Istri Rahasia Tuan CEO(Secret Wife Mr.CEO)

Istri Rahasia Tuan CEO(Secret Wife Mr.CEO)
Episode 8:Nyawa dengan Nyawa


__ADS_3

Auris sudah sampai dirumah sakit dan langsung menemui Dokter Daniel.Kali ini ia sudah benar-benar mantap dengan keputusannya,Dokter Daniel hanya butuh keseriusan lebih dari dirinya sendiri.


Sedangkan Aqilla sudah benar-benar membutuhkan pengobatan yang layak,apa pun akan dia lakukan demi kebahagiaan adik-adiknya.


"Kamu yakin Auris?"tanya Dokter Daniel lagi memastikan.


"Saya sangat yakin Dokter!"


"Oke..Sebelumnya maaf,bukannya saya takut atau gak percaya.Tapi kalau kamu gak keberatan,kita bisa lakukan perjanjian diatas matrai.Kamu gak keberatan?"


"Ya enggak lah Dok,itu memang harus dilakukan!"jawabnya sangat pasti lalu Dokter Daniel mengeluarkan selembar kertas dan keduanya mendatangani kertas itu dan masing-masing menyimpan selembaran surat perjanjian.


Dan tidak berapa lama kemudian istri dari Dokter Daniel datang dan langsung memeluk Auris.


"Terimakasih banyak Auris!"ucapnya dengan sepasang netra berkaca-kaca.


"Ini istri saya,Yuna.Dia kebetulan juga Dokter,tapi Dokter kandungan!"jelaskan Dokter Daniel.


"Saya gak tau kenapa kamu bisa terfikirkan untuk semua ini.Tapi yang jelas,ini kabar yang sangat baik!"


"Seharusnya saya yang berterimakasih karena kalian sudah mau percaya sama saya."


"Kalau gitu ayo kita temui Randy!"ajak Dokter Daniel.


Mereka pergi keruangan Randy yang masih terbaring diatas ranjang rumah sakit,dia hanya diam saja dan tidak bicara apa pun bahkan saat Auris,Dokter Daniel,dan istrinya datang.


"Randy..Ini Auristela,dia yang akan jadi pendonor buat kamu!"ucap Dokter Yuna.


Auris mengulurkan tangannya dan berharap mendapatkan balasan dari Randy,tetapi Randy malah bersikap acuh dan tidak melirik Auris sama sekali.


"Randy..Kamu gak boleh bersikap begini!harusnya kamu bersyukur karena udah ada orang yang mau mendonorkan jantungnya!"ujar Dokter Yuna.


"Aku gak butuh kak!"


"Jangan ngomong gitu Randy!kamu sangat membutuhkannya lebih dari apa pun.Kamu faham?"sahut Dokter Daniel.


"Emm,,boleh saya ngobrol berdua sama Randy?"tanya Auris memberi usul.


"Tentu..!"


Auris berbicara empat mata dengan Randy dan berharap anak itu mau mendengarkannya.


"Masih sekolah ya?sekolah dimana?"tanyanya dengan mengusung senyum semanis mungkin.


"Aku tau kamu!"jawabnya tiba-tiba dan mengejutkan Auris.


"Beneran?kenal dimana?"tanya Auris mulai serius dan duduk dikursi samping ranjang Randy.


"Kamu kakaknya Evans kan?"tanyanya masih dengan nada jutek.


"Iya!kamu kenal Evans?"


"Dia anak basket.Pintar,berbakat,kita satu sekolah.Aku anak Ips!"


"Kamu mendeskripsikan Evans secara berlebihan.Dia biasa aja!"pungkas Auris dan Randy terlihat tidak terima.

__ADS_1


"Biasa aja?dia itu keren,banyak orang yang pengen ada diposisi dia!tapi dia malah menyia-nyiakan kesempatan itu!"celetus Randy.


"Ke-kenapa?"


"Harusnya dia ikut latihan Minggu lalu,tapi dia malah gak masuk."


"Kamu nge-fans sama dia?"tanya Auris sambil sedikit terkekeh.


"Lebih dari itu!dia terlahir normal kayak anak-anak yang lain,hidup dia baik-baik aja.Kenapa dia gak bisa memanfaatkan semua itu?"


Auris tiba-tiba mengukir senyuman dibibirnya lalu menasehati Randy.


"Walaupun Evans sehat,dia gak punya kekurangan fisik sedikitpun,tapi bukan berarti hidup dia selalu baik-baik aja.Dia pintar,berbakat,tapi semua itu gak cukup.Jaman sekarang uang sangat penting!Evans gak ikut latihan karena dia kerja."beritahunya.


"Kerja?kenapa?"


"Randy..Kamu mau ya dioperasi.Dokter Daniel dan kakak kamu rela bantuin aku buat bayar semua kebutuhan adik aku Aqilla.Dia harus operasi kanker,dan sebagai balasan untuk semua kebaikan itu,aku rela untuk ngelakuin apa pun.Kamu mau ya?!"mohon Auris.


"Evans tau ini?"


"Jangan sampai dia tau!"


"Kalau kakak gak ada,gimana caranya Evans bakalan baik-baik aja?Evans sayang banget sama kakak.Dia bahkan gak malu ngakuin didepan temen-temennya kalau kakak itu kakak dia walaupun temen-temennya tau kakak kerja sebagai tukang bersih-bersih ditempat latihan!"


"Kamu gak mau hidup normal kayak yang lain?kalau kamu punya jantung yang sehat,kamu bisa ngelakuin semua hal yang sebelumnya gak bisa kamu lakuin.Kamu bisa main basket bareng Evans.."


"Aku udah terlalu nyusahin kak Daniel sama kak Yuna,aku takut operasi ini gak berjalan dengan baik."dengusnya kasar.


"Kamu bahkan belum mencobanya Randy..Aku mohon sama kamu.Aku aja gak ragu atau pun takut untuk operasi nanti,aku gak ragu untuk akhir kehidupan aku nanti.Karena aku tau,ada balasan untuk semua itu.Adik-adik aku bakalan punya kehidupan yang baik.Come on Randy..Kita bisa!"semangati Auris.


Begitulah fikir Randy saat ini,Auris begitu berani mempertaruhkan hidupnya hanya untuk menyelamatkan kehidupan yang lain.


Akan ada dua nyawa yang akan dia selamatkan,nyawa Randy yang akan terselamatkan dengan jantungnya,dan nyawa adiknya yang akan dioperasi dan akan mendapatkan pengobatan yang layak.


Sudah sangat lama keluarga Randy meyakinkan dirinya untuk operasi ini,tapi rasa takut dan keputus asaannya membuatnya harus kehilangan waktu yang sangat lama.


Dokter Reza sendiri seorang Dokter cukup terkenal adalah Dokter yang menangani Randy sejak lama.Saat ini ia sedang berada di London,dan jika pun akan melakukan tindakan operasi,maka harus menunggu Dokter Reza kembali.


"Aku pengen hidup lebih lama lagi kak.."ucap Randy.


Auris mendengar itu langsung memeluk erat Randy.


"Percaya sama Tuhan dan dirimu kamu sendiri!"ucap Auris dan tersenyum lega.


Auris keluar dari kamar rawat Randy dan disambut oleh Dokter Daniel dan istrinya.


"Gimana?"tanya Dokter Yuna mulai was-was.


Auris tersenyum lebar dan sedikit mengangguk memberi tanda bahwa Randy menyetujui semuanya.


Dokter Yuna sudah memahami kode itu,dia ikut tersenyum senang dan kembali memeluk Auris.


"Besok bawa adik kamu kesini,kita akan lakukan tindakan awal!"perintah Dokter Daniel.


...****...

__ADS_1


Auris pulang dengan Taxi dan selama diperjalan dia hanya bisa tersenyum senang sambil mengguyurkan beberapa tetes air mata.Dia masih tidak menyangka dengan apa yang dia lakukan saat ini, namun dia juga sangat yakin bahwa ini adalah keputusan dan tindakan yang tepat.


Saat masih ditengah perjalanan,Auris tidak sengaja melihat seorang anak perempuan sedang diganggu oleh beberapa pria dewasa dipinggir jalanan yang sepi.


Auris menyuruh supir untuk berhenti dan menunggunya.Dengan cepat Auris mendatangi dan melerai kejadian itu.


"Rani?"dengus Auris yang mengenali wanita yang sebaya dengan Evans.


"Auris bro!"bisik beberapa pengganggu tadi.


Mereka preman pasar yang sempat berkelahi dengan Evans dan Auris,itu lah sebabnya mereka sedikit takut jika harus berurusan dengan Auris lagi.


Auris memang terlihat feminim dengan pakaian kerjanya,namun tidak pada kehidupan nyatanya.Bukan hanya pandai melukis atau pun main basket,dia juga ahli dalam membela diri.


"Gue kan udah bilang,jangan sampe gue nemuin kalian dalam keadaan kurang ajar begini ya!ini cewek adek gue!pergi sekarang juga sebelum gue kesel dan panggil polisi!"pekik Auris.


"I-iya oke!"jawab mereka tanpa mencari pembelaan lalu pergi begitu saja.


"Halah kenapa harus ketemu dia sih?"gerutu preman-preman tadi.


Anak muda yang bernama Rani itu tidak mengucapkan sepatah kalimat apa pun,hanya memperlihatkan ekpresi ketakutannya.


Auris menanyakan keadaannya dan Rani hanya menjawab dengan bahasa isyarat.Dia menganggukkan kepalanya dan kemudian memeluk Auris.


Rani adalah seorang anak remaja perempuan yang hidup tunggang langgang dijalanan,dia bisu tetapi baiknya dia bisa mendengar dengan baik.Dia tidak punya keluarga sama sekali dan bahkan ia tidak memiliki nama saat Auris pertama kali bertemu dengannya sekitar 6 bulanan yang lalu.


Auris sangat prihatin dan akhirnya memberi nama itu padanya.Biasanya Rani akan menunggu Auris didepan gedung market dan saat itu Auris akan memberikan makanan padanya,tapi karena Auris sudah pindah kerja,akhirnya Rani tidak pernah lagi bertemu dengan Auris.


Karena merasa tidak ada tempat yang aman bagi Rani,


Auris pun membawa Rani untuk tinggal dirumahnya.


"Tinggal disini?"pekik Evans tidak percaya.


"Iya,gak usah takut!kakak bisa tidur diruang tamu,gapapa!"jawab Auris dan Evans tentu tidak bisa terima.


"Eeh enggak!biar Evans aja yang tidur diluar!"jawabnya sambil manyun.


"Aqilla tidur bareng kakak aja,biar kak Rani tidur bareng nenek!"


"Iya kak.."jawab Aqilla dengan polosnya.


Rani tersenyum pada Evans sebagai tanda ucapan terimakasihnya karena sudah diterima dirumah mereka.


Sejak saat itu Rani tinggal bersama Auris dan diperlakukan seperti adiknya sendiri.Rani pun sudah tidak terlihat kucel lagi,Auris mendandaninya dan memberikan pakaian yang layak.


Terkadang Auris juga meminta Evans untuk mengajari Rani menulis agar setiap apa yang ingin dia katakan jika tidak bisa dimengerti Evans,akan bisa dia jelaskan dengan tulisan.


Keesokan harinya Setelah pekerjaan Auris selesai,dia langsung membawa Aqilla kerumah sakit.Setelah diperiksa,Dokter Daniel bilang,Aqilla akan mulai melakukan operasi sekitaran 1 Minggu lagi.


Evans juga sangat terkejut saat mengetahui kakaknya bisa membawa Aqilla kerumah sakit untuk dioperasi.Darimana Auris mendapatkan uang yang banyak?.


"Pak Thomi bantu kakak,kakak dikasih pinjaman dengan nilai yang besar Vans..Kamu gak perlu khawatir,kakak pasti bisa lunasin semuanya.Pak Thomi itu baik kok.."jelaskan Auris berbohong.


Dan Evans pun percaya begitu saja.1 Minggu kemudian Aqilla benar-benar dioperasi..

__ADS_1


Setelah melewati waktu yang cukup lama didalam ruangan operasi,akhirnya operasi selesai dan berjalan dengan lancar.


__ADS_2