
Untuk para readers yang masih stay di Istri Rahasia Tuan CEO saya ucapkan terimakasih🤗
Mohon maaf jika terdapat penulisan kata atau kalimat yang kurang baik.Mohon jangan ragu atau malu untuk meninggalkan Like,coment,dan vote nya😀.
Saling mendukung dan tetap stay menunggu up💞
...✨✨...
Auris pergi kehalaman belakang rumah dan menemui Tuan Thosio yang sudah menunggu dipinggir kolam sembari duduk dikursi kayu dan menikmati secangkir kopi yang sudah tersuguhkan diatas meja.
"Bapak panggil saya?"tanya Auris
"Jangan panggil bapak!papa!"ingatkan Tuan Thosio
"Ayo duduk!"
Dress berwarna putih dengan panjang sebawah lutut semakin memperlihatkan perut Auris yang sudah mulai membesar.
"Emm..Papa ada yang mau dibicarakan sama Auris?"
"Sebetulnya papa ragu dan gak enak mau membicarakannya.Tapi keadaannya betul-betul sulit saat ini!"ucap Tuan Thosio.
"Apa pun yang papa pikirkan saat ini,kalau memang ada yang perlu dibicarakan sama Auris,papa gak perlu ragu.Auris siap mendengarkan!"
Disisi lain Abian kesulitan mencari ibunya yang tidak terlihat dikamar atau diruangan mana pun.Mungkin saja sedang pergi keluar karena sudah gerah dengan nuansa rumah yang didatangi oleh tamu diundang.
"Papa minta maaf kalau selama ini..,papa udah banyak minta bantuan kamu.Cuma kamu yang tau tentang hubungan papa dengan Mayang!"ungkapnya dan membahas wanita yang dia sebut sebagai istri keduanya.
"Papa sangat mau kamu menantu papa diketahui oleh semua orang yang mengenal keluarga BARA,tapi posisi dan keadaannya tidak sama.Kalau sampai orang-orang diluar sana mengetahui permasalahan keluarga kita ini,mungkin hal buruk akan menimpa perusahaan,market,dan semua bisnis keluarga BARA!"
"Kamu paham maksud papa kan?"tanyanya memastikan.
"Iya pa."
"Apa kamu mau merahasiakan ini?kamu tetap tinggal disini sama kita semua sampai kapan pun.Tapi untuk saat ini papa belum bisa mengenalkan kamu pada semua orang!"
Auris terdiam sejenak memikirkan kembali setiap kata yang sudah Tuan Thosio ucapkan.Auris tau bahwa Tuan Thosio tidak bisa disalahkan untuk semua ini.Jika saja orang-orang mengetahui tentang dirinya,sudah sangat dipastikan bahwa Tuan Thosio akan mengalami kebangkrutan dan semua orang yang mengenal keluarga BARA akan melontarkan segala hujatan.
"Papa gak perlu khawatir!Auris tau betul bagaimana perjuangan papa untuk BARAMARKET.Apa pun keputusan papa,Auris akan terima itu."
Auristela tersenyum lepas seakan sudah menerima keputusan Tuan Thosio.Tuan Thosio juga sangat merasa bangga dan puas dengan jawaban Auris.
Abian masih berkeliling disekitaran rumah dan menemukan Tuan Thosio dan juga Auris sedang berbincang-bincang.
"Papa ngapain berduaan sama dia?"kejutkan Abian dari arah belakang.
"Abian,kamu belum berangkat kerja?"tanya Tuan Thosio balik saat melihat dasi milik Abian masih ia genggam.
"Lagi ngomongin apa?kayaknya asik banget!"cetusnya
__ADS_1
"Ya biasalah..Auris kan baru dirumah ini jadi papa sedikit menjelaskan sesuatu yang mungkin penting!"
"Ooh.."
"Masih belum bisa pakai dasi sendiri?"tanya Tuan Thosio dan mengagetkan Auris.
Bagaimana bisa seorang Abian BARA tidak bisa memakai dasi sendiri?.
"Bibik langsung pergi kepasar,mama juga gak ada dirumah."jawabnya lesu.
"Kalau begitu biar Auris bantu kamu!"usul tuan Thosio
Auris membulatkan sepasang netranya menatap serius Tuan Thosio.
"Jadi..Abian ini dari dia kecil sampai sekarang udah setua ini masih belum bisa pasang dasi sendiri Auris!dia selalu butuh bantuan orang lain,papa masuk duluan kedalam."
Tuan Thosio meninggalkan mereka berdua dengan sedikit terkekeh.Seakan tidak ada masalah apa pun yang terjadi dirumahnya,Tuan Thosio bersikap seolah bahwa Abian sudah menerima Auris dengan tulus.Padahal yang sebenarnya,keduanya masih seperti kucing dan tikus.
"Sini saya bantu!"ungkap Auris dan mengulurkan tangannya.
"Gak perlu!"
"Papa udah nyuruh saya!sini saya bantu!"pintanya lagi.
"Saya bilang gak perlu!"bentak Abian dan membuat Auris terdiam sejenak.
Abian menatap lekat mata Auris yang juga terlihat serius,mengingat sudah waktunya dia harus berangkat kekantor tapi karena permasalahan dasi ini akhirnya dia harus luluh kembali dengan ketegasan Auris.
"Cepetan!"perintahnya dan memberikan dasinya kepada Auris.
Auris memasangkan dasinya dan hanya fokus pada tugas itu tanpa medengakkan kepalanya untuk melihat wajah Abian.Sedangkan Abian juga memalingkan pandangannya tanpa memperhatikan Auris yang sedang memasangkan dasinya.
"Udah selesai!"ucapnya dan mundur beberapa langkah kebelakang dari posisi semula yang tadinya sangat berdekatan dengan Abian.
"Hmm."
Abian hanya mendengus tanpa mengucapkan terimakasih dan pergi begitu saja.
...🌺🌺...
Auristela kembali kekamar untuk merapikan pakaiannya yang ternyata sudah dirapikan oleh bibik ART rumah.Auris membuka lemari dan merasa risih ketika mendapati pakaian Abian yang berantakan.
"Hahh minus banget ternyata,percuma ganteng!"gumam Auris.
Ia kembali membereskan seisi kamar yang berantakan dan menemukan sesuatu dibawah ranjang tempat tidur.Ada sebuah kardus berisikan sesuatu yang membuatnya penasaran.Tampaknya kardus itu sudah lama berada dibawah sana,karena debu sudah menyelimuti seluruh bagian.
Auris membukanya dan menemukan foto Abian dengan seorang wanita yang cukup cantik.Foto saat Abian dan wanita itu tengah memakai seragam putih abu-abu sampai dengan foto-foto yang memakai pakaian formal.
"Clara."
__ADS_1
Auris membaca sebuah tulisan disebalik foto salah satunya yang sepertinya itu adalah nama seorang wanita.Auris masih melihat-lihat isi kardus itu dan dia juga menemukan Thomi dan beberapa orang yang terlihat seperti teman-teman Abian berada didalam potretan yang sama.
"Ya ampun..Ini privasi orang kenapa gue jadi kepo!"fikirnya dan menaruh kembali semua foto itu dan memasukkan kardusnya kebawah ranjang.
"Kayaknya gue harus kemakam Rani!"ingatnya lagi dan bersiap-siap untuk pergi ziarah.
"Kamu mau kemana?"tanya Devina istri Adrian.
"Emm,,saya mau pergi keluar sebentar mbak.."
"Keluar?kemana?udah minta izin mau keluar?"tanya Devina dengan nada datar.
"Saya..,udah izin sama papa!"
"Papa?"
"Iya papa."
"Mau pergi naik apa?"
"Duuh kayak di introgasi gue!"gumam Auris dalam hati.
"Udah pesan Taxi tadi!"
"Kamu bisa bawa mobil?"tanya Devina lagi.
"Bisa sih mbak.."
"Kalau gitu bawa mobil aku!aku juga sekalian ada yang mau dibeli diluar!"jawabnya dan memberikan kunci mobilnya pada Auris.
"Hahh akhirnya bisa menghirup udara segar.."
ucap Devina terlihat puas.
"Jangan larut dalam penyesalan buat keadaan kamu sekarang.Anggap ini keberuntungan karna kamu bisa jadi bagian keluarga BARA!"ungkap Devina tiba-tiba.
"Dan itu pun gak diketahui orang-orang!"lanjutnya lagi.
"Maksud mbak..?"tanya Auris sambil fokus menyetir.
"Aku denger obrolan kamu sama papa tadi pagi.Ya..Aku harap kamu betul-betul ikhlas untuk tetap jadi..Apa ya nyebutnya?istri rahasia mungkin?"
"Istri Rahasia?"tanya Auris sambil nyengir kuda bingung.
"Iya lah..Papa satu-satunya orang dirumah yang sangat menerima kamu menjadi istrinya Abian,sedangkan yang lainnya no.Apa lagi orang-orang diluar sana,gak ada yang tau!mungkin apa pun bisa kamu dapatkan,tapi bukan untuk diakui.Kamu gak akan jadi siapa-siapa!"pungkas Devina dengan nada yang begitu tegas.
Nampaknya Auris semakin mengerti bagaimana posisinya dalam keluarga BARA.Sedangkan Devina sikapnya begitu membingungkan,apakah Devina dapat menerimanya atau sama saja seperti ibu Sora?.
Hanya waktu yang dapat menjawab semua itu,dan jika sudah waktunya maka semuanya akan terlihat begitu jelas.
__ADS_1