naya.


"Juna, sudah pukul sepuluh malam? Apa pekerjaan mu masih banyak?" Tanya Naya.


"Iya sayang seharusnya aku cicil dari tadi pagi, namun karena kegiatan tadi pagi dan siangnya aku malah tidur sampai sore jadinya baru ku kerjakan sekarang" Jawab Juna dengan pandangan masih fokus ke laptopnya. Naya pun membulatkan bibirnya.


"Kenapa? Kau sudah ingin ku cumbu ya?" Tanya Arjuna.


"ti...tidak kok" Jawab Naya seketika dengan pipi yang tengah merona, Arjuna pun terkekeh, ia menggeser laptopnya mendekap tubuh Naya, lalu mengecupnya.


"Sayang? Aku itu menanti-nanti sekali momen ini, jadi?" Arjuna menurunkan lengan baju di bahu Naya lalu mengecup bahu Naya itu.


"Kita lakukan malam ini ya?" Bisik Arjuna di telinga Naya yang dengan perlahan mulai menurunkan tubuh Naya merebahkan nya ke Atas Ranjang.


"Ju...Juna? Aku, sedikit takut" Tutur Naya.


"Takut kenapa? Ini sudah hak suami istri untuk merasakannya kan? Lagi pula apa yang di takuti dari ku Naya?? Aku tidak akan membentak mu lagi seperti dulu kok" Ucap Juna yang hendak mencium Naya namun dengan cepat wajah itu berpaling ke kanan.


"Kenapa kau memalingkan wajah mu?" Tanya Juna lirih.


"Apa kau sudah memandangku sebagai Nayaka? Bukan Kinara?" Ucap Naya lirih.


"Sayang kenapa kau bilang seperti itu? Tentu saja aku memandang mu sebagai Nayaka istri ku" Tutur Arjuna yang masih berada di atas Naya dengan kedua siku yang masih bertopang mengungkung tubuh mungil di bawahnya.


"Apa semua ini kau lakukan karena iba? Atau karena perasaan bersalah mu?" Tanya Naya.


"Nay?"


"Aku ingin melakukannya Juna, asal kau benar-benar memberikan hati mu untuk ku seratus persen, tanpa ada Kinara sedikit pun" Ucap Naya, Juna pun terkekeh.


"Lihat aku sayang" Ucap Juna, namun Naya enggan ia masih memalingkan wajahnya tanpa menatap Arjuna.


"Naya istri ku, lihat aku, dan dengarkan aku sayang"


"Tidak mau" Gumam Naya,

__ADS_1


Juna pun mengecup bagian leher Naya sehingga membuat Naya menggeliat geli.


"Juna?" Naya terkekeh.


"Apa sih? Sini aku cium lagi" Ucap Juna sembari terus berusaha menciumi Naya yang tengah tertawa akibat serangan kecupan Arjuna itu yang membuatnya merasa geli.


"Ampun Juna okay aku akan mendengarkan mu, jadi hentikan itu aku geli" Keduanya tertawa, dan Arjuna pun menghentikan serangan kecupan nya itu dan menatap Naya dalam-dalam.


"Sayang? Perasaan bersalah itu tetap ada untuk ku, namun? Saat aku memutuskan untuk menjadikan mu istri sungguhan ku, Kinara sudah tidak ada di hati ku sayang, kenapa aku bilang seperti itu, karena semua fikiran ku? Pandangan ku? Hatiku semua itu penuh dengan mu, aku tidak bisa berhenti memikirkan mu, bahkan aku hampir gila saat kau meninggalkan ku, percayalah pada ku sayang, saat aku menyatukan tubuhku dengan mu, semua itu tulus karena aku mencintaimu bukan untuk merendahkan mu, jadi? Kau harus percaya pada ku hanya ada Nayaka di hati Arjuna" Ucap Juna membuat Naya lantas melingkari leher Arjuna dengan kedua tangannya lalu menarik wajah itu turun dan mengecupnya. Mata Arjuna melebar terkejut saat bibir Naya mulai bermain lebih dulu perlahan matanya pun terpejam dan membalas permainan Naya lembut, ia pun melepaskan kecupan itu pelan lalu beranjak duduk dan melepas alasannya.


Keduanya saling pandang dan tersenyum, Arjuna kembali menurunkan tubuhnya dan kembali mengecup bibir manis di bawahnya itu dengan sedikit sentuhan di bagian sensitif Naya sudah mampu membuat Naya sedikit mendesah.


"Aku lanjut ya sayang?" Ucap Juna yang mulai menanggali pakaian Naya satu persatu dan mereka pun mulai bermain, menikmati malam pertama yang tertunda lama itu.


Dalam ruangan yang sempit itu, dan pencahayaan yang remang-remang menjadi saksi pertama cinta mereka yang mulai menyatu seluruhnya.


Desahan kecil dari bibir keduanya terdengar pelan karena ruangan itu tidak kedap suara, Arjuna sesekali membungkam bibir Naya dengan ciumannya itu saat suara jeritan kecil itu keluar, tangan Naya meremas kain seprai saat hujaman suaminya itu semakin cepat.


Arjuna tersenyum, ia mengecup kening Naya setelah permainan mereka selesai.


"Terimakasih sayang, aku mencintaimu" Gumamnya, ia lantas memeluk tubuh Naya yang masih polos itu di dalam selimut, Mata keduanya pun mulai terpejam.


"Apa yang kau lakukan sayang? Itu sakit" Gumam Juna dengan suara khas bangun tidurnya dan mata yang masih terpejam.


"Aku hanya memastikan bahwa ini benar-benar Tuan Arjuna sungguhan" Tutur Naya membuat bibir Juna tersungging, Juna mempererat dekapannya dan perlahan matanya itu terbuka.


"Aku bukan Arjuna Naya, aku itu? Orang asing yang memakai topeng Arjuna" Ucap Juna dengan suara serak itu sehingga membuat Naya terkekeh.


"Kenapa ketawa, tidak percaya ya?"


"Aku percaya kau bukan Tuan Arjuna, soalnya Tuan Arjuna itu suka membentak ku, memberi hukuman yang aneh-aneh pada ku, sedangkan yang ini tidak"


"Ohhh berarti kau sudah ingin ku beri hukuman begitu?" Tanya Arjuna.


"Memangnya kau akan memberikan hukuman apa, disini tidak ada tanaman hias yang bisa ku lap daunnya satu persatu" Ucap Naya yang seketika itu membuat Arjuna tertawa jenaka.

__ADS_1


"Kenapa kau masih ingat itu sih?"


"Aku masih ingat semua hukuman mu Tuan Arjuna" Ucap Naya.


"Tenang aku tidak akan memberikan mu hukuman itu kok, tapi hukuman yang lainnya"


"Hukuman lain? Apa itu"


"Hmmmm, apa ya?" Arjuna berfikir sejenak ia pun menarik selimutnya dan menutupi seluruh tubuh mereka hingga ke kepalanya.


"Hukuman mu adalah melayani ku lagi pagi ini, ayo kita sambung yang semalam" Seru Juna,


"Hei Juna ini sudah pagi"


"Masa bodoh yang penting aku mau lagi" Balas Arjuna.


Ya karena langit yang masih sedikit gelap karena masih pukul empat pagi membuat Arjuna menghabiskan waktu paginya untuk menyantap istrinya itu.


****


Di kantor Arjuna...


Arjuna melamun dengan senyum yang terus tersungging di bibirnya, kala mengingat yang telah ia lakukan bersama Naya semalam dan pagi ini.


"Tuan, sekarang kita harus meeting" Ujar Rian.


"Yupppzzz aku tau, aku tau itu, ini aku sudah siap Kok" Arjuna terlihat sangat sumringah sehingga terlihat sedikit aneh di mata Rian.


"Anda tidak apa-apa kan Tuan?"


"Lho memangnya kenapa? Emmmm Rian, bisakah kau merekomendasikan? Psikolog yang bagus itu siapa?" Tanya Arjuna.


"Pe.. Psikolog? U...untuk apa Anda Tanya itu?" Tanya Rian bingung.


"Hmmm haruskah aku mengatur jadwal? Sepertinya aku mulai gila" Arjuna terkekeh-kekeh sembari beranjak.

__ADS_1


"Haaaaahhhh langit yang cerah, memang selalu berhasil membuat hati ikut cerah" Seru Arjuna sembari bersenandung ria menyusuri lorong kantornya itu, Rian menampar pipinya sendiri, dan berjalan ke arah jendela ruangan kantor itu.


"Apanya yang cerah? Hujan petir begini di bilang cerah? Benar-benar sudah tidak waras" Gumam Rian, ia pun segera berlari menyusul bosnya itu.


__ADS_2