
"Jangan menatap Antares terlalu lama! Nanti, kau akan ketularan keanehannya" Sahut Alfa
Jenar tersentak kaget dan langsung menoleh ke jok belakang mobil, "Alfa? Kamu juga ikut?"
"Kalau aku nggak ikut, cowok aneh di sebelah kamu itu akan nangis bombay dan akan ngawur mencari kamu takutnya malah dia yang celaka nantinya" Sahut Alfa.
Jenar mengulum senyum, lalu menatap ke arah depan kembali dan Antares langsung menyahut, "Karena, Jenar sangat penting bagiku"
Jenar langsung menoleh ke Antares dan tertegun mendengar ucapannya Antares.
Alfa langsung menyandarkan kepalanya di atas jok mobil sambil berucap, "Yeeeaaahhh! Terserah kamu saja"
Antares menoleh sekilas ke Jenar untuk bertanya, "Apa kamu masih kedinginan? Jaketku kurang tebal?"
Jenar sontak menunduk dan melihat ada jaket kulit berwarna hitam pekat menyelimuti dirinya. Pantas saja aku merasa hangat. Batin Jenar. Lalu Jenar berkata dengan masih menunduk, "Aku baik-baik saja dan jangan banyak tanya lagi!"
"Kenapa kamu sepertinya benci banget sama aku? Apa salahku?" Tanya Antares. "Apa.karena jantung saudara kembar kamu ada di dalam tubuhku? Kalau kamu ingin mengambilnya lagi, aku nggak papa, tapi setelah kamu ambil lagi jantung saudara kembar kamu, jangan membenciku lagi"
Antares berkata dengan nada suara memelas.
Alfa sontak memajukan badannya ke jok depan dengan kata, "Apa?! Jadi, kau bisa merasakan apa yang Jenar rasakan, karena jantung saudara kembarnya Jenar ada di dalam tubuh kamu?"
"Hmm" Sahut Antares.
"Tapi,.itu tetap saja aneh" Alfa kembali menyandarkan kepalanya di jok mobil dan kembali berucap, "Kenapa Antares bisa merasakan semua rasa yang ada di diri Jenar hanya karena jantung saudara kembarnya Jenar ada di dalam tubuh Antares?"
Jenar menoleh ke jok belakang untuk menjawab pertanyannya Alfa, "Karena, aku dan Akamu, nama saudara kembarku adalah Akamu, memiliki ikatan batin yang sangat dekat"
Alfa menatap Jenar dan berkata, "Kamu beruntung memiliki saudara kembar yang sangat baik dan sayang sama kamu. Bahkan, saat jantungnya berada di dalam tubuh orang lain, Akamu, saudara kembar kamu masih terus sayang dan peduli sama kamu"
Jenar kembali menatap ke depan dan berkata, "Iya, kamu benar"
__ADS_1
Lalu, Jenar menoleh ke Antares, "Aku tidak membenci kamu karena ada jantung Akamu di dalam tubuh kamu"
Antares menoleh sekilas ke Jenar untuk bertanya, "Lalu kenapa kamu membenciku?"
"Aku punya alasan lain dan alasan itu belum bisa kau katakan ke kamu sekarang in" Sahut Jenar dengan kembali kembali mengarahkan pandangannya ke depan.
"Kenapa kau bisa tergeletak pingsan di pinggir jalan tadi?" Tanya Alfa kemudian.
Jenar kembali menoleh ke belakang, "Ah, iya mobilku? Gimana dengan mobilku?"
"Aku nelpon polisi dan mobil kamu dibawa ke kantor polisi" Sahur Alfa.
Jenar menghela napas lega dan sembari kembali mengarahkan pandangannya ke depan, ia berkata, "Aku diteror hantu di dalam mobil"
"Hah!? Seriously?! Kok bisa?" Tanya Alfa.
"Iya bisa lah. Aku, kan, emang bisa melihat hantu dan........"
"Iya" Sahut Jenar.
"Antares! Kenapa kau menyela ceritanya Jenar? Biarkan Jenar selesaikan dulu ceritanya!" Alfa langsung menepuk bahunya Antares dan Antares menyahut, "Maaf. Habisnya aku kaget saat melihat mendengar kalau Jenar bisa melihat hantu"
Alfa menepuk pelan bahunya Jenar dengan kata, "Teruskan cerita kamu!"
Jenar sontak mengelus tengkuknya yang tiba-tiba terasa dingin saat ia teringat kembali apa yang diteriakkan oleh sosok wong samar yang menerornya di dalam mobil beberapa menit yang lalu. Wong samar itu berteriak, "Balaskan dendamku pada Rigel Altair!!!!!!!!!" saat wong samar itu melayang di atas tubuhnya dan dia kemudian jatuh pingsan.
"Jenar!" Alfa kembali menepuk bahunya Jenar dan kemudian bertanya, "Kok malah melamun?"
Kedua bahunya Jenar refleks terangkat ke atas karena terkejut dan ia langsung berkata tanpa menoleh ke jok belakang, "Oh, emm, aku kembali merinding saat ingat tentang hantu wanita yang meneror aku di dalam. mobilku tadi. Dia salah satu korban pembunuh berantai The White Mask dan dia ingin aku membantunya membalas dendam" Sahut Jenar.
"Kenapa kau tidak bilang kalau pembunuh berantai, The White Mask udah menyerahkan dirinya ke pihak yang berwajib?" Antares menoleh sekilas ke Jenar, karena ia masih harus fokus mengemudikan mobil di tengah hujan lebat.
__ADS_1
"Iya, Antares benar" Sahut Alfa
Dan tanpa Antares dan Alfa duga, Jenar memekik kesal, "Dia bukan The White Mask!!!!!!!" Lalu Jenar terisak menangis.
Antares yang panik melihat Jenar menangis karena dia pun tanpa ia minta juga ikutan meneteskan air mata, langsung meminggirkan mobilnya. Antares mematikan mesin mobilnya, melepas sabuk pengamannya dan spontan memeluk Jenar.
Alfa langsung menautkan alisnya melihat Jenar dan Antares menangis bersamaan. Lalu Alfa bergumam, "Ternyata bukan aku saja orang aneh dengan karunia rohani di dunia ini. Ternyata, Antares dan Jenar juga sama anehnya denganku"
Jenar langsung mendorong kasar tubuhnya Antares dengan teriakan saat ia tersadar dirinya dipeluk oleh Antares, "Jangan memelukku! Jangan pernah memelukku lagi!!!!!"
Antares yang masih berderai air mata di depannya Jenar langsung berkata, "Maafkan aku! Aku memeluk kamu, karena aku ingin memeluk kamu secara spontan. Nggak ada maksud lain" Antares mengusap air matanya, lalu ia memasang kembali sabuk pengamannya dan kembali melajukan mobilnya di tengah hujan lebat.
Alfa menghela napas panjang, lalu berucap, "Kalian memiliki ikatan yang kuat karena Antares punya jantung saudara kembar kamu, Jen. Aku rasa, kamu jangan menjauhi Antares dan jangan membencinya. Itu nggak adil buat Antares. Kasihan Antares. Aku lihat Antares bertindak karena dorongan alami dari daya magis yang ada di ikatan jantung kamu dan jantungnya Akamu yang ada di dalam tubuhnya Antares dan bukan karena Antares menginginkannya"
Jenar tersentak kaget saat ia mendapatkan kenyataan bahwa semua yang dikatakan oleh Alfa adalah benar. Jenar lalu menoleh ke Antares sambil mengusap air matanya, lalu ia berucap, "Maafkan aku!"
"Hmm, nggak papa. Aku sudah memaafkan kamu" Sahut Antares.
Jenar terus menatap Antares dari arah samping dan bergumam di dalam hatinya, apa dia tidak mengetahui soal papanya? Apa dia tidak tahu kalau papanya adalah The White Mask yang asli?"
Ada kemudian bertanya, "Kenapa kamu bisa mengatakan kalau orang yang sudah menyerahkan diri ke pihak berwajib, bukan The White Mask yang asli?"
Jenar menoleh tajam ke jok belakang dan berkata, "Karena............." Jenar Ingin mengatakan yang sejujurnya kalau dia tahu siapa The White Mask yang asli, tapi kemudian ia meragu.
"Karena?" Alfa masih mengejar Jenar dengan pertanyannya.
"Karena, hantu tadi bilang kalau The White Mask yang asli masih berkeliaran di luar sana" Jenar terpaksa berbohong dan dia kembali menatap ke arah depan.
Beberapa menit kemudian mereka bertiga sampai di ruangannya Rigel Altair.
__ADS_1
Rigel tersenyum ramah ke Jenar saat Antares meminta tolong ke papanya untuk memeriksa luka di bahunya Jenar dan Jenar langsung menegang di depannya Rigel Altair dan Jenar semakin menegang saat ia melihat sosok wong samar yang menerornya di dalam mobil, berdiri di pojokan dengan sorot mata tajam mengarah ke Jenar. Sosok wong samar itu terus mengunakan kata, "Bunuh Rigel! Bunuh Rigel" Dan hanya Jenar yang bisa melihat wong samar itu dan hanya Jenar yang bisa mendengar, apa yang digumamkan oleh wong samar itu.