
Abian sudah keluar dari dalam lift,tepatnya dilantai 5.Barus saja berjalan menuju ruangan baru yang sudah disiapkan untuknya,tentu semua pandangan dengan seketika mengarah padanya.Semua orang sudah melihat berita di tv dan Talk Show yang keluarga Abian hadiri,tentu saja mereka sudah mengetahui siapa itu Abian.
Semuanya terkagum akan ketampanan seorang Abian Kaindra Bara, belum lagi postur tubuhnya yang tinggi dan potongan rambut curtain hair itu semakin memancarkan aura karismatiknya.
"Gilak..Fiks gue ga jadi resain whaa!!"dengus Dewinta kepada teman disebelahnya.
"Ganteng banget.."timpal temannya.
"Waah kayaknya elo bakalan punya banyak bahan buat bergunjing ya ta!"pungkas Arman teman mereka.
Dewinta dan beberapa temannya memang sengaja mampir dilantai 5 untuk memberitahukan kepada karyawan yang lain bahwa mereka disuruh untuk berkumpul dilantai 6.
Abian berhenti tepat ditengah ruangan yang dipenuhi dengan para karyawan dan karyawati disana.Ia melirik seisi ruangan yang dipenuhi dengan berbagai macam tempat untuk makan,Memang lantai 5 dikhususkan sebagai tempat makan dan minum.Ada banyak cafe dan beberapa cabang restoran makanan yang cukup terkenal didalamnya.
"Saya tunggu 10 menit lagi diatas.Semuanya sudah harus standby!"ucap Abian dan kembali masuk kedalam lift dan pergi kelantai atas.
"Dia mampir kesini cuman mau bilang begitu doang?"fikir Arman.
"Perhatian banget ga sih..?Hmm pak Abian gemesin banget.."ucap Dewinta.
"Hiu lebay lu!"sahut Arman.
Semua karyawan senior sudah berkumpul ditempat yang sudah disiapkan.Ada banyak orang disana dan semuanya sudah sangat penasaran dengan apa yang akan disampaikan oleh bos mereka itu.
Manajer Thomi berdiri sambil memegang microphonen dan akan memulai pembicaraan dengan memperkenalkan Abian.
"Jadi sekarang kalian semua sudah faham kan?mulai sekarang,wakil Direktur BARAMARKET akan dibawah kepemimpinan Pak Abian!"
"Oke,pak Abian akan melanjutkan semuanya!"sambung manajer Thomi.
Baru saja saat Abian ingin bicara,Auris tiba-tiba mengetuk pintu dan dia terlambat.
Abian menyadari bahwa itu wanita yang sudah membuatnya kesal,dengan spontan meliriknya dengan tatapan tajam.
"Silahkan masuk Auristela!"perintah manajer Thomi.
"Apa masih ada yang diluar?kalau memang masih ada diantara kalian yang tidak bisa menghargai pertemuan hari ini,saya bisa selesaikan semua ini sekarang juga!"pungkas Abian dengan nada kesal.
Semua orang dibuat khawatir dengan ucapan Abian,Kwan pertama dalam pertemuan mereka ternyata cukup menegangkan.
Thomi yang selalu ada dan serba bisa,tentu dapat dengan mudah melunakkan hati sahabatnya itu.Ia menatap Abian dan mengedipkan kedua matanya sembari merapikan dasinya yang padahal rapih.
Abian menghela nafasnya dan mulai bicara lagi.
"Terimakasih untuk pertemuan hari ini,saya berharap tidak akan ada lagi orang yang tidak bisa memanfaatkan waktu dengan baik!"ucapnya dan semua orang menghela nafas lega.
"Semua karyawan lantai 4 bisa tetap disini karena ada yang ingin saya bicarakan.Sementara yang lain bisa pergi dan lanjutkan pekerjaan kalian!"lanjutnya.
"Mau ngomongin apaan?"bisik Amanda pada Auris.
"Kenapa tanya gue?"ketus Auris.
"Siapa yang punya peran paling penting dilantai 4?"tanya Abian dan spontan semua mata mengarah pada Auris.
"Ya ampun.."dengus Abian tidak percaya.
__ADS_1
"Kamu?"
"I-iya apak saya!"jawabnya sedikit gugup.
"Sudah berapa lama kamu di BARAMARKET?"
"9 tahun pak!"
"Itu artinya sudah banyak yang kamu ketahui disini!"
"Saya gak punya banyak waktu,jadi saya hanya akan jelaskan ini satu kali.Siapkan 1 tempat dengan ukuran sangat luas dilantai 4!"
"Untuk apa pak?"tanya Auris?"
"Untuk prodak terbaru saya!"
"Tapi lantai 4 udah penuh semua pak!"jawab Arman.
"Kalau begitu tutup salah satu penjualan disana!"
"Tapi mereka sudah kontrak pak,masa kontrak mereka belum selesai!"jawab Auris.
"Memangnya kenapa?kita kena denda?biar itu diurus sama manajer Thomi!"pungkasnya.
Manajer Thomi melirik kearah Auris dan memberikan kode dengan sedikit menundukkan kepalanya.
"Baik pak!"jawab Auris dengan wajah datar.
"Oke,rapat selesai!"ucap Abian dan semuanya membubarkan diri masing-masing.
"Tapi gak ngotak sih gantengnya.Beneran terpukau gue liatnya,btw dulu Bu sora ngidam apa ya pas hamil pak Abian?"lanjut Amanda.
"Diih ngapain Lo ngomong begitu?sebesar apa pun pujian Lo buat pak Abian,tetap aja dia gak bakal mandang Lo sedikit pun!"celetuk Dewinta.
"Heh siapa juga yang berharap dipandang sama pak Abian?gue mah ogah,emang kayak Lo,pinter cari muka!"sahut Amanda.
"Nyinyir banget ya mulut Lo.Heh denger ya,pak Abian itu udah punya pacar!asal Lo tau aja ya,gue ngomong begini juga biar Lo gak sakit hati nantinya.Secara Lo kan suka ngehalu!"ketusnya dan adu mulut pun terjadi disana.
Arman yang merasa pria sejati dan benar-benar laki,akhirnya harus turun tangan untuk melerai keributan itu.
"Apaan sih kalian berdua!begitu doang diributin?kalok pak Abian tau,bisa dipecat kalian!"omel Arman.
"Iya-iya.."
"Tapi..,kok Lo bisa tau pak Abian punya pacar?awas aja ya kalo itu informasi gak jelas!"
"Ya gak tau juga sih,soalnya gue ngasal!"jawabnya dengan polos lalu langsung keluar dari lift saat sudah sampai dilantai 4.
Auris masih memikirkan tugas yang diberikan Abian pada teamnya, bagaimana bisa menyelesaikan semua itu dalam. satu hari?pria satu itu benar-benar sudah mengusik hidup Auris.
Dihari itu juga Auris dan teman-temannya menyiapkan mental mereka untuk bicara dengan beberapa pemilik penjualan pakaian yang berada dilantai 4.Mereka harus melepaskan kotrak yang sudah tertulis sebelumnya.Sangat sulit rasanya,namun setelah menghabiskan waktu sampai hari pun sudah malam,akhirnya sipemilik menyetujui semuanya.Sudah ada dua tempat kosong seperti yang diinginkan oleh Abian.
Malam itu rasanya begitu lelah,tapi Auris masih saja memikirkan sesuatu yang sedari kemarin menjadi pikirannya.Pembicaraan Dokter Daniel yang sempat dia dengar pada saat dirumah sakit kemarin,membuatnya penasaran.
Malam itu setelah market akan ditutup,saat didepan gedung Auris menelpon Dokter Daniel dan berniat untuk menemuinya.
"Duuh jam kerja saya selesai lebih cepat hari ini,saya udah mau arah jalan pulang!"beritahu Dokter Daniel melalui panggilan suara handphone.
__ADS_1
"Ooh gitu ya Dok?"
"Memangnya kamu dimana?"
"Saya ada di BARAMARKET Dok!"
Jawabnya dan kebetulan ternyata Dokter Daniel akan melewati gedung BARAMARKET.
"Ya udah tunggu aja didepan,saya sampai sebentar lagi!"
Sepersekian menit kemudian Dokter Daniel sampai dan berhenti dipinggir jalan.Saat itu Dewinta melihat Auris yang dijemput oleh seorang pria.Dewinta mengintai dari kejauhan dan berfikir bahwa Auris melakukan pekerjaan tambahan yang tidak baik.
"Oh my Gosh..Sejak kapan Auris punya gebetan secakep itu!punya mobil lagi!"gerutu Dewinta berfikiran yang bukan-bukan.
Tanpa izin,Dewinta memotret keduanya dengan handphone milik Dewinta lalu pergi bersamaan dengan perginya Auris dan Dokter Daniel.
Dis buah cafe kopi,Auris dan Dokter Daniel mulai membicarakan hal yang serius.Mesmi terlihat gugup dan tidak yakin,tapi Auris mencoba untuk memberanikan diri.
"Saya ga sengaja dengar pembicaraan Dokter Daniel waktu dirumah sakit kemarin itu,"
"Ya.. it's okay.."
"Dokter betul-betul butuh pendonor jantung?"
"Iya.Seperti yang mungkin kamu dengar,adik istri saya,anak laki-laki yang kamu tolong pas kecelakaan itu!"jawabnya.
"Dokter Daniel,saya mau bicara hal yang serius."
Dokter Daniel seketika terkekeh melihat tingkah Auris yang sedari tadi terlihat gugup.
"Auris..Saya udah siap dari tadi untuk mendengarkan.."
"Eem..Saya butuh uang yang cukup banyak untuk pengobatan adik saya Dok,untuk itu,saya mau mendonorkan jantung saya!"beritahu Auris dan seketika Dokter Daniel menjengit tidak percaya.
"Kamu jangan bercanda..Kamu memangnya ada sakit atau apa mungkin sampai kamu mau melakukan itu?"
"Enggak Dok!saya bener-bener sehat kok,Dokter Daniel bisa cek sendiri.Saya benar-benar bersedia untuk mendonorkan jantung saya!"tegaskan Auris dengan ekpresi serius.
Dokter Daniel sangat terkejut dan sangat berfikir keras untuk ucapan Auris barusan.
"Adik kamu kenapa?"
"Adik saya umur 9 tahun,dia sakit Kanker Dok,dan secepatnya harus melakukan operasi.Saya udah berusaha sebisa saya,tapi tetap aja saya gak bisa.Saya mohon Dokter Daniel..Biarkan saya melakukan ini!"mohon Auris dengan penuh harapan.
"Sebenarnya masalah saya bukan cuma sulitnya mencari pendonor,tapi adik ipar saya Randy,dia menolak untuk dioperasi.Padahal dia sangat membutuhkan itu."
"Kalau gitu biar saya coba yakinkan Randy!"usulnya.
"Kamu beneran?"
"Iya Dok!"
"Gini aja,besok datang kerumah sakit pas jam kerja saya,kita akan lanjutkan obrolan kita hari ini!"
"Baik Dok!"jawabnya sangat senang.
"Oke..Sampai bertemu besok!":
__ADS_1