Istri Rahasia Tuan CEO(Secret Wife Mr.CEO)

Istri Rahasia Tuan CEO(Secret Wife Mr.CEO)
Episode 23:Curiga


__ADS_3

Karina tiba-tiba datang kekantor dan menemui Abian diruangannya.Karina merasa kesal karena akhir-akhir ini Abian sangat sulit dihubungi dan selalu menolak untuk diajak bertemu.


Maklum saja,Karina belum mengetahui tentang hubungan Abian dan Auristela.


"Kamu kenapa sih?kemarin aku minta ketemuan kamu tetap juga gak mau.Ada yang kamu sembunyikan dari aku?"tuduh Karina.


"Sembunyiin apa?aku sibuk Karina.."


"Sibuk?sampai gak sempat angkat telfon aku?kalau kayak gini mendingan aku ngadu aja terus sama Tante sora!"ancamnya.


"Terserah kamu aja deh!"jawabnya dan kembali fokus pada laptopnya.


"Abian..Aku masih disini aja kamu udah secuek ini,gimana kalau nanti aku lanjut kuliah aku?"


"Kamu kejauhan mikirnya!"


"Abian..!"


"Karina please!aku lagi sibuk sekarang dan aku memang belum bisa fokus sama apa pun.Kamu mau aku cuekin terus kayak gini?enggak kan?"


"Ya tapi kita harus ngobrol!"


"Iya oke..Nanti setelah pekerjaan aku selesai,aku langsung nemuin kamu!"


"Di cafe biasa kita ketemu!"


"Ya.."jawab Abian merasa lega.


Karina pergi masih dengan rasa penasaran,sepertinya memang ada yang Abian sembunyikan,fikir Karina sudah sejak lama.Karena itu ia pergi menemui Galih dan mencari informasi darinya.


"Saya gak tau mbak Karin!memang pak Abian akhir-akhir ini sibuk!"jawab Galih berpura-pura tidak mengetahui apa pun.


"Kamu gak lagi membohongi saya kan?"


"Ya enggak lah mbak!"


"Saya dengar..,ada mantan karyawan market yang tiba-tiba beralih profesi jadi asisten di perusahaan.Katanya lagi dekat sama wakil CEO!itu ceritanya gimana?"


Tanya Karina yang tiba-tiba tidak tahu dari mana bisa mendapatkan berita itu.


"Aaa..Kalau itu saya kurang tau mbak Karin.."


"Yakin kamu gak tau?kalau asistennya manajer Thomi?gak tau juga?"


"Ooh..Auristela maksudnya?"


"Nah itu kamu tau.Kemana dia?"tanya Karina dengan serius.


"Dia..Emm,,"


Galih mulai panik dan bingung harus menjawab apa,dan untung saja saat itu Thomi tiba-tiba datang dan seolah menjadi pahlawan kesiangan.


"Auristela udah resain karena pindah keluar kota secara mendadak!"jawab Thomi.


"Ooh.."


"Kenapa sama Auris?ada yang perlu kamu bicarakan?"


"Tadinya cukup penting tapi kayaknya sekarang udah gak perlu!makasih infonya manajer Thomi!"ungkap Karina dan pergi dari sana.


"Huhh untung aja pak Thomi datang!"


"Galih..Apa pun yang kamu tau tentang pak Abian dan Auris,saya harap kamu bisa tutup mulut rapat-rapat!"perintah Thomi.


"Aman kalau itu mah pak!tapi mbak Karina tau dari siapa ya soal Auris?"


"Kalau gitu kamu cari tau!"jawabnya dan langsung pergi.


"Itu perintah atau gimana sih?kok gue lagi yang kenak?"


...🌹🌹...


Auris sudah berada dimakam Rani,bunga segar juga sudah menaburi tanah pemakmannya.Auris benar-benar masih tidak menyangka dengan pengorbanan gadis muda itu,mungkin saja semua ini memang skenario Tuhan.


Rani seorang gadis yang pernah ia bantu kehidupannya,malah kini menjadi penolong kehidupannya sendiri.


Setelah selesai,Auris kembali melanjutkan perjalannya bersama Devina.Devina meminta Auris untuk membelikannya sesuatu dimall.Saat itu Devina tidak ikut kedalam,dia hanya menunggu didalam mobil diparkiran.


Saat setelah selesai dengan tugasnya,Auris kembali menuju mobil dan secara kebetulan dia bertemu dengan Thomi.

__ADS_1


"Auristela?"


"Pak Thomi?"


"Kamu ngapain kesini?wah.."dengusnya tiba-tiba.


"Kenapa pak?"


"Sorry..Kandungan kamu sehat kan?udah keliatan banget loh!"jawab Thomi dan tersenyum senang.


Sedangkan dari kejauhan Devina memperhatikan obrolan mereka.Memperhatikan keduanya dengan serius seolah menyimpan kecurigaan.


"Ya..Gimana gak sehat pak,saya sangat diperlakukan baik dirumah Pak Thosio!"


"Bagus deh kalau begitu,saya jadi ikut senang."


"Kamu sama siapa kesini?"


"Sama mbak Devina!emm,kalau gitu saya duluan ya pak.Udah ditunggu soalnya!"


"Oke..Emm,,tapi Auris!"


"Ya..?"


"Saya tau seperti apa itu Abian,kalau ada sesuatu yang perlu kamu bicarakan,saya siap untuk mendengarkan!"ungkap Thomi.


"Terimakasih pak!"jawabnya dan tersenyum manis.


...πŸ’žπŸ’ž...


Thomi sudah kembali kekantor dan masih menunggu para calon karyawan yang mendaftarkan diri untuk menjadi asistennya.Namun sayang,sejak Auris mengundurkan diri hingga saat sekarang,belum juga didapatkan pengganti yang cukup cocok bagi Thomi sendiri.


Saat sedang melewati para stuff diruang kerja mereka,tidak sengaja Thomi melihat Amanda ada disana.Sedang duduk dibangku kerjanya menghadap layar monitor dan fokus pada pekerjaannya.


"Amanda?!"


Seru Thomi dengan nada cukup keras hingga semua stuff dan karyawan pemasaran melihat kearahnya.


"Saya!pak!"sahut Amanda dan langsung berdiri dan membungkukkan bahunya ketika menyadari bahwa itu adalah atasan mereka.


"Ikut keruangan saya!"perintah Thomi dan membuat suasana menjadi tegang.


"Wah parah sih kalau Lo bermasalah,baru satu Minggu loh elo disini!"sahut temannya.


"Terus gue kenapa dipanggil cobak?"


"Ya ampun Amanda..Bisa diintrogasi sama pak Thomi itu impian hampir semua karyawati diperusahaan ini!kalau Lo gak mau biar gue aja!"ungkap salah satu teman perempuannya.


"Berduaan diruangannya,bisa sepuasnya ngeliatin wajah dia..Diomelin berjam-jam juga gue jabanin!"sambung temannya lagi.


"Diihh lebay lo!gak!biar gue aja!"jawabnya dan langsung pergi.


...πŸ₯ΆπŸ₯Ά...


"Ada apa ya pak?"tanya Amanda sedikit gugup.


"Kamu tanya kenapa?saya yang harusnya tanya kenapa!kenapa kamu bisa ada disini?"


"Ya saya kerja pak!"


"Kerja?bukannya kamu karyawan market?"


"Ceritanya panjang pak!"jawabnya dengan memasang wajah lesu.


"Kenapa kamu gak dimarket?"


"Saya mengajukan lamaran kerja udah lama pak,dan kebetulan satu Minggu yang lalu saya keterima masuk jadi stuff pemasaran.Ya udah deh saya resain dari market dan masuk diperusahaan!"


"Dan Auris tau itu?"


"Auris?enggak.."


"Dan kamu juga gak tau keadaan dia bagaimana sekarang?"tanya Thomi lagi serius.


"Saya bukan teman seburuk itu pak!saya tau keadaan Auris bagaimana sekarang.Saya gak mau kalau Auris tau saya kerja disini cuma jadi karyawan biasa,Auris mau saya jadi Asisten bapak!"


"Hahh!asisten saya?"cetus Thomi sambil terkekeh.


"Iya..Ada yang salah sama omongan saya pak?"

__ADS_1


"Ya udah sana!kembali kepekerjaan kamu!"perintah Thomi.


"Loh?cuma begitu doang pak?"pungkas Amanda tidak percaya.


"Maksud kamu apa?apa ada hal penting lain yang menurut kamu harus kita bicarakan?"


"Enggak pak!kalau begitu saya kembali bekerja!selamat siang dan semoga hari bapak menyenangkan!"jawab Amanda dan pergi.


"Gila ya itu orang!kirain mau ngomong apa kek yang penting dikit atau apa gitu.Hah kesel banget!"omel Amanda sambil berjalan terburu-buru.


...****...


Hari sudah malam dan Abian sebentar lagi akan pulang,makan malam juga sudah disiapkan.


Dilain tempat Karina bertemu dengan Dewinta disebuah cafe dan menceritakan sesuatu yang sepertinya penting.


Ternyata selama ini,Karina mendapatkan informasi mengenai Auristela itu melalui Dewinta si ratu berita terupdate.


"Saya yakin ada sesuatu yang Abian sembunyikan dari saya.Saya mau kamu cari tau itu!cari tau dimana keberadaan Auris sekarang!"perintahnya dan memberikan sejumlah uang pada Dewinta.


Kembali ke-kediaman keluarga BARA,semuanya sudah siap untuk makan malam ketika Abian juga sudah sampai dirumah.


"Biar Auris yang siapin makanan Abian!"ucap Tuan Thosio saat bibik ingin menyiapkan makanan Abian.


"Aku gak makan pa..Tadi udah makan diluar!"sahut Abian dan langsung menuju kelantai atas.


"Loh,kita semua nungguin kamu dari tadi Abian..Makan dong!"pinta ibunya.


"Maaf ya mama sayang..Aku udah makan tadi serius!"ungkapnya.


"Kak Abian gak laper?"tanya Aqilla yang juga baru datang bersama dengan Rara.


"Iya sayang.."


"Tapi dari tadi kita semua udah nungguin.."


"Yah gimana dong..Kak Abian emang udah kenyang.."jawab Abian dengan memasang wajah semanis mungkin.


"Aqilla..Kak Abian mau istirahat,Aqilla sama Rara sini sama kakak!"pujuk Auris lalu Rara mendatanginya dan sekaligus mengajak Aqilla.


"Ya udah deh.."dengus Aqilla.


Semuanya memulai makan malam tanpa Abian,sepertinya hati Abian sedang tidak baik saat ini.


Semuanya baru saja makan dan tiba-tiba saja bibik datang dan memberitahukan ada telpon dari satpam depan.


"Kenapa bik?"


"Satpam pager nyonya.."


"Kenapa?"tanya Tuan Thosio.


"Katanya mbak Karina dateng!"


"Karina?udah dibukain pagernya?"


"Udah nyonya.."


Semuanya mulai panik,Karina datang tanpa memberi kabar dan membuat semua orang dirumah kewalahan.


"Kamu masuk kekamar sana sekarang!"perintah ibu Sora pada Auristela.


"Bibik simpan piring Auris kebelakang dan beresin!"perintah Devina.


Saat itu Rara tidak ingin jika Aqilla jauh darinya,maklum masih anak-anak.Dia masih ingin bersama-sama dengan Aqilla.


Karena mengingat keadaan yang sudah tidak memungkin,akhirnya Auris pergi keatas sendiri sedangkan Aqilla masih berada dimeja makan.


"Selamat malam Tante..om,semuanya.."sapa Karina.


"Hei..Kamu siapa?"tanyanya saat melihat Aqilla disana.


"Aku Aqilla Tante!"jawab Aqilla polos.


"Aqilla..?siapa tante?"


"Keponakan aku!baru dateng dari bandung!"jawab Devina.


"Ayo silahkan duduk Karina,kita makan malam sama-sama!"ajak Tuan Thosio mencairkan suasana.

__ADS_1


__ADS_2