Istri Kontrak Tuan Arjuna

Istri Kontrak Tuan Arjuna
spesial momen Arjuna, Nayaka (extra part 2)


__ADS_3

Di rumah sakit setelah ibu Naya ditangani dokter, kondisinya pun mulai terlihat membaik, kini dirinya tengah di suapi oleh Nayaka dengan penuh perhatian.


"Sudah Nak, ibu sudah kenyang" Ucap Ibunya Naya.


"Ibu? Ibu baru makan tiga suapan, lagi ya" Ucap Naya.


"Perut ibu tidak enak sayang" Jawab ibunya itu.


"Itu karena ibu tidak makan berhari-hari, jadi pengaruh pada lambung ibu, satu lagi ya habis itu sudah" Ucap Naya berusaha membujuk ibunya, yang lantas mengangguk dan membuka mulutnya, di depan pintu Juna baru saja tiba setelah mengurus administrasi ia mengamati istrinya yang sangat perhatian pada ibunya itu.


"Tuan Dirga?" Sapa ibunya itu saat menyadari menantunya itu tengah berdiri di depan pintu, Juna pun tersenyum dan mendekati Naya dan ibu mertuanya itu.


"Ibu, jangan panggil aku dengan sebutan itu, panggil saja dengan nama ku Arjuna ya" Ucap Juna lembut.


"Rasanya masih sangat canggung memanggil anda dengan sebutan itu, aku tidak menyangka, orang sehebat anda menjadi menantuku" Ucap Ibunya Naya lirih, sedangkan keduanya hanya tersipu.


"Tidak perlu canggung ibu, aku tetap manusia biasa kok" Jawab Arjuna dengan tangan yang melingkar di pundak Nayaka.


"Tuan Dirga, terimakasih banyak telah mencintai putri ku, aku bisa melihatnya kau itu pria yang sangat baik" Tutur ibunya Naya yang sesaat membuat Arjuna menunduk.


"Aku tidak sebaik itu ibu, aku? Juga pernah menyakiti Nayaka" Gumam Arjuna yang saat itu membuat Naya menoleh.


"Juna?" Panggilnya lirih, Naya tidak ingin Arjuna mengingat lagi hal menyakitkan itu.


"Tapi aku berjanji akan melindungi dan membahagiakannya, dan lagi sekarang ada ibu, aku pun akan membahagiakan ibu juga" Ucap Arjuna tulus, jujur saja ia juga sangat merindukan sosok ibunya yang sudah tidak ada, mendengar itu ibunya Naya tersenyum.


"Sini, ibu ingin memeluk kalian" Arjuna pun berjalan ke sisi kanan ibu mertuanya itu sedangkan Naya beranjak ke sebelah kiri ibunya mereka bertiga saling memeluk.


"Ibu bahagia, karena putri dan putra menantu yang sudah ibu anggap seperti putra kandung ibu sendiri ada di sisi ibu saat ini" Ucap Almira sembari menangis.


"Ibu berharap kebahagiaan selalu menyertai kalian, dan kau Juna? Kau bisa semakin berjaya dan sukses di pekerjaan mu" Ucap ibunya Naya Arjuna pun tersenyum dekapan ibunya Naya benar-benar hangat benar-benar dekapan seorang ibu.


Setelah beberapa saat saling berpelukan Juna pun berpamitan untuk kembali ke hotel terlebih dulu, karena besok pagi dirinya harus kembali ke Indonesia lebih dulu, mengurus pekerjaannya yang banyak tertunda itu.


"Naya, sebaiknya kau ikut suami mu ke hotel, layani semua keperluannya, besok kau bisa kemari lagi" Ucap ibunya itu.


"Tapi nanti ibu jadi sendirian" Ucap Naya.


"Naya kalau kau mau? Aku bisa menyewa perawat untuk menjaga ibu 24 jam, namun jika kau masih mau disini tidak apa sayang" Ucap Juna.


"Kembalilah dulu ke hotel nak, kewajiban mu melayani suami mu lebih baik daripada menemani ibu mu" Ucap ibunya itu.


"Hmmm baiklah bu Naya kembali ke hotel dulu ya, besok Naya kemari lagi menemani ibu" Ucap Naya yang langsung memeluk tubuh ibunya itu.


Juna pun mencium tangan ibunya dan berjalan bersama Naya dengan tangannya yang melingkar di pinggang Nayaka keluar dari ruang VVIP tersebut.


Di dalam mobil Juna melihat wajah Naya yang sedikit murung dan terlihat sedih.


"Sayang? Kau sedih ya?" tanya Juna di dalam mobilnya.


"sedikit Juna, aku? Hanya masih merindukan ibu," Ucap Naya menunduk.


"Aku tidak apa jika kau masih mau di sini sayang" Ucap Arjuna.

__ADS_1


"Tidak Juna, kita kembali ke hotel dulu saja" Ucap Naya.


"Kau yakin?" Tanya Arjuna, Naya pun mengangguk.


Mobil pun melaju pelan menyusuri kota, disana mata Naya tertuju pada salah satu kawasan yang sedikit membuatnya tertarik.


"Juna itu apa?" Tanya Naya, Juna pun menoleh ke sesuatu yang ditunjuk Naya.


"Oh itu? Orang biasa menyebutnya Gardens by the Bay" Jawab Arjuna.


"Ramai sekali, banyak lampu-lampu cantik sekali" Gumam Naya.


"Iya, tempat itu memang sering mengadakan pertunjukan lampu sayang, kau tertarik berkunjung sebentar?" Tanya Juna.


"Boleh" Jawab Naya, Juna pun mengusap kepalannya.


Mobilnya pun berbelok masuk ke kawasan Garden tersebut.


Juna membuka atap mobilnya agar Naya bisa melihat Garden Rhapsody, pertunjukan cahaya lampu warna-warni yang keren, Naya terlihat takjub saat menyaksikan Supertrees bertransformasi menjadi pertunjukkan cahaya dan musik yang menari-nari begitu indahnya.


"Bagus ya?" Tanya Arjuna menoleh kearah Naya.


"Iya, luar biasa Juna" Naya tersenyum senang, Naya pun menggosok bahunya.


"Kenapa sayang? Kau kedinginan?" Tanya Juna.


"Sedikit, mungkin karena sehabis hujan hawanya jadi sedikit dingin.


Arjuna pun melepas mantelnya dan memakaikannya kepada Naya.


"Sudah tidak apa, pakai saja sayang" Juna masih berusaha memakaikan mantel itu di bahu Naya. "Hmmmm sebenarnya aku iri pada mantel ini" Ucap Juna.


"Iri?" Tanya Naya.


"Iya, seharusnya aku yang memeluk mu sayang bukan mantel ini" Bisik Arjuna yang lantas membuat Naya terkekeh.


"Kau bisa saja" Naya memukul bahu Juna pelan, sehingga membuat Arjuna tertawa.


"Yang ku katakan itu benar kan sayang?kalau pelukan ku itu lebih hangat dari pada mantel ini" Ucap Juna.


"Juna sudah, jangan bahas hal itu disini" Ucap Naya.


"Kenapa? Tidak akan ada orang yang dengar kok, bahkan jika kita berciuman di sini juga tidak apa"


"Arjuna—" Panggil Naya dengan nada merengek.


"Apa sayang, genit sekali sih memanggil namaku seperti itu, jadi pengen cium beneran, sini ku cium" Arjuna memajukan bibirnya sedangkan Naya mendorong dahinya dengan jari telunjuknya itu menghindari Arjuna sembari tertawa.


"Juna sudah hentikan" Naya masih terkekeh, Arjuna pun beranjak kembali ke posisi duduknya bersama Naya sembari menikmati pertunjukan lampu warna warni itu.



"I love you" Bisik Juna dengan tatapan masih menatap ke depan, Naya menoleh dan tersenyum lalu kembali menatap ke depan.

__ADS_1


"Love you to" Jawab Naya berbisik..


"Apa? Kurang jelas sayang" Ledek Arjuna sembari mendekatkan telinganya.


"Sudah jangan berlebihan Juna, fokus saja nonton ke depan" Ucap Naya sembari mendorong tubuh suaminya itu, dengan Arjuna yang masih terkekeh-kekeh itu.


Sudah berselang dua jam lebih di sana Naya pun menguap.


"Kau mengantuk ya?" Tanya Arjuna.


"Iya" Naya terkekeh.


"Ya sudah kita pulang yuk, sudah pukul sepuluh malam juga" ucap Juna, Naya pun mengangguk.


Setelah kembali duduk ke bangku mereka, Juna pun menutup atapnya dan mobil pun mulai berjalan keluar area tersebut.


Di dalam hotel...


Arjuna menarik tangan Naya dan mengungkungnya. Di dekat pintu kamar mandi.


"Ju...Juna apa yang kau lakukan?" Naya merasa bingung.


"Aku ingin bebersih tapi?" Ucap Juna.


"Ta...tapi apa?"


"Aku mau bersama dirimu" Tutur Juna sembari menarik tali simpul yang ada dada Naya.


"I...ini kan sudah malam" Ucap Naya.


"Menang kenapa? Habis aku mau melakukannya cuman tubuh ku kotor sekali kalau aku mandi dulu nanti kau keburu tidur" Ucap Arjuna masih mengungkung tubuh Naya.


"Haduh ya ampun bayi besar ku ini" Naya terkekeh.


"Ya... Mau ya?" ucap Juna semanis mungkin.


"Tidak" Jawab Naya datar sesaat setelah menarik senyumnya itu.


"Aahhh Naya, malam ini saja ya...ya..." Ajak Arjuna.


"Tidak mau, aku tidak mau melakukan itu di kamar mandi Juna" Ucap Naya.


"Naya... Sekali saja"


"Tidak Juna, ini sudah terlalu malam aku akan menunggu mu di ranjang kita okay, sekarang masuk lah ke dalam kamar mandi dan mandi saja sana" Naya mendorong tubuh Arjuna.


"Ck..." Arjuna mengecak kecewa. Ia berhenti sejenak lalu mengangkat tubuh Naya.


"Kyaaaaaa Juna apa yang kau lakukan hah?"


"Jika kau tidak mau masuk ya aku yang akan membawa mu masuk ke dalam bilik kamar mandi ini" Ucap Arjuna yang langsung membuka pintu kamar mandi itu dan masuk.


"Juna turunkan tidak, aku tidak mau Juna" Naya terus mengayun-ayunkan kakinya minta di turunkan.

__ADS_1


"Nanti ku turunkan di dalam bilik shower, dan bermain hujan sembari bercinta di sana hahaha" Arjuna menutup pintu kamar mandi itu dengan Naya yang masih meronta.


__ADS_2