Jenar Ayu

Jenar Ayu
Rencana Jenar


__ADS_3

Bartender wanita itu kaget saat ia menubruk seorang gadis dengan topi putih dan jaket biru tua. "Maaf!" Ucap bartender wanita itu.


Jenar melihat nametag bartender wanita itu dan dia segera berucap, "Mbak Welas, cepat kita ke kamar ganti! Di mana kamar gantinya? Cepat!"


Bartender wanita yang bernama Welas itu sontak menarik Jenar ke sebuah ruangan sempit, namun bersih dan rapi. Bartender wanita itu langsung bertanya di alam kamar ganti, "Kenapa Adik pengen ke kamar ganti?"


"Kita harus bertukar pakaian sekarang juga! Kalau tidak, Mbak Welas akan celaka" Jenar langsung membuka jaket, kaos dan celana jinsnya. Dia serahkan bajunya ke bartender wanita itu.


Bartender wanita itu mengikuti permintaannya Jenar dan mengikuti Jenar membuka semua seragam bartendernya dan menyerahkan semua seragam bartendernya ke Jenar.


"Maaf kalau celana jins saya agak kedodoran di tubuh kecilnya Mbak" Sahut Jenar.


Bartender wanita itu tersenyum dan berkata, "Yang penting di pinggang pas, jadi nggak melorot ke bawah. Tapi, kenapa harus seperti ini?"


"Nanti saya jelaskan Mbak. Sekarang, Mbak keluar dari pintu belakang dan langsung berlari ke mobil berwarna putih, ada teman saya bernama Alfa di dalam mobil itu dan bilang kalau saya, Jenar memancing The White Mask ke arah lain" Sahut Jenar sambil membuka pintu kamar ganti.


"The White Mask? A......apakah dia ...... A....da di sini? Tapi, kenapa Adik bisa tahu dan......" Bartender wanita itu bergidik ngeri di depan Jenar dan tidak bisa melanjutkan lagi ucapannya.


Jenar langsung memegang kedua bahu bartender wanita itu dan berkata, "Mbak, ceritanya nanti. Sekarang, Mbak cepat keluar dari pintu belakang menuju ke mobil putih dan temui teman saya yang bernama Alfa dan katakan yang saya katakan tadi! Tolong!"


Jenar lalu mengambil ponselnya bartender wanita yang masih ada di saku depan seragam bartender. Jenar dan Welas bertukar baju, tapi mereka lupa untuk bertukar ponsel Jenar yang mudah menghapal nomer ponsel, segera memencet layar ponselnya Welas dan setelah itu, ia menelepon Om Handokonya, "Om, Jenar udah share lokasi Jenar saat ini, ya. Om segera susul Jenar dengan membawa polisi"

__ADS_1


Handoko langsung bangkit dari tempat ia duduk dan memekik kaget, "Hah?! kenapa harus bawa polisi? Kamu kenapa?"


"Jenar ingin menangkap pembunuh Ayah, Mama, dan Akamu" Klik, Jenar langsung mematikan sambungan teleponnya dengan Handoko.


Jenar kemudian menghela napas panjang, memasukkan kembali ponselnya Welas ke dalam saku depan seragam bartender. Lalu ia menggulung rambutnya. Setelah itu, ia mengambil topi yang ada di cantolan baju yang terpasang di sisi kanan pintu kamar ganti, untuk ia pakai menutupi rambutnya. Postur Jenar dan Welas hampir mirip, cuma mereka beda di rambut. Rambut Welas pendek di bawah telinga, sedangkan rambutnya Jenar, panjang sebahu. Untuk itulah, Jenar merasa perlu untuk menggulung rambutnya dan menutupinya dengan topi.


Setelah merasa siap, Jenar berjalan dengan tegak dan tanpa rasa takut, ia melangkah ke depan dan langsung berjalan santai menuju ke pintu depan, tanpa menoleh ke kanan dan ke kiri dan dengan langkah santai, Jenar semakin mendekati pintu depan kafe Rainy. Jenar tersenyum tipis saat ia bisa merasakan The Real White Mask, Rigel Altair, mulai berjalan mengikutinya dengan langkah pelan.


Handoko mengumpat, "Sial! Kenapa jadi begini?" Lalu Handoko menelepon petinggi polisi kenalannya sambil berlari menuju ke mobilnya yang ia parkirkan di depan rumahnya. Handoko menyetir mobilnya sembari memasang headset nirkabelnya untuk menghubungi Jaya Dwipa. Handoko, petinggi polisi dan anak buahnya, tak ketinggalan pula Jaya Dwipa, langsung melesat menuju ke lokasi yang dibagikan oleh Handoko. Lokasi keberadaannya Jenar.


Bartender wanita yang bernama Welas itu langsung menganggukkan kepala dan bergegas berbalik untuk berlari keluar dari pintu belakang.


Bartender wanita itu membuka topi dan berkata dengan napas terengah-engah, "A.....aku bukan Jenar. Aku........."


Bartender wanita itu memilih untuk membungkuk untuk memegang kedua lututnya yang bergetar hebat alih-alih melanjutkan ucapannya.


"Anda, bartender wanita itu" Sahut Alfa.


Bartender wanita itu terkejut dan sontak menegakkan kembali badannya untuk bertanya, "Kenapa Adik bisa tahu?"


"Nama Anda Welas. Iya. Saya ingat sekarang, saya melihat nametag Anda di dalam mimpi saya. Nama Anda, Welas, kan?"

__ADS_1


Bartender wanita itu menatap Alfa dengan wajah penuh tanda tanya dan langsung melemparkan tanya, "Kenapa Adik bisa melihat saya di mimpinya Adik?" Welas sontak melangkah mundur ke belakang dengan pelan dan terus menatap Alfa dengan penuh curiga. Welas lalu bertanya, "A......apa kamu orang mesum. Orang mesum yan..... yang......yang .......suka menguntit aku dan mimpiin aku? Ka.....kamu......."


Alfa langsung mengusap kasar wajah tampannya dan memekik kaget, "What?! Orang mesum? Mbak! Aku bukan orang seperti itu. Lihat aku baik-baik. Mana mungkin tampang seperti ini orang mesum. Aku bisa melihat mimpi dan di dalam mimpiku, Dan lewat mimpi aku, aku bisa tahu kalau Mbak, akan menjadi korbannya The White Mask malam ini"


Saat Alfa melihat bartender wanita itu mematung di depannya dan masih menatapnya dengan ekspresi curiga, Alfa langsung mengambil dompetnya untuk mengambil kartu identitasnya.


"Mbak bisa lihat kartu identitasku, nih!" Alfa maju ke depan dengan pelan dan menyodorkan kartu identitasnya ke Alfa.


Bartender wanita itu menerima kartu yang disodorkan oleh Alfa dan dia melihat kartu identitas itu.


"Kalau aku orang jahat atau orang mesum, nggak mungkin, kan, menunjukkan kartu identitasku ke Mbak?" Alfa berucap dengan nada serius dan tegas.


Bartender wanita itu mengangkat kembali wajahnya dan mengembalikan kartu identitasnya pemuda tampan yang berdiri tidak jauh di depannya.


Alfa memasukkan kembali kartu identitasnya ke dalam dompetnya dan menjejalkan dompetnya ke saku belakang celana jins belelnya. Alfa lalu bertanya, "Oke, Mbak pasti masih bingung saat ini. Nanti, saya akan ceritakan secara detail ke Mbak. Sekarang saya butuh tahu dulu, nih, di mana Jenar? Kenapa Mbak dan Jenar bertukar baju?"


"Adik manis yang tadi bertemu denganku, mengatakan kalau dia memancing The White Mask ke arah yang lain saat ini" Sahut Bartender wanita itu dengan bergidik ngeri.


Alfa terkejut dan sontak mengusap kasar pucuk kepalanya sambil berucap, "Sial! Kenapa Jenar bikin rencana sendiri? Sial! Emang kita nggak punya rencana, kan, tadi?" Alfa lalu berkata ke bartender wanita yang masih berdiri di depannya, "Mbak masuk dulu ke dalam mobil! Ada air mineral di dalam. Mbak bisa meminumnya. Saya akan mencari teman saya. Ini kunci mobilnya dan ada ponsel saya yang lain yang saya tinggal di dalam mobil, Mbak langsung hubungi polisi, ya? Dan langsung kunci pintunya dan menunduk kalau ada orang mencurigakan mendekat ke mobil!"


Bartender wanita menganggukkan kepalanya saat ia menerima kunci mobil yang disodorkan oleh Alfa. Lalu, ia berlari untuk bergegas masuk ke dalam mobil sejenis sedan sport mewah berwarna putih.

__ADS_1


__ADS_2