Jenar Ayu

Jenar Ayu
Gamang


__ADS_3

Antares bahagia sekali sampai dia sesak napas karena, jantungnya berdetak kencang sekali.Antares yang dingin dan kurang bisa mengulas senyum lebar, di pagi hari itu, dia terus mengulas senyum lebar di depan Jenar


Jenar menarik tangannya dari genggaman tangan Antares untuk ia pakai memegang dadanya dan gadis manis itu menatap Antares dengan tanya, "Apa jantung Akamu, emm, maksudku jantung kamu, berdetak saat ini?"


Antares yang masih tersenyum lebar menganggukan kepalanya dan sambil memegang dadanya, dia berkata, "Jantung ini berdetak karena kamu bukan karena Akamu. Jantung ini berdetak karena aku sangat menyukaimu dan sangat senang karena kamu, mau menerima pernyataan cintaku. Aku sangat bahagia karena kamu, mau jadi pacarku"


Jenar hanya mampu berkata, "Hmm"


Antares tersenyum penuh cinta dan berkata, "Aku tahu kamu masih bingung dan kaget dengan pernyataan cintaku.Untuk itulah kamu bingung bagaimana harus bersikap di depanku. Aku pun sama. Aku gugup banget berdiri di depan kamu saat ini"


Jenar terus menatap Antares di dalam kebekuannya. Dia membeku karena, dia masih kebingungan saat itu Dia merasa kalau dia tidak akan pernah bisa mencintai Antares karena dia merasa, bahwa dengan adanya jantung Akamu di dalam dadanya Antares, dia dan Antares adalah saudara. Dia merasa kalau tidak mencintai Antares sebagai laki-laki, tapi ia menyayangi Antares sebagai Akamu.


Namun, kenapa jantungnya berdebar kencang dan hatinya berdesir hangat saat ia mendengar Antares mengatakan cinta di depan matanya. Untuk itulah Jenar menatap Antares dalam kegamangannya, karena dia, juga merasa khawatir kalau Antares tahu kebenaran perasaannya itu, bukan hanya Antares yang akan sedih dan terluka, tapi Akamu juga akan merasakan kepedihan luka itu.


Antares melambaikan tangannya di depan wajah Jenar sembari bertanya, "Kenapa melamun? Kamu baik-baik saja, kan?"


Jenar langsung tergagap dan menjawab dengan canggung, "A.....aku? Tentu saja aku baik-baik saja. A....aku hanya capek"


"Aku akan buatkan cokelat hangat untukmu. Cokelat hangat bisa menghilangkan capek Masuklah!" Antares membuka lebar pintu apartemennya dan bergeser untuk memberi jalan buat gadis sang pujaan hati.


Jenar semakin merasa bersalah melihat ketulusan di kedua matanya Antares dan dia sontak berkata, "A.....aku baik-baik saja"


"Ooooo, baiklah kalau begitu. Emm, lalu, kencan pertama kita di hari jadiannya kita ini, kita ke rumahku, karena kamu ingin lebih mengenalku?" Tanya Antares


Jenar menganggukkan kepalanya dengan pelan.


"Itu terdengar romantis bagiku. Kamu peduli sama masa kecilku dan aku merasa sangat senang" Antares memperlebar senyumannya sembari mengusap-usap rambut bagian belakangnya, karena ia merasa gugup.


Jenar mengulas senyum di wajah manisnya, namun hatinya tidak bisa ikutan tersenyum.


Antares mengajak Jenar masuk ke dalam apartemennya sembari berkata, "Kalau gitu, emm, masuklah dulu! Aku akan mandi dan bersiap-siap"

__ADS_1


"Baiklah" Sahut Jenar sambil melangkah masuk ke dalam apartemennya Antares.


Antares berlari masuk ke dalam dan beberapa menit kemudian dia muncul kembali di ruang tamu sembari membawa mug. Antares meletakkan mug di meja sofa sambil berkata, "Ini cokelat hangatnya. Minumlah! Aku akan mandi dulu" Antares menatap Jenar beberapa detik dan sambil merona malu dia berbalik badan untuk berlari masuk ke dalam kamarnya.


Jenar menghela napas panjang dan bergumam lirih, "Semoga kamu memaafkan aku atas tindakanku ini, Akamu. Aku terpaksa membohongi orang yang memiliki jantung kamu saat ini, demi untuk menjebloskan Rigel Altair ke penjara untuk selama-lamanya"


Beberapa menit kemudian, Antares muncul di depannya Jenar dan menautkan alisnya saat ia melihat mug yang ada di atas meja sofa, "Kok nggak diminum?"


"Aku malas minum dan makan apapun di pagi ini" Sahut Jenar sembari bangkit berdiri.


Antares sontak bertanya, "Jadi, kamu belum sarapan?"


Jenar mengglengkan kepalanya dan sambil melangkah keluar, dia berkata, "Aku malas makan"


Antares menutup pintu apartemennya, lalu mengunci pintu apartemennya sembari bertanya, "Apa kamu ingin sarapan di luar?"


Jenar menggelengkan kepalanya dan berkata, "Kita langsung ke rumahmu aja"


Jenar menoleh ke Antares dan tersenyum dengan hati yang gamang.


Saat Antares mulai melajukan mobilnya, ia menoleh sekilas ke Jenar dan berkata, "Emm, aku belum pernah berpacaran sebelumnya. Kamu yang pertama dan untuk selamanya bagiku. Apa kamu pernah berpacaran sebelumnya?"


Jenar menghela napas lalu menjawab, "Belum" dengan nada lemas dan masih menatap ke arah depan


Antares kembali menoleh sekilas ke Jenar dan berkata, "Apa kita perlu membuat daftar tentang hal-hal yang kita sukai?"


Jenar menoleh ke Antares, "Untuk apa?"


Antares berkata tanpa menoleh ke Jenar, "Agar aku tidak salah dalam bertindak dan membuatmu kecewa saat kita berkencan, nanti. Aku juga ingin tahu lebih banyak tentang kamu. Ingin mengenal kamu lebih dalam dan......."


"Oke. Aku setuju" Jenar langsung memotong ucapannya Antares karena sebenarnya, dia malas memikirkan soal cinta, kencan dan berpacaran.

__ADS_1


Antares sontak menoleh sekilas ke Jenar dengan kata, "Aku mencintaimu"


Jenar menatap ke arah depan dan tidak membalas ucapannya Antares.


Antares kembali fokus menyetir dan terus mengulas senyum bahagia di wajah tampannya.


Handoko dan Jaya Dwipa berhasil menghubungi Eben Henizer dan mereka membuat janji pertemuan di galerinya Eben Henizer pas jam makan siang.


Antares tersenyum dan langsung meminggirkan mobilnya yang kebetulan tengah melintasdi area food street saat ia mendengar bunyi suara Krucukkkkk, dari perutnya Jenar.


Jenar sontak menoleh ke Antares dan saat ia melihat Antares melepas sabuk pengaman, Jenar langsung menyemburkan tanya, "Kenapa berhenti di sini?"


Antares menoleh ke Jenar dan dengan senyum tampannya, ia berkata, "Kamu bilang malas makan, tapi perut kamu memekik kencang minta diisi. Di sini banyak makanan seperti bubur ayam, nasi pecel, nasi bakar dan jajanan seperti, cakue, sosis bakar dan teman-temannya. Kamu bisa pilih yang mana yang kamu suka. Yuk, kita turun!"


Jenar melepas sabuk pengamannya dan mengelus perutnya sambil bergumam lirih, "Kenapa kamu harus bunyi, sih? Bikin malu aja"


Antares terus mengikuti Jenar berjalan di dala trotoar yang mengelilingi sebuah taman yang cantik. Jenar lalu mengerem langkahnya dan menoleh ke belakang, "Kamu duduk aja di bangku taman itu! Aku akan beli makanannya. Kamu pengen apa?"


Antares kaget saat Jenar menoleh ke belakang dan dia pun langsung mengerem langkahnya untuk berkata, "Kamu yang duduk di bangku aja. Aku yang akan beli makanannya"


Jenar menghela napas panjang dan berkata, "Baiklah. Aku ingin makan bubur ayam dan teh hangat"


"Siap. Duduklah dulu!" Sahut Antares.


Jenar kemudian melangkah ke sebuah bangku taman dan duduk di sana.


Beberapa menit kemudian, Jenar dikejutkan dengan kemunculan sosok wanita berwajah pucat dan dia terus berdiri di depannya Jenar dan berkata, "Tolong aku! Tolong!"


Jenar yang masih malas berurusan dengan makhluk astral, mengabaikan keberadaan wanita berwajah pucat itu.


Tiba-tiba wanita berwajah pucat itu duduk di sebelahnya Jenar dan sontak membuat Jenar bangkit berdiri dan berlari menjauh. Jenar berlari dengan sesekali menoleh ke belakang karena, wanita berwajah pucat itu berjalan pelan mengikutinya terus.

__ADS_1


Jenar menabrak punggungnya Antares dan saat Jenar hampir jatuh terjengkang ke belakang, Antares dengan sigap berputar badan dan memeluk tubuhnya Jenar. Namun, mereka berdua justru terjatuh bersama di atas trotoar dengan bibir saling bersentuhan................


__ADS_2