
Tok Tok Tok
Pagi-pagi sekali Auris mengetuk pintu kamar Abian, tidak perduli mengusik ketenangannya yang masih tertidur pulas bersama Karina didalam kamar.
"Siapa sih pagi-pagi buta begini?" pikir Abian dan berjalan menuju pintu.
"Penting!"
"Pagi-pagi kayak gini? masih jam setengah enam Auris.." dengusnya kesal.
"Ada panggilan dari pak Wijaya!"
"Meeting? kan besok!"
"Gak jadi besok, hari ini!"
"Apa? hari ini? kan dibogor!"
"Dipercepat. Saya siapkan semuanya dan kamu bisa langsung berangkat sehabis sarapan!"
Abian langsung bersiap-siap dengan cepat dan membangunkan Karina sedangkan Auris bersiap-siap dengan tugasnya.
"Hari ini mama sibuk sayang.. Mama mau pergi kebogor karena ada urusan pekerjaan, gakpapa kan?"
"Gakpapa kok ma.. Mama pergi sama papa kan?"
"Iya.. Sama bunda Karina juga!"
"Ken.. ini bolanya!" pekik Bella dan mengajak Ken kembali bermain.
"Hati-hati sayang! main bolanya jangan didalam rumah, bahaya!!" ingatkan Auris.
Saat itu Ken dan Bella sedang bermain bola dan tidak sengaja saat Karina baru saja turun dari anak tangga, kakinya terpeleset karena bola yang dilempar Bella.
"Aawwww!" lirihnya dan sulit untuk berdiri.
"Karina!" Auris menghampirinya dan membantu Karina untuk berdiri lalu membawanya duduk disofa.
"Ini kenapa?" tanya Ibu Sora panik.
"Maaf Oma.. Tadi Ken sama Bella mainan bola dirumah, jadi bunda gak sengaja kepleset.." jawab Ken jujur.
"Makanya kalian itu jangan mainan didalam rumah! ini kan udah waktunya berangkat sekolah!" omel Karina.
"Udah-udah jangan dipermasalahkan! parah banget ya keliatannya?" tanya ibu Sora.
Sepertinya kaki Karina terkilir dan sudah pasti dia tidak bisa ikut pergi kebogor. Sebenarnya Karina masih bersikeras untuk tetap ikut karena dia tidak ingin Abian dan Auristela bersama-sama. Tapi mau bagaimana, kakinya saja tidak bisa diajak kompromi.
"Kita harus cepat berangkat sekarang, dan gak mungkin kamu bisa ikut. Mendingan kamu istirahat dirumah Karina.. Biar aku panggil Dokter!" ucap Abian.
"Itu bener, kamu harus istirahat dirumah Rin.. Keadaan kaki kamu gak memungkin buat pergi kemana pun!" sambung Devina.
"Ya udah deh, kamu hati-hati ya! kabarin aku kalau udah sampai!"
Abian pergi dengan wajah yang sangat riang, sepertinya waktu begitu memihak padanya hari ini.
.......
Setelah menghabiskan perjalanan yang cukup melelahkan, Abian dan Auris langsung bertemu dengan Klien mereka. Tidak butuh waktu lama, pertemuan itu pun selesai tepat pada malam pukul 18:20 WIB.
Kebetulan Villa Abian tidak jauh dari lokasi mereka saat ini. Dan Abian pun memutuskan untuk menginap disana bersama Auris.
"Kita mau kemana? langsung pulang lagi?" tanya Auris.
"Ya gak mungkin lah! saya capek!"
"Terus?"
"Kita nginap di Villa!"
Deg
__ADS_1
Auris terdiam sejenak dengan jawaban itu. Tempat itu? tentu belum bisa ia lupakan.
"Saya gak mau!" tolaknya.
"Kita ada tempat tinggal yang bagus disana, gak perlu cari tempat lain buat istirahat kan?"
"Saya bisa langsung pulang kejakarta sekarang!"
"Auris jangan bercanda!"
"Saya serius! turunin saya sekarang juga!" pintanya.
"Cuacanya lagi gak bagus, kita ke villa sekarang!" ajaknya lagi.
"Saya gak mau! turunin saya!" pinta Auris dengan nada tegas.
"Berhenti Abian!"
Abian memberhentikan mobilnya dan membiarkan Auris keluar dari dalam mobil. Ia ingin melihat senekat apa Auris, apakah dia benar-benar akan pergi begitu saja.
Auris berjalan ditrotoar dan membiarkan Abian mengikutinya dari belakang.
"Nekat juga ya dia. Baru kali ini gue tau ada cewek sekeras kepala kayak dia!" gerutu Abian yang masih berada didalam mobil.
Auris berhenti dihalte bus dan berharap menemukan Taxi disana, tapi sayangnya sulit menemukan Taxi semudah itu jika keadaan saat itu sedang hujan.
Hujan cukup deras malam itu, dan Auris juga bersikeras untuk tidak pergi bersama Abian.
"Auris ini hujan.." Abian mendatanginya dan membujuknya kembali.
"Saya tau!"
"Saya minta maaf.."
"Bisa gak sih kamu.. Jangan kebanyakan maaf! saya capek dengernya!" protes Auris.
"Terus saya harus apa supaya kamu gak marah-marah lagi?"
"Saya gak bisa lama-lama diluar kayak gini, kalau nanti ada orang yang liat saya gimana? kalau mereka minta foto gimana?"
Auris menatap sinis Abian dan masih tidak menyangka, dalam keadaan seperti ini dia masih saja bisa bercanda.
"Saya tau kamu masih mengingat kejadian itu. Tapi saya gak bermaksud untuk membuka luka lama, saya berusaha supaya kamu bisa memaafkan masa lalu kita!"
Auris duduk disebelah Abian dan tertegun diam.
"Saya gak lagi merayu kamu, saya ngomong begini karena saya tau letak kesalahan saya!"
"Saya laper!" jawabnya tiba-tiba.
Abian menahan senyumnya dan dengan cepat membuka pintu mobil untuk Auris.
Auris masuk dan bersedia untuk menginap di villa.
"Bik.. Tolong siapkan makan malam buat kita berdua ya!" pinta Abian sedangkan bik Imah memandang serius Auris.
"Biar saya bantu!" ucap Auris.
"Tapi mbak.."
"Ini Istri saya bik.. Gakpapa.." jelaskan Abian.
Auris pergi kedapur bersama bik Imah dan membantunya untuk menyiapkan makanan.
Auris bercerita panjang lebar bersama bik Imah dan menjelaskan kembali permasalahannya dengan Abian.
"Saya minta maaf nyonya muda.. Mungkin saya dulu sempat berpikiran buruk tentang nyonya.."
"Gakpapa bik.. Kan bibik baru pertama kali liat saya waktu itu!"
"Ooh iya jangan panggil nyonya!" ingatkan Auris.
__ADS_1
"Loh jangan begitu nyonya.. Terus saya harus panggil apa?"
"Apa aja asal bukan nyonya."
"Eneng? kayaknya bagus. Cantik kayak orangnya!"
"Bibik bisa aja!" keduanya tertawa senang didapur itu sembari memasak makanan yang enak.
"Aden Abian itu anak yang baik. Semenjak permasalahannya sama mbak Clara, jadinya kadang si aden jadi bersikap buruk neng.." beritahu sang bibik.
"Maksudnya bik?"
"Ya biasa lah neng.. Patah hati karena mbak Clara selingkuh!"
"Ooh.. Jadi itu bener?" gumam Auris dalam hati.
"Den bian cuma akan bersikap buruk sama perempuan yang dia anggap buruk juga neng.. Kalau sekarang den bian menjadikan neng Auris sebagai istri, itu artinya den bian serius. Dia pasti betul-betul jatuh cinta sama neng Auris!"
"Bibik udah aah.. Ada-ada aja.." jawab Auris dan mencari topik pembicaraan lain.
Sepersekian menit kemudian, makanan pun sudah disiapkan dengan sempurna. Auris dan Abian langsung menyantap makanan itu dimeja makan dan hanya berdua saja.
Dilain tempat Galih kembali terpikirkan dengan Dewinta. Dia merasa bersalah karena sudah menyalahkannya. Demi memperbaiki kesalahannya, ia mengajak Dewinta untuk bertemu disalah satu restoran.
"Gue traktir Lo sepuasnya! tapi Lo maafin gue ya.." mohon Galih sembari mengusung senyum semanis mungkin.
"Tau ah! gue masih kesel sama lo! udah dibilangin juga kalau bukan gue yang ngasih tau!" gerutu Dewinta.
"Ya gue kan kebawa suasana, gue takut!"
"Ya udah iya gue maafin! terus gimana masalah lo? temen-temen Lo marah?"
Galih menceritakan semuanya dan Dewinta cukup lega karena Galih sudah mendapatkan banyak dukungan dari teman-temannya.
Saat masih asik mengobrol, Galih baru menyadari dengan pipi Dewinta yang memar.
"Pipi Lo kenapa?"
"Gakpapa!" jawabnya menghindar.
"Pipi Lo kenapa?" tanyanya lagi tapi Dewinta tidak menjawab apa pun.
"Suami lo mukul Lo lagi? Dewinta Lo bego apa gimana sih? gue udah bilang kan, pisah dari dia!" ketusnya.
"Gak semudah itu lih.."
"Apa yang susah? gue bantu lo!"
"Toko kue udah hampir bangkrut, anak gue butuh biaya sekolah, gue masih butuh suami gue!"
"Dan karena itu lo masih milih bertahan? elo perempuan, hubungan rumah tangga memang penting, tapi Lo juga punya harga diri. Elo mau terus-terusan disakitin begini? bukan cuma fisik doang, tapi mental sama perasaan lo!"
"Gue masih berharap kalau dia bisa berubah jadi suami yang baik!"
"Sampai kapan? pokoknya gue gak mau tau, besok gue udah harus denger kalau Lo udah minta pisah dari dia! atau enggak gue gak mau temenan lagi sama lo!"
"Gak gitu juga dong.."
"Kenapa takut? sekarang kita pulang ambil barang-barang Lo, terus pindah kerumah gue!" perintahnya.
"Ngapain?"
"Tinggal sama gue lah!"
"Elo gak waras?"
"Elo takut? tenang! gue guy! gue gak tertarik sama lo!" jawabnya dan membuat Dewinta tertawa geli.
๐น๐น๐น
Untuk para pembaca Istri Rahasia Tuan CEO, Author sangat berterimakasih atas dukungannya. Mohon maaf dan harap maklum kalau Author suka telat up. Author kan juga punya kehidupan didunia nyata hehe๐๐ . Tetap setia sama NovelToon dan setia menunggu kelanjutan episode Istri Rahasia Tuan CEO ya..โค๏ธ
__ADS_1