Istri Rahasia Tuan CEO(Secret Wife Mr.CEO)

Istri Rahasia Tuan CEO(Secret Wife Mr.CEO)
Episode 52:Pesta Pembawa Masalah


__ADS_3

Hari sudah hampir sore dan semua orang sudah tampak sibuk untuk menghadiri acara dari keluarga BARA nanti malam. Semuanya sudah memiliki partner yang akan pergi bersama ke pesta, sedangkan Amanda masih merasa bingung dengan siapa dia akan pergi.


Tidak mungkin juga pergi bersama Thomi, karena suaminya itu akan pergi bersama Natasya. Amanda tidak bisa banyak protes dengan situasi saat ini karena bagaimana pun, orang-orang tidak mengetahui hubungan dirinya dan juga Thomi.


Amanda berada di BARAMARKET dan sedang memesan makanan disalah satu restoran yang berada didalamnya. Saat itu Amanda cukup dikagetkan dengan kedatangan seseorang pria berwajah tampan dengan memakai kemeja putih dan tampak gagah.


Amanda tau siapa pria yang tengah berjalan menghampirinya, itu adalah Doni temannya semasa di SMA. Pria dengan gelar Playboy yang digandrungi oleh banyak wanita karena ketampanan dan kepintarannya. Sayangnya ada satu alasan yang membuat Amanda dan juga Auris membenci pria itu, karena dia yang terkenal suka gonta ganti pacar.


"Amanda kan?" tanya Doni dan langsung mengulurkan tangannya.


"Doni?" tanyanya memastikan.


"Kok bisa disini? bukannya kamu kerja dikantor pusat kan?" tanyanya dan Amanda cukup kaget karena Doni mengetahui tentang dirinya.


"Iya.. Pulangnya agak cepat hari ini!"


"Ya udah lanjut aja makannya!" perintah Doni dan dia duduk dikursi didepan Amanda.


"Kamu kok bisa ada disini?"


"Aku yang punya restoran ini!" beritahunya.


"Seriusan? wah kamu keren banget!" puji Amanda dan Doni tampak senang.


"Biasa aja kok. Oh iya aku penasaran sih, kamu masih sendiri? tapi maaf loh! aku gak bermaksud apa-apa!"


"Ya biasalah.. Karena sibuk kerja jadi gak sempat mau punya hubungan serius!" jawabnya berbohong.


"Ooh.. Sama dong!" ungkapnya.


"Udah ketebak sih gelagat Lo Doni.." gumam Amanda.


"Oh iya mand, sebenernya aku lagi butuh bantuan sih."


"Bantuan? cerita aja! siapa tau aku bisa bantu."


"Aku dapat undangan dari pak Abian buat acara dia nanti malam. Aku butuh partner, kamu mau gak temenin aku?"


"Gak mungkin lah gue nolak.. Ini kesempatan gue, memangnya Thomi aja yang bisa pergi keacara itu!" pikir Amanda dalam hati.


"Mau dong! kebetulan aku juga nyari partner. Kebetulan banget.." jawabnya meringis.


"Oke! nanti malam kamu bilang aja mau dijemput dimana!"


"Iya.. Sampai ketemu nanti malam!" jawab Amanda dan berakhirlah sudah kebingungannya.


.....


Auris mengomeli Amanda habis-habisan melalui panggilan telepon pada malam sebelum keberangkatannya menuju pesta. Auris mengomel juga ada alasannya, ia tidak suka jika Amanda pergi bersama Doni karena dia tau siapa itu Doni dan bagaimana karakternya.


"Perempuan mana yang gak tau Doni itu siapa mand..? Doni itu 11_12 sama Abian! brengsek tau gak!"


"Ya ampun Auris.. Itu kan dulu, pasti sekarang udah berubah. Sekarang Doni udah jadi pengusaha sukses, dia punya restoran di BARAMARKET! dia masih jomblo!" bela Amanda.


"Dia ngaku jomblo pasti didepan Lo doang! Lagian.. Gak baik mand bersikap begini sama Thomi. Kalau elo cemburu ngeliat dia sama perempuan lain, harusnya lo gak ngelakuin hal yang sama juga.."


"What? nyonya Auristela Bara.. Elo gak salah ngomong apa barusan? elo juga mau jalan sama Andre kan? elo cemburu ngeliat Abian sama Karina!"

__ADS_1


"Ya enggak lah!" elaknya.


"Elo cemburu!"


"Enggak!"


"Elo tenang aja Auris.. Gue bisa mengendalikan keadaan sekarang. Gue udah terlanjur kesel sama Thomi!"


"Ya udah deh terserah lo! ingat! no alkohol mand! elo gak bisa minum alkohol jenis apa pun. Sampai ketemu dipesta!"


"Iye aman.." jawabnya dan menutup telpon.


Thomi melihat Amanda sedang berada dimeja rias dan sibuk memoles wajahnya. Tidak seperti biasanya, malam ini Amanda memakai lipstik berwarna cerah dan memang semakin membuatnya tampak seksi dengan perpaduan dressnya yang berwarna merah.


"Kamu mau kemana?" tanya Thomi memastikan.


"Mau kepesta!"


"Kamu mau ikut aku? aku kan cuma sebentar, lagian kan.. Kamu gak ada partner.." ucapnya ragu.


"Mohon maaf ya pak Thomi.. Tapi saya punya partner buat diajak kepesta! memangnya kamu aja?"


"Amanda.. Aku tau kamu cemburu, tapi gak gini juga caranya. Kamu gak boleh pergi sama partner kamu itu!" perintahnya.


"Kamu bisa pergi sama Natasya, kenapa aku gak boleh pergi sama temen aku? mendingan kamu sekarang berangkat karena keliatannya.. Rapih banget malam ini."


"Sayang.."


"Ya ampun.. Kamu parfum baru?" tanya Amanda ketika mendapatkan penciuman yang berbeda dari tubuh suaminya.


"Waah jadi ceritanya malam ini bakalan jadi malam istimewa ya buat kamu dan si Natasya itu?"


Tiin Tiin!!


Doni sudah berada diluar pagar depan rumah dan siap untuk menjemput Amanda.


"Nah temen aku udah jemput! sampai ketemu dipesta sayang.." ucap Amanda sembari mengecup pipi Thomi dan meninggalkan bekas merah lipstiknya disana.


"Astaga.. Merah banget lagi. Waah gak bener nih!"


***


Semua para tamu undangan sudah berkumpul diacara keluarga Abian yang diselenggarakan disalah satu hotel milik keluarga BARA.


Abian dan Karina terlihat serasi dengan pakaian mewah mereka dan juga keluarga Tuan Thosio sudah mendampingi keduanya.


"Kamu cantik banget malam ini Auris!" ungkap Andre yang masih terpana dengan penampilan Auris yang terlihat anggun dan manis dengan mengenakan gaun yang diberikan Abian.


"Makasih.. Tapi aku gak enak, aku gak pakai baju yang kamu kasih! aku buru-buru pas pulang dari kantor dan ternyata bajunya ketinggalan disana!" jawabnya berbohong.


Dari kejauhan Abian memperhatikan Auris dengan tatapan sinisnya dan masih tidak menyangka bahwa Auris nekat pergi dengan Andre.


Dan hal yang sama juga dirasakan oleh Thomi. Amanda sedang bersama Doni didalam keramaian orang-orang yang tengah berbaris menyaksikan acara pemotongan kue.


"Kurang ajar banget sih Natasya! sok akrab banget sama Thomi!" umpat Amanda dan menyaksikan langsung bagaimana wanita itu mencoba untuk memanfaatkan keadaan dengan menggandeng tangan Thomi.


Tidak mau kalah, Amanda juga melakukan hal yang sama dengan Doni.

__ADS_1


Acara pemotongan kue dan setelah itu Abian menyuapi Karina dan begitu juga sebaliknya. Dalam hati Auris "pembohong besar kamu Abian!"


Acara selanjutnya adalah dansa. Cahaya lampu mulai diredupkan, Abian dan Karina sudah berada ditengah ruangan dengan lampu yang menyoroti keduanya. Dengan terpaksa dan harus terlihat begitu bahagia, Abian berdansa dengan Karina sembari menebar senyumannya kearah setiap kamera dan orang-orang yang ada disana.


"Kita minum dulu yuk!" ajak Andre pada Auris.


Keduanya tidak menghabiskan waktu dengan menari karena mengingat keduanya masih terasa canggung. Mereka meminum minuman no alkohol dan berbincang-bincang bersama sebelum akhirnya Andre menawarkan sesuatu pada Auris.


"Aku boleh gak kalau ngajak kamu kerumah aku?"


"Ughuukk!" Auris tersedak mendengar pertanyaan itu.


"Kamu gakpapa?"


"Gakpapa.. Aman kok! emm,, ngapain kerumah kamu?"


"Emm.. Sebenernya aku cerita sama mama soal kamu, dan mama berharap banget bisa ketemu kamu! kamu mau gak?"


"Tante Yura?" tanya Auris memastikan.


"Kamu masih ingat?"


"Ya ingat lah.. Tapi memang udah lama banget sih sejak lulus SMA udah gak pernah ketemu lagi!"


"Nah itu dia. Gak lama kok aku janji! mama penasaran aja sama kamu!"


Auris melirik kearah Abian yang masih berdansa dengan Karina. Ada rasa kesal dihatinya dan akhirnya dia memutuskan untuk menerima ajakan Andre. Lagi pula dia juga sudah lama tidak bertemu dengan ibunya Andre.


"Oke.. Aku gak bisa nolak!" jawabnya sembari tersenyum manis dan membuat Andre semakin dibuat senang.


Auris dan Andre pergi menuju rumahnya sedangkan Abian yang melihat Auris pergi dari ruangan itu, semakin dibuat gelisah. Auris pergi dengan pria itu dan meninggalkannya disana.


"Aku gak tau harus mulai dari mana, tapi malam ini kamu beneran cantik Amanda!" puji Doni yang membuat pipi Amanda merona.


"Makasih Don! kamu juga keren malam ini!"


"Minum?" Doni menawarkan segelas minuman anggur merah beralkohol.


"Kamu aja.. Aku gak minum!"


"Serius? kenapa? alkoholnya gak tinggi kok! yang lain juga minum!" beritahunya tapi Amanda tetap menolak karena dia benar-benar tidak bisa.


Jika menenggak satu tegukan saja sudah bisa membuatnya mual dan tidak nyaman, apa lagi jika harus menghabiskan satu gelas penuh.


"Enggak maksih Don.. Aku beneran gak bisa.." tolaknya


"Ya udah kamu tunggu disini! biar aku ambil minuman yang baik buat kamu!"


Doni pergi untuk mengambil minuman yang katanya baik untuk Amanda. Melihat Doni pergi meninggalkan Amanda yang tengah duduk sendirian, Thomi mencari kesempatan dengan menghampirinya.


"Sebentar lagi acaranya selesai, kita bisa pulang sekarang!" imbuh Thomi dan menarik tangan Amanda tapi Amanda menepisnya.


"Kamu kan masih harus nganter Natasya pulang!"


"Amanda please.. pulang.. Semua orang lagi minum-minum disini. Kamu gak bisa!" ingatkan Thomi.


"Terus? aku pulang, dan kamu sama Natasya masih disini? Thomi.. Harusnya kamu faham dong sama perasaan aku sekarang!" ucap Amanda dengan suara pelan agar tidak mengundang perhatian orang-orang.

__ADS_1


__ADS_2