Istri Rahasia Tuan CEO(Secret Wife Mr.CEO)

Istri Rahasia Tuan CEO(Secret Wife Mr.CEO)
Episode 21:Masih Dengan Luka Yang Sama


__ADS_3

Auristela menyiapkan selimut,bantal,dan lengkap dengan guling lalu menaruhnya dilantai,tepat dibawah tempat tidur.


"Bagus deh kalau kamu tau siapa posisi kamu dirumah ini!"ucap Abian sambil melepas dasinya yang sedari pagi serasa mencekik lehernya.


Auris sama sekali tidak menggubris omongan Abian,dia bahkan pergi kekamar mandi untuk mengganti pakaiannya tanpa berkata apa pun pada Abian.


"Songong banget ya itu perempuan!"dengus Abian kesal.


...✨✨...


"Saya juga mau pakai kamar mandinya!cepetan!"pekik Abian dari luar sambil mengetuk-ngetuk pintu kamar mandi sangat keras.


Beberapa saat kemudian Auris keluar dengan mengenakan pakaian tidurnya.


"Lama banget!"pungkas Abian.


"Bawel banget ngelebihi perempuan!"gerutu Auris.


"Heh kamu ngomong apa?"tanya Abian yang ternyata mendengarkan Auris ngedumel.


"Ngomong apa?saya gak ngomong apa-apa!"jawab Auris dan pergi kemeja rias.


"Dasar ya!"


Abian mandi dan membersihkan diri sedangkan Auris masih sedang menyisir rambutnya.Setelah selesai berias,Auris langsung merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur.Dan ternyata selimut dan bantal yang sebelumnya ia siapkan tadi itu untuk Abian.


Ia menarik selimut lalu kemudian menyelimuti tubuhnya dengan sempurna dan kemudian menutup matanya karena sedari tadi ia sudah sangat mengantuk.


Abian bersiul pelan setelah keluar dari kamar mandi,dengan handuk yang menyelimuti sebagian tubuhnya.Langkah kakinya terhenti ketika melihat Auris sudah terlelap tidur diranjangnya sendiri.


Ia mendekati Auris dan tanpa izin menarik selimut Auris dan membangunkannya.


"Maksud kamu apa?ini tempat tidur saya!"


"Harusnya pak Abian berterimakasih sama saya,karna saya udah siapin tempat tidur bapak dibawah sana!"jawab Auris sembari menunjuk kearah lantai.


"Kenapa kamu yang ngatur?ini tempat tidur saya!"


"Terus bapak mau tidur disini bareng sama saya?jangan gak sopan ya pak!"pungkas Auris dan kembali menarik selimutnya.


"Hahh!"


"Gak sopan?gila ya ni cewek!"


Abian terkekeh pelan lalu dengan cepat menarik selimut Auris dan menarik tangannya.


"Aww!saya baru tau ya ternyata kamu itu bukan cuma brengsek!tapi memang benar-benar gak punya perasaan!"bentak Auris.


Abian nampak kesal lalu mendekati Auris dan menatapnya dengan serius.

__ADS_1


"Saya udah minta maaf loh sama kamu,saya juga setuju kamu tinggal dirumah ini dan sekarang kamu juga udah saya bolehin tidur dikamar saya!sadar diri dong!"bentak Abian gantian.


Auris semakin kesal dan turun dari ranjangnya,lalu menatap lekat Abian.


"Saya mau tinggal disini juga karena permintaan pak Thosio!kalau bukan karena pak Thosio,jangankan tinggal disini,ketemu sama kamu lagi aja saya gak sudi!"


"Ooh jadi sekarang udah bawa-bawa papa ya?saya ingatkan ya sama kamu,jangan pernah memanfaatkan kebaikan papa!"tegaskan Abian dengan nada kasar.


Dan tiba-tiba saja Tuan Thosio datang dan memarahi Abian karena melihatnya sedang bertengkar dengan Auris.Belum lagi ketika beliau melihat selimut dan bantal yang berserakan dilantai.


"Ini maksudnya apa ini?"


"Papa kok gak ngetuk pintu dulu?"tanya Abian agak terbata-bata.


"Kamu yang teledor!kenapa pintu kamar kamu gak dikunci?"


"Emm..Kalau gitu ya udah biar aku kunci.Papa istirahat lagi!"perintahnya dan menghampiri Tuan Thosio.


"Kenapa ada bantal dan selimut dibawah sini?"tanya Tuan Thosio dan menghentikan langkah Abian.


"Emm,,ooh ini tadi pa ada kecoak.Iya jadi pada berantakan!"jawab Abian beralasan.


"Kamu masih mau ngelak dari papa Abian?dimana perasaan kamu?kamu nyuruh Auris tidur dibawah?ya ampun..,papa betul-betul gak tau lagi sama jalan pikir kamu!"omel Ayahnya.


"Pa..Bukan begitu pa.."


"Ambil semuanya dan taruh lagi ditempat tidur kamu!"


"Abian..Please!papa mohon sama kamu,perkecil ego kamu mulai saat ini.Keadaannya udah berbeda Abian,kamu punya tanggung jawab yang besar sekarang.Bukan cuma tentang perusahaan,kamu akan jadi seorang ayah sebentar lagi!"nasehati Tuan Thosio.


Abian tidak lagi bisa berkata-kata apa-apa.Nasehat dan suara lembut sang ayah nyatanya tidak bisa ia bantah.Meski sudah sangat kesal dengan tingkah Auristela,dengan terpaksa ia berpura-pura menerima keadaan.Setelah merasa keadaan sudah membaik,Tuan Thosio pun keluar dari kamar Abian.


Abian sudah mengunci pintu kamarnya dan kembali merebahkan tubuhnya diatas kasurnya yang empuk.Ia tidur dengan membelakangi Auris yang berada satu ranjang dengannya.


Sedangkan Auris tidak bisa tidur dengan damai,ia tiba-tiba saja teringat dengan kejadian kelam yang dilakukan Abian pada saat divilla pada waktu itu.


Karena masih memiliki sedikit kebencian direlung hatinya,Auris dengan cepat berpindah posisi.Dia mengambil selimut dan bantal lalu memilih tidur dilantai yang dialasi hanya dengan kain.


"Akhirnya sadar juga tu perempuan!"dengus Abian yang menyadari Auris berpindah posisi tidur.


...****...


Pagi-pagi sekali Auristela sudah terbangun dari tidurnya.Ia pergi menemui kedua adiknya dan mempersiapkan segala kebutuhan Evans yang akan berangkat sekolah.


"Tidur kakak nyenyak tadi malam?"tanya Evans dan menatap serius kakaknya.


"Nyenyak dong..Apa lagi perlakuan pak Thosio,kita harus bener-bener berterimakasih sama beliau!"jawab Auris sembari mengusung senyum semanis mungkin.


"Aqilla juga nyenyak tidurnya.Kasurnya empuk,banyak bonekanya lagi dikamar Aqilla!"sambung adik perempuannya terlihat bahagia.

__ADS_1


"Nah itu makanya,,Aqilla harus baik sama semua orang yang ada dirumah ini,karena mereka semua baik sama kita."


"Ini buat kamu,disimpan.Kalau ada keperluan sekolah,kamu bisa kasih tau kakak!"ucap Auris sembari memasukkan amplop yang berisi uang kedalam tas Evans.


"Aku ada kok..Kakak simpan aja!"


"Uang dari mana?"


"Emm.."gumamnya


"Ada deh pokonya!"


"Uang dari mana?kamu kerja?"


"Yang penting kerjanya yang bener dan yang penting gak mengganggu sekolah aku kan?kakak tenang aja!"jawabnya meyakinkan.


"Kak,kita berapa lama harus tinggal disini?"tanya Evans tiba-tiba.


"Kita disini atas permintaan pak Thosio,jadi..,kita juga akan pergi kalau pak Thosio sendiri yang menginginkan itu!"


..........


Sarapan pagi sudah disiapkan,semuanya sudah berkumpul dimeja makan.Tuan Thosio sendiri tidak ingin memulai sarapan jika Auris dan adik-adiknya belum hadir diantara mereka.


"Papa udah berlebihan loh pa!"ketus ibu Sora.


"Kita dan Auris udah jadi keluarga,berlebihan bagaimana?kita sarapan sama-sama!"


Abian dan yang lainnya hanya bisa terdiam sambil menyaksikan perdebatan ayah dan ibunya.


"Keluarga?sekarang mama tanya sama papa.Papa terima perempuan itu sekarang,dan apa papa pikir cuma kita yang tau masalah ini?cepat atau lambat orang-orang diluar sana pasti bakalan tau pa!"kata ibu Sora.


"Ma..Kita bisa bicarakan itu nanti!"


"Kapan?nunggu wartawan datang kerumah kita?nunggu Karina tau tentang semuanya?atau nunggu keluarga Karina membatalkan kerja samanya sama papa?"ucapnya ngotot.


"Bik panggil Auris dan adik-adiknya buat sarapan!"perintah Tuan Thosio pada ART nya dan mengacuhkan Omelan istrinya.


...🔥🔥...


Auristela dan kedua adiknya datang untuk ikut sarapan.Melihat suasana seperti tidak mendukung,Evans langsung berangkat kesekolah tanpa ikut sarapan.


"Saya udah terlambat pak,saya berangkat sekarang!"ucap Evans sembari menundukkan kepalanya memberi izin dan berlalu begitu saja.


"Bagus deh kalau begitu!"cetus ibu Sora lengkap dengan mata sinisnya.


"Aqilla sini!!"panggil istri Adrian dan menyiapkan makanan Aqilla.


Sarapan pagi itu berlangsung menegangkan,bak sedang menghadapi ujian sekolah,suasana pagi itu begitu tegang.Semuanya makan tanpa saling menegur atau hanya sekedar mengeluarkan suara untuk menawarkan minuman.

__ADS_1


Setelah sarapan selesai,Tuan Thosio meminta ART nya untuk menyampaikan pesan pada Auristela bahwa dirinya sudah menunggu ditaman belakang rumah dekat kolam renang.


__ADS_2