
Setelah bertemu dengan klien sore itu,malamnya sebelum pulang ke-kediaman masing-masing,Thomi kembali mempertanyakan hal yang serius pada Abian mengenai kecurigaannya.
Tepatnya saat setelah mengantar Auris pulang siang tadi,Thomi menelpon ART villa Abian dan menayakan beberapa hal.
Jam tangan Abian tidak sengaja tertinggal di kamarnya lalu ia menyuruh Thomi untuk menanyakannya pada bik Imah.
Bik Imah menemukan jam tangan itu dan juga menemukan sesuatu disana.
Ikat(pita)rambut milik Auris.
"Ooh iya bik,kemarin malam temennya Abian kamarnya udah bibik siapin kan?"tanya Thomi dan bik Imah berlagak sedikit gugup.
"Bik..Thomi tau bibik loh,gakpapa cerita sama Thomi!Ada sesuatu yang bibik tau?"tanya Thomi lagi.
Bik Imah tidak pernah menyembunyikan apapun kepada Thomi jika terjadi sesuatu di villa sebab bik Imah menganggap Thomi sama seperti Abian.
"Kurang tau sih den kemarin malam tidur dimana,tapi bibik udah siapin kamar buat embaknya.Tapi den.."ucapnya terhenti.
"Tapi apa bik?"
"Emm,,bibik gak mau su'udzon,tapi..bibik nemu pita rambut perempuan den Thomi.Kayaknya sih punya embak yang kemarin!"
Emosi Thomi memuncak ketika mendengar itu,dia sudah sangat yakin bahwa Abian telah melakukan sesuatu yang buruk pada Auris.Apa lagi ia tahu bahwa sahabatnya itu sangat kesal dan dendam pada Auris atas kecurigaannya.
Thomi pun mendatangi Abian diruangannya dan saat itu Abian sudah berkemas ingin pulang dengan sekretarisnya.
"Saya mau bicara dengan pak Abian,kamu bisa pulang lebih awal!"imbuh Thomi pada sekertaris(laki-laki)Abian.
"Masih ada beberapa berkas lagi Thom yang belum selesai!"
"Gue mau ngomong sekarang juga!"jawab Thomi dengan memasang wajah serius.
"Auris kenapa?"tanyanya tiba-tiba.
"Kenapa gimana?kenapa Lo tanya gue?"
Thomi menghela nafas kasar lalu duduk disofa yang berada tidak jauh dari meja kerja Abian.
"Pita rambut Auris ada dikamar lo!"lanjut Thomi dan seketika sepasang bola mata Abian terbelalak.
"pliss Abian..Apa yang udah Lo lakuin sama Auris kemarin malam?"tanya Thomi lagi dan kini nada suaranya mulai meninggi.
Bagaimana pun juga Abian tidak akan pernah bisa menyembunyikan hal apa pun dari sahabatnya itu.
"Gue bisa jelasin Thom!gue gak sadar!gue terlalu benci sama dia sampe akhirnya gue ngelakuin itu!"jawab Abian tidak menutupi apa pun.
"Elo tidur bareng dia bi..?"tanya Thomi yang hampir tidak percaya.
"Gue gak sengaja..Dan,dan dia ternyata masih Thom!"
"Lo beneran udah gak waras!gue gak habis fikir sama Lo beneran!"erang Thomi sembari memegangi kepalanya yang serasa ingin pecah.
"Iya gue tau gue salah!tapi,gue bener-bener gak merencanakan apa pun Thom!"
"Oke..Dan Lo mau pergi gitu aja?Lo mau jadi laki-laki gak bertanggung jawab?Lo mau dibilang cowok brengsek?"
"Thom..Gue gak bisa!tolong rahasiakan ini,kalau sampai publik tau,gue gak tau lagi gimana nasib BARAMARKET yang selama ini udah dibangun sama papa."
"Ada perempuan diluar sana yang udah Lo hancurin kehormatannya,masa depannya,perempuan yang gak tau apa-apa,mau Lo tinggalin gitu aja?please Abian pliss..setidaknya lo temuin dia dan minta maaf dengan tulus!"perintah Thomi.
Abian terdiam dan memikirkan omongan Thomi.Bagaimana bisa dia meminta maaf?apa lagi dengan tulus.Meminta maaf atas perintah seseorang adalah hal yang paling sulit dalam hidupnya,jika tergerak sesuatu dihatinya,maka dia sendiri yang akan melakukannya.
"Gue harus pulang,udah janji sama papa dirumah!"jawab Abian dan pergi begitu saja meninggalkan Thomi dengan amarahnya.
__ADS_1
...****...
Keesokan harinya Auris pergi bekerja seperti biasa,dia menyiapkan segala berkas dan keperluan atasannya.Thomi baru datang saat itu dan menemukan Auris tengah berada diruangannya.
"Selamat pagi pak!"sapa Auris pada Thomi yang baru datang.
"45 menit lagi bapak dan Pak Abian sudah harus sampai di Universitas Indonesia untuk press conference!semuanya sudah saya siapkan pak!"beritahu Auris.
Thomi masih memandang serius Auris,kenapa wanita satu ini bisa begitu sempurna dalam menyembunyikan kehancuran itu?.
"Cancel aja!aku lagi gak mau ketemu sama Abian!"
"Apa pak?saya gak salah denger?"
"Gak perlu panggil pak!"
"Maaf pak tapi ini masih jam kerja dan masih dikantor!"
"Batalin aja press conferencenya!"perintah Thomi.
"Tapi pak,semuanya udah disiapin.Pak Abian juga udah siap!"
"Kalau gitu temuin pak Abian sekarang!"
Auris nampak gugup dan masih teringat dengan kejadian kemarin saat di villa.
"Kenapa?"
"Saya..Kita bisa langsung pergi tanpa harus konfirmasi apa pun lagi sama pak Abian,karena dia udah prepare semuanya!"
"Kamu takut kan ketemu sama Abian?"
"Maksud pak Thomi apa ya?"
"Apa yang udah Abian perbuat ke-kamu?"
"Abian udah terlalu salah paham sama kamu.Saya tau apa yang sudah terjadi Auris!"
"Aku minta maaf..!"ucap Thomi sangat tulus.
Auris tidak mengatakan apa pun,dia hanya tertunduk dan mencoba menahan bendungan air matanya yang hampir meluap tumpah dari sudut mata itu.
"Harusnya aku ada disana,dan pasti hal itu gak akan terjadi!"
"Gak ada hal apa pun yang perlu disesali pak!toh juga sekarang saya jadi betul-betul seperti yang orang pikirkan.Saya..,saya gakpapa!terimakasih untuk rasa simpatik pak Thomi.Kita bisa berangkat sekarang!"
Auris berjalan keluar pintu dan menunggu Thomi disana.Thomi masih tidak habis fikir dengan jawaban Auris,ia tau bahwa wanita itu benar-benar hancur saat ini,tapi dia juga masih tetap mencoba memperlihatkan bahwa dia baik-baik saja.
Bukannya sulit untuk membalas perlakuan Abian,dia bisa saja meminta pengakuan dihadapan Tuan Thosio dan memanfaatkan keadaan agar bisa memperoleh sesuatu yang lebih.Tapi itu tidak ia lakukan.
Dia malah memilih untuk diam agar keluarga Bara Thosio tidak mendapatkan masalah.
"Pak Thosio harus tau mengenai ini.Beliau orang yang bertanggung jawab,kalau kamu berani untuk buka suara,pak Thosio akan mendengarkan!"pungkas Thomi pada Auris saat mereka berada didalam mobil.
Auris hanya mendengarkan tanpa menjawab sepatah kata pun.Lalu beberapa saat kemudian mereka sampai ditempat tujuan dan bertemu dengan Abian disana.
Auris dan Abian saling bertemu dan berada diruangan yang sama.Mereka tidak saling bicara atau bahkan memandang,keduanya bersikap seperti tidak saling mengenal meski status mereka sebagai Atasan dan karyawan.
Setelah satu jam lebih lamanya berpidato dan menjawab beberapa pertanyaan dari para mahasiswa,Abian mengakhiri pertemuan itu dengan memberikan beberapa kalimat motivasi tentang sukses diusia muda.
Tuut Tuutt..
Suara notifikasi pesan WhatsApp Auris tiba-tiba berbunyi,lalu diwaktu yang sama ada bnyak pesan beruntun yang masuk.
__ADS_1
Itu adalah pesan group antara dia dan beberapa karyawan yang bekerja diBARAMARKET.
Ia pergi keluar untuk mengecek pesan group yang begitu ramai.Entah apa yang sedang rekan-rekannya gunjingkan disana.
Foto Dokter Daniel dan istrinya saat sedang berbelanja dimarket tiba-tiba ada didalam group WhatsApp mereka.
"Bagi yang merasa bisa dijawab ya!"tulis Dewinta.
"Mana nih si Auris! Bisa-bisanya ya cowok udah punya istri juga dia gebet!"sambung temannya yang lain.
Auris masih membaca serius setiap tulisan yang teman-temannya kirim.
"Apa-apaan nih bawa-bawa nama gue?"ketik Auris lalu mengirimnya.
"Nah nongol juga lo!masih mau ngelak ris?jelasin woy!!"rundung teman-temannya.
"Pertamanya Dokter, habis itu om-om tajir,target selanjutnya siapa ya kira-kira?"
"Waah pak Thomi harus mulai anti siaga nih,siapa tau aja korban selanjutnya manajer kita!"
"Heh itu mulut gak usah kayak cabe ya!"tulis Amanda membela temannya.
"Uups bala bantuan dateng!"jawab Dewinta semakin memperkeruh suasana.
"Gak usah ngurusin kehidupan orang lain!Terkhusus buat Dewinta yang mulutnya gak pernah disekolahin,diharapkan kalok nyebarin informasi itu,sebarin yang bener-bener!omongan Lo itu udah kayak makanan dua hari gak dimakan.Basi tau gak!"bela Amanda lagi.
Group WhatsApp itu tiba-tiba saja menjadi sangat ramai dan dijadikan sebagai tempat tawuran online.
"Yang paling tau diri gue ya diri gue sendiri.Terserah kalian semua mau berfikiran yang gimana!"jawab Auris.
"Oh ya?"tanya Dewinta lalu kemudian mengirim foto Auris saat sedang berdua dengan ayah Dokter Yuna disebuah Restoran.
"Gilak ya si Winta?sekepo itu dia sama gue?"gerutu Auris dalam hati.
"Wah kayaknya bakalan ada yang dipecat nih!"
"Kenapa woy?"
"Karena pak Abian udah tau sama masalah ini.Ya kan gak banget kalau karyawan BARAMARKET ngerangkap jadi cewek open BO plus pelakor!"jawab Dewinta.
"Anjirr ni cewek mulutnya pengen digampar kayaknya!"
erang Amanda sangat kesal.
Auris menjadi risih karena rundungan teman-temannya.Dan dia pun mematikan notifikasi group WhatsAppnya.
Ia duduk disebuah kursi panjang disudud tembok,duduk dengan posisi tegap dan memandang kosong kedepan.
Jemarinya tiba-tiba menepis pipinya yang ternyata tidak terasa sudah dijatuhi oleh beberapa tetes air mata.
Lalu Thomi dan Abian datang menghampirinya dan menegurnya seketika.
"Auris?!"
"Saya pak!"jawabnya terlonjak kaget.
"Are you okay?(kamu gakpapa?)"
"Saya?Ya gakpapa lah pak!Ayo kita lanjut kemarket!"jawab Auris tanpa melirik kearah Abian.
"You see?she's broken!(Lo liat?dia udah hancur!)"bisik Thomi disebalik telinga Abian.
Namun Abian masih saja bersikap dingin dan seolah tidak ada hak buruk apa pun saat ini terjadi.
__ADS_1
Tadinya dia sudah mulai memikirkan keadaan Auris dan alasan kenapa ada banyak gosip buruk tentang dirinya,tetapi disaat dia tiba-tiba teringat dengan sikap aneh Ayahnya dan mengenai uang yang ayahnya berikan pada Auris, lagi-lagi dia merasa kesal.
Amarah dan rasa bencinya kembali tersulut,karena memang Abian sangat membenci yang namanya perselingkuhan dan ketidak setiaan.