
Rigel Altair pulang lebih awal karena ia ingin merayakan hari Valentine bersama dengan istrinya. Dia membeli buket bunga mawar kuning, mawar kesukaan istrinya dan membeli satu kotak cokelat impor kesukaannya Maria
Rigel meletakkan buket bunga dan kotak cokelat di atas perutnya Maria yang terbujur kaku di atas meja operasi yang ada di ruang rahasianya Rigel Altair. Rigel menatap jasad istrinya dengan ekspresi datar dan sorot mata dingin. Dan tanpa mengucapkan kata apapun, dia berbalik badan dan pergi ke lorong untuk berjalan ke mobil box partnernya yang selalu setia menemaninya berburu. Rigel Altair menjadi lebih bersemangat berburu wanita malam di malam Valentine
Antares memainkan remote televisi di depan smart TVnya yang terpasang di tembok ruang keluarganya. Dia merasakan jantungnya kembali berdegup abnormal dan itu dia rasakan saat ia membayangkan Jenar Ayu. Rasa degup jantung itu beda saat jantungnya berdegup kencang karena ia bisa merasakan Jenar mengalami ketakutan.
Antares terus memencet remote televisinya sambil bergumam, "Akamu, apa kau ijinkan aku kalau jantung kamu ini berdegup kencang saat otakku memikirkan saudari kembar kamu dan hatiku merindukannya? Apa kamu juga ijinkan kalau aku mencintai saudari kembar kamu? Karena kau rasa, aku sudah jatuh cinta pada Jenar Ayu"
Antares lalu memencet tombol off di remote televisinya untuk bangkit berdiri dan pergi keluar. Antares pergi ke toko buku. Dia membeli satu buah kertas asturo berwarna merah dan satu gulung tali yang terbuat dari benang besar. Tidak lupa, ia juga membeli perekat tali, gunting spidol, dan kotak kado berukuran sedang dan berbentuk persegi panjang. Antares juga membeli buku novel karya penulis favoritnya Jenar Ayu. Kenapa Antares bisa mengetahui penulis favoritnya Jenar Ayu? Dia mengetahuinya dari Akamu, lewat mimpi.
Antares mengenang dadanya saat ia berdiri di depan meja kasir, menunggu semua barang belanjaannya dihitung dan bergumam di dalam hatinya, makasih Akamu, kamu kasih tahu aku buku novel kesukaannya Jenar Ayu lewat mimpiku semalam. Aku yakin kamu kasih tanda ke aku kalau kamu memberi restu ke kami untuk jadi sepasang kekasih
Begitu sampai kembali di dalam apartemennya, Antares bergegas membuka semua barang belanjaannya dan mulai asyik menggunting kertas. Pria tampan keturunannya Rigel Altair itu, membuat beberapa tanda cinta, lalu ia tempelkan enam buah tanda cinta itu di seutas tali yang terbuat dari benang besar secara bolak balik. Dia kemudian menyingkirkan keenam tanda cinta berwarna merah yang sudah menempel cantik di tali yang terbuat dari benang besar itu, untuk menulis pernyataan cintanya di atas kertas Asturo yang dia bentuk menjadi sebuah kartu ucapan yang ia hiasi sangat cantik dengan memakai spidol warna warni.
To: Jenar Ayu
Aku tidak ingin kasih cinta karena, jika aku kasih cinta itu butuh alasan. Untuk itu aku kasih sayang aja ke kamu karena kasih sayang itu, tidak butuh alasan
Dan di dalam sayang biasanya ada cinta. Sedangkan di dalam cinta belum tentu ada sayang.
Aku menyayangimu tanpa alasan dan sekaligus mencintaimu dengan sayang itu.
__ADS_1
Maukah kamu menjadi pacarku?
From: Antares Altair.
Antares kemudian melubangi tutup kotak kado dan memasang tali yang terbuat dari benang besar di tutup kotak kado itu. Dia tersenyum lebar saat ia mencoba membuka tutup kotak kado itu dan menemukan tiga buah tanda cinta yang ia buat berputar-putar manis. Antares lalu memasukkan buku novel favoritnya Jenar Ayu dan kartu ucapan yang cantik buatannya sendiri yang berisi pernyataan cintanya yang terlahir dari sanubarinya yang suci dan tulus.
Antares berniat memberikan kotak itu pas Jenar pulang dari kuliah karena di hari itu kebetulan adalah hari Valentine.
Alfa menjemput Jenar di gedung fakultas Hukum. Jenar menghampiri Alfa dengan senyum lebar.
Alfa langsung menyodorkan satu batang cokelat merk terkenal dan berkata, "Happy Valentine my beloved friend"
"Wah, makasih. Maaf aku lupa kalau hari ini hari Valentine karena ada banyak kejadian aneh yang menimpaku. Aku nggak punya cokelat untuk kamu" Jenar menerima cokelat pemberiannya Alfa meringis.
Jenar langsung tergelak geli dan berkata, "Wah, kamu matre juga ya ternyata"
Alfa ikutan tergelak geli dan berkata, "Cokelat nggak bisa bikin kenyang dan bikin sakit gigi. Kalau mie pangsit, kan, bisa bikin kenyang dan nggak bikin sakit gigi"
"Okelah! Ayok aku traktir kamu makan sekenyang kamu dan makasih untuk cokelatnya" Jenar berjalan sambil melambaikan batang cokelat almond di depan Alfa dan Alfa tersenyum lebar, lalu berkata, "Iya sama-sama"
Alfa dan Jenar makan mie pangsit dengan saling berhadapan dan Alfa memajukan wajahnya untuk berbisik, "Kita jadi, kan, ke kafe itu?"
__ADS_1
"Jadi dong. Aku ingin menyelamatkan wanita malang itu dari jerat mautnya Rigel dan aku ingin menangkap Rigel" Sahut Jenar.
"Aku sudah siapkan semuanya. Kamera, teropong untuk melihat dari kejauhan dan camilan, hehehehehe" Alfa berucap dengan wajah penuh senyum.
Jenar tersenyum lebar dan berkata, "Kamu hobi makan ternyata"
"Iya. Aku kalau lembur belajar harus ada camilan. Kalau Antares beda lagi, dia harus mendengarkan musik dan memeasang headset di telinganya kalau harus lembur mengerjakan tugas kuliah" Sahut Alfa
"Kenapa kau bisa akrab dengan Antares? Kalian beda banget. Antares dingin dan kamu hangat ceria" Tanya Jenar dengan sorot mata penuh tanda tanya.
"Mungkin karena kami memiliki paras yang serupa. Kami, kan, sama-sama tampan, jadi kami bisa akrab, hehehehe" Alfa meringis ke Jenar dan Jenar langsung tergelak geli.
Alfa tertegun melihat Jenar tertawa lepas di depannya dan Jenar langsung bertanya, 'Ada apa kau menatapku seperti itu? Ada yang aneh di wajahku?"
"Kamu cantik kalau tertawa lepas seperti itu. Sejak aku mengenal kamu, aku belum pernah melihatmu tertawa selepas itu. Kamu cantik kalau tertawa maka tertawalah terus selama tertawa itu belum dilarang" Sahut Alfa dengan sorot mata penuh dengan kekaguman.
Jenar terkekeh geli dan sambil menggeleng-gelengkan kepalanya, dia berkata, "Makasih untuk pujiannya, tapi kalau itu rayuan, maaf nggak akan mempan karena aku, belum ada niat untuk berpacaran"
"Yeeeeaaayyy pede betul kamu! Siapa yang merayu kamu? Aku memang seperti ini orangnya. Suka ceplas ceplos dan apa adanya" Sahut Alfa.
"Aku justru suka. Aku merasa nyaman berada di dekat kamu" Sahut Jenar dan Alfa langsung tersenyum lebar ke Jenar.
__ADS_1
Alfa mengajak Jenar bangkit berdiri setelah ia menghabiskan tiga mangkok mie pangsit dan setelah Jenar membayar makanan dan minuman mereka, Jenar mengajak Alf bergegas ke kafe untuk menyelamatkan seorang wanita dari jerat mautnya Rigel Altair dan mencegah Valentine-nya wanita itu menjadi Valentine berdarah.