
"Saya akan buktikan kalau saya sangat mencintai kamu!" yakinkan Abian lalu pelukan mereka harus disudahi karena ada seseorang yang mengetuk pintu dari luar.
Abian kembali duduk dikursinya sedangkan Auris membukakan pintu dan orang itu ternyata Karina.
"Kenapa dikunci?" tanya Karina penuh curiga.
"Abian lagi ganti baju tadi!" bohongi Auris dan Abian meliriknya sembari menahan senyumannya.
Dalam hatinya 'Apa yang kamu pikirkan Auris? kamu menolak saya mentah-mentah, tapi kamu berusaha membuat Karina cemburu? menarik!'.
"Ganti baju? kenapa sama baju Abian?" tanyanya lagi dan menghampiri Abian lalu bersikap seolah perduli.
"Gakpapa kok sayang.. Tadi cuma.." jawaban Abian terhenti diseka oleh Auris.
"Kamu gak perlu khawatir Karina.. Disini, saya bukan cuma sekedar sekertaris Abian, kamu lupa? saya juga istrinya. Jadi kamu gak perlu khawatir!"
"Aku gak butuh jawaban apa pun dari kamu!"
"Saya hanya mengingatkan kamu.. Siapa tau kamu lupa!" cetus Auris dengan memasang tatapan sinisnya.
Karina mendekati Auris dan hendak menamparnya, tapi Auris menangkisnya dan mencengkram tangannya dengan sangat kuat. Abian tidak bisa menghentikan kejadian saat ini, dia ingin melihat bagaimana cara Auris menghadapi seorang Karina.
"Berfikir lebih keras lagi Karina kalau kamu mau menyakiti saya!"
"Lepasin!" bentak Karina dan menarik tangannya.
"Kamu fikir kamu siapa Auris? kamu cuma istri yang gak dianggap!"
"Karina!" bentak Abian.
"Kenapa? kamu belain dia? kamu bilang kamu gak punya perasaan apa pun buat dia!"
"Aku tau rin! tapi ucapan kamu terlalu berlebihan!"
"Berlebihan? itu pantas buat dia Abian!"
"Astaga Karina.. Jadi begini ekpresi kamu kalau lagi cemburu buta?" tanya Auris dan tertawa pelan untuk Karina.
"Kamu udah sadar kalau suami kamu ternyata mulai jatuh cinta sama saya? selama ini kamu dimana? sampai-sampai kamu gak tau kalau dihati seorang Abian.. Sudah ada saya, bukan kamu lagi!" yakinkan Auris sembari berjalan lebih dekat lagi kearah Karina.
"Tutup mulut kamu Auris!"
"Oh iya satu lagi, kamu bahkan gak tau kan, moment seperti apa yang sudah saya lalui bersama Abian sewaktu di Villa? huuh mungkin itu jadi hadiah terbaik setelah pernikahan kami!" bohongi Auris sembari tersenyum manis kearah Abian.
"Abian?" tanya Karina penuh curiga lalu Auris pergi dari sana.
"Saya mau minta beberapa berkas dari manajer Thomi. Saya permisi!" ucapnya lalu pergi dengan perasaan bangga terhadap dirinya sendiri.
"Gue ngomong apa sih tadi? bego Lo Auris! pasti Abian seneng banget gue ngomong begitu tadi!" umpatnya dalam hati.
"Sekertaris Auris! sini!" panggil beberapa stuff dari manajer Thomi.
__ADS_1
"Ada apa?" tanyanya bingung sedangkan beberapa karyawan sudah berkumpul sembari cengigisan tidak jelas.
"Hayo.. Sekertaris Auris punya hubungan apa sama manajer Andre?"
Deg! "Apa-apaan nih? siapa lagi Andre?" pikirnya dengan keras.
"Andre? siapa?" tanyanya penasaran.
"Diih pura-pura gak tau.. Ibuk lagi bohongin kita kan?" goda teman-temannya.
"Saya beneran gak kenal! memangnya kenapa?"
"Dari kemarin pak Andre minta nomor pribadi ibuk dari saya! Karena saya gak kasih, jadinya tadi dia kesini deh. Dia titip ini untuk sekertaris kesayangan.." goda teman-temannya.
"Gak mau ah! saya kan gak kenal!" tolaknya.
"Kamu yakin gak kenal?"
Tiba-tiba seorang pria dengan tubuh maskulin yang dibaluti dengan jas kerja, datang menghampiri Auris. Semua stuff wanita disana langsung berbisik-bisik dan tampak bahwa mereka juga langsung terpikat dengan ketampanan pria itu. Ya.. Walaupun masih tampan Abian.
Dia Andre Alamsyah. Teman Auris sewaktu di SMA.
"Andre Alamsyah! kelas XII C yang pernah jadi lawan tanding basket untuk taruhan lapangan!" ingatkannya sembari mengulurkan tangannya dan Auris langsung mengingat masa lalu itu begitu saja.
"Kamu? jadi kamu manajer di market?" tanya Auris dan tampak senang.
"Ya.. Baru sih."
Andre mengajak Auris untuk pergi keluar sebentar, guna meluapkan rasa rindunya yang begitu besar terhadap Auristela.
"Aku denger kamu udah lama banget kerja dimarket, dan juga pindah ke perusahaan. Kamu hebat banget tau gak!" pujinya saat mereka sedang makan disebuah restoran.
"Makasih pujiannya. Tapi itu semua berkat kebaikan pak Thosio!"
"Hmm,, oh iya, kamu udah punya anak ya?"
"Ha? emm, maksud aku.., kamu tau?"
"Sebelum kita bisa ngobrol empat mata begini, aku itu udah cari tau informasi tentang kamu Auris. Masa begitu aja aku gak tau!" jawabnya tersenyum tipis.
"Iya aku udah punya anak!"
"Maaf.. Terus suami kamu?"
"Duh kenapa harus tanya begituan sih?" gumamnya dalam hati.
"Aku denger.., kamu udah gak sama suami kamu lagi ya? maaf, maaf. Aku gak bermaksud, itu setau aku aja!" ucap Andre tidak enak.
"Iya ndre! ya gitu deh. Gakpapa kok kamu tanya begitu, itu pertanyaan yang wajar!" jawab Auris.
Sedangkan dikantor, Abian kesibukan mencari keberadaan Auris. "Baru juga buat gue seneng tadi, ini malah udah ngilang lagi!" umpat Abian dalam hati dan pergi menemui karyawan yang ada dilantai empat.
__ADS_1
"Kalian liat Auris?"
"Tadi dia izin keluar pak!"
"Sama siapa? jam berapa perginya?"
"Udah hampir 45 menitan gitu pak!" jawab mereka agak ragu.
"Selama itu? dia udah cek berkas pengeluaran bulan ini?" tanyanya dengan ekpresi wajah seriusnya yang tidak pernah bisa tertinggal jika berbicara dengan bawahannya.
"Setau saya sih udah pak.."
"Bagus! kalau dia udah balik, bilang sama dia, temui saya diruangan manajer Thomi!" perintahnya dan akan pergi.
Tapi dia melupakan satu pertanyaan sebelumnya.
"Dia pergi sama siapa?"
"Emm.. Sama pacarnya pak!" sahut salah satu stuff yang lain.
"Pa-pacar? dia punya pacar?" tanya Abian dengan kata terputus-putus karena terkejut.
"Gak tau pak! lebih tepatnya, manajer dari market pak!"
"Kalau dia pulang, suruh keruangan saya secepatnya!"
"Gak jadi keruangannya pak Thomi pak?"
"Saya bilang keruangan saya!" bentaknya dan membuat semua orang disana tertunduk kaku.
...🔥🔥🔥...
"Hari ini aku seneng banget karena bisa makan bareng sama kamu!" ungkap Andre.
"Aku juga seneng karena bisa ketemu kamu lagi!"
"Ooh iya Auris. Aku dengar mau ada acara ulang tahun pernikahannya Pak Abian dan istrinya. Kalau kamu gak keberatan, kamu mau gak jadi partner aku!" tawarinya dan Auris berfikir keras untuk penawaran itu.
"Oh ya? aku gak tau!" jawabnya dan berfikir kembali dengan tawaran Abian yang mengajaknya untuk makan malam. Bagaimana bisa Abian menawarkan hal itu sedangkan dia akan menghadiri acara anniversary pernikahannya.
"Brengsek banget sih Abian! bukannya dia ngajak gue makan malam? padahal dia mau ada acara penting!" pikirnya lagi.
"Ada banyak karyawan dari market dan perusahan juga kok! kamu gak perlu canggung!"
"Emm.. Aku gak nolak, tapi aku juga gak bisa janji. Tapi kamu gak perlu khawatir! aku pasti ngabarin kamu kok nanti!"
"Ya udah.. Kalau kamu udah siap, kamu bisa langsung hubungi aku! sampai ketemu Auris!" ucapnya dan pergi dengan meninggalkan senyuman manisnya.
Auris baru mengecek ponselnya, dan didapatinya Sepuluh panggilan tak terjawab dari Abian.
"Keruangan saya secepatnya!" [Suami Rahasia].
__ADS_1
Sebuah pesan singkat dari Abian membuatnya semakin dibuat gelagapan. Pasti Abian sudah menunggunya dengan menyiapkan begitu banyak pertanyaan.