Jenar Ayu

Jenar Ayu
Jujur


__ADS_3

Keesokan harinya, Alfa sarapan sereal dan susu dengan duduk manis mendengarkan curhatan paginya Antares.


"Kenapa Jenar tidak pernah menyukaiku? Dia selalu mendorongku menjauh setiap kali aku ingin mendekatinya, kenapa?" Antares menghela napas panjang sembari menyeruput susu cokelat hangatnya.


Alfa menenggak habis sereal susunya, lalu berkata sambil bangkit berdiri, "Mungkin karena kamu nggak pernah senyum, jadi dia takut sama kamu. Aku lihat kamu sangat tampan, tapi banyak gadis takut mendekati kamu karena kamu, nggak pernah senyum" Alfa lalu membetulkan letak tas selempangnya, lalu ia menepuk pundaknya Antares dan berkata, "Aku pergi dulu. Aku ada kuliah pagi"


Kedua bola mata Antares bergerak mengikuti arah perginya Alfa dengan helaan napas panjang.


Antares tidak kuliah dari pagi sampai sore hari. Dia suka mengambil kuliah malam karena menurut dia, kuliah di malam hari itu lebih tenang.


Alfa keluar dari apartemennya Antares dan langsung berteriak setelah ia menutup pintu apartemennya Antares, "Jenar! Tunggu aku!"


Jenar menghentikan langkahnya saat ia mendengar suaranya Alfa, lalu ia berputar badan, "Ada apa teriak-teriak di pagi hari? Ngagetin aja"


Alfa berhenti di depannya Jenar dengan meringis, lalu berkata, "Aku boleh nebeng kamu? Aku, kan, nggak bawa motor kemarin. Motorku masih ada di parkiran kampus"


Jenar tersenyum dan menganggukkan kepalanya karena ia berpikir harus membalas budi baiknya Alfa yang telah berulangkali menolongnya.


Alfa mensejajari langkahnya Jenar dan berkata, "Bolehkah aku yang membawa mobilmu? Lucu, kan, kalau aku naik mobil dan membiarkan cewek yang nyetir"


Jenar langsung menyerahkan kunci mobil yang dia genggam ke Alfa.


Alfa dan Jenar bersitatap saat mereka sampai di tempat parkir tempat di mana biasanya mobilnya Jenar parkir, mereka melihat mobil dengan merk yang sama, namun mobil itu mobil baru.


"Wow! Mobil kamu baru, nih? Keren banget!" Alfa lalu bersiul untuk mengekspresikan kekagumannya. ,"Canggih nih mobil" Ucap Alfa kemudian.


"Biasa aja nggak usah lebay! Ayo masuk!" Jenar membuka pintu dan Alfa langsung berlari kecil mengitari bagian depan mobilnya Jenar untuk masuk ke jok kemudi.

__ADS_1


"Mobil kamu yang lama?" Tanya Alfa.


"Masih di kantor polisi dan sepertinya akan dijual sama Eyang kakungku. Kemarin Eyang kakung dan Om Handoko langsung membelikan mobil ini untuk aku. Mereka memutuskan untuk memberikan mobil baru ke aku agar kejadian serupa tidak menimpa aku lagi dan kata Eyang kakungku, kemungkinan besar hantu jahat yang ada di dalam mobil bekas yang aku beli kemarin, masih ada di dalam mobil itu" Ucap Jenar.


"Iya. Aku setuju dengan Eyang Kakung kamu" Sahut Alfa sembari memasang sabuk pengamannya dan setelah ia melihat Jenar selesai memasang sabuk pengamannya, dia menghidupkan mesin mobilnya Jenar dan menekan gas pelan-pelan setelah menempatkan persneling di huruf D.


Perjalanan Jenar dan Alfa dihadang hujan rintik-rintik di pagi hari dan di dalam perjalanan menuju ke Kampus, Alfa bertanya, "Kenapa kamu tidak menyukai Antares? Apa karena ada jantung saudara kembar kamu di dalam tubuhnya Antares?"


Jenar menghela napas panjang, lalu berkata, "Aku akan ceritakan semuanya" Jenar kemudian menoleh ke Alfa dan melihat Alfa dari arah samping dengan tatapan ragu, lalu bertanya, "Tapi, apa kamu akan memercayai ceritaku?"


"Aku percaya sama kamu sejak pertama kali aku menyelamatkanmu dan menemukan keanehan-keanehan di luar nalar manusia yang kamu alami" sahut Alfa.


"Keluargaku dibantai oleh the White Mask saat aku masih berumur lima tahun. Akamu menyelematkan aku dengan menyembunyikan aku di dalam koper besar. Hanya itu yang aku tahu dan aku ingat. Aku tidak diijinkan untuk tahu apa yang sebenarnya terjadi dan tidak diijinkan untuk melihat jasad keluargaku" Ucap Jenar Ayu dengan suara bergetar dan air bening menitik di kedua pipinya.


Alfa menoleh sekilas ke Jenar dan bertanya, "Lalu? Apa kaitannya dengan Antares? Kenapa kamu tidak menyukai Antares? Apa Antares ada kaitannya dengan peristiwa itu?"


"Terus?" Alfa menoleh sekilas ke Jenar.


"Pria itu bernama Eben Henizer. Dia pandai melukis dan dia melukis vision yang ia terima. Nah, dari situ aku tahu siapa the White Mask"


Alfa langsung meminggirkan mobil dan setelah ia membuka jendela mobil, ia mematikan mesin mobil, lalu melepas sabuk pengamannya dan menoleh ke Jenar, "Ja......jangan bilang kalau..........the White Mask itu Antares Altair?"


"Tentu saja bukan. Aku dan Antares seumuran, jadi nggak mungkin kalau Antares yang membantai semua keluargaku, karena saat itu, Antares juga masih berumur lima tahun"


"Ka.....kalau bukan Antares Altair, la.....lalu........a........apakah the White Mask itu, Ri.......Rigel Altair?" Alfa terhenyak sampai punggungnya membentur pintu mobil saat ia mengucapkan nama Rigel Altair dan Jenar mengangukkan kepalanya.


Jenar sontak merinding saat ia mendengar nama Rigel Altair meluncur dari bibirnya Alfa.

__ADS_1


Alfa menatap Jenar dengan kedua alis terangkat ke atas dan rahang bawah tertarik ke bawah untuk waktu yang cukup lama. Alfa lalu menurunkan kembali kedua alisnya dan mengatupkan mulutnya. Alfa memegang dadanya dan berkata, "Oke, aku sangat shock. Dan jangan bilang kalau hantu wanita yang kamu lihat di ruang kerjanya Om Rigel kemarin, hantu yang meneror kamu di mobil kemarin, adalah salah satu dari sekian banyaknya korbannya Om Rigel?"


"Kau memang sangat cerdas" Sahut Jenar.


Alfa langsung menutup mulutnya dengan telapak tangan kanannya.


"Apa menurutmu Antares memiliki darah keturunan Psycho kayak Rigel Altair?" Jenar bertanya dengan wajah serius.


Alfa meraup wajah tampannya dengan tangan kanannya, lalu berucap, "Antares memang pendiam dan tidak pintar mengeluarkan ekspresi. Dia juga tidak pernah tersenyum sebelum ia bertemu denganmu, tapi aku rasa Antares bukanlah seorang psikopat. Membunuh seekor kucing pun, dia nggak tega"


"Kalau gitu, kita aman" Jenar menghela napas panjang"


"Sial!" Alfa menjambak rambutnya sendiri. Jenar tersentak kaget dan langsung bertanya, "Ada apa?"


Alfa menatap tajam Jenar, lalu ia melanjutkan ucapannya, "Aku semalam bermimpi, emm, ada seorang wanita yang bekerja di kafe Rainy menjadi korbannya the White Mask"


"Kapan Rigel membunuh wanita itu?" Tanya Jenar.


"Kalau mimpiku semalam, berarti kejadiannya malam ini" Sahut Alfa.


"Kita harus menemui wanita itu untuk menyelamatkannya dan kalau bisa, kita tangkap Rigel sekalian" Sahut Jenar.


"Oke, sepulang kuliah, aku akan menjemputmu" Sahut Alfa.


"Oke, kita ketemu jam lima sore di parkiran mobil. Kau sudah selesai jam lima?" Tanya Jenar


"Sudah. Oke, kita ketemu jam lima nanti" Sahut Alfa.

__ADS_1


__ADS_2