
Semua orang sudah berkumpul diruang makan, berbagai jenis makanan sudah tersuguhkan. Sebelum memulai sarapan pada pagi ini, Abian mengumumkan hasil USG kehamilan Auris pada kemarin malam.
"Ya.. Aku pikir berita pagi ini akan jadi berita yang kita semua sukai." imbuh Abian.
"Berita apa? kamu dapat projects bagus?" tanya Adrian.
"Jenis kelamin janin dalam kandungan Auris,, laki-laki!"
"Kamu serius Abian?" tanya Tuan Thosio tidak percaya.
Abian menaikkan ujung alisnya sembari tersenyum tipis lalu kemudian disambung dengan sedikit anggukan. Semuanya nampak bahagia dan terlebih lagi ibu Sora. Namun.., ibu Sora Arianti masih harus menyembunyikan perasaan senangnya itu.
"Auris.. Kamu harus makan yang banyak!"
Tuan Thosio begitu bahagia mendengar kabar ini,bagaimana tidak?memiliki cucu laki-laki adalah impiannya selama ini.
...✨✨...
Seperti pembicaraan Dewinta dan Galih pada hari kemarin.Ini sudah hampir jam makan siang,sudah waktunya Galih buka suara tentang keberadaan Auris. Jika tidak, maka secepatnya Dewinta akan menyebarkan Vidio sesat milik Galih.
Ckling
Suara pesan masuk di handphone Galih dari nomor yang tidak dikenal.
Sebuah Vidio yang tiba-tiba masuk ke WhatsApp nya.
Spontan saja ia langsung mematikan Vidio kiriman itu ketika melihatnya. Sepasang bola matanya masih terbelalak tidak percaya, dan sudah pasti itu kiriman dari Dewinta.
"Gimana Galih?bagus vidionya?"
tanya Dewinta mengirim pesan.
"Semudah dan secepat ini loh buat ngirim Vidio ini ke-elo, dan gak sulit juga buat ngirimnya ke pak Abian. Jadi gimna? bisa kita ketemuan sekarang?"
Ancaman Dewinta nampaknya tidak main-main sekarang.Bagaimana caranya ia menghindari kekacauan ini.Tapi mau tidak mau dia harus memilih untuk mengikuti permainan wanita satu itu, jika tidak, maka hidupnya akan hancur.
"Sharelock lokasi elo sekarang!"
Galih pergi dengan terburu-buru untuk menemui Dewinta ditempat yang sudah ia tentukan. Sesaat sudah sampai ditempat yang dituju, akhirnya dia menemukan Dewinta menunggu dikursi yang sudah ia pesan.
"Silahkan duduk! gue juga udah pesan minuman buat lo!" imbuh Dewinta sembari mengusung senyum maksudnya.
"Jadi.., gimana sama perjanjian kita? setuju?" tanyanya memastikan.
"Oke.. Kalau Lo bisa pastikan Vidio itu aman, gue juga bisa pastikan kalau informasi yang bakalan gue kasih ini valid banget!"
"Oke.."
"Tapi elo buat apa mau tau tentang Auris?"
"Elo jawab pertanyaan gue atau gue sebar Vidio ini?malah balik tanya!" ketus Dewinta dengan nada geram.
"Iya!" bentak Galih.
"Sekarang Auris tinggal sama keluarga BARA!"
"What?!!" Dewinta tidak percaya.
__ADS_1
"Iya, dia tinggal sama adik-adiknya dirumah Pak Thosio!"
"Ta-tapi kenapa bisa?"
"Harus banget ya gue jawab?"
"Iya lah! jelasin selengkap mungkin!" perintah Dewinta tidak sabaran.
"Karena Auris hamil! Auris lagi mengandung anak dari Pak Abian!" beritahunya dan lagi-lagi Dewinta terkejut hebat.
"Kronologinya karena pak Abian lagi mabuk dan gak sadarkan diri, dan kebetulan Auris lagi ada ditempat yang sama pada waktu itu. Auris korban!"
"Oh My God.. Jadi Auris betul-betul tinggal disana? terus status dia sama pak Abian gimana?"
"Yang gue tau pastinya hubungan mereka bakalan diresmikan jadi pasangan suami istri. Itu kemauan pak Thosio! orang-orang luar gak ada yang tau masalah ini, gue harap Lo bisa tutup mulut!"
"Oke.. Gue cukup puas sih sama informasi ini! thanks loh Galih.." jawabnya sembari tersenyum puas.
"Tapi gue masih penasaran sih.., elo beneran gak tertarik sama cewek? elo gak tertarik sama gue?" goda Dewinta sambil memanyunkan bibir merahnya.
"Jijik gue liat Lo begitu!" erangnya.
"Elo kok bisa sih gak normal begini?"
"Elo pikir gue mau jadi begini?"
"Elo bego atau gimana sih?" tanya Dewinta terkekeh.
"Ketidak normalan Lo sekarang ini, yang suka sama sesama jenis kayak gini, elo kira itu bawaan dari lahir? elo pikir itu kecacatan? bege lo! itu pilihan!"
"Maksud Lo?"
Dewinta habis-habisan mengomeli Galih. Sudah terlanjur geram dan juga masih tidak menyangka, Dewinta pun tidak segan-segan melampiaskan kekesalan itu kepada Galih.
"Kok elo malah ngomelin gue?"
"Ya gue kesel! temen-temen dekatnya pak Abian Lakik semua loh. Bisa-bisanya elo ngondek begini! iweehh!!"
"Udah lah gak usah dibahas lagi! elo janji ya gak nyebarin Vidio gue!" pujuk Galih lagi.
"Sekarang kita udah gak ada urusan! asal Lo tau aja, mungkin gue memang suka ikut campur sama urusan orang lain, tapi gue bukan tipe orang yang suka ingkar janji!" jawab Dewinta lalu pergi dari sana.
Dengan wajah gembira dan penuh ceria,Dewinta pergi menemui Karina. Dan sesaat sudah bertemu dengannya, Dewinta langsung menceritakan semua informasi yang dia dapat dari Galih.
Mendengar penjelasan Dewinta, Karina merasa sangat marah. Kenapa baru sekarang dia mengetahui semua itu dan kenapa keluarga Tuan Thosio harus menyembunyikan itu darinya.
Dihari itu juga Karina pergi ke-kediaman Tuan Thosio dan melampiaskan semua amarahnya.
Karina masuk dengan paksa tanpa mengetuk pintu atau bahkan membunyikan bel rumah.
"Karina kamu gak bilang-bilang mau kesini?" tanya ibu Sora.
"Dan Tante juga gak bilang sama aku kan kalau Tante dan semua orang dirumah ini udah bohong sama aku!" pungkas Karina sangat marah.
"Maksud kamu apa Karina?"
"Tante gak perlu berlagak gak tau deh tante! Auristela Ayana! dimana perempuan itu?"
__ADS_1
"Auristela?"
"Iya!kenapa Tante nyembunyiin semua ini dari aku? Tante udah janji kan sama aku kalau cuma aku yang akan jadi menantu Tante buat Abian!" tegaskannya.
"Karina.. Semuanya terjadi tanpa kita rencanakan, Tante bisa menjelaskan semuanya!"
"Dimana perempuan itu?" tanyanya lagi dan pergi lebih jauh lagi kedalam rumah dan mencari disetiap ruangan.
Tiba-tiba saja Auristela keluar dari kamar Devina dan sedang bermain kejar-kejaran dengan Rara.
Karina terbelalak tidak percaya ketika melihat kehamilan Auris, dan spontan saja dia mendekati Auris dan setelah itu menampar pipi Auris hingga meninggalkan rona merah disana.
"Karina!" teriak Tuan Thosio.
"Jangan keterlaluan kamu!"
"Ooh, jadi om juga membela dia?"
"Kita bisa bicarakan ini baik-baik.. Kamu gak bisa menyalahkan Auris, ini semua kesalahan Abian. Auris bisa ada disini itu karena sudah menjadi tanggung jawab keluarga saya!" jelaskan Tuan Thosio namun Karina malah masih memasang wajah sinisnya.
"Devina.. Bawa Auris untuk menenangkan diri!" perintah Tuan Thosio.
Sedangkan Karina berusaha ditenangkan oleh Tuan Thosio dan ibu Sora sampai menunggu Abian datang.
Dan sepersekian menit kemudian Abian datang dengan wajah panik.
"Kenapa? kamu takut gak bisa kasih jawaban ke aku?" tanya Karina pada Abian.
"Kamu terlalu berlebihan Karina.. Aku dan semua orang dirumah ini bukannya gak mau kalau kamu tau permasalahan ini, tapi keadaannya belum tepat."
"Terus sampai kapan? sampai orang tua aku tau?"
"Sekarang kamu udah tau semuanya kan? om mohon sama kamu untuk bersabar.."
"Bersabar untuk apa om? perempuan itu lagi hamil, om yakin mau usir dia dari rumah ini dalam keadaan hamil begitu?"
"Karina!" bentak Abian.
"Pelankan nada suara kamu Abian!" pungkas ibu Sora membela Karina.
"Aku gak mau tau! mulai hari ini, aku mau persiapankan pernikahan aku sama Abian!" pinta Karina dan semua terkejut dengan ucapannya.
"Dari sekarang?"
"Iya! orang-orang kan gak tau hubungan Abian dan Auristela! dan aku mau pernikahan kami nanti semua orang harus tau itu!" jawabnya sangat yakin.
"Terus gimana sama kuliah kamu?" tanya ibu Sora.
"Aku gak perduli Tante.. Tante tau sendiri kan kalau aku itu bener-bener cinta sama Abian! aku gak perduli dengan yang lainnya!"
"Ini terlalu terburu-buru Karina!" sahut Abian.
"Abian.. ini yang kita semua harapkan selama ini! pernikahan kamu dan Karina!" jawab ibu Sora.
"Papa setuju kan?" tanyanya lagi.
Tuan Thosio tidak bisa menolak permintaan Karina, bisa-bisa dia akan dilaporkan kepada orang tua Karina. Dan semua saham dan projeck kerjasama mereka sudah pasti akan terkena imbasnya.
__ADS_1
Entah itu salah satu ego Tuan Thosio atau tidak, tapi yang pasti ia masih belum bisa menerima jika suatu saat semua usaha dan kejayaan yang selam ini sudah ia bangun, akan hancur begitu saja.
Bahkan image dari keluarga kaya itu harus benar-benar terjaga dengan sempurna.