
1 Bulan Kemudian
Abian dan keluarganya sedang sarapan pada pagi itu.Sebuah meja yang diatasnya dipenuhi berbagai macam makanan sudah tersuguh dihadapan mereka.Wajar saja,keluarga tajir melintir itu tidak pernah melupakan nasi sebagai makanan pokok mereka meski hanya sekedar untuk sarapan.
Tuan Thosio,Ibu Sora,Abian,Adrian dan istrinya Devina,dan tidak lupa juga ada siimut dan cantik Rara,cucu pertama Tuan Thosio.
"Gimana ma lukisan yang papa kasih kemama?"tanya Tuan Thosio pada istrinya.
"Bagus.."jawabnya datar.
"Auris itu betul-betul berbakat loh."tutur Tuan Thosio dan spontan Abian yang sedang makan tiba-tiba tersedak.
"Hati-hati dong sayang..Ga usah buru-buru makannya..!"nasehati ibunya.
"Kenapa sih pa jadi mbahas dia?"ketus Abian.
"Loh.Kamu kenal Auris?"tanya ibunya.
"Kenal dong ma..Sekarang kan Auris udah jadi asistennya Thomi!"jawab Tuan Thosio.
"Apa?!jadi gak dimarket lagi?mama curiga deh, jangan-jangan Thomi udah kegoda sama itu perempuan!"tuduhnya.
"Mama ini apa-apaan sih?Auris itu anak yang baik,pasti ada sesuatu yang lebih dari diri Auris dan akhirnya Thomi mempekerjakan dia sebagai asistennya!mama ni ngaco kalau ngomong!"bantah Tuan Thosio.
"Kok papa jadi belain dia sih?"
"Papa gak belain..Memang kenyataannya Auris itu anak yang baik!"
"Kamu liat tuh bian!masih tetap aja belain perempuan itu!"celetus ibunya dan Abian tidak bicara apa pun karena dia juga merasa geram.
"Aku berangkat kekantor sekarang!"
Abian hendak berdiri dari tempat duduknya namun tiba-tiba Karina datang.
"Good morning semuanya..!"sapa Karina sembari menebar senyumannya.
"Good morning sayang..Kok baru dateng sekarang sih?"tanya Ibu Sora sembari memeluk Karina.
"Hai Oma.."tidak lupa dia juga menyapa ibunya Tuan Thosio.
"Kamu ada perlu apa pagi-pagi begini?"tanya Abian dengan wajah jutek.
"Mama ngundang Karina buat sarapan bareng..Sekalian mau ngajak dia buat makan malam bareng kita semua.."jawab sang ibu.
Abian melirik kearah ayahnya untuk memastikan.Dan Tuan Thosio membalasnya dengan anggukan.
"Aku gak bisa ma.."jawab Abian.
"Kenapa?kita kan udah lama gak ketemu Karina!"
"Iya Abian..Kamu juga sibuk mulu,sesekali nyantai lah.."sambung Kakak iparnya.
"Nanti malam aku gak bisa kak.."
"Kenapa?kamu mau kemana?"tanya Adrian.
"Aku udah janji mau ngumpul bareng Thomi sama yang lainnya.Kan gak enak kalau dicancel!"
"Ya ampun Abian..Cuma karena mereka?"ernyit sang ibu.
"Udah lah ma..Lain waktu kan bisa!jangan memaksakan keadaan..!"bela Tuan Thosio.
"Ooh..Ya udah gakppa Tante.. Besok-besok kan juga bisa!"sahut Karina.
"Ya udah aku berangkat ya..Good morning all..(selamat pagi semuanya).."
Abian pergi dan meninggalkan Karina disana untuk bercengkrama dengan keluarganya.
__ADS_1
"Udah berapa bulan kak vin?"tanya Karina pada Devina.
"4 bulan rin!"
"Cewek atau cowok?"
"Cewek Rin."
"Nah itu dia Karina..,kapan kamu sama Abian?kalau kalian nikah,siapa tau aja Tante bisa dapet cucu cowok!"pungkas Ibu Sora.
"Duuh Tante,perempuan mana sih yang gak mau sama Abian?kalau Karina sih mau banget,tapi kan Karina masih mau lanjut S2 Karina.."
"Lama lagi ya?tapi gakpapa deh,yang penting kan hubungan kamu sama Abian udah cocok.."
"Aah Tante bisa aja.."
Tuan Thosio memasang muka datar saat harus melihat istrinya dan Karina mengobrol.Tidak heran memang,Tuan Thosio sendiri berpihak pada ibu mertuanya yang memang juga tidak menyukai Karina.
Kalau bukan karena hubungan kedua keluarga itu sangat baik,mungkin Tuan Thosio tidak akan pernah sedikit pun terfikirkan untuk menjodohkan Abian dengan Karina.Karena keluarga Karina kerap saling bekerja sama dengan perusahaan Tuan Thosio dan juga kehidupan mereka cukup disorot oleh publik,maka itu lah sebabnya Tuan Thosio berfikir beribu kali untuk menolak Karina.
"Oma duluan ya.."ucap Oma dan pergi dari ruang makan.
"Oma kan kita belum banyak ngobrol!"pungkas Karina.
"Oma kekenyangan,udah gak berselera buat ngobrol.."jawab Oma sembari meninggalkan senyumannya.
Devina tersenyum geli mendengar jawaban Oma.Semua orang dirumah itu tidak begitu perduli dengan keseriusan Ibu Sora terhadap hubungan Abian dan Karina,tapi karena tidak ada yang ingin berdebat dan menentang keinginan beliau,akhirnya semuanya hanya memilih untuk bersikap biasa-biasa saja.Mereka hanya mengikuti waktu yang terus berjalan.
Dilain tempat Evans sudah menunggu didepan rumah untuk berangkat sekolah dan sekalian akan mengantar Auris kekantor,namun pada saat Auris baru keluar rumah dan hendak memakai helm, ibu-ibu kompleks seperti biasa sudah tiba-tiba menghibahinya secara terang-terangan.
"Kasian banget ya si Evans,punya kakak kerjaannya begitu!"
"Diih ibuk-ibuk..Kok kasian sih?ya harusnya seneng dong,kan punya banyak pemasukan!"
"Duuh harus hati-hati nih kayaknya,suaminya dijagain ibuk-ibuk..!"
Rasanya ingin sekali membalas segala hujatan manusia-manusia degan mulut lebar itu,tapi apa yang bisa ia lakukan saat ini?membuat pembelaan pun tidak ada gunanya.
"Aku berangkat naik angkot aja!"ucap Evans dan menaruh helmnya lalu pergi dengan kesal.
"Gue harus jelasin gimana lagi cobak?"keluh Auris menjadi depresi.
Auris pergi kekantor dengan motornya dan saat sudah sampai dikantor,dia langsung masuk keruang kerjanya yang satu ruangan dengan Thomi.
"Auris boleh buatin saya kopi gak?"pinta Thomi yang memperhatikan Auris sedari tadi begitu fokus dengan layar monitornya.
"Ya boleh dong pak!"jawabnya lalu bergegas dari tempat duduknya.
Saat itu Abian datang menemui Thomi.Auris yang melihatnya hanya menundukkan kepalanya tanpa tersenyum sedikit pun lalu pergi dari sana.
Saat sedang mengaduk kopi yang ia buat, tiba-tiba Auris merasa mual.Rasanya ada sesuatu dari tenggorokannya yang ingin keluar begitu saja.
"Apa karena gue gak sarapan ya tadi?"fikirnya tiba-tiba.
Namun rasa mual itu semakin menjadi-jadi disaat aroma kopi yang begitu wangi tiba-tiba berubah menjadi aroma yang tidak sedap bagi penciumannya.
Kali ini mual itu tidak bisa lagi ditahan.Saat itu ada Galih disana yang juga akan membuat minuman.
"Gue titip ini ya!tolong kasih sama pak Thomi!"perintahnya lalu dengan terburu-buru menuju toilet sambil menutup mulut dengan tangannya.
"Thomi kan lagi gak negur gue semenjak Abian ikut party waktu itu.Waah gak jelas banget sih si Auris!"batin Galih dan dengan terpaksa dia mengantar kopi itu pada Thomi.
Tok Tok..
Galih mengetuk pintu lalu masuk dan menemukan Abian dan Thomi sedang ngobrol didalam sana.
"Ngapain?"tanya Thomi dengan nada datar.
__ADS_1
"Nganterin kopi!"
"Bukannya Auris?"
"Gak tau tuh.Dia tiba-tiba pergi ketoilet, buru-buru.Kebelet kali!"
"Ya udah sini!"jawabnya dan meraih kopi itu dari tangan Galih.
"Thom!elo masih marah ya sama gue?"tanyanya mulai membuka topik pembicaraan.
"Loh-loh,kalian lagi gak baikan?"tanya Abian yang tidak tau apa-apa.
"Bukan cuma lo!Tapi Alan,Anthoni.Kalian bertiga!"ketus Thomi.
"Ya kita minta maaf..!"
"Ini ada apa sih?kalian kenapa?"tanya Abian lagi.
"Pasti mereka kan yang udah meprofokasi Lo bi?supaya Lo ngelakuin hal buruk ke-Auris!"pungkas Thomi memberitahu.
"Ya kita bercanda..Gue,Alan, Anthoni,gak tau kalok apa yang kita bilang dimasukin hati sama Abian.Dan kita juga gak tau kalok ternyata Auris itu,cewek baik!"jawab Galih.
"Makanya sebelum ngomong itu dipikirin dulu!"omel Thomi.
"Ya kan waktu itu kita mabuk!"
"Oh My God..Sorry guys,gue gak tau kalok kalian semua lagi gak baikan.."ucap Abian merasa bersalah.
"Gue gak marah sama kalian,tapi gue masih gak nyangka sama keadaan sekarang.Sekarang coba deh kalian pikirin,tuh cewek keadaannya sekarang gimana?dia udah gak seperiang dulu lagi loh.Dia banyak diem sekarang.Semua orang yang kenal sama dia,semuanya berpikiran buruk."
"Terus gue harus gimana sekarang Thom?gue masih terlalu marah sama dia.Uang yang papa kasih kedia buat apa cobak?dia gak bisa jawab kan pas gue tanya,papa juga gitu!"
"Setidaknya buang pikiran negatif Lo tentang dia bi!"
"Jadi..,Lo udah gak marah sama gue kan Thom?elo gak bakal berfikir buat mecat gue kan?"tanya Galih khawatir.
"Ntar gue pikirin lagi!"
"Waahh..Gakpapa deh,gue anggap lo udah maafin gue!"jawabnya nyengir kuda lalu memeluk Thomi.
"Diih apaan sih lo!geli gue!"erang Thomi dan mendorong tubuh Galih.
Tiba-tiba saja Auris masuk dengan raut wajah yang lesu.Wajahnya terlihat pucat dan tidak bersemangat,tanpa melihat kearah ketiga pria itu,dia langsung duduk dikursinya dan kembali melanjutkan pekerjaannya.
"Auris?kamu kenapa?"tanya Thomi.
"Gakpapa pak!"
"Muka kamu pucat banget loh!kamu sakit?"tanyanya lagi dan menghampiri Auris.
"Enggak pak.."jawabnya masih dengan wajah lesu dan ketika Thomi semakin dekat kearahnya, tiba-tiba saja dia mual lagi.
"Ka-kamu kenapa?"tanya Thomi mulai panik.
"Parfum bapak bau banget sih?beneran deh!iwehh!"
Auris semakin mual didalam ruangan itu.Thomi sendiri jadi merasa aneh,dia mengendus jasnya dan wangi itu masih wangi parfum yang sama seperti yang dia kenakan setiap harinya.Abian dan Galih juga melakukan hal yang sama.Mereka saling melirik satu sama lain dan masih tidak mengerti dengan sikap Auris.
"Kamu mungkin kecapean..Kamu pulang aja deh,istirahat!"perintah Thomi.
"Tapi pak,, maaf ya pak,tapi beneran,kalian bertiga aromanya gak enak banget.."
"Heh kamu!jangan sembarangan ya kalau ngomong!"pungkas Abian terlihat kesal.
"Udah-udah..Kamu pulang aja sekarang!"perintah Thomi lalu Auris pulang disiang itu.
Saat masih ditengah perjalanan,Auris berfikir untuk menemui Amanda.Dia perlu sedikit terbuka dengan sahabatnya itu.Auris pun mengajak Amanda untuk bertemu dikafe tempat Auris biasa mampir.
__ADS_1