Istri Kontrak Tuan Arjuna

Istri Kontrak Tuan Arjuna
musuh dalam selimut


__ADS_3

Di kantor Arjuna...


Raihan masuk dengan di dampingi asisten pribadi Arjuna.


"Rian, kau boleh keluar" Tutur Arjuna yang di iyakan oleh asistennya itu.


Arjuna duduk di sofa di hadapan Raihan yang masih menatapnya tajam.


"Kenapa kau memanggil ku?" Tanya Raihan.


"Sebenarnya aku juga malas berhadapan dengan mu, namun berhubung kau mantan ketua devisi PPC disini, aku ingin menanyakan tentang ini" Arjuna melempar koran itu ke atas meja di hadapan Raihan, perlahan tangan Raihan meraihnya dan membaca berita tentang kesuksesan prodak baru perusaan Jhosan motors.


"Ini?" Raihan tergagap.


"Iya? Merek, plus design kemasan oli motor yang tiba-tiba di pakai olehnya, sama persis dengan design milik Dirga motors, kau bisa menjelaskan kenapa itu bisa bocor?" Tanya Arjuna datar, sedangkan Raihan hanya menggeleng tidak mengerti.


"Aku benar-benar tidak tau Tuan, kenapa ide mereka bisa sama persis dengan ide kita"


"Kau jangan main-main dengan perusahaan ini Raihan? Jika kau punya dendam pribadi dengan ku? Tidak seperti ini caranya"


"Tuan? Aku memang sangat tidak menyukai mu namun untuk melakukan hal se kotor ini demi menjatuhkan mu itu tidak mungkin ku lakukan" Seru Raihan, Arjuna pun mencengkram kemeja Raihan.


"Berapa uang yang kau Terima dari penjualan ide ini, penghianat!" Tutur Arjuna dengan tatapan bengisnya. "Kau ingin ku penjarakan karena telah melakukan ini? Kau seharusnya tau, berapa banyak dana yang ku gelontorkan untuk mempersiapkan prodak itu? Dan sekarang itu semua sia-sia karena Jhosan sudah menggunakannya"


"Tuan? Saya berani bersumpah, itu bukan aku? Sekarang kau menuduh ku seperti ini, memangnya kau ada bukti untuk itu?" Tutur Raihan dengan tatapan tajamnya.


"Yang tau rencana produk itu baru aku, Asisten ku, Farhat wakil ketua devisi dan kau selaku ketua devisi PPC disini, setelahnya baru dua hari yang lalu aku rapat dengan devisi lain kalau Dirga motors akan launcing produk oli baru bulan depan, lalu bagaimana bisa kemarin malam Jhosan melaunching prodak barunya yang sama persis dengan kita?" Tutur Arjuna, sedangkan Raihan masih membisu ia benar-benar tidak tahu menahu tentang bocornya ide perusahaan itu.


"Kau sudah berkata pada farhat? Ada Farhat juga kan disana? Kenapa kau hanya menyelidiki aku?" Tanya Raihan.

__ADS_1


"Karena hanya kau yang memiliki dendam dengan ku, selama ini Farhat bekerja dengan baik, ia adalah orang yang pendiam mana mungkin berani melakukan hal kotor itu, terlebih dia masih bekerja disini tidak seperti mu" Jawab Arjuna, Raihan mendesah ia tertawa sinis.


"Dengarkan aku CEO Arjuna Dirgantara yang terhormat! Kalau aku punya fikiran sepicik itu untuk menjatuhkan mu? Kenapa baru sekarang ku lakukan? Harusnya kau berfikir, ada banyak ide perusahaan ini yang masih ku simpan datanya di USB ku, aku bisa menjual itu semua jika aku mau dan kau akan runtuh seketika dengan nama besar mu itu Tuan, namun itu bukanlah aku jadi kau? Tidak usah menuduh ku sembarangan jika kau tidak memiliki bukti yang benar-benar menunjukan kalau aku yang tengah melakukan itu" Raihan melepaskan cengkraman Arjuna lalu beranjak.


"Jika tidak ada yang ingin di bahas lagi, aku akan pergi" tutur Raihan yang lantas melenggang pergi dan menutup pintu ruangan itu dengan keras. Arjuna pun melempar koran itu ke sembarang arah.


"Aaarrrrhhhhggg brengsek! Siapa sebenarnya yang telah menjadi penghianat di perusahaan ini?"


Disisi lain Farhat yang mendengar erangan itu merasa gemetaran, ia menerima pesan singkat dari E-banking.


Transfer dengan nominal seratus juta telah masuk ke rekeningnya.


Tak lama satu pesan susulan masuk, Farhat pun membukanya.


(Uang mu sudah ku transfer, terimakasih sudah mau membantu ku, selanjutnya tugas baru untuk mu akan ku beri tahu nanti)


Farhat meremas ponselnya, ia benar-benar merasa bersalah pada kantor tempatnya bekerja itu, terutama pada Raihan yang membuatnya menjadi seorang tertuduh, ia pun membalik badannya dan terkejut saat Dodit tengah berdiri di hadapannya.


"Musuh dalam selimut, akan ku buktikan semua itu, dan kau akan mendapatkan ganjarannya" Runtuknya dengan tatapan tajam masih menghunus kearah Farhat.


Di Singapura...


Jhonatan menatap ke arah kaca sembari menikmati segelas sampanye dengan senyum licik tersungging di bibirnya.


"Setelah ketua Devisi PPC Arjuna itu keluar, rasanya sangat mudah menerobos masuk ke benteng pertahanan perusahan itu, ya... Aku beruntung sekali, sebentar lagi Jhosan akan naik level dan Dirgantara Corporation akan runtuh" Ia tertawa senang sembari menenggak minumannya itu. Drrrrrrrrrrrrrttt drrrrrrrrrrrrrttt ponselnya bergetar, ia menerima panggilan telepon itu.


"Jo... Tolong jangan lakukan ini padaku Jo, tolong keluarkan aku dari ruangan yang pengap ini, tolong Jhonatan kau masih mencintai ku kan? Aku mohon Jo aku tidak tahan menerima siksaan dari pria suruhan mu, mohon maafkan aku Jhonatan" Tutur seorang wanita di sebrang dengan suara tangis dan ketakutan yang berlebih itu. Jhonatan pun menyeringai.


"Dengar wanita rendahan, kau masih bisa ku beri kesempatan untuk hidup harusnya kau bersyukur, kau sudah ku peringatkan dari awal jangan pernah membohongi ku, namun ternyata kau membohongi ku kan? Sekarang nikmati saja hari-hari mu itu" Jhonatan pun menutup panggilan telfonnya sembari tersenyum sinis.

__ADS_1


"Wanita itu sudah tua, walaupun dia masih cantik tapi aku sudah bosan dengannya, saat ini yang sangat ku inginkan justru Istrinya Arjuna, wanita itu sangat menarik dan aku harus mendapatkannya" Ia pun tertawa licik sembari menatap lurus ke selembar Foto Nayaka yang tertempel dipapan schedule di hadapannya.


Disisi lain seorang ajudan menarik lagi ponselnya yang menempel di telinga Almira yang tengah terikat kedua tangannya dengan posisi berdiri, ia benar-benar lemas karena pagi ini ia sudah menerima sepuluh kali cambukan dari pria suruhan Jhonatan.


Ia menitikkan air matanya saat fikiran mulai teringat pada tangisan mantan suaminya itu yang menahannya untuk tidak pergi.


(Flashback is on)


Malam itu Almira datang ke sebuah agency dengan terburu-buru, ia menghampirinya pria yang tengah duduk di kursinya, Setelah mengetuk pintu itu dan masuk.


Pria itu tersenyum.


"Almira Larasati, diva cantik ku"


"Tuan Akri, ada apa kau tiba-tiba memanggil ku? Aku tadi tengah menemani suami ku di pameran lukisnya" Tutur Almira dengan nafas yang masih sedikit tersengal-sengal.


"Almira ada kabar bagus untuk mu, kau akan menjadi Diva terkenal se Asia" Ucapnya, Almira pun melebarkan matanya.


"Ma...maksud anda tuan?"


"Almira? Saat kau menyanyi di acara kolega Jhosan, kau itu mendapat perhatian dari pemimpin perusahaan itu, dia bilang? Dia ingin membantu mu debut dengan suntikan dana darinya" Tutur Direktur agency tersebut. Almira pun menutup mulutnya merasa tidak percaya.


"Benarkah Tuan? Anda serius?"


"Iya Almira, besok kau datang lagi ya? Tuan Jhonatan ingin bertemu dengan mu" Tutur Akri, Almira pun mengangguk cepat.


"Kalau begitu aku pulang dulu ya Tuan, dan terimakasih banyak atas informasinya" Tutur Almira senang ia pun mengangguk dan keluar dari ruangan itu. Ia menoleh ke kiri dan ke kanan.


"Tidak ada orang kan?" Tuturnya saat memastikan lorong itu sepi ia pun melompat-lompat.

__ADS_1


"Kyaaaaaaaaa, aku akan benar-benar jadi Diva, aku akan jadi seorang Diva" Almira pun berlari cepat pulang menuju rumahnya.


__ADS_2