Istri Rahasia Tuan CEO(Secret Wife Mr.CEO)

Istri Rahasia Tuan CEO(Secret Wife Mr.CEO)
Episode 12:Berlian Didalam Lumpur


__ADS_3

"Guys..!"dengus Galih dengan wajah serius.


"Pikiran kalian sama gak sih kayak yang gue pikirin sekarang?"tanyanya lagi.


"Apaan sih loh gak jelas!"


"Jangan-jangan..,"


"Jangan-jangan apa?!"bentak Abian.


"Gimana kalau seandainya Auris hamil?"


Jawabnya dan spontan Abian dan Thomi tersentak kaget.


"Gilak lo!ya gak mungkin lah!"ucap Abian.


"Kenapa gak mungkin?Lo gak ingat apa yang udah Lo lakuin bi?elo cowok pertama loh!dan Lo tau itu."


"Ya-,ya tapi kan.Ya gak mungkin lah..Jangan ngasal ya lih kalau ngomong!"omelnya.


"Gimana kalau ternyata itu bener?"tanya Thomi yang juga curiga.


"Please lah,,jangan buat gue panik gini dong!"


"Gilak Lo bi!Lo bakal punya anak?"gerutu Galih.


"Apaan sih?!gak mungkin,paling cuma masuk angin doang dia.."elak Abian dan dia juga merasa bahwa itu tidak mungkin.


"Dari pada kita mikirin kecurigaan Galih yang gak jelas,gimana kalau kalian bantuin gue!"ucap Abian.


"Bantuin apaan?"


"Bantuin gue buat nyari tau alasan kenapa itu cewek bisa dapet uang segitu banyaknya dari papa,dan kenapa orang-orang bisa ngasih tuduhan itu kedia!"


"Kenapa lo?kenapa baru sekarang mau nyari taunya?Lo udah sadar kalau Lo salah?"sindir Thomi.


"Gue serius Thom.Jangan berdebat lagi deh please..!"mohon Abian.


Dilain tempat Auris sudah bertemu dengan Amanda,mereka bercerita banyak hal karena sudah lama rasanya tidak pernah bertatap muka lagi semenjak Auris sudah tidak bekerja dimarket.


"Lo sakit ya?Lo lemes banget!"


"Gue gak tau,bawaannya mual terus.Mungkin karena tadi pagi gue gak sarapan."


Amanda seketika saja teringat dengan cerita Auris dalam beberapa Minggu yang lalu.Tentang kejadian yang dia alami saat berada divilla.


Amanda sudah berpikir yang bukan-bukan,dia juga berpikir apakah Auris hamil?.Apa yang tidak mungkin bisa terjadi,terkadang sesuatu yang tidak diharapkan bisa datang begitu saja.


"Ris.. Jangan-jangan Lo hamil!"


"Amanda..!gak lucu becandanya!"erangnya kesal.


"Gue serius ris.Kalau seandainya beneran,fix Lo harus minta pertanggung jawaban dari pak Abian!"


"Lo apaan sih?ya gak mungkin lah.Buang jauh-jauh deh pikiran Lo itu!gue gak hamil!"


"Ini pertengahan tanggal ya,Lo lagi dapet gak?gue tau ya ris jadwal Lo M(menstruasi)!"


Auris terdiam dan memikirkan sesuatu,dan benar memang dia tidak mengalami menstruasi untuk bulan ini.


"Nah kan bener!wahh bahaya ris,Lo harus ngomong kedia!"


"Amanda enggak..Gak mungkin lah."


"Gini aja deh,ntar Lo beli test pack aja deh.Biar pasti aja."usulnya namun Auris masih membantah.

__ADS_1


"Gak ah! ada-ada aja lo!"


"Diih ya udah kalau gak mau!tapi ya ris,kalau memang itu bener,gue sendiri yang bakal temuin pak Abian dan minta pertanggung jawaban dari dia.Jangan karena dia pikir dia itu orang kaya,punya uang banyak,terus dia bisa seenaknya gitu?kalau perlu biar semua orang tau sama kelakuan dia.Gue gak masalah deh kalau dipecat!"


"Jangan Amanda..Nanti masalahnya jadi melebar,gue gak mau yang kena imbasnya nanti pak Thosio.Itu orang tua udah baik banget sama gue.Gue gak mau kalau sampai keluarga dia berantakan!"nasehati Auris.


"Gue gampar juga ya lo! bisa-bisanya masih ngebelain keluarga cowok sombong itu.Gue gak peduli!"jawabnya dan masih ngedumel.


"Ooh iya,pak Thomi apa kabar?"tanya Amanda sembari tersenyum dengan maksud tertentu.


"Baik dia baik.."


"Ris..Boleh gak?"


"Apaan?"


"Kapan-kapan temuin gue sama dia dong.."pintanya sembari mengusung senyum semanis mungkin.


"Dia siapa?"


"Diih gak peka banget sih Lo.Ya pak Thomi lah!"


"Ooh jadi sekarang udah mulai nyari yang nyata?udah gak mau ngehalu lagi?terus gimana dong nasibnya Chanyeol sama Kai?"goda Auris dengan menyebut member idol K-Pop biasnya Amanda.


"Ya itu masih,tapi kan,hati gue ini udah nge-klik banget ke pak Thomi ris..Dia itu..,duh gak tau lagi deh!"


"Kalau sama pak Abian?kan banyak cewek yang tergila-gila sama dia.Lo enggak?"


"Gilak lo!dia udah nyakitin Lo ya,kalau bukan karna dia bos kita,ngelirik aja gue ogah!"


"Apa bedanya sama pak Thomi?mereka kan deket,kita kan gak tau kalau seandainya pak Thomi sama kayak pak Abian."


"Gak usah ngacok lo.Pak Thomi itu baik,pokoknya idaman deh.."pujinya.


"Bucin banget Lo.Awas! hati-hati milih cowok,jangan sampe Lo kecewa lagi kayak masa lalu itu!"ingatkan Auris lagi.


"Iih Auris..Ga usah di ingetin..Gue nangis nih!"


"Lagian masih SMP Lo udah pacar-pacaran!"ledeknya.


"Ooh iya,gue mau ngomong sesuatu penting lagi nih."


"Apaan?"


"Beberapa bulan lagi gue ada rencana mau mengundurkan diri jadi Asistennya pak Thomi!"


"Resain?kenapa?pasti Lo ngarang kan?"potongnya menyela.


"Dengerin dulu..Gue ada kirim lukisan buat lomba beberapa Minggu yang lalu,nah kebetulan gue lolos.Kemungkinan gue bakal pergi dan gak tau berapa lama."


"Dimana?"


"Singapura!"jawab Auris berbohong.


Padahal dia sedang menyiapkan diri untuk melakukan operasi pendonoran jantung yang katanya akan dilakukan beberapa bulan lagi.


"Kan gak mungkin lama ris..Lo gak harus resain,bisa kerja dikantor BARAMARKET itu pencapaian hebat loh.Elo gak harus kerja part time lagi dicafe,gak perlu kerja ditempat latihan basket..!"


"Santai aja kali mand..Emangnya Lo gak mau ambil bagian dikantor?Lo gak bosen dimarket?"


"Ya bosen juga sih,apa lagi ngadepin si Dewinta hehh"erangnya.


"Nah itu dia,,cobak aja ajukan lamaran dikantor!"usul Auris masih mencoba merayu Amanda.


****

__ADS_1


Dilain tempat Evans terlihat sedang latihan basket dilapangan.Disana ada Randy yang melihatnya dari tempat kursi penonton.Sedari tadi Randy memperhatikan Evans bermain basket yang gelagatnya kelihatan tidak fokus.


"Elo kenapa sih vans?kalau ada masalah pribadi jangan dibawa-bawa kesini dong!"tegas teman satu teamnya.


"Sorry..Gue gak ada masalah kok!"


"Oh ya?jadi kakak Lo juga gak ada masalah?"celetus Rio salah satu kapten team basket lawannya.


"Duuh kasihan banget ya,kalau memang gak mampu buat sekolah disini,mendingan gak usah dipaksa deh.Elo gak kasihan kakak Lo harus jadi pelakor supaya bisa dapet duit?"sambungnya lagi.


Evans mulai emosi dan tidak bisa menahan amarahnya.Spontan saja dia melayangkan bogem mentah kewajah Rio dan terjadi kerusuhan disana.


Semua temannya melerai perkelahian itu,dan Randy juga mencoba membantu Evans.


"Jangan sembarangan ya Lo kalau ngomong!gak usah ikut campur sama urusan keluarga gue!"pekik Evans lalu Randy membawa Evans untuk menjauhi kericuhan itu.


"Kenapa sih elo bisa kepancing gini?"tanya Randy sedikit ngos-ngosan sembari memberikan sebotol minuman untuk Evans.


"Elo gak perlu bantu gue,liat tuh!benerin dulu napas loh!"ucap Evans yang menyadari keadaan Randy.


"Gue gakpapa!"


"Anak-anak disekolah pada ngejauhin gue dan ngomongin masalah gue,kenapa sih Lo masih mau temenan sama gue?"


"Karena gue yakin kalau tuduhan mereka itu gak bener!"


"Rand..Elo bahkan gak tau kakak gue itu gimana.."pungkasnya kesal.


"Iya gue gak tau!tapi Lo tau kan?Lo adiknya Vans.Dari pertama Lo lahir kedunia ini,Lo udah jadi adik dari kakak Lo.Elo gak percaya sama dia?apa pun yang sekarang terjadi,gue yakin kakak Lo itu gak seburuk yang mereka kira..!"bela Randy.


Evans hanya menghela nafas kasar dan tidak bisa menjawab perkataan Randy.


"Terserah Lo deh!"


"Balik bareng gue yuk!nanti gue dijemput sama Kakak gue!"ajak Randy lalu Evans menyetujuinya.


Kembali lagi kepada obrolan Auris dan Amanda.


Amanda masih tidak berhenti memuji segala kelebihan Thomi.Sepertinya dia sudah benar-benar tergila-gila pada manajer terlalu cool itu.


"Ris..Selama Lo kerja sama dia,Lo pernah liat abs(otot perut yang sixpack)dia gak?"


"Hah?ya enggak lah!"


"Wah berarti bener dong."


"Bener apanya?"


"Lo gak tau?"kejutkan Amanda.


"Gak tau apaan?"


"Ya ampun Auris..Perkara abs nya pak Thomi Lo juga gak tau?lo kudet banget tau gak!"omel Amanda.


Thomi sudah sangat terkenal tentang keahliannya dalam menyembunyikan bentuk tubuhnya yang sixpack ataupun dada bidangnya yang aduhai.


Thomi selalu memakai jas kerjanya itu dan menutupi bentuk tubuhnya dengan sempurna.Ada banyak kaum hawa dikantor atupun market yang mati penasaran dengan sesuatu seperti apa yang tersembunyi dibalik jas tebalnya itu.


Melihat bentukannya dari luar,nampaknya ada sesuatu yang luar biasa didalam sana,namun sayangnya Thomi memang tidak pernah menampakkannya.Bahkan saat Abian dan teman-temannya bermain basket atau mengikuti olah raga apa pun itu,Thomi tidak pernah mau bergabung.Padahal beberapa isu mengatakan bahwa Thomi bisa bermain basket dan juga suka olah raga.


"Memang gak pernah sih.."gumam Auris sambil membayangkan waktu yang sudah dia lalui saat menjadi Asisten Thomi.


"Walaupun sekedar buka jas doang?"


"Iya gak pernah!"

__ADS_1


"Waah kece parah sih pak Thomi.Berasa kayak..,berlian didalam lumpur!gue harus bisa dapet yang begitu tuh.Idaman banget sumpah.."puji Amanda lagi.


__ADS_2