
Besoknya Auris merasa sangat senang karena Thomi benar-benar akan mempekerjakannya sebagai seorang asisten dan Auris sendiri akan bekerja dikantor pusat BARAMARKET.
Saat Abian mendengar kabar bahwa Auris akan dijadikan sebagai asisten sahabatnya itu,tentu Abian mengumpat kesal dan tidak percaya.
"Iya gue tau Thom!elo emang butuh asisten,tapi kenapa harus dia?gue bisa bantu cari yang lebih kompeten,yang lebih cantik,lebih seksi!"omel Abian saat mereka sedang berada di ruangannya tepatnya di kantor pusat BARAMARKET.
"Dia itu kompeten Abian..Elo aja yang belum tau!bahkan sekarang juga gue bisa angkat dia jadi sekertaris gue!"
"Haa sekertaris?elo waras?"
"Iya!tapi itu gak bisa secepat yang gue mau.Bisa-bisa semua orang disini ngerasa aneh.Auris kan cuma karyawan biasa di market,jadi bakalan aneh kalo tiba-tiba dia jadi sekertaris.Iya akan?"
"Ya iya lah!elo kenapa sih?Lo suka sama dia?"tuduh Abian.
"Gue?suka sama Auris?gue sama dia cuman temenan doang!"tegaskan Thomi lalu Abian berpindah posisi dari duduknya dan berdiri lalu duduk ditepi meja kerjanya.
Dilain tempat Auris sudah berada di gedung kantor pusat,dia masih berada didalam lift dan akan pergi menemui manajer Thomi diruangan Abian.
Saat itu ada seorang wanita terlihat sebaya dengannya dan lumayan seksi didalam lift bersamanya.Wanita cantik dengan postur tubuh yang tinggi, langsing,berkulit putih,pipi tirus,warna rambut cokelat terang dan memakai jeans ketat dan baju mini.Apalgi heals hitam ini membuatnya semakin terlihat feminim.
"Karyawan disini?"tanya wanita itu kepada Auris sambil melihat kartu nama Auris yang terlkalung dilehernya,dengan nada datar dan pandangan yang sedikit mengintrogasi.
"Iya mbak!"jawabnya agak gugup.
"Udah lama?"
"Ooh,ini hari pertama saya kerja disini!"jawabnya dan mengukir sedikit senyuman dibibirnya.
"Ooh.Karyawan apa?"
"Asisten pak Thomi!"
"Waow.."ketusnya pelan.
"Mbaknya kenal?"
"Iya!saya pacarnya Abian Kaindra Bara!"
Jawaban wanita itu seketika saja mengejutkan Auris.Sambil menutup mulut dengan kedua telapak tangannya,Auris memandang serius wanita yang ada disebelahnya.
"Beneran mbak?serius?"
"Iya lah!memangnya muka saya keliatan lagi bercanda?"
"Hehe"
Auris nyengir kuda dan tidak terasa pintu lift terbuka dilantai 6.wanita yang mengaku pacarnya Abian berhenti dilantai 6 untuk melakukan sesuatu disana dan setelah itu baru akan menemui Abian dilantai 10.
"Thom!menurut Lo..,papa bisa aja gak sih kalau seandainya dia selingkuh?"tanya Abian tiba-tiba saat mereka masih melanjutkan obrolan mereka.
"Selingkuh?Lo..Lo ngomongin apaan sih Abian..?"sahut Thomi tidak begitu menghiraukan pertanyaan Abian.
"Iya Thom.Papa tuh akhir-akhir ini agak aneh,beberapa hari yang lalu dia bilang mau ketemu kliennya dibogor,setelah gue cek,ternyata dia gak kesana.Dia gak pulang sampai 4 hari loh!"
__ADS_1
"Terus?"
"Ya..gue gak percaya aja.Papa itu udah gak muda lagi loh,dia udah punya cucu!Kalau sampai papa beneran selingkuh..,"
Ucapan Abian terhenti sesaat terdengar suara seseorang mengetuk pintu.
"Masuk!"jawab manajer Thomi.
Auris masuk dan menebar senyumannya diruangan yang sebelumnya terlihat hampa.
"Ngapain kamu kesini?"introgasi Abian dengan menaikkan oktafnya.
"Saya mau ketemu sama pak Thomi!"
"Tapi ini ruangan saya!"
"Pak Abian..iya saya tau,tapi saya kan mau ketemu sama pak Thomi!"
"Kamu sadar gak sekarang lagi dimana?"tanya Abian geram.
"Diruangan bapak.."
"Keluar dari ruangan saya!"erang Abian.
"Auris..Urusan kamu udah selesai di market?"tanya Thomi untuk melerai pertengkaran keduanya.
"Udah pak!makanya saya langsung kesini!"
"Kalau gitu kamu bisa langsung tunggu diruangan saya,saya nanti nyusul kamu!"jelaskan Thomi dan membiarkan Auris untuk pergi lebih dulu.
"Kamu?ngapain disini?"tanyanya dengan nada curiga.
"Habis ketemu sama pak Thomi!"
"Thomi?Abian ada didalam kan?"tanyanya lagi dan terlintas begitu saja dalam benak Auris untuk membuat kesal Abian.
"Pak Abian?gak ada mbak!"
"Tapi ini kan ruangan dia!"
"Iya tadi saya sama pak Thomi udah sempat ketemu sama pak Abian,tapi memang dia kayak yang buru-buru gitu,terus dia langsung turun kebawah!"jawabnya berbohong.
Tiba-tiba Thomi keluar.
"Hai!Karina?"
Thomi cukup terkejut saat melihat wanita yang kini berada didepannya,karena memang Karina sudah lama berada di Amerika untuk urusan bisnis keluarganya.
Karina sebenarnya tidak memiliki hubungan yang khusus dengan Abian.Tapi ibu Sora selalu berusaha keras untuk mendekatkan keduanya.Sedangkan Karina sendiri memang tergila-gila pada Abian.
Apa lagi Karina berasal dari keluarga yang setara dengan keluarga BARA dan mereka sudah memiliki hubungan yang baik,jadi tidak heran jika Ibu Sora Arianti sangat bersikeras agar Abian memiliki hubungan khusus dengan Karina.
"Hai Thomi!"
__ADS_1
"Kapan balik ke indonesia?"
"Baru kemarin!ini mau langsung ketemu sama Abian.Kamu habis ketemu sama dia?"
"Iya tadi barusan aja!"
"Nah bener kan mbak!barusan banget..,buruan mbak keburu pergi jauh nanti!"sahut Auris.
"Ya udah deh gue duluan ya Thom!"ucap Karina dan langsung pergi.
"Loh ini maksudnya apaan sih?"tanya Thomi yang sama sekali tidak tahu-menahu.
"Bentar lagi bapak mau ada meeting kan?mendingan bapak siap-siap aja sekarang!"jawab Auris dan mengarahkan Thomi menuju ruangannya.
Thomi hanya menghela nafas kasar karena melihat tingkah aneh Auris.Sedangkan Abian yang berada dalam ruangannya sudah merasa resah karena menunggu Karina yang belum juga datang.
"Katanya 5 menit lagi tapi kenapa belum dateng sih? bisa-bisanya mama sepercaya itu sama karina!"erang Abian lalu dia mencoba menelpon Karina.
"Kamu dimana?"
"Loh kamu yang dimana?Aku nyari kamu di bawah dari tadi gak ada,resepsionis juga gak ada yang bisa ditanya!"omel Karina.
"Aku diruangan aku lah!"
"Sejak kapan?kamu becanda ya?"
"Kalau gak jadi ketemu ya udah gakpapa,aku juga mau ada meeting bentar lagi!"jawab Abian mulai kesal.
"Seriusan Abian..Tadi asistennya Thomi bilang kamu gak ada diruangan kamu!"
"Asisten Thomi?"dengus Abian dan seketika pipinya mulai memerah dan rasanya dia ingin segera bertemu dengan Auris dan menghujatnya dengan kata-kata yang paling menyakitkan.
"Ya udah tungguin aku disana!"sambung Karina dan kembali keruangan Abian.
...*****...
Sekitaran jam 19:-- malam,Auris sudah menghabiskan waktunya untuk pertama kali bekerja dikantor pusat.Meski lelah dia harus tetap menemui Dokter Daniel dirumah sakit.Saat itu Evans sudah menunggu Auris dipinggir jalan untuk menjemputnya pulang.
"Kamu pulang duluan aja ya!kakak masih ada urusan.Sebelum jam 9 kakak udah nyampe rumah.Janji!"
"Kak,ini udah malem loh.Mau kemana lagi?"
"Mau nganter beberapa berkas kerumahnya pak Thomi,ketinggalan tadi!"jawabnya berbohong.
"Ya udah aku anter!"
"Evans..Kakak udah gedek Vans..Kakak bisa pulang sendiri nanti.."
"Yang bilang kakak anak kecil siapa?aku cuma mau anter doang!"
"Evans..pliss.."mohon Auris dengan memasang muka lesu.
"Oke.."jawabnya pasrah.
__ADS_1
"Jangan lewat dari jam 9!"sambungnya.
"Iya sayang.."jawab Auris tersenyum lepas.