Istri Rahasia Tuan CEO(Secret Wife Mr.CEO)

Istri Rahasia Tuan CEO(Secret Wife Mr.CEO)
Episode 15:Pertemuan Dan Perpisahan


__ADS_3

Auris benar-benar tidak masuk kerja hari ini,dia masih memikirkan tentang runyamnya keadaan saat ini.Ini adalah kali pertamanya dia hamil,akan ada satu kehidupan baru yang akan hadir dalam hidupnya.Tapi bagaimana bisa dia menerima itu sebab dia sendiri akan mengorbankan kehidupannya.


Sudah banyak uang dan kebaikan yang diberikan Dokter Daniel dan Dokter Yuna.Tidak mungkin jika membatalkan pendonoran itu,dan jika pun dibatalkan,bagaimana caranya Dokter Daniel bisa mencari pendonor secepatnya dan bagaimana caranya Auris bisa membayar semua pengeluaran untuk biaya pengobatan Aqilla yang sudah dikeluarkan oleh Dokter Daniel dan istrinya.


Tok Tok Tok..


Suara seseorang mengetuk pintu rumahnya,dengan sigap Auris menghapus air matanya lalu keluar untuk membukakan pintu.


Seorang pria paruh baya sudah berdiri diteras rumahnya dan terlihat begitu lega ketika dia melihat Auris.


Pria itu adalah anak nenek Minah yang beberapa tahun yang lalu sudah tidak ada kabar.


"Auris.."


"Mas Aryo?"


"Ibuk ada?"tanyanya dengan sepasang netra mulai berkaca-kaca.


"Ada.."jawab Auris lalu memanggil nek Minah.


Nek Minah tersentak hebat,dan dengan sigap keduanya saling berpelukan.


"Maafin Aryo buk..Aryo kangen sama ibuk!"ucapnya dan meluapkan rasa rindunya.


Aryo datang untuk menjemput nek Minah untuk tinggal bersamanya.Semenjak bekerja diluar negeri dan mencari pundi-pundi uang,akhirnya dia merasa bahwa hidupnya tidak akan terasa sempurna jika dia mengabaikan ibunya.


"Tapi ibuk harus temenin Auris disini!"jawab nenek.


"Nenek jangan bilang begitu..Auris gakpapa kok,mas Aryo udah jemput nenek.Ini kan yang nenek nantikan selama ini?"ucap Auris.


Sebenarnya Auris cukup sedih karena kepergian nek Minah.Kepada siapa lagi dia berharap agar ada seseorang yang akan menjaga adik-adiknya nanti.


Tapi kebahagiaan nek Minah jauh lebih penting.


Dan akhirnya nek Minah juga setuju untuk ikut bersama anaknya.


"Saya gak tau harus membalas kebaikan kamu dengan cara apa lagi Auris.Saya sangat berterimaksih!"


"Sama-sama mas Aryo!tapi Teguh,dia pergi bawa lari sertifikat rumah nenek!"beritahu Auri menjelaskan tentang kelakuan anak nek Minah yang satunya.


"Saya akan urus dia!"


...*****...


Hari sudah siang dan Auris belum juga menampakkan diri dikantor.Thomi merasa khawatir jika ternyata Auris benar-benar mengundurkan diri dari kantor.


"Maaf pak,tapi saya memang betul-betul mengundurkan diri!"ucap Auris dengan tegas saat Thomi menelponnya dan memohonnya untuk tetap bekerja dengannya.


"Oke..Tapi kamu harus kasih saya jawaban yang jelas,harus ada alasan untuk semua ini Auris.Saya tau kamu bukan tipe orang seperti ini,kamu baru beberapa bulan loh disini.Padahal kamu bisa menghabiskan waktu bertahun-tahun lamanya di market,terus kenapa disini gak bisa?"


"Maaf pak.Tapi situasinya udah gak sama lagi.Sekali lagi saya minta maaf!"jawab Auris lalu menutup panggilan.


"Dia kenapa sih?susah banget ngepoin dia!"gerutu Thomi.


Lalu dia memanggil Galih keruangannya dan meminta Galih untuk mencari informasi mengenai Auris yang mengundurkan diri.


"Kenapa harus gue sih Thom?"keluh Galih.


"Elo mau gak jadi asisten gue?baru disuruh gitu doang masa udah ngeluh!"


"Ya tapi gimana caranya?"


"Ya ampun bego banget sih lo!Auris kan udah lama kerja dimarket,gak mungkin kan dia gak punya temen disana?cari tau siapa temen terdekat dia.Kalau udah ketemu bawa kesini."


"Bentar-bentar..Yang paling sering kemarket kan Lo,masa iya Lo gak tau temen dia siapa aja!"

__ADS_1


"Orang yang kerja dimarket itu gak sedikit Galih!ya gue gak tau temen dia yang paling Deket itu siapa.Lagian susah banget nyari informasi tentang dia.Udah lah sana buruan..!"perintah Thomi.


"Siapa ya?"ingat Galih lalu dia teringat pada Dewinta.


Tidak ada manusia yang paling tidak update dimarket selain wanita satu itu.Semua orang sudah mengakui ketajaman lidah Dewinta dan skill nya dalam ikut campur dengan kehidupan orang lain.Segala berita yang dia sebarkan selalu menyuguhkan informasi yang menarik, sampai-sampai bisa membangkitkan jiwa-jiwa penasaran pada dalam diri seorang yang pendiam.


Galih pergi kemarket dan bertemu Dewinta disana.Cukup sulit untuk berkomunikasi dengannya karena setiap apa yang ditanyakan malah dia jawab dengan pertanyaan.Tjdak ada jawaban yang bisa didapatkan dengan cepat dari mulut berbisanya.


"Saya ditugaskan pak Thomi untuk hal yang serius,jadi tolong jawab pertanyaan saya dengan serius!"ucap Galih masih dengan nada standar.


"Saya tanya sama kamu karena cuma kamu yang paling update disini.Saya mau tau siapa teman terdekat Auris disini?"


"Kita semua temen dekat dia pak!"


"Hah!dari bentukan kamu begini aja,udah bukan tipe Auris buat dijadiin teman!"pungkas Galih dengan sedikit terkekeh.


"Bapak tanya loh sama saya.Udah saya jawab malah ngelunjak!"omel Dewinta


"Loh kamu marah sama saya?kamu gak tau saya siapa?"


"Temennya pak Abian kan?baru jadi asisten aja udah sombong!"ketus Dewinta.


"Anjirr ni cewek mulutnya!"


"Hahh oke..Saya serius Dewinta..,Auris mengundurkan diri dari kantor,tanpa alasan apa pun.Jadi saya harap kamu bisa bekerja sama dengan baik.Saya mau tau teman terdekat Auris!"


"Amanda!"jawabbya dengan terpaksa.


"Tapi dia lagi gak masuk hari ini!"lanjutnya berbohong.


"Serius?"


"Saya Amanda!ada apa ya?"sahut Amanda tiba-tiba datang.


"Jadi kamu yang namanya Amanda?"tanya Thomi.


"Saya asistennya pak Thomi,dan dia mau ketemu sama kamu.Sekarang juga!"


"Ketemu sama gue..?enggak pasti gue lagi mimpi ini!"erang Amanda dalam hati yang kegeeran.


"Serius pak?"tanyanya.


"Iya..Ya udah ayo ikut saya!"


"Baik pak!"


"Buat kamu Dewinta!urusan kita belum selesai!"ucap Galih dengan tatapan sinis.


"Urusan apaan?"


"Kamu udah buat saya kesal!"jawabnya lalu pergi.


"Huuh sombong amat lu!baru juga jadi asisten!"seru Dewinta kesal.


...🔥🔥🔥...


Amanda datang kekantor dan menemui Thomi diruangannya.


"Langsung masuk aja!"perintah Thomi.


"Diketuk dulu kali pak pintunya!"


"Udah langsung aja..Biar kayak suprise gitu,soalnya pak Thomi itu butuh banget informasi dari kamu,nah kebetulan ketemu kamunya cepat,pasti dia kaget!"beritahu Galih dan langsung mendorong punggung Amanda masuk kedalam ruangan Thomi lalu meninggalkannya disana.


Grrrrpkkkkppkkkkghh

__ADS_1


Suara beberapa map dan buku terjatuh kelantai saat Thomi terkejut dengan kedatangan Amanda.Bagaimana tidak,saat itu ia sedang tidak memakai jasnya.Dia hanya memakai kemeja putih dan dengan dua kancing atas yang sengaja terbuka karena suasana gerah.


Selama dia bekerja diBARAMARKET,tidak ada satu pun wanita yang pernah melihatnya ke-aestetikan tubuhnya.Dan tanpa permisi,Amanda bisa melihat dengan jelas pemandangan indah itu.


Amanda hanya terdiam terpelongo dengan tatapan mata yang tidak berkedip,sedangkan Thomi dengan sigap meraih jasnya lalu memakainya kembali.


"Kenapa pintunya gak dikeruk dulu?"ketus Thomi.


"Ma-maaf pak!pak Galih langsung nyuruh saya masuk!"jawabnya masih dengan pandangan serius campur kagum.


"Kamu lihat apa?"


"Bukan apa-apa pak!"


"Saya tau apa yang sekarang kamu pikirkan,jadi saya harap kejadian beberapa detik yang lalu jangan diingat-ingat lagi!"


"Dihh ya sayang banget lah.."gumam Amanda.


"Bapak takut ya kalau saya cerita ke anak-anak market?"goda Amanda.


"Saya mau membahas tentang Auris,bukan tentang saya sendiri!"


"Dihh bapak kenapa jadi nervous gitu sih?bapak tenang aja,saya paling aman buat jaga rahasia!"goda Amanda lagi sembari mengedipkan sebelah matanya.


"Duduk!"perintah Thomi mempersilahkan.


"Kamu beneran teman dekatnya Auris?"


"Duh gimana ya jelasinnya.Kayaknya kalau gak ada minuman atau apa gitu,kurang enak ngobrolnya pak!"sindir Amanda.


"Astaga.."dengus Thomi mulai kesal lalu dia menelpon Galih untuk menyuruh OB membawakan minuman dingin.


"Auris tiba-tiba mengundurkan diri,tanpa alsan yang jelas.Saya gak marah untuk ketidak profesionalan dia,tapi saya kecewa karena dia gak bisa menjelaskan alasan kenapa dia mengundurkan diri."


"Jadi Auris beneran keluar pak?"tanya Amanda lagi.


"Beneran keluar?sebelumnya dia udah cerita sama kamu?"


"Emm,,gak juga sih pak.."elak Amanda.


"Sebenarnya ini ada apa sih?pasti kamu tau alasannya kan?"tanya Thomi semakin yakin.


"Mungkin dia capek kali pak.Dia mau istirahat dulu.."


"Capek?yang namanya kerja ya capek.Tolong lah Amanda..,saya sangat senang sama kinerja Auris.Jadi sangat disayangkan kalau dia keluar dengan cara begini!"


"Bapak kok memaksa saya sih pak?"


"Saya gak memaksa..Saya cuma mau tau!"


"Bapak temennya pak Abian kan?seberapa dekat? sampai-sampai bapak gak tau alasan kenapa Auris mengundurkan diri!"pungkas Amanda dengan nada serius dan Thomi semakin dibuat bingung.


"Saya gak ngerti maksud kamu!"


"Auris gak baik-baik aja sekarang pak!jujur bukan haknsaya untuk bicara banyak mengenai semua hal yang sekarang terjadi,tapi saya mohon..Kalau semisal pak Abian punya kesalahan terhadap Auris,tolong segera diselesaikan.Seenggaknya,pak Abian harus sadar kalau dia salah!"jawab Amanda dengan tegas lalu pergi meninggalkan Thomi dengan sejuta rasa penasarannya.


Bukannya mendapatkan jawaban,dia malah dirundung dengan pertanyaan-pertanyaan yang menyerang pikirannya.


Nyatanya Galih sudah membawa orang yang salah untuk Thomi.Amanda adalah orang yang sangat setia kawan dan sangat pandai dalam menjaga rahasia,jadi tidak akan mudah untuk mengetahui informasi darinya.


✨✨✨


Terimakasih untuk para readers yang sudah mampir❤️


Dukungan kalian sangat membantu saya untuk semakin semangat buat Up.So..Sangat dipersilahkan untuk meninggalkan Like,komentar,dan votenya ya..🥰

__ADS_1


Salam hangat 🤝


__ADS_2