Istri Rahasia Tuan CEO(Secret Wife Mr.CEO)

Istri Rahasia Tuan CEO(Secret Wife Mr.CEO)
Episode 19:Kebenaran Sebenarnya


__ADS_3

Rani dan Aqilla begitu panik dan menangis histeris disaat melihat Auristela terbujur lemah diatas lantai sembari meremas kuat perutnya.Dengan dibantu beberapa tetangga yang baik,pintu kamar Auris berhasil didobrak dan didapati Auris sudah setengah sadar dan terbujur lemah di kamarnya.


Dengan cepat Auristela dibawa kerumah sakit.Dan rumah sakit itu adalah rumah sakit yang sama dimana Evans membawa Randy untuk ditangani.


"Randy kenapa?"tanya Dokter Yuna panik sembari membawa masuk adiknya keruangan gawat darurat dan memeriksa keadaannya.


BHD(Bantuan Hidup Dasar)pun dilakukan dan Randy dipasangi Nebulizer alat bantu pernapasan guna menstabilkan pernapasan dan detak jantungnya.


Keadaannya begitu memperihatinkan dan sudah sangat kritis,sedangkan Evans yang berada diluar ruangan tidak berhenti memperhatikan Dokter Yuna dan para suster yang sibuk menangani Randy didalam sana.Dari sedikit celah dipintu dengan kaca,terlihat jelas kepanikan Dokter Yuna dan ditambah lagi,sepersekian menit kemudian Dokter Daniel masuk keruangan itu bersama dengan seorang Dokter yang terlihat lebih tua dari keduanya.Dan itu adalah Dokter Reza.


"Apa pendonornya sudah siap?transplantasi jantung sudah waktunya dilakukan!"beritahu Dokter Reza.


Saat itu juga Dokter Daniel menatap serius istrinya seakan masih belum bisa menerima keadaan saat ini.


Dan tiba-tiba saja masuk seorang suster dan menemui Dokter Yuna dan Dokter Daniel.


"Pasien dokter Yuna bernama Auristela Ayana baru saja masuk ruangannya Dok!"ucapnya dan saat itu Evans mendengarnya.


"Kak Auris?"gumamnya.


"Kenapa dengan Auristela?"


"Percobaan menggugurkan kandungannya Dok!"


Dengan cepat Dokter Yuna pergi untuk melihat kondisi Auris.Evans yang saat itu disana juga ikut membuntuti Dokter Yuna dan memang benar,Rani dan Aqilla sudah duduk menunggu dibangku luar ruang rawat Auristela.


Keduanya menangis disana dan berharap Auris baik-baik saja.


"Kak Evans.."


Aqilla langsung memeluk Evans dan menangis di pelukannya.


"Kak Auris kenapa?"tanyanya sangat panik.


Rani hanya menangis dan tidak berkata apa-apa.Sulit untuk bisa menjelaskan semua kronologinya.Tidak berapa lama kemudian Dokter Daniel menyusul dan masuk keruangan Auristela.


"Dokter!"hentikan Evans sejenak.


"Kenapa sama kak Auristela?"

__ADS_1


"Kamu jangan khawatir,Auris sudah ditangani didalam.Ooh iya, terimakasih karena kamu langsung membawa Randy kerumah sakit!"jawab ya tanpa menyematkan jawaban yang diharapkan Evans.


"Semuanya kacau!semuanya diluar perencanaan kita!"pungkas Dokter Yuna.


"Gimana keadaan Auris?"tanya Dokter Daniel.


"Bayi itu bener-bener masih tetap ada mas!Auris mencoba menggugurkan kandungannya,tapi keinginan bayi itu untuk hidup jauh lebih besar dari apa yang Auris bayangkan!"


"Randy Yun,gimana sama Randy?"


Tiba-tiba saja Auris sudah sadarkan diri.


"Auris..Jangan banyak gerak!"ucap Dokter Yuna.


"Dokter Yuna..Dokter Reza sudah menunggu,sebaiknya Dokter segera melakukan tindakan!"ingatkan salah seorang suster.


"Dokter Reza?tindakan apa?apa yang terjadi sama Randy Dok?"tanya Auris kebingungan.


"Randy..Operasinya harus segera dilakukan!"jawab Dokter Daniel dengan nada berat.


"Mas.."dengus Dokter Yuna dan menarik tangan suaminya.


"Enggak..Ini ada apa Dok?"tanya Auris lagi.


"Sekarang?kalau gitu ayo lakukan sekarang!"jawab Auris tanpa ragu.


"Auris stop..Bayi kamu..Dia masih mau tetap ada!kamu ikhlas melakukan semua ini,dan kami juga membutuhkan itu.Tapi,keadaannya sangat sulit..!"sahut Dokter Yuna dan Isak tangis pun menyelimuti seisi ruangan itu.


"Ini kesalahan saya Dok.Ijinkan saya ketemu sama Randy!"pintanya dan akan pergi lalu Dokter Yuna menghentikannya.


"Adik-adiknya kamu.Evans,Aqilla,Rani,mereka semua ada diluar sana!mungkin akan ada banyak pertanyaan dari mereka yang udah pasti gak akan bisa kamu jawab sekarang Auris.Tetap disini atau kamu akan lihat kekecewaan dari mata adik-adik kamu!"


"Udah cukup Auristela!berhenti untuk berpura-pura kuat,berhenti memperlihatkan senyuman palsu itu.Semuanya udah berubah,saya tau lemahnya kamu saat ini!"ucap Dokter Yuna dan pergi dari sana dengan Dokter Daniel.


Auris terdiam tanpa bisa berkata-kata,apa yang harus ia lakukan saat ini.Bayi yang saat ini tidak ia harapkan sama sekali malah masih tetap mampu bertahan dengan rasa sakit yang sudah ia berikan.


"Evans..Saya perlu bicara dengan kamu!"ucap Dokter Daniel dan membawa Evans keruangannya sedangkan Rani dan Aqilla dibawa keruangan lain untuk beristirahat dan menenangkan diri.


Dokter Daniel dan istrinya meminta Evans untuk menghubungi siapa pun yang berhubungan langsung dengan Abian agar bisa memintanya untuk datang kerumah sakit dan menemui mereka.

__ADS_1


"Abian?buat apa ya Dok?"


"Ada hal penting yang harus kami sampaikan!"


Tanpa bantahan apa pun,Evans menghubungi Thomi dan memintanya untuk membawa Abian kerumah sakit.Setelah menunggu lebih dari 30 menit,akhirnya Abian datang bersama dengan Thomi.


Evans masih menatap Abian dengan pandangan yang lekat dan penuh amarah,batinnya semua ini terjadi karena perbuatan Abian.


Abian,Evans,dan juga Thomi duduk dikursi mereka masing-masing dan sudah siap mendengarkan apa yang akan dijelaskan oleh Dokter Yuna dan Dokter Daniel.


"Saya dan suami saya Dokter Daniel,sudah tidak bisa menyembunyikan semua ini.Saya tau betul mengenai apa yang sudah terjadi antara Auristela dan Abian.Karena Auris adalah pasien saya!"


"Pasien?"tanya Evans.


"Beberapa bulan yang lalu Auris dan kami berdua melakukan perjanjian kontrak tertulis untuk melakukan transplantasi jantung kepada adik saya yang sekarang sedang kritis!"


"Sebagai balasannya,Aqilla sembuh dari penyakit kanker nya dan mendapatkan perawatan hingga saat ini dia sudah benar-benar sembuh!"sambung Dokter Daniel.


Evans terkejut dan tidak menyangka,dia merasa bahwa ini tidak benar.


"Maksud Dokter?"


"Transplantasi jantung?maksudnya..,Auris mendonorkan jantungnya?"tanya Thomi.


"Ya!"


Dokter Daniel dan Dokter Yuna menjelaskan semuanya.Awal pertemuan Auris dan Randy hingga akhirnya Auris bersedia untuk mendonorkan jantungnya.


Saat itu juga Abian baru menyadari kesalahannya,ditambah lagi Dokter Yuna menjelaskan kondisi Auris saat ini.


"Auris bersikeras untuk melakukan operasi karena Randy adik saya benar-benar membutuhkan itu!"


"Tapi permasalahannya Auris sedang mengandung!bayangkan apa yang sekarang bisa Auris pikirkan?dia mencoba menggugurkan kandungannya dan gak perduli sama sekali dengan kandungannya!"sambung Dokter Daniel.


"Saya tidak sepenuhnya menyalahkan kamu Tuan Abian Kaindra Bara!tapi andai penilaian kamu mengenai Auris tidak sepicik dan seburuk yang kamu pikirkan,mungkin semuanya berjalan baik!"pungkas Dokter Yuna.


Abian semakin merasa bersalah.Ia berdiri kesudut ruangan sembari memegangi kepalanya,sepasang netranya memerah dan terbayang kembali tentang kejadian pada malam itu.Seorang wanita dengan pribadi yang baik dan hampir sempurna,ia hancurkan kehormatan dan kebahagiaannya hanya karena sebuah ego dan kesalah pahaman.


Thomi juga terbelalak tidak percaya,sangat yakin baginya bahwa Auris adalah wanita yang baik dan selama ini dia sedang menyembunyikan sesuatu.

__ADS_1


Evans sendiri masih menangis sesenggukan,rasanya pribahasa tentang pria tidak boleh menangis harus ia lupakan sejenak.Rasa emosional itu juga semakin meluap,dan melihat Abian berada tepat dihadapannya,membuatnya semakin emosi.


Tiba-tiba saja ia menghampiri Abian dan memukul wajahnya.Abian tidak memberikan perlawanan apa pun karena dia sadar bahwa dia memang bersalah.


__ADS_2