
Siang itu sekertaris Jhonatan menghampirinya di ruangan kerja Jhonatan.
"Tuan? Mohon maaf, tadi Tuan Rian mengabari saya kalau malam ini Tuan Dirgantara mengajak anda untuk makan malam bersama" Ucap Berly.
"Tuan Dirgantara mengajak ku makan malam? Memangnya dia belum kembali ke Indonesia?" Tanyanya.
"Sepertinya belum Tuan" Jawab Berly.
Jhonatan melamun sejenak, ia merasa aneh pasalnya orang sesibuk Juna bisa-bisanya masih ada di Negara ini dan tiba-tiba mengajaknya makan malam bersama setelah kejadian kemarin malam yang seharusnya membuat Arjuna sangat marah padannya.
"Di mana dia mengajak ku?" Tanyanya
"Di Mewah Restauran, Tuan Jo" Jawabnya.
"Apa malam ini jadwal ku kosong?" tanya Jhonatan.
"Iya Tuan, kebetulan malam ini tidak ada kunjungan kemanapun" Jawab Berly.
"Baiklah Terima saja" Tuturnya ia pun beranjak dari meja itu dan melenggang pergi.
"Tuan, Anda mau kemana?" Tanya Berly.
"Ada sesuatu yang harus ku urus lebih dulu" Ujar Jhonatan sembari mengencangkan dasinya dan berjalan keluar ruangan kantornya itu.
Malam berselang...
Arjuna berjalan memasuki area restoran tersebut, di sana manager restoran sudah berdiri di depan meja resepsionis dan membungkuk memberi hormat pada Arjuna yang sudah berdiri di hadapannya.
"Selamat datang Tuan Dirgantara, saya sangat tersanjung saat tau Anda mereservasi salah satu meja VVIP kami Tuan" Tutur pria paruh baya di hadapannya itu dengan sopan.
"Anda terlalu berlebihan Tuan" Juna tersenyum.
"Mari Tuan biar saya antar ke ruangan Anda" Ucapnya yang lantas di iyakan oleh Arjuna yang langsung mengikuti Manager itu, tangannya menyentuh earphones di salah satu telinganya saat mendengar suara Rian.
"Tuan, pergerakan Tuan Jo sudah semakin dekat dengan lokasi Anda" Tuturnya mendengar itu ia pun bersiap siaga.
"Silahkan Tuan" Ucap manager tersebut.
"Terimakasih banyak Tuan" Tutur Arjuna yang langsung masuk.
"Mohon maaf, saya tinggal sebentar Tuan" Ucap Pria paruh baya itu.
"Iya sekali lagi terimakasih" Ucap Arjuna sembari tersenyum, pintu ruangan itu pun tertutup, Juna pun mendekatkan bibirnya ke Clip on di dadanya.
__ADS_1
"Bagaimana? Apa Dodit dan Raihan sudah bersiap?" Tanya Arjuna pada Rian.
"Mereka berdua sudah jalan sepuluh menit yang lalu menuju gedung hotel Jhosan Tuan" Tutur Rian.
"Okay baiklah, kerja bagus berhati-hatilah kau disana Rian" Ucap Arjuna pada Rian yang tengah berada di parkiran.
"Iya Tuan"
Tok... Tokk... Tokkk Arjuna menoleh ke arah pintu dan tak lama pintu itu pun terbuka.
"Tuan Dirgantara?" Panggil Jhonatan santai.
"Ya Jo, silakan masuk dan mari duduk" Ucap Arjuna, yang lantas mempersiapkan Jhonatan masuk ke ruangan tersebut.
"Sangat mengherankan sekali ya? Anda tiba-tiba mengajak saya makan malam di sini" Ucap Jhonatan sembari menarik kursi itu lalu mendudukinya.
"Ya...saya hanya ingin mengajak anda untuk bekerja sama dengan proyek baru saya" Tuturnya.
"Kerja sama?" Jhonatan menatap heran.
"Iya Tuan, kebetulan saya punya rencana membangun gedung apartemen beserta fasilitasnya, dan ingin membesarkannya juga, dengan dua nama besar Perusahaan yang bernaung di apartemen tersebut pastinya akan lebih besar pula peminatnya bukan" Tutur Arjuna, Jhonatan menarik separuh bibirnya tersungging sinis lalu mendekati Arjuna dengan kedua siku yang bertopang di atas meja dan telapak tangan yang saling mengatup.
"Hmmmm setelah kejadian semalam kenapa aku kok merasa ragu ya saat Anda tiba-tiba mengajak ku makan malam, terlebih dengan rencana anda itu Tuan Dirga, bukankah perusahaan kita selalu bersaing ya? Lalu kenapa tiba-tiba anda ingin kita bekerja sama? Apakah anda tengah merencanakan sesuatu Tuan—Arjuna—Dirgantara?" Deeeeeegggg,
'Apa Jhonatan sudah mulai curiga? Aku harus menenangkan diri ku' Gumam Arjuna, ia pun turut mendekatkan wajahnya ke arah Jhonatan.
"Sebenarnya tujuan Anda apa? Mengajak ku kerja sama? Atau mau menghina ku?" Tanya Jhonatan.
"Anda jangan sensitif seperti itu Tuan Jo, silahkan di minum sampanye ini" Arjuna menuangkan minuman itu di gelas Jhonatan.
"Aku benar-benar ingin kerja sama dengan mu Tuan Jo, jadi jangan salah paham pada ku" Tutur Arjuna sembari mendorong pelan gelas itu ke arahnya.
Dengan tatapan menghunus Jhonatan pun meraih gelas itu dan menenggak isinya.
Tak lama beberapa pelayan datang dan menghidangkan beberapa makanan mewah di hadapan keduanya.
"Silahkan di nikmati Tuan Jhosan" Ucap Arjuna sembari meraih garpu dan pisaunya.
Di sisi lain Dodit dan Raihan sudah berdiri di depan Hotel Jhosan dengan seragam cleaning servis di sana, dua wanita seksi itu pun turut keluar bersama mereka.
"Kalian masuk dan lakukan rencana yang ku beritahu tadi ya?" Ucap Dodit, dua wanita itu pun mengangguk dan melangkah masuk.
"Hey Dodit? Lepas dulu kacamata mu itu, pakai lensa kontak mu" Tutur Raihan.
__ADS_1
"Ah iya aku lupa" Gumam Raihan sembari meraih kontak lensnya dan memasangnya sesaat setelah kacamatanya itu di lepas.
"Ayo pakai maskernya dan jalankan misi kita" Tutur Raihan, mereka pun melangkah masuk.
Demi bisa menyusup masuk kedalam kamar Almira mereka harus menjegal dua petugas kebersihan yang tengah membawa troli itu lalu membuat mereka pingsan dan memasukannya ke dalam gudang bersih-bersih itu.
"Oh... Maafkan kami ya?" Tutur Dodit.
"Hei Dodit ayo cepat!" Ajak Raihan yang sudah mendorong troli itu masuk ke dalam lift dengan cepat Dodit pun berlari menghampiri Raihan dan masuk ke dalam lift itu.
Di sana para gadis itu sudah masuk lebih dulu, dengan gaya pura-pura mabuk mereka, mereka mendekati dua penjaga itu.
"Hey? Apa yang kalian lakukan di sini?" Seru seorang berkumis melengkung di atas bibirnya.
"Tuan tampan, aku... Aku mau masuk ke kamar ku" Ucap gadis itu dengan berakting mabuknya.
"Ini bukan kamar kalian, sana pergi!" Seru Pria itu mendorong dua wanita itu.
"Aaahhhhh itu kamar ku Tuan, aku dan teman ku ini yakin, yaaaah kau pasti pria yang sudah menyewa ku kan? Ayo kita bercinta Tuan" Ucap Wanita itu sembari meraba-raba penjaga disana.
"Kalian apa-apan sih?" Dua pria itu berusaha mendorong tubuh wanita di hadapannya itu.
Graaadaaaggg... Graaaadaaaaaggh.... Raihan dan Dodit mendekati mereka dengan membawa troli besar.
"Tunggu kalian mau kemana?" Seru salah satu dari penjaga itu.
"Ingin mengambil pakai kotor Nyonya Tuan" Ucap Raihan.
"Nyonya?" Pria itu tersungging tipis.
"Silahkan saja" Tuturnya.
Raihan dan Dodit pun masuk kedalam kamar itu.
Salah satu di antara mereka berdua memberikan kode pada pria di sampingnya untuk masuk sedangkan dia mengurus dua wanita di hadapannya.
"Kau bilang ingin bercinta?" Plaaaaaaaakk..... Plaaaaaakkkk.... Pria itu menampar keras kedua wanita di hadapannya itu, sehingga membuat wanita itu terkejut.
"Pergi dari sini PSK gadungan sebelum aku merobek perut kalian menggunakan pisau di tangan ku ini" Ucap Pria itu yang lantas membuat dua wanita itu ketakutan lalu berlari pergi.
Dengan menyunggingkan bibirnya pria itu pun mengirim pesan singkat pada Jhonatan.
(Tuan Jo, dua tikus kiriman Tuan Dirgantara sudah masuk perangkap)
__ADS_1
Setelah menerima pesan itu, Jhonatan pun tersenyum.
'Kau pikir Aku tidak tau kau telah menyuruh orang untuk menaruh alat sadap di tas ku Arjuna?' Gumamnya dalam hati sembari menikmati hidangan yang ada di atas mejanya itu.