Istri Rahasia Tuan CEO(Secret Wife Mr.CEO)

Istri Rahasia Tuan CEO(Secret Wife Mr.CEO)
Episode 36:Hadiah Dari Masa Lalu


__ADS_3

"Sayang.. Kesini sekarang!" pekik Amanda dari kamar mandi saat sedang mencuci pakaian.


"Bisa gak sih pagi-pagi itu gak harus dengar suara kamu teriak-teriak kayak gini..?"


Pria itu datang dengan jalan masih agak sempoyongan sembari mengucek matanya. Sudah tujuh tahun pernikahan mereka, Amanda memang masih saja tidak bisa kehilangan karakternya yang sangat bawel.


"Masih ngantuk?"


"Ya iya lah.. Kan" tiba-tiba ucapannya terhenti.


"Kan apa?"


"Enggak.. Bukan apa-apa!"


"Kan tadi malam habis party sama temen-temen? iya kan?"


"Siapa bilang? enggak kok!" elaknya.


Amanda memukul punggung suaminya karena kesal.


"Awwwhh sakit sayang.."


"Come on Thomi! aku kesel tau gak sama kamu!!" erang Amanda.


Dan pria yang kini menjadi suaminya itu ternyata adalah Thomi.


"Kemeja kamu bau minuman gak jelas sayang.. Abian yang punya masalah, kalau dia mau party gak jelas begitu, jangan ngikut dong!"


"Namanya juga temen.."


"Tapi kan itu gak baik buat kesehatan kamu!"


"Dikit kok.. Lagian, Abian itu lagi galau berat sayang.., kemarin dia cerita, katanya dia ketemu Auris sama Ken. Auris beneran gak ngasih dia kesempatan buat menjelaskan apa yang mau dia ungkapin!"


"Kesempatan? kesempatan buat ngejelasin apa? dia udah ngecampakin Auris selama delapan tahun! delapan tahun loh!"


"Tapi kan bukan Abian yang nyuruh Auris pergi."


"Bukan tentang alasan kepergian Auris, tapi ada gak menurut kamu selama delapan tahun ini, Abian mati-matian nyari Auris? ada gak, gak ada kan? dia selalu aja ngikuti semua perintah ibu Sora!" Amanda mengomel habis-habisan.


"Tapi kan.."


"Tapi apa? belain aja terus Bos kamu itu!" pungkas Amanda lalu pergi dari kamar mandi.


"Sayang pakaiannya gimana? kan belum dicuci!"


"Cuci aja sendiri!" pekik Amanda dari kejauhan.


Amanda dan Thomi sudah menikah selama tujuh tahun lebih, tapi sayangnya mereka belum diberi kesempatan untuk bisa memiliki seorang anak. Meski begitu, rumah mereka tidak pernah terasa sunyi karena keduanya selalu bisa mencairkan suasana dengan sangat baik.


Thomi dan Amanda ternyata juga masih bekerja diperusahaan Tuan Thosio. Namun karena peraturan didalam perusahaan yang menegaskan bahwa tidak diperbolehkannya bekerja disatu perusahaan jika memiliki status hubungan suami istri, jadi sudah menjadi keputusan kedua belah pihak antara Thomi dan Amanda untuk menyembunyikan status hubungan mereka dari orang-orang kantor.

__ADS_1


Itu adalah aturan yang sudah sejak lama diterapkan, dan bukan tanpa alasan. Itu dilakukan dengan alasan agar para karyawan bisa fokus pada pekerjaannya dan tidak akan membawa permasalahan pribadi mereka kedalam pekerjaan.


Dan itu adalah peraturan yang dibuat oleh Abian sendiri semenjak pertama kali dia diangkat sebagai Wakil CEO dikantor pusat BARAMARKET.


"Thom.."


Amanda tampak tidak menikmati sarapan paginya, sepertinya ada sesuatu yang mengganjal dihatinya.


"Kenapa? kamu mau ngomelin aku lagi?"


"Maaf ya!" ucapnya dan suasana tiba-tiba menjadi hening. Thomi menaruh sendok makannya lalu menggenggam tangan Amanda.


"Maaf buat apa sayang?"


"Rumah kita, sepi. Kita udah lama menikah, tapi sampai sekarang aku belum bisa kasih yang terbaik buat kamu. Aku belum bisa kasih anak buat kamu!"


Thomi menatap serius Amanda lalu terkekeh pelan.


"Kamu kok ketawa sih?"


"Amanda.. Rumah kita gak pernah sepi, aku gak pernah merasa sepi selama kamu ada didekat aku! soal anak, itu rezeki dari Tuhan, setiap manusia udah diberi porsi rezeki dan bahagianya masing-masing. Semua itu titipan, kalau sampai sekarang kita masih belum bisa punya anak, itu bukan karena Tuhan gak adil. Tapi karena Tuhan tau kalau kita belum cukup mampu buat jaga titipan itu."


"Tapi.."


"Amanda.. Lihat sekeliling kamu! rumah kita selalu bersih, setiap pagi kita sarapan enak begini, pakaian kerja aku selalu rapih. Kita kerja sama-sama, pulang kerja kamu juga kerja lagi dirumah. Nyuci baju, masak, semuanya. Kamu udah jadi istri yang hebat, dan aku sebagai suami belum tentu bisa ngelakuin semua hal yang kayak kamu lakuin itu. Bagi aku, semua ini udah lebih dari cukup. Anak itu bonus sayang.."


"Aku bersyukur banget bisa ketemu lagi sama kamu dan bisa jadi istri kamu. Makasih banyak ya!"


Pasangan suami istri mana yang tidak ingin memiliki anak. Mungkin sebagian ada, hanya saja pasti punya alasan tertentu. Terkadang Amanda merasa khawatir, bagaimana jika sewaktu-waktu suaminya mulai berpaling darinya hanya karena dia tidak bisa memberikan seorang anak.


Tapi lagi-lagi, Thomi memperlihatkan perannya sebagai seorang suami yang baik. Bagi Thomi, tidak lah pantas menuntut sesuatu dari istrinya yang padahal dia tau bahwa istrinya belum mampu.


Thomi selalu berhasil memperbaiki pikiran negatif Amanda, dia selalu berusaha untuk tetap menjaga pernikahan mereka.


Sangat berbeda memang dengan Abian. Entah Abian saat ini bahagia dengan kehidupannya bersama Karina atau tidak, tapi yang jelas, Auris dan Ken lah yang menjadi orang paling tersakiti dan yang dirugikan.


...💔💔...


Masih ingat dengan Dewinta? satu-satunya wanita yang punya banyak penglihatan dan pendengaran. Berita hangat dan terupdate selalu tersajikan dengan sempurna didalam mulutnya.


Semenjak dia memilih menikah dengan seorang pria yang dia cinta, saat itu juga lah dia berhenti bekerja dari market dan memilih untuk membuka usaha toko kue.


Bisnisnya cukup berjalan dengan baik dan lancar, namun tidak dengan hubungannya dengan suaminya.


Sudah hampir lima tahun menikah, dan hari ini dia mulai berpikir secara matang untuk meminta perceraian dari suaminya.


Perselingkuhan.


Itulah yang terjadi dalam hubungan rumah tangganya. Anaknya baru saja berumur kurang lebih tiga tahun dan dia sudah harus menghadapi situasi sesulit ini.


"Apa mungkin gue kena karma ya?" tanya Dewinta pada Galih.

__ADS_1


Keduanya memang masih menjalin hubungan pertemanan meski terkadang lebih sering bertengkarnya. Galih, ya Galih.


Sampai saat ini pun dia belum juga bisa meninggalkan prilaku menyimpangnya yang menyukai sesama jenis.


Meski Dewinta sudah sering mengingatkannya, tapi Galih masih belum bisa berubah. Dia masih suka pergi ke club malam secara diam-diam dan berkencan buta dengan pria seperti dirinya.


Iwwwh sungguh menjijikan, tapi mau bagaimana lagi, itu sudah menjadi pilihannya.


"Karma gimana?"


"Kalau boleh jujur ya, dulu banget. Mbak Karina tau kalau Auris hamil dan lagi tinggal serumah sama pak Abian, itu yang ngasih tau gue!"


"What? yang bener lo?" Galih terkejut dengan ekpresi sedikit ngondek.


"Udah biasa aja.. Jijik gue liatnya!"


"Gue lebih jijik sama lo! jadi Lo juga termasuk dalam daftar orang yang udah ngancurin hubungan Abian sama Auris! parah sih lo!"


"Ya gue kan cuma disuruh nyari informasi doang.."


"Terus Lo mau aja gitu?"


"Ya kan gue dibayar! gimana sih lo!"


"Lah bener dong berarti, kalau sekarang ini Lo lagi dapet karma!" ketusnya.


"Pedes banget omongan lo!" celetuknya.


"Udah lah anak Lo masih kecil, bentar lagi mau jadi janda.., Sayangnya gue gak tertarik sama Lo, kalau enggak gue jabanin deh!"


Plakkk


Wajah Galih mendapat bogeman mentah dari telapak tangan Dewinta.


"Arrghhh..!"


"Sekalipun Lo normal, gue juga gak mau sama lo!" pungkas Dewinta.


"Gue bercanda Winta gebe.."


(Gebe:Bego, bodoh)


"Haiisshh! kenapa ya dulu gue mau dinikahin sama Rio?" keluhnya dan memasang wajah kesal.


"Ya siapa juga sih yang bisa nolak cowo kayak suami Lo. Udah ganteng, duit banyak, pinter ngegombal lagi!"


"Diih segitunya banget jawabnya!"


"Kenapa? itu fakta kan?"


"Ya udah sana Lo pacaran sama dia!" omel Dewinta.

__ADS_1


__ADS_2