
Auris kembali keruangan Abian dengan membawa segelas kopi yang nikmat. Abian menyeduh kopi itu dengan hati-hati dan merasakan kenikmatannya.
"Hahhh.. kopi buatan istri sendiri memang beda rasanya." ucapnya merasa puas.
"12:40 setelah makan siang, cafe kopi dijalan Delima. Klien dari perusahaan Stars Sindo. Semuanya sudah saya siapkan, bapak bisa langsung menuju lokasi setelah makan siang!" beritahu Auris dengan singkat.
"Bapak?" Abian terkekeh.
"Jangan buat saya keliatan tua Auris!"
"Kamu Bos saya, kalau kamu ngerasa ketuaan dengan panggilan itu, ya itu salah kamu!"
"Bisa gak sih kalau ngomong sama saya itu pakai nada yang lembut? kamu gak lagi ngomong sama musuh kamu loh Auris!" pungkas Abian.
"Saya gak bilang begitu!"
"Egheemm!" Karina berdehem dan tiba-tiba menyeruak masuk kedalam ruangan itu.
"Sebaiknya kamu bisa menjaga sikap kamu Auris!" ingatkan Karina sembari menghampiri Abian.
"Karina.. Kamu butuh sesuatu?" tanya Abian dengan nada lembut.
Auris yang melihat itu semakin dibuat muak dan rasanya ingin sekali melemparkan buku-buku tebal yang ada dimejanya kewajah Abian.
"Ini waktunya buat kamu cemburu Auris." dengus Abian dengan sedikit menyunggingkan senyumnya.
"Aku mau makan siang diluar bareng kamu! sebelum ketemu klien." ajak Karina sembari merapikan dasi Abian yang padahal sudah rapih.
"Waah boleh dong! kebetulan aku juga mau ngajak kamu tadi!" jawab Abian dan mengelus punggung tangan Karina dengan lembut.
"Saya permisi keluar pak! kebetulan semua keperluan buat meeting nanti udah selesai, dan sebentar lagi juga waktunya makan siang!" ungkap Auris dan akan pergi.
"Kalau gitu sekalian ikut makan siang bareng kita aja!" ajak Karina dan Auris melotot tidak percaya.
"Sa-saya?" tanya Auris sembari menunjuk kearah dirinya sendiri.
"Iya! jangan canggung begitu Auris. Tapi saya cuma mau ingatkan sama kamu, kamu itu sekertaris Abian, jadi kamu gak bisa menolak perintah Abian!"
"Gimana kalau kita pergi sekarang?"
Abian melerai suasana serius itu lalu mereka pergi untuk makan siang bersama. Dan seperti rencana Amanda, dia membawa salah satu pegawainya untuk ikut bersama mereka, agar ketika mereka membuat hati Auris panas membara, Auris tidak akan berani untuk berkomentar apa pun.
Selama makan siang berlangsung, Karina tidak henti-hentinya memperlihatkan keromantisannya dengan Abian demi membuat Auris merasa cemburu.
Sedangkan Abian juga merespon Karina, sebab dia juga ingin melihat bagaimana reaksi Auris.
"Kampret banget gak sih ni orang? ok fine.. Gue gak cemburu, tapi gue risih liatnya..!" Auris menggurutu pelan dan tidak bisa menikmati makan siangnya.
__ADS_1
"Sayang.. Kamu harus banyak makan, aku gak mau ya kalau kamu kurusan.." Karina menyuapi Abian dan berharap Auris cemburu dengan tingkahnya.
"Waah ternyata beneran ya pak, kalau pak Abian sama Bu Karina memang pasangan yang romantis kayak diberita-berita itu!" ucap teman kerja Auris.
"Iya dong.. harus sesuai dengan realita kan.." jawab Karina.
"Emm,, kayaknya saya harus balik kekantor deh pak! ada perlu sama sekertaris Amanda!" ucapnya sedikit ragu.
"Sekarang? makan kamu aja belum selesai!" sahut Abian.
"Penting banget pak, emergency!" jawabnya beralasan.
"Ooh, gakpapa, kamu bisa pergi sekarang." sambung Karina dan Abian pun tidak menahan kepergian Auris.
"Ooh,, jadi kamu bisa cemburu juga?" dengus Abian dalam hati.
...🔥🔥🔥...
Auris memilih untuk makan siang di kantin kantor, dari pada harus melihat kekonyolan Abian dan Karina.
Auris juga sempat digoda oleh Amanda mengenai kecemburuannya terhadap Abian.
"Udah lah Auris.. Elo itu cemburu! elo gak bisa ngelak!"
"Amanda.. Gue gak cemburu! gue cuma risih aja liatnya, mereka sengaja ngelakuin itu. Gue yakin!"
"Gue gak perduli apa pun tentang hubungan mereka!" tegaskan Auris.
"Istri mana yang gak akan cemburu ngeliat perlakuan suaminya begitu Auris? elo cemburu!"
"Pernikahan gue sama dia bukan karena cinta Amanda, dan gak akan ada kata cemburu kalau gak ada cinta diantara gue sama Abian!"
"Oh ya? sekalipun udah ada Ken hadir diantara hubungan kalian?"
"Itu kesalahan! jangan ngacok mand!" elaknya.
"Auristela sahabat gue yang paling best.. please dengerin gue, percaya atau enggak, tapi Abian bukan sosok laki-laki angkuh dan brengsek kayak dulu lagi. Elo harus kasih dia kesempatan buat berubah!" pujuk Amanda namun Auris tetap meyakinkan segalanya bahwa bukan cinta namanya jika Abian tidak memiliki keberanian untuk mengakui dirinya sebagai seorang Istri kepada orang-orang.
"Wanita itu butuh pembuktian dan pengakuan Amanda. Sampai kapan gue harus jadi istri rahasia seorang Abian Kaindra Bara? sampai kapan Abian akan tetap diam? gue gak masalah kok sama status gue sekarang, karena memang gak ada cinta dihati gue buat dia! gue terima dia dan mau hidup satu rumah sama dia itu semua karena Ken. Dan kebaikan pak Thosio!"
Jawaban Auris yang satu ini tentu tidak bisa dibantah oleh Amanda. Ada benarnya juga, mau sampai kapan Abian berdiam saja sedangkan Auris hanya akan tetap menjadi istri rahasia yang tidak diketahui oleh orang-orang.
.........
Abian, Karina dan Auristela pergi untuk bertemu dengan Klien bersama-sama. Pertemuan itu berjalan dengan lancar dan terasa lebih mudah sebab Auris sudah menyiapkan segala keperluan mereka.
Setelah meeting selesai, Abian tiba-tiba menadapat pesan WhatsApp dari Alan. Beberapa foto Galih yang didapati sedang berada disalah satu bar bersama dengan orang-orang yang Alan kenali.
__ADS_1
"Kita harus ketemu!" pinta Alan lewat pesan WhatsApp.
"Nanti malam dateng aja kekantor, gue tunggu!"
Abian semakin dibuat penasaran dengan kiriman foto-foto itu. Dan selang beberapa saat kemudian, Alan menuliskan sesuatu dipesan group mereka.
Pesan Group
"Gue tau ya siapa mereka! gue mau kita kumpul dikantor Abian malam nanti!" tulis Alan dengan serius.
"Gilak! itu Galih?" tanya Anthoni.
"Apa-apaan nih?!" tiba-tiba Galih menjawab.
"Gue tau bar itu lih! gue tau siapa orang-orang itu, lebih baik kita obrolin ini nanti secara langsung!"
Kali ini tamatlah riwayat Galih. Dia sudah tertangkap basah kedapatan tengah berada disebuah bar bersama beberapa orang yang memang menyukai sesama jenis. Alan memiliki banyak teman diluaran sana, jadi tidak heran jika dia mendapatkan foto-foto itu. 'Kenapa Galih bisa ada disana?' itu lah yang saat ini terlintas dalam benak Alan dan yang lainnya.
"Kenapa bisa dapat foto itu? cuma Dewinta yang tau semua ini, jangan-jangan dia yang udah bocorin rahasia gue?" pikir Galih dan merasa kecewa.
Tanpa berpikir panjang, Galih langsung mendatangi Dewinta dan meluapkan amarahnya kepada wanita yang tengah merasa sedih itu.
Dewinta baru saja mengalami hal yang sangat buruk, pipinya sedikit lebam karena mendapat tamparan dari suaminya. Karena terlanjur emosi, Galih tidak menyadari itu, dan dia pun masih saja memarahi Dewinta.
"Bukan gue! mau berapa kali gue bilang? bukan gue yang ngasih tau temen-temen Lo!" jelaskan Dewinta.
"Gue gak percaya ya sama Lo, gue kira Lo bisa jaga rahasia. Bertahun-tahun gue udah percaya, tapi ini balasan Lo?"
"Galih gue serius! gak ada untungnya buat gue!"
"Terserah!"
Galih pergi begitu saja tanpa mendengarkan penjelasan Dewinta lalu dengan berani datang menemui Abian dan yang lainnya.
"Sekertaris Amanda juga belum pulang, kamu bisa tunggu diruangan Thomi. Nanti kita pulang sama-sama!" perintah Abian.
"Memangnya harus pulang sama-sama?"
"Harus! Karina udah pulang duluan, ini udah malam, saya gak mau kalau terjadi sesuatu buruk sama kamu!"
" Saya gak mau nunggu lama!" jawab Auris dan langsung pergi.
Dan beberapa saat kemudian, Anthoni, Thomi, dan Alan datang menemui Abian lalu Alan menjelaskan semuanya.
Tok Tok Tok
Galih mengetuk pintu dan masuk kedalam ruangan Abian. Mendapati semua bestie nya berada didalam sana, membuat Galih semakin gugup.
__ADS_1
Semuanya sudah bersiap-siap untuk mengintrogasi Galih, ada yang berkacak pinggang, ada yang duduk bersantai disofa, dan ada yang berdiri disudut meja kerja Abian. Semuanya sudah siap menyerbu mental Galih.