
Setelah senja mulai menampakkan keindahannya,lalu menghantarkan malam dengan seketika,disitulah waktunya Auris kembali melanjutkan kesibukannya.Sudah waktunya masuk jam kerja dicafe tempat dia bekerja saat dimalam hari.
Lokasinya lumayan jauh dari keramaian tengah kota,cafe itu bagus,interior modern menjadi ikonic tempat tongkrongan segala usia.Gang sempit yang hanya bisa dilewati 1 mobil saja harus dilalui untuk bisa sampai ketempat itu.
Maklum,tujuan dari dibukanya tongkrongan itu sejak puluhan tahun lamanya cukup sederhana.Cafe itu sengaja diperuntukan untuk setiap orang yang merasa tidak ada tempat terbaik lainnya yang bisa dikunjungi selain tempat ini.Anak muda sedang depresi,orang tua punya masalah keluarga,orang tua lansia yang berlagak ingin seperti anak muda,akan datang kemari dan melepaskan semua penat mereka dengan memesan segala macam minuman tapi tanpa alkohol.
Namun sangat disayangkan,beberapa tahun terakhir,ada banyak pengunjung yang beulah.Mereka membawa minuman beralkohol dari luar lalu menikmatinya didalam cafe agar tidak tercium oleh aparat.Itu lah yang membuat Auris kesal,sebagai karyawan biasa dia hanya mampu untuk mengingatkan,dan para pengunjung itu masih tetap membandel.
"Kopi tanpa gula meja 013!"beritahu Auris kepada Amel juniornya.
Auris bekerja sangat giat disana,dia melayani para pembeli dengan senyuman yang lebar.
Dan diwaktu yang bersamaan,ternyata Abian,Thomi,Alan,Galih,dan Anthoni mampir ketempat itu.Dulunya ternyata cafe itu adalah tempat tongkrongan mereka semasa SMA.
"Topi Lo benerin dulu!jangan sampe keliatan orang-orang,secara kan Lo udah dikenal banyak orang.Kan gak lucu kalau anak dari Tuan Thosio Bara kedapetan nongkrong ditempat beginian!"pungkas Anthoni.
Mereka memarkin mobil lalu masuk kedalam,mengambil meja nomor 015 lalu duduk disana.
Dari kejauhan saat Auris tengah menghadap kebelakang,Alan memanggilnya.
"Mbak!"panggilnya lalu Auris menoleh.
"Duuh apa-apaan nih?ngapain cobak mereka disini?"
Auris ngedumel sembari menundukkan kepalanya dan mencoba untuk menghindar,tapi bagaimana bisa?.
"Itu bukannya Auris ya?"tanya Thomi.
"Loh iya!iya itu cewek itu tuh!"sambung Alan.
"Auris sini!"panggil Thomi dan terpaksa Auris mendatanginya.
"Kamu kerja disini?"tanya Thomi lagi dan merasa senang bertemu Auris disana.
"Iya pak!mau pesan apa?"
"Sejak kapan?"tanya Galih menyambung.
"Maaf,saya tanya mau pesan apa?"tanya Auris sekali lagi dan mengacuhkan pertanyaan Thomi dan Galih.
"Oke..Latte vanilla."jawab Thomi.
"Mocha."
"Flat white."
"Latte Vanilla."
__ADS_1
"Cold Brew."jawab Abian dan ternyata pesanannya kosong.
"Kebetulan Cold Brew kosong hari ini pak!"jawab Auris tapi dia tidak memandang Abian,dia malah bicara menghadap Thomi.
"Keterlaluan banget ya ni cewek!"gerutu Abian dalam hati.
"Latte Vanilla aja!"sahut Thomi mewakilkan.
"Oke,ditunggu pak!"jawab Auris dan pergi.
Beberapa menit kemudian Auris sudah selesai dan membawakan pesanan Abian dan yang lainnya.
"Selamat menikmati.."ucapnya sembari tersenyum semanis mungkin,padahal sebenarnya itu sangat sulit.
Saat itu,dimeja 016 terjadi sesuatu disana.Ada dua pria yang kira-kira seusia dengannya sedang menjahili Amel.Mereka memainkan rambut wanita muda itu dan menggodanya.
Amel menghindar dan pergi kearah Auris,dan mengadu padanya.
Semua orang disana hanya diam saja meski sudah melihat ketidak benaran itu.Auris mengumpat karena kesal dan diapun terpaksa harus bicara dengan para pengganggu itu.
"Jadi ingat jaman kita SMA dulu!"ingatkan Galih kepada teman-temannya.
Saat itu tiba-tiba saja Thomi teringat sesuatu.
Sesuatu yang aneh dan menjijikan yang terjadi pada saat dia masih SMA dulu.Dia seakan pernah melakukan sesuatu hal yang buruk pada seorang anak perempuan.
Dulu Thomi tidaklah terlihat seperti saat ini.Dia,Abian,Alan,dan Anthoni,adalah Badboy.Mereka pintar dalam pelajaran namun juga nakal selayaknya anak SMA dengan gelar Badboy.
Thomi pernah akan melecehkan Amanda yang saat itu masih duduk dibangku SMP.Setelah kejadian itu Thomi dan yang lainnya pergi kecafe tempat dimana mereka berada sekarang.
Sayangnya Amanda ataupun Thomi tidak saling mengenal sekarang,mungkin karena perubahan jaman.
Sekarang Thomi sudah berubah menjadi sesosok pria dingin namun bertanggung jawab.Sedangkan Amanda sudah glowup dan berubah menjadi sesosok wanita cantik,acuh dengan kehidupan orang lain,dan juga dia hanya memikirkan pekerjaan.
Jadi tidak heran jika keduanya tidak lagi saling mengenal.
"Maaf,,ada masalah apa ya mas?"tanya Auris masih dengan nada yang lembut.
"Oww..Gak ada masalah apa-apa kok.Kan gak salah kalau saya bersikap ramah?!"jawabnya sembari merangkul bahu Auris lalu ia menepisnya dengan kasar.
"Minta maaf sama temen saya!"perintah Auris.
"Hah minta maaf?"
"Minta maaf sama temen saya!"perintah Auris sekali lagi dengan menaikkan oktafnya.
"Heh gak usah sok jual mahal ya.Mendingan temenin kita minum-minum disini!"ucapnya dan mendekati Auris.
__ADS_1
"Kamu mau dibayar berapa cantik?tenang aja!"
Pantas saja,kedua pria itu sepertinya baru saja selepas melakukan pesta alkohol.
"Waah gak bener nih!"ucap Thomi yang sudah risih dengan sikap kedua pria itu.
Saat Thomi baru berdiri dan akan mendatangi Auris, tiba-tiba langkahnya terhenti ketika melihat pria itu sudah basah kuyup karena disiram minuman oleh Auris.
"Kalau kamu sopan,kita bisa lebih sopan disini.Jangan bertingkah seolah semuanya bisa terselesaikan dengan uang!"ucap Auris.
Spontan saja pria itu hendak melayangkan pukulan pada wajah Auris,dan disaat yang bersamaan Auris menangkis dengan tangannya.Semua orang terkejut melihat kejadian itu,dan semua pandangan terarah pada mereka.
"Kurang ajar ya lo!"pungkas pria tadi dan mengerahkan tenaganya untuk melepas pergelangan tangannya dari cengkraman Auris.
Saat itu tanpa terfikirkan sedikitpun,Auris langsung menendang perut pria tadi hingga membuatnya menubruk meja lalu terjatuh kelantai.
Auris sudah kalap dan tidak bisa menahan emosinya,karena itu lah perkelahian tidak dapat dihindari lagi.
Beberapa perusuh itu bertarung dengan Auris,dan dengan modal keahliannya dalam membela diri,tentu ia mampu melawannya meski tangan dan kakinya terasa sedikit ngilu.
"Pergi Lo dari sini!beraninya sama perempuan!gak punya sopan santun,pergi lo!!"teriak Auris dan melempar mereka sampai keluar pintu.
Para perusuh itu pergi dengan motornya dan sungguh mereka merasa malu.
"Auris!"panggil manajer cafe dan menyuruh Auris menemui ya diruangannya.
"Waw!gue gak salah liat kan?"dengus Galih.
"Seberani itu?"sambung Anthoni.
"Gue salut sama Lo bi!"lanjut Alan.
"Kok gue?"
"Cewek sangar begitu,bisa luluh dalam semalam sama lo?parah sih bener!"jawab Alan dan Abian melayangkan bogeman keperutnya.
"Arrghhh sakit Anjirr!"
"Makanya kalau ngomong itu jangan sembarang!"omel Abian.
"Gue makin yakin kalau Auris itu sebenernya gak kayak yang kita pikirin!"ucap Galih.
"Baru nyadar?makanya sekarang bersihin pikiran kalian yang udah terlalu kotor itu.Auris itu cewek baik!"jawab Thomi.
Tidak berapa lama kemudian Auris keluar dari ruangan atasannya dengan memasang wajah kesal.Dia pergi ketoilet mengganti pakaiannya lalu setelah itu keluar dari cafe.
Thomi menghampirinya dan berniat untuk mengantarnya pulang,tapi Auris menolaknya.
__ADS_1
"Makasih pak,tapi saya bisa pulang sendiri.Oh iya,pak Thomi jangan terlalu larut pulangnya,besok ada meeting!"jawab Auris dan pulang dengan motornya.