Istri Rahasia Tuan CEO(Secret Wife Mr.CEO)

Istri Rahasia Tuan CEO(Secret Wife Mr.CEO)
Episode 24:Sesuatu Berubah Tanpa Disadari


__ADS_3

Auristela masuk kekamar dengan terburu-buru dan mengagetkan Abian yang sedang bersantai ditempat tidur sembari bermain laptop.


"Uwaahh bukannya ngetuk pintu malah asal nyelonong gitu aja ya!"cetusnya.


Auris tidak menjawab apa pun,malah dia memasang wajah kusut dan acuh lalu berselonjor dikursi sofa yang berada tidak jauh dari ranjang tidur Abian.


"Yaahh..kok mati sih!"keluh Auris saat melihat handpon nya kehabisan baterai.


"Bisa gak pelanin suara kamu!"erang Abian karena tidak fokus.


"Ya ampun..Itu udah pelan loh,aneh banget!"gerutu Auris.


Auris merasa bosan karena sudah hampir setengah jam dia tidak bisa melakukan apa pun selain rebahan disofa empuk itu.Ia pun bersiul pelan sembari menatap pelapon kamar dan tidak perduli dengan kefokusan Abian.


"Bisa gak sih semenit aja kamu gak buat masalah?"ingatkan Abian dan menghampiri Auris.


"Handphon saya habis baterai dan saya gak bisa ngapa-ngapain disini.Saya normal kali,saya bosen!"


"Heh kamu pikir kamu hidup dijaman apa sekarang?ya di charger dong!"


"Chargernya dibawah,dikamar Evans!"


"Ya udah turun sana..Ambil!gak bisa?manja banget!"pungkas Abian.


"Ya udah saya turun sekarang,tapi jangan salahin saya kalau nanti Karina kaget liat saya ada disana!"


"Karina?"


"Hmm"


"Karina ada disini?"tanyanya mulai panik.


"Ya udah saya turun sekarang!"jawab Auris dan berdiri.


"Eee sembarangan aja!diem disini!jangan sampai Karina liat kamu!"


"Tapi saya mau nonton!"


"Nonton apa?"tanyanya semakin geram.


"Ya apa aja yang bisa ditonton!"


Abian menghela nafas kasar lalu mengambil handphone dan earphonenya dan setelah itu memberikannya kepada Auristela.


"Buka YouTube!jangan yang aneh-aneh!awas aja kalau kamu kepoin!"katanya dan kembali ketempat tidur.


Auris tersenyum tipis sembari menyipitkan matanya.Dia merebahkan kembali tubuhnya disofa lalu memakai earphonenya dan menonton Vlive Exo disebuah aplikasi.


Auris terlihat tenang tanpa mengoceh seperti sebelumnya,melihat itu Abian yang memperhatikan dari atas ranjang jadi ikut merasa damai.


Setelah hampir satu jam,Auris tiba-tiba sudah tertidur pulas diatas sofa dan dengan earphone yang masih terpasang ditelinganya.


"Tadi ngebet banget mau nonton,ini malah dia yang jadi tontonan!"gerutu Abian.


Baru saja hendak beranjak dari posisi duduknya,suara ketukan di pintu kamar tiba-tiba terdengar dan itu Tuan Thosio.


"Papa?"


"Auris udah tidur?"tanya Tuan Thosio dan mencondongkan sedikit pandangannya melihat kedalam kamar Abian dan dia menemukan Auris tengah tidur diatas sofa.


"Ya ampun Abian..Kamu biarin Auris tidur disofa?"


"Bu- bukan gitu pa..Tadi dia lagi main handphone dan gak sengaja ketiduran.."


"Itu buktinya dia lagi pakai handphone aku!"lanjutnya lagi.


"Terus kamu masih biarin dia tidur disitu?badannya bisa pegal-pegal Abian..Dia juga belum sempat makan tadi!"omel ayahnya.


"Gak makan?"

__ADS_1


"Iya..,karena tadi buru-buru ada Karina!udah sana angkat dan pindahin ketempat tidur!"


Abian sontak tercengang,dan terkekeh pelan.


"Diangkat?maksudnya digendong gitu pa?"


"Iya dong..Kamu ini jadi suami gak ada baik-baiknya!udah sana!"perintahnya lagi.


Dengan terpaksa Abian melakukannya.Ia melepas earphone ditelinga Auris lalu dengan hati-hati mengangkat tubuh wanita itu untuk dipindahkan keranjang agar tidak terbangun.


"Udah selesai!"


Abian menoleh kearah ayahnya dan sambil mengusung senyum seakan tulus melakukan itu semua.


"Nah begini kan jauh lebih baik.Ooh iya,kalau tengah malam nanti tiba-tiba dia laper,kamu harus temani kebawah!oke!"


"Oke pa.."


"Ya udah kamu juga istirahat!udahin pekerjaannya!"perintah Tuan Thosio dan pergi dari sana.


"Hahh akhirnya..!"dengus Abian lega.


Akhirnya suasana kamar menjadi damai ketika Auris sudah tidur nyenyak.


Abian berbaring disebelah Auris dan entah kenapa saat itu pandangan matanya ingin sekali menatap Auris meski hanya untuk beberapa detik saja.


Abian mulai mendekatkan tubuhnya disebelah Auris namun masih membuat jarak agar tidak bersentuhan.Abian menatap kembali wajah polos Auris dan sekali lagi mengingat setiap hal yang sudah pernah ia lakukan dimasa yang lalu.


Kini pandangan itu berpindah kearah perut Auris.Pada hati kecilnya sebenarnya ia merasa bahagia karena akan menjadi seorang ayah,namun disisi lain dia juga belum bisa untuk mencintai Auris dengan hatinya.


Dengan pelan dan penuh kehati-hatian ia menyentuh perut Auris dan ternyata hatinya serasa menjadi sangat tenang.Seakan ada kebahagiaan tersendiri ketika melakukan hal itu.


Auris tiba-tiba menggeliat (ngulet)dan mengangetkan Abian.Dengan cepat ia menjauhkan tubuhnya dan kembali keposisi sebelumnya.


...🍃🍃🍃...


Hari-hari yang cukup sulit sudah berlalu begitu saja dan tidak terasa sudah tiga bulan Auris tinggal satu atap dengan keluarga BARA.


Apa lagi ibu Sora Arianti,Auris bahkan diomeli saat ingin membantu bibik untuk memasak didapaur.Ibu Sora tidak ingin jika Auris terlalu ikut campur didalam rumahnya.


Kehamilan Auris sudah mencapai empat bulan lebih dan tanpa direncanakan,Tuan Thosio tiba-tiba penasaran dengan jenis kelamin cucunya yang saat ini masih berada dalam kandungan Auristela.


"Nanti kalau udah lahir juga tau!"pungkas Ibu Sora tidak setuju.


"Ya gakpapa dong ma..Siapa tau jenis kelaminnya laki-laki?itu impian kita semua kan?"ungkap Tuan Thosio bersemangat.


"Iya nanti setelah jam kerja aku selesai,aku temenin Auris kerumah sakit!"sahut Abian tiba-tiba.


Dia sedang tidak ingin mendengar pertengkaran dirumahnya.Masih juga pagi udah ramai kayak pasar!batin Abian merasa kesal.


Dilain tempat,Dewinta datang keperusahaan untuk mengantarkan beberapa barang yang dipesan oleh perusahaan.Dan mumpung berada disana,Dewinta mengambil kesempatan dengan berkeliling didalam sembari menikmati pemandangan gratis dari wajah-wajah stuff pria perusahaan yang tampan dan karismatik.


"Duuh kebelet lagi!"


Dewinta pergi ketoilet karena ingin buang air.Saat masih berada diluar,Dewinta tidak sengaja melihat Galih dan seorang pria berseragam rapih sepertinya berlagak aneh.


"Itu temennya pak Abian bukan sih?"pikirnya.


Keduanya tertawa kecil sembari masuk kedalam ruang toilet.Bukan Dewinta namanya jika tidak nekat karena penasaran.Merasa ada yang tidak beres,dia pun membuntuti dari belakang secara diam-diam.


Dan kebetulan memang pada saat itu situasi dan kondisi toilet pria sedang sepi,jadi dia bisa leluasa mengikuti dari belakang.


Dewinta tersentak kaget dan tidak percaya ketika melihat Galih dan pria tadi masuk kedalam satu ruangan toilet yang sama.Itu sangat tidak normal.


Toilet dengan bagian bawah kaki yang terlihat semakin membuat Dewinta hilang akal.Keduanya tertawa aneh didalam sana dan seperti melakukan sesuatu yang tidak biasa.


Dan terdengar sesekali ******* gila dari salah satunya.


"Astaga..Ini serius nih?!"pekik Dewinta dalam hati sembari menutup mulutnya karena rasanya ingin berteriak sekeras mungkin.

__ADS_1


"Mereka Guy?iiwwhh gak normal..?"


Meski disaat-saat seperti itu,Dewinta masih menyempatkan mengambil Vidio tidak lazim itu.Dan disaat Galih dan pria tadi tiba-tiba keluar,ia langsung menyembunyikan handphone nya disebalik tas namun masih dalam keadaan merekam.


Galih terkejut hebat ketika melihat Dewinta ada disana sedangkan teman kencan buta Galih langsung keluar dari toilet dan pergi gelagapan.


"Ngapain Lo disini?!"


"Elo Galih kan?"sebutnya.


"Gue..Gue mau pakai toilet!"lanjut Dewinta bersikap normal.


"Ini toilet cowok!Lo gak waras?"


"Ya gue baru sadar,kan gue baru disini.Terus,,elo ngapain tadi berduaan sama cowok didalam situ?iwehh ngapain lo?"tanya Dewinta mengintrogasi.


"Maksud Lo apaan ngomong begituan?jangan sembarangan kalau ngomong!"pungkasnya nampak kesal lalu Dewinta mengakhiri rekamannya.


"Gue gak nyangka ya,cowok termuda diantara Pak Abian dan satu gengnya..,ternyata gak normal!"cetus Dewinta dan semakin membuat Galih gelagapan.


"Owwh itu artinya,kita berduaan disini ditempat sepi kayak gini,elo gak tertarik dong sama gue?"


Dewinta berjalan mendekati Galih dan sedikit mengeluarkan jurus genitnya sembari mengitari Galih dan menepis pundak galih dengan sedikit belain.


"Ya ampun..,bener kan?elo sama sekali gak tertarik sama cewek seseksi gue?"


"Stop!!"teriak Galih


"Gakpapa teriak aja,supaya orang-orang datang kesini ngeliat kita,ngintrogasi kita,terus gue tinggal cerita sama mereka yang sebenernya!"ancam Dewinta.


"Hahh!elo pikir orang-orang bakalan percaya sama lo?"


"Kenapa enggak?gue ada bukti!"


Ucapnya lalu memperlihatkan dengan cepat Vidio yang sudah ia rekam.


"Hapus!hapus vidionya sekarang juga..!"mohon Galih dengan serius dan mencoba mengambil handphone itu dari tangan Dewinta.


"Ya ampun..Jangan gitu dong!vidionya bagus loh!"


"Berapa uang yang elo mau?gue bakalan kasih berapa pun asal Vidio itu elo hapus!"


"Uang?elo pikir cukup?"


Dewinta tertawa puas melihat kepanikan Galih,sedangkan Galih sendiri rasanya sudah hampir kencing di celana menghadapi permasalahan ini.


"Terus kamu mau apa?"


"Ada sih sesuatu yang cukup penting,tapi gue kurang yakin deh elo bisa kasih atau enggak."


"Please Dewinta..Apa?!"


"Auristela Ayana!besok sebelum jam makan siang,gue udah harus tau dimana Auris tinggal sekarang!"


"Auris?gue gak tau tentang dia!"imbuhnya berbohong.


"Elo yakin?Dia pernah kerja disini kan?dia berenti kerja tiba-tiba loh.Dan gue mau tau alasannya kenapa!"


"Gue gak tau!"


"Makanya cari tau!besok sebelum jam makan siang,atau Vidio Lo bakalan kesebar.Orang pertama yang bakal dapat vidionya kemungkinan pak Abian gak sih biar seru gitu.Sampai ketemu besok pak Galih.."


Dewinta pergi meninggalkan Galih dengan kegaduhannya.Sedangkan Galih menatap cermin yang ada dihadapannya dan seakan melihat bahwa pantulan dirinya itu begitu terlihat sangat bodoh.


Lagi pula siapa yang menginginkan ketidak normalan ini?Abian,Thomi dan yang lainnya sama sekali tidak mengetahui mengenai perubahan Galih.Bahkan Galih sendiri masih tidak yakin dengan kelainannya ini,pasalnya semua itu bermula sejak akhir-akhir masa ajaran dibangku SMA.


Galih merasakan depresi hebat ketika ibunya meninggal sedangkan ayahnya dipenjara karena korupsi disebuah perusahaan.


Galih hidup sendiri tanpa ada saudara ataupun kerabat.Dunia malam yang sempat dia ikuti bersama dengan Abian dan yang lainnya,memperkenalkan dirinya dengan satu circle yang membelok.

__ADS_1


Dia diperlakukan sangat baik oleh pria-pria yang menyukai sesama jenis.Galih diterima dengan baik dan karena terlalu sering bergaul dengan mereka,ia mulai tidak tertarik dengan sesuatu yang membuatnya terlihat normal.


__ADS_2